My Best Friends Two, Three, And Six

My Best Friends Two, Three, And Six
KAMPUS



? : hay nona nona boleh kami bergabung?


Windy : tidak!!


? : kenapa tidak? Apakah kalian tidak kenal kami


Windy : tidak kenal dan tidak tertarik untuk kenal


? : walaupun, kalian tidak mau berkenalan aku akan tetap mengenal kan diri


Rega : aku Rega, ini sahabatku Daniel dan Wenza


Wenza : hai


Windy : tidak nanya!!


Rega : aku baru pernah melihat gadis sepertimu [kesal]


Dizi : ini minuman kalian, eh mereka siapa?


Windy : orang orang tidak jelas


Rega : dasar kau mengesalkan sekali!!


Windy : banyak omong


Rega : kau!! [kesal]


Wenza : sudah sudah! ku rasa kau akan kalah jika berkelahi dengan nya lebih baik kita pergi. Sebentar lagi juga akan segera masuk kelas


Daniel : kita pergi sekarang [pergi]


Marta : siapa mereka? Mereka membanggakan diri seperti orang terkenal


Dizi : mungkin mereka hanya ingin cari perhatian


Marta : sepertinya juga begitu, tadi yang berambut coklat (rega) walau pun banyak omong tapi lucu


Dizi : sepertinya ada yang jatuh cinta


Marta : tidak, aku hanya mengatakan dia lucu


Windy : cepat habiskan minuman kalian sekarang sudah hampir jam 9


Dizi : tunggu sebentar [menghabiskan minumannya]


Windy : sudah? Kalau sudah kita pergi sekarang


Dizi : iya ayo minumanku sudah abis


...*mereka berjalan menuju kelas*...


// di kelas


Marta : di sini duduknya bertiga?


Dizi : pas sekali ya kite bertiga, sudah banyak orang di sini kita duduk di sebelah sini saja


Windy : baik lah [duduk]


Wenza : di mana kita akan duduk?


Rega : terserah!! Mood ku lagi tidak bagus karena gadis itu


Daniel : hanya di sini yang kosong [duduk di bangku belakang Windy]


Rega : sepertinya para gadis yang di depan kita tidak asing [memperhatikan] kau!! Gadis yang tadi


Windy : cck sialan


Rega : aku tidak mau duduk di belakang gadis sialan ini


Wenza : mau di mana lagi semuanya sudah penuh


Rega : huhh baik lah tidak ada pilihan lain


// ilustrasi



Windy : menjengkelkan sekali


Marta : sabar ya win


...*jam 3 kelas selesai*...


Windy : aku masih ada kelas bela diri kalian bisa pulang lebih dulu [memberikan kunci ke Marta] nanti aku akan menelpon kalian untuk menjemput ku


Marta : baik lah, kau harus hati-hati ya ketika sendirian


Windy : tenang saja [pergi]


...*masuk ke kelas bela diri*...


Wenza : bukan kah kau yang di kantin tadi? Kau sendirian?


Windy : mm [mengangguk]


Wenza : maaf kan sifat teman kami saati di kantin dan jelas tadi ya dia memang seperti itu jika kesal, dan sekarang dia tidak ada di sini karena sedang mengikuti kelas olahraga


Windy : mm lupakan saja [pergi untuk mengganti baju]


Wenza : [berbisik ke Daniel] dia tidak kalah dingin dari mu


Daniel : aku tau, ayo ganti baju


// ruang pelatihan


Sensei mo : anak anak apakah kalian semua sudah berkumpul?


All : sudah sensei


Sensei mo : kalian tau kan disini saya akan mengajar apa?


All : karate


Sensei mo : benar, sebelum itu perkenalkan nama saya mo gurean. Kalian bisa panggil saya sensei mo, saya di sini akan menjadi pembimbing kalian


Sensei mo : sebelum kita mulai pelatihan, saya ingin bertanya apakah di antara kalian semua sudah ada yang pernah latihan karate?


Siswa 1 : [mengangkat tangan] saya sudah sabuk cokelat


Siswa 2 : [mengangkat tangan] saya juga sudah sabuk cokelat


Rega : [mengangkat tangan] saya sudah sabuk cokelat


Siswi 1 : [berbisik] wah dia tampan


Siswi 2 : hebat sekali dia sudah sabuk cokelat


Rega : kenapa kau tidak mengangkat tangan [berbisik pada Daniel]


Daniel : [mengangkat tangan] saya, sabuk hitam


Siswi 3 : astaga dia lebih tampan dari yang sebelumnya. Sepertinya dia yang mempunyai sabuk paing tinggi


Siswi 4 : dia idaman ku, aku akan minta ajari ke dia nantinya


Sensei mo : selain mereka berempat ada lagi?


Windy : [mengangkat tangan] saya..... Sabuk hitam


Siswi 1 : apa? dia juga sabuk hitam?


Siswa 1 : astaga aku kalah dari seorang gadis?


Siswa 2 : keren


Sensei mo : apakah hanya berlima? apakah ada gadis lain selian dia yang sudah latihan karate?


All : [sunyi]


Sensei mo : oke kalau tidak ada, kita akan lihat kemampuan kedua pemenang sabuk hitam kita. Kalian berdua silahkan berdiri di tengah


Windy & Daniel : [berdiri]


Sensei mo : boleh sebutkan nama kalian


Windy : saya Win [memberi hormat]


Daniel : saya Daniel [memberi salam]


Sensei mo : baiklah Win dan Daniel apakah kalian siap bertarung?


Windy & Daniel : siap sensei


Siswi 1 : apa? Mereka berdua akan bertarung?


Siswi 2 : aku yakin pasti daniel yang menang. Nama mungkin gadis itu bisa menang melawan laki-laki


Siswa 1 : sepertinya akan menarik


Siswa 2 : aku bisa bertaruh bahwa Daniel yang menang


Siswa 3 : iya kau benar


Daniel : (batin : sepertinya aku harus berhati-hati dengan nya)


Sensei mo : kalian sudah siap? Siap dan... Mulai


...*Windy dan daniel yang mendengar aba-aba itu pun memulai pertarungan mereka. Daniel memberikan beberapa serangan dan Windy bisa menghindarinya*...


Daniel : (batin : dia gesit sekali, aku harus fokus) [lanjut menyerang]


...*saat Windy mulai menyerang Daniel juga beberapa kali menangkis nya. Dan sekarang windy mencoba menendangnya tapi Daniel menangkap kaki windy.*...


Daniel : (batin : tertangkap) [langsung melumpuhkan pergerakan Windy]


Sensei mo : oke babak pertama daniel menang


Siswa 1 : sudah ku bilang kan


Windy : (batin : ternyata kau mengincar kaki ku ya)


Sensei mo : babak ke dua, siap.... Mulai!!


...*Windy memulainya dengan lebih serius lagi. Windy mencari kesempatan untuk melumpuhkan Daniel. hingga saat Daniel menyerang Windy menghindarinya dan langsung mengambil kesempatan untuk menahan tangan Daniel dan menahannya*...


Windy : apakah kau bisa mengatasi ini?


Daniel : aakk [kesakitan]


Sensei mo : sepertinya babak kedua di menangkan oleh nona Win. Hasilnya seri kita lihat di babak terakhir siapakah yang akan menang? Siap.... Mulai!!


...*Windy & Daniel langsung memulai pertempuran dengan sangat sengit, babak ketiga berlangsung lama karena keduanya sama-sama kuat*...


Siswa 2 : apa ini mereka sama-sama kuat?


Siswa 1 : aku tak pernah melihat yang seperti ini


...*Windy sangat fokus mencari kesempatan yang tepat untuk melumpuhkan daniel. Dan Daniel juga begitu. Mereka saling menyerang hingga menghabis kan waktu 10 menit. karena Daniel terlihat lelah Windy langsung mengambil kesempatan ini untuk melakukan penyerangan akhir*...


Windy : (batin : sepertinya dia sudah lelah, oke sekarang) [menarik tangan Daniel dan langsung membanting nya]


Daniel : aahkk


Siswa/Siswi : [tercengang]


Sensei mo : sepertinya pertarungan hari ini dimenangkan oleh Win. Ya seperti namanya Win adalah menang


Wenza : kau tidak apa-apa Daniel? [menghampiri Daniel]


Daniel : aahkk... Dia lebih kuat dari yang ku kira


Windy : sepertinya aku terlalu berlebihan, aku akan bertanggung jawab akan hal ini. Jika kau mau


Daniel : baiklah aku akan menerimanya


Windy : [mengulurkan tanga] aku bantu berdiri


Daniel : [meraih tangan windy]


Sensei mo : untuk Daniel dan Win kalian boleh istirahat terlebih dahulu, dan yang lain nya kita akan memulai latihan hari ini


Windy : [memberikan sebuah obat] ambillah


Daniel : apa ini


Windy : obat penghilang rasa sakit. Minumlah maka sakit akibat hal tadi akan segera menghilang. Aku tidak mau bertanggung jawab jika kau masuk rumah sakit


Windy : apa yg bisa ku lakukan untuk menebus hal ini?


Daniel : kau bisa memberiku beberapa cemilan besok


Windy : cck, apa tidak ada hal lain yang tidak memalukan ku


Daniel : kalau begitu, kau harus menjadi asistenku selama seminggu


Windy : itu bahkan lebih buruk, baik lah aku akan membelikan mu cemilan [terpaksa]


...*setelah itu Windy meninggalkan daniel sendirian dan lanjut latihan*...


...*setelah latihan selesai*...


Windy : [berjalan menuju luar universitas] marta jemput aku sekarang aku akan menunggu di depan universitas


Marta : oke aku akan segera ke sana


// beberapa saat kemudian


laki-laki : [didalam mobil] kau win yang di kelas bela diri kan? kau belum pulang? Naiklah aku akan mengantarmu


Windy : tidak


Laki-laki : kenapa menolak, niat ku baik aku cuma ingin mengantar mu pulang [menarik tangan Windy]


Daniel : [menahan tangan laki-laki itu] dia tidak mau kenapa kau masih memaksanya [dingin]


Laki-laki : d-daniel kenapa kau membantu nya


Daniel : bukan urusan mu, sekarang pergi sebelum aku membunuhmu [marah]


Laki-laki : b-baiklah aku akan segera pergi [menyalakan mobilnya dan langsung pergi]


Windy : kenapa kau mengusirnya, aku baru saja akan membereskan nya


Daniel : lebih baik kau pulang sekarang sebelum ada yang mengganggumu lagi


Windy : ooh


Marta : [datang] maaf ya Windy, kau pasti menunggu lama. Tadi mobil di depan ku kehilangan kendali dan menabrak mobil lain, jadi ada sedikit kemacetan


Windy : apa? Kau baik baik saja kan?


Marta : iya aku baik baik saja [melihat Daniel] kalian di sini berdua?


Daniel : ee aku...


Windy : jangan hiraukan dia, ayo kita pulang sekarang. Berikan kuncinya biar aku yang menyetir, kau pasti masih kaget kan? Jadi sebaiknya aku yang menyetir [menarik Marta masuk ke mobil]


...*daniel hanya melihat kepergian mereka tanpa mengatakan apa apa*...


Wenza : Daniel [memanggil] ternyata kau di sini aku mencari mu ke mana mana, apa yang kau lakukan di sini aku pikir kau pulang meninggalkan ku


Daniel : ayo pulang sekarang


// di mobil Daniel


Wenza : eh daniel, saat kami latihan tadi kau sepertinya sedang berbicara pada gadis itu. Siapa namanya? Win? Iya win


Wenza : apa yang kalian bicarakan?


Daniel : dia memberiku obat dan mengatakan akan bertanggung jawab, dan aku menyuruhnya membeli beberapa cemilan besok


Wenza : benarkah? Dan dia menyetujui nya?


Daniel : tentu saja dia menyetujuinya. Aku memberinya dua pilihan, membelikan aku cemilan atau menjadi asistenku selama 1 minggu. Dan dia memilih membelikan cemilan


Wenza : ooo begitu.. Aku yakin jika kau mengatakan pilihan itu kepada gadis lain pasti mereka memilih menjadi asisten mu


Daniel : kau benar


Wenza : pasti sakit sekali di banting seperti itu. Kalau aku jadi kau sepertinya aku akan pingsan


Daniel : tadi memang sangat sakit, tapi setelah meminum obat yang diberikannya rasa sakit di tubuhku perlahan menghilang


Wenza : hebat sekali


// di mobil windy


Marta : windy tadi apa yang kalian berdua lakukan?


Windy : tidak ada, dia hanya mengusir seorang laki-laki yang menggangguku. Untung saja dia mengusirnya jika tidak, aku pasti sudah mematahkan tangan laki-laki itu karena berani menyentuh ku


Marta : jadi dia membantu mu, teman nya ke mana ya aku tidak melihat teman nya di samping nya?


Windy : teman? Kau mencari si rambut hijau (wenza)?


Marta : bukan, yang satunya


Windy : ooh si banyak omong itu?


Marta : iya yang itu, kemana ya dia?


Windy : kata rambut hijau dia tadi sedang ada di kelas olahraga


Marta : ooh benarkah? Berarti dia pandai dalam olahraga [senyum]


Windy : kenapa kau tersenyum? Apakah kau menyukainya?


Marta : tidak, aku tidak menyukainya [menyangkal]


Windy : kau berbohong, buktinya pipi mu sekarang sedang memerah, berarti kau sedang malu..


Marta : [memegangi pipinya] yaaa Windy hentikan


Windy : hahaha baiklah baik lah


...*mereka pun pulang tanpa hambatan*...