
? : hay nona nona boleh kami bergabung?
Windy : tidak!!
? : kenapa tidak? Apakah kalian tidak kenal kami
Windy : tidak kenal dan tidak tertarik untuk kenal
? : walaupun, kalian tidak mau berkenalan aku akan tetap mengenal kan diri
Rega : aku Rega, ini sahabatku Daniel dan Wenza
Wenza : hai
Windy : tidak nanya!!
Rega : aku baru pernah melihat gadis sepertimu [kesal]
Dizi : ini minuman kalian, eh mereka siapa?
Windy : orang orang tidak jelas
Rega : dasar kau mengesalkan sekali!!
Windy : banyak omong
Rega : kau!! [kesal]
Wenza : sudah sudah! ku rasa kau akan kalah jika berkelahi dengan nya lebih baik kita pergi. Sebentar lagi juga akan segera masuk kelas
Daniel : kita pergi sekarang [pergi]
Marta : siapa mereka? Mereka membanggakan diri seperti orang terkenal
Dizi : mungkin mereka hanya ingin cari perhatian
Marta : sepertinya juga begitu, tadi yang berambut coklat (rega) walau pun banyak omong tapi lucu
Dizi : sepertinya ada yang jatuh cinta
Marta : tidak, aku hanya mengatakan dia lucu
Windy : cepat habiskan minuman kalian sekarang sudah hampir jam 9
Dizi : tunggu sebentar [menghabiskan minumannya]
Windy : sudah? Kalau sudah kita pergi sekarang
Dizi : iya ayo minumanku sudah abis
...*mereka berjalan menuju kelas*...
// di kelas
Marta : di sini duduknya bertiga?
Dizi : pas sekali ya kite bertiga, sudah banyak orang di sini kita duduk di sebelah sini saja
Windy : baik lah [duduk]
Wenza : di mana kita akan duduk?
Rega : terserah!! Mood ku lagi tidak bagus karena gadis itu
Daniel : hanya di sini yang kosong [duduk di bangku belakang Windy]
Rega : sepertinya para gadis yang di depan kita tidak asing [memperhatikan] kau!! Gadis yang tadi
Windy : cck sialan
Rega : aku tidak mau duduk di belakang gadis sialan ini
Wenza : mau di mana lagi semuanya sudah penuh
Rega : huhh baik lah tidak ada pilihan lain
// ilustrasi
Windy : menjengkelkan sekali
Marta : sabar ya win
...*jam 3 kelas selesai*...
Windy : aku masih ada kelas bela diri kalian bisa pulang lebih dulu [memberikan kunci ke Marta] nanti aku akan menelpon kalian untuk menjemput ku
Marta : baik lah, kau harus hati-hati ya ketika sendirian
Windy : tenang saja [pergi]
...*masuk ke kelas bela diri*...
Wenza : bukan kah kau yang di kantin tadi? Kau sendirian?
Windy : mm [mengangguk]
Wenza : maaf kan sifat teman kami saati di kantin dan jelas tadi ya dia memang seperti itu jika kesal, dan sekarang dia tidak ada di sini karena sedang mengikuti kelas olahraga
Windy : mm lupakan saja [pergi untuk mengganti baju]
Wenza : [berbisik ke Daniel] dia tidak kalah dingin dari mu
Daniel : aku tau, ayo ganti baju
// ruang pelatihan
Sensei mo : anak anak apakah kalian semua sudah berkumpul?
All : sudah sensei
Sensei mo : kalian tau kan disini saya akan mengajar apa?
All : karate
Sensei mo : benar, sebelum itu perkenalkan nama saya mo gurean. Kalian bisa panggil saya sensei mo, saya di sini akan menjadi pembimbing kalian
Sensei mo : sebelum kita mulai pelatihan, saya ingin bertanya apakah di antara kalian semua sudah ada yang pernah latihan karate?
Siswa 1 : [mengangkat tangan] saya sudah sabuk cokelat
Siswa 2 : [mengangkat tangan] saya juga sudah sabuk cokelat
Rega : [mengangkat tangan] saya sudah sabuk cokelat
Siswi 1 : [berbisik] wah dia tampan
Siswi 2 : hebat sekali dia sudah sabuk cokelat
Rega : kenapa kau tidak mengangkat tangan [berbisik pada Daniel]
Daniel : [mengangkat tangan] saya, sabuk hitam
Siswi 3 : astaga dia lebih tampan dari yang sebelumnya. Sepertinya dia yang mempunyai sabuk paing tinggi
Siswi 4 : dia idaman ku, aku akan minta ajari ke dia nantinya
Sensei mo : selain mereka berempat ada lagi?
Windy : [mengangkat tangan] saya..... Sabuk hitam
Siswi 1 : apa? dia juga sabuk hitam?
Siswa 1 : astaga aku kalah dari seorang gadis?
Siswa 2 : keren
Sensei mo : apakah hanya berlima? apakah ada gadis lain selian dia yang sudah latihan karate?
All : [sunyi]
Sensei mo : oke kalau tidak ada, kita akan lihat kemampuan kedua pemenang sabuk hitam kita. Kalian berdua silahkan berdiri di tengah
Windy & Daniel : [berdiri]
Sensei mo : boleh sebutkan nama kalian
Windy : saya Win [memberi hormat]
Daniel : saya Daniel [memberi salam]
Sensei mo : baiklah Win dan Daniel apakah kalian siap bertarung?
Windy & Daniel : siap sensei
Siswi 1 : apa? Mereka berdua akan bertarung?
Siswi 2 : aku yakin pasti daniel yang menang. Nama mungkin gadis itu bisa menang melawan laki-laki
Siswa 1 : sepertinya akan menarik
Siswa 2 : aku bisa bertaruh bahwa Daniel yang menang
Siswa 3 : iya kau benar
Daniel : (batin : sepertinya aku harus berhati-hati dengan nya)
Sensei mo : kalian sudah siap? Siap dan... Mulai
...*Windy dan daniel yang mendengar aba-aba itu pun memulai pertarungan mereka. Daniel memberikan beberapa serangan dan Windy bisa menghindarinya*...
Daniel : (batin : dia gesit sekali, aku harus fokus) [lanjut menyerang]
...*saat Windy mulai menyerang Daniel juga beberapa kali menangkis nya. Dan sekarang windy mencoba menendangnya tapi Daniel menangkap kaki windy.*...
Daniel : (batin : tertangkap) [langsung melumpuhkan pergerakan Windy]
Sensei mo : oke babak pertama daniel menang
Siswa 1 : sudah ku bilang kan
Windy : (batin : ternyata kau mengincar kaki ku ya)
Sensei mo : babak ke dua, siap.... Mulai!!
...*Windy memulainya dengan lebih serius lagi. Windy mencari kesempatan untuk melumpuhkan Daniel. hingga saat Daniel menyerang Windy menghindarinya dan langsung mengambil kesempatan untuk menahan tangan Daniel dan menahannya*...
Windy : apakah kau bisa mengatasi ini?
Daniel : aakk [kesakitan]
Sensei mo : sepertinya babak kedua di menangkan oleh nona Win. Hasilnya seri kita lihat di babak terakhir siapakah yang akan menang? Siap.... Mulai!!
...*Windy & Daniel langsung memulai pertempuran dengan sangat sengit, babak ketiga berlangsung lama karena keduanya sama-sama kuat*...
Siswa 2 : apa ini mereka sama-sama kuat?
Siswa 1 : aku tak pernah melihat yang seperti ini
...*Windy sangat fokus mencari kesempatan yang tepat untuk melumpuhkan daniel. Dan Daniel juga begitu. Mereka saling menyerang hingga menghabis kan waktu 10 menit. karena Daniel terlihat lelah Windy langsung mengambil kesempatan ini untuk melakukan penyerangan akhir*...
Windy : (batin : sepertinya dia sudah lelah, oke sekarang) [menarik tangan Daniel dan langsung membanting nya]
Daniel : aahkk
Siswa/Siswi : [tercengang]
Sensei mo : sepertinya pertarungan hari ini dimenangkan oleh Win. Ya seperti namanya Win adalah menang
Wenza : kau tidak apa-apa Daniel? [menghampiri Daniel]
Daniel : aahkk... Dia lebih kuat dari yang ku kira
Windy : sepertinya aku terlalu berlebihan, aku akan bertanggung jawab akan hal ini. Jika kau mau
Daniel : baiklah aku akan menerimanya
Windy : [mengulurkan tanga] aku bantu berdiri
Daniel : [meraih tangan windy]
Sensei mo : untuk Daniel dan Win kalian boleh istirahat terlebih dahulu, dan yang lain nya kita akan memulai latihan hari ini
Windy : [memberikan sebuah obat] ambillah
Daniel : apa ini
Windy : obat penghilang rasa sakit. Minumlah maka sakit akibat hal tadi akan segera menghilang. Aku tidak mau bertanggung jawab jika kau masuk rumah sakit
Windy : apa yg bisa ku lakukan untuk menebus hal ini?
Daniel : kau bisa memberiku beberapa cemilan besok
Windy : cck, apa tidak ada hal lain yang tidak memalukan ku
Daniel : kalau begitu, kau harus menjadi asistenku selama seminggu
Windy : itu bahkan lebih buruk, baik lah aku akan membelikan mu cemilan [terpaksa]
...*setelah itu Windy meninggalkan daniel sendirian dan lanjut latihan*...
...*setelah latihan selesai*...
Windy : [berjalan menuju luar universitas] marta jemput aku sekarang aku akan menunggu di depan universitas
Marta : oke aku akan segera ke sana
// beberapa saat kemudian
laki-laki : [didalam mobil] kau win yang di kelas bela diri kan? kau belum pulang? Naiklah aku akan mengantarmu
Windy : tidak
Laki-laki : kenapa menolak, niat ku baik aku cuma ingin mengantar mu pulang [menarik tangan Windy]
Daniel : [menahan tangan laki-laki itu] dia tidak mau kenapa kau masih memaksanya [dingin]
Laki-laki : d-daniel kenapa kau membantu nya
Daniel : bukan urusan mu, sekarang pergi sebelum aku membunuhmu [marah]
Laki-laki : b-baiklah aku akan segera pergi [menyalakan mobilnya dan langsung pergi]
Windy : kenapa kau mengusirnya, aku baru saja akan membereskan nya
Daniel : lebih baik kau pulang sekarang sebelum ada yang mengganggumu lagi
Windy : ooh
Marta : [datang] maaf ya Windy, kau pasti menunggu lama. Tadi mobil di depan ku kehilangan kendali dan menabrak mobil lain, jadi ada sedikit kemacetan
Windy : apa? Kau baik baik saja kan?
Marta : iya aku baik baik saja [melihat Daniel] kalian di sini berdua?
Daniel : ee aku...
Windy : jangan hiraukan dia, ayo kita pulang sekarang. Berikan kuncinya biar aku yang menyetir, kau pasti masih kaget kan? Jadi sebaiknya aku yang menyetir [menarik Marta masuk ke mobil]
...*daniel hanya melihat kepergian mereka tanpa mengatakan apa apa*...
Wenza : Daniel [memanggil] ternyata kau di sini aku mencari mu ke mana mana, apa yang kau lakukan di sini aku pikir kau pulang meninggalkan ku
Daniel : ayo pulang sekarang
// di mobil Daniel
Wenza : eh daniel, saat kami latihan tadi kau sepertinya sedang berbicara pada gadis itu. Siapa namanya? Win? Iya win
Wenza : apa yang kalian bicarakan?
Daniel : dia memberiku obat dan mengatakan akan bertanggung jawab, dan aku menyuruhnya membeli beberapa cemilan besok
Wenza : benarkah? Dan dia menyetujui nya?
Daniel : tentu saja dia menyetujuinya. Aku memberinya dua pilihan, membelikan aku cemilan atau menjadi asistenku selama 1 minggu. Dan dia memilih membelikan cemilan
Wenza : ooo begitu.. Aku yakin jika kau mengatakan pilihan itu kepada gadis lain pasti mereka memilih menjadi asisten mu
Daniel : kau benar
Wenza : pasti sakit sekali di banting seperti itu. Kalau aku jadi kau sepertinya aku akan pingsan
Daniel : tadi memang sangat sakit, tapi setelah meminum obat yang diberikannya rasa sakit di tubuhku perlahan menghilang
Wenza : hebat sekali
// di mobil windy
Marta : windy tadi apa yang kalian berdua lakukan?
Windy : tidak ada, dia hanya mengusir seorang laki-laki yang menggangguku. Untung saja dia mengusirnya jika tidak, aku pasti sudah mematahkan tangan laki-laki itu karena berani menyentuh ku
Marta : jadi dia membantu mu, teman nya ke mana ya aku tidak melihat teman nya di samping nya?
Windy : teman? Kau mencari si rambut hijau (wenza)?
Marta : bukan, yang satunya
Windy : ooh si banyak omong itu?
Marta : iya yang itu, kemana ya dia?
Windy : kata rambut hijau dia tadi sedang ada di kelas olahraga
Marta : ooh benarkah? Berarti dia pandai dalam olahraga [senyum]
Windy : kenapa kau tersenyum? Apakah kau menyukainya?
Marta : tidak, aku tidak menyukainya [menyangkal]
Windy : kau berbohong, buktinya pipi mu sekarang sedang memerah, berarti kau sedang malu..
Marta : [memegangi pipinya] yaaa Windy hentikan
Windy : hahaha baiklah baik lah
...*mereka pun pulang tanpa hambatan*...