
Mereka berdua tampaknya bingung dan canggung ketika ayah Adrian bermalam di rumah. Claire sangat gugup menghadapi saat seperti ini. ia mencoba menenangkan diri agar tidak terbawa oleh suasana. Adrian pun sangat kesal karena harus sekamar dengan Claire. mereka tampak bingung harus bersikap bagaimana. Claire sedari tadi hanya duduk dan berfikir keras agar terhindar dari masalah baru yang menimpanya.
“Ya tuhan ! aku harus bagaimana?tak mungkin aku sekamar dengan pria dingin ini.” ucapnya lirih.
Adrian yang sedari tadi melihat sikap Claire, ia mencoba menenangkan gadis itu. “jangan khawatir ! kita ikuti saja kemauan ayah untuk sementara. kita tak bisa berbuat apa-apa dengan keadaan ini.”ucapnya dengan nada ringan.
Claire menjadi heran dengan sikap Adrian yang manis.
“Ada apa dengannya? mengapa ia terlihat sangat manis di depanku? biasanya juga langsung membentak !” ungkapnya dalam hati.
Ternyata kata-kata Adrian hanya untuk menyenangkan Claire sementara. ia tak sedikit pun ingin membuat gadis itu dalam keadaan yang nyaman.
“Malam ini kita sekamar tapi tak seranjang. aku tak ingin berbagi tempat tidur denganmu ! silahkan ambil selimut ini dan tidur di lantai !” ucap Adrian.
Setelah mendengar kata-kata suaminya, Claire rasanya ingin berteriak pada pria dingin itu.
“Dasar pria gila ! mana mungkin aku hrus tidur di lantai yang se dingin ini.” ungkapan dalam hati.
Kemudian Adrian kembali ke ranjangnya dan tidur sendiri. sementara Claire harus tidur beralaskan bad cover. ia sangat kedinginan karena Adrian menghidupkan pendingin ruangan. gadis itu seakan membeku karena menahan kedinginan. Adrian yang tampak tertidur pulas dengan ranjang besar dan empuk. ia seakan tak memikirkan nasib Claire yang saat ini merasa kedinginan.
“Aku benar-benar tak akan melupakan kejadian ini. aku sangat membencimu ! kau terlihat sangat nyaman dengan tempat tidurmu yang besar. sementara aku harus tidur di lantai yang se- dingin ini.”batinnya merintih.
Terpaksa Claire tak bisa lagi berbuat apa-apa. ia harus tidur di lantai seperti perintah Adrian.
Tak terasa sudah menjelang pagi. Claire bangun seperti biasa. ia mengerjakan semua pekerjaan rumah dari subuh. sementara Adrian dan ayahnya harus olahraga wajib yaitu lari pagi. sebelum olahraga, ayah Adrian menyuruh putranya agar mengajak Claire olahraga bersama mereka.
“Tolong ajak isterimu olahraga bersama!” ucap ayahnya. “tak perlu mengajaknya ayah !dia kan lagi menyelesaikan tugasnya di rumah.” jawabnya kesal. “ada apa denganmu? mengapa kau tampak kesal bersama isterimu?” tambah ayahnya dengan nada heran. “ aku tak mengapa? cuma saja permintaan ayah itu terlalu memanjakan Claire.”berbicara lagi. “ memanjakan bagaimana maksudmu? ayah hanya menyuruhmu agar mengajak isterimu !apa itu terdengar salah atau berlebihan?” ucap ayahnya lagi.
Mendengar jawaban dari ayahnya, membuat Adrian tak bisa lagi mencari alasan. ia terpaksa harus mengajak Claire untuk olahraga bersama mereka.“ ayah memanggilmu !” ucapnya dengan wajah kesal.
“ada apa ya? mengapa wajahmu terlihat kesal?” Claire bertanya kembali.
Claire pun pergi mengganti bajunya. ia tampak kesal dengan Adrian. “dasar pria gila ! beraninya membentakku.” ungkapnya kesal.
Adrian dengan wajah kesal mencoba untuk tenang agar tak terlihat oleh ayahnya atas pertengkaran dengan isterinya.
“ Mana isterimu? mengapa ia tak terlihat bersamamu?”ucap ayahnya.
“Ia sementara mengganti pakaiannya di dalam. nanti akan kesini juga.” jawabnya datar. “ayah sangat paham dengan sikapmu itu. mengapa kamu terlihat menyembunyikan amarahmu itu? ayah sangat memahami perangaimu.” ucap ayahnya lagi. “tak ada yang ku sembunyikan. aku terasa sedikit lelah akhi-akhir ini.” jawabnya datar. “ jangan mencoba membohongiku !. kamu harusnya jadi laki-laki dewasa yang menyayangi isterimu !” ayahnya menasehati.
“Tiba-tiba Claire muncul di antara mereka. ia menyapa keduanya. “ selamat pagi ayah? selamat pagi Adrian?” sapa Claire. “selamat pagi juga menantuku yang cantik?” jawabnya senyum. ayahnya membalas sapaan dari menantunya itu. sementara Adrian hanya terlihat dengan wajah kesalnya itu namun berusaha menutupinya. “ ayah ingin kalian selalu bersama seperti ini. ayo kita pergi sekarang ! ”ajak ayahnya.
Akhirnya mereka pun olahraga bersama. Adrian sesekali masih terlihat sangat kesal dengan Claire. ia merasa kesal dengan perlakuan ayahnya yang sangat baik terhadap isterinya.
“Ada apa dengan ayahku? mengapa ia terlihat sangat akrab dengan pembuat masalah itu?” ucapnya dalam hati.
Memang Adrian sekarang lebih nyaman memanggil Claire dengan sebutan itu. sementara Claire tak memperdulikan Adrian. ia terlihat sangat bahagia bisa berolahraga bersama mertuanya. mereka tampak saling bercanda satu sama lain. sedangkan Adrian masih dengan amarahnya. ia hanya mengikuti mereka di belakang. ia tak ingin terlibat dalam percakapan ayah dan isterinya itu. “mereka sedang membicarakan apa? mengapa mereka terlihat sangat senang? wanita itu lagi membicarakan apa pada ayahku?” dengan penuh pertanyaan.
tak dirasa sudah satu jam mereka berlari. Claire tampak terlihat sangat lelah. ia berhenti sejenak untuk mengambil nafas agar bisa sampai rumah segera. “ ayah, boleh kita istirahat sebentar ! Claire capek .” ucapnya dengan nada terbata-bata. mendengar ucapan Claire, Adrian tak setuju dengan permintaan isterinya itu. ia sengaja mengerjai Claire. “mengapa harus istirahat? ini kan olahraga bukan lagi jalan santai. kita tak boleh berhenti sekarang. itu akan memakan waktu yang lama untuk sampai rumah.” ucapnya kesal.
“itu tak masalah jika kita istirahat sejenak. lihatlah isterimu sangat kelelahan !” jawab ayahnya. “mengapa ayah selalu membelanya? sekarang kita lagi olahraga, jadi bersikaplah serius kalau masih dalam keadaan seperti ini. ”ucapnya sinis. “ mengapa kamu terlihat sangat serius menanggapi hal yang sekecil ini? apa salahnya jika isterimu ingin istirahat sejenak ?” sambung ayahnya lagi membela Claire.
Melihat ketegangan ayah dan anak membuat Claire segera mengambil keputusan ,agar keduanya tak larut dalam pertengkaran hanya disebabkan olehnya. “ sudahlah, ayah dan Adrian tak perlu bertengkar. aku akan melanjutkan olahraganya. sekarang aku mulai merasa baikan dari sebelumnya.” ucapnya sambil meyakinkan mertua.
“apa benar kamu sudah mampu melanjutkan perjalanan kita? ayah khawatir jika terjadi sesuatu padamu !” ayahnya dengan nada khawatir. “ tak perlu cemas ayah !Claire sekarang baik-baik saja.” sambungnya lagi.
Adrian yang kelihatan sangat tak memperdulikan kondisi isterinya. ia menganggap Claire hanya mencari perhatian saja. “ baguslah kalau sudah baikan. jadi kita bisa melanjutkan perjalanan tanpa ada masalah.” ucapnya sinis.
Mereka bertiga akhirnya melanjutkan perjalanan. tiba-tiba Claire terjatuh karena masih sangat kelelahan. ia tampak masih sangat lelah tapi memaksakan dirinya. sekarang Claire tak bisa lagi berjalan. kakinya terkilir. melihat hal itu, membuat mertuanya sangat khawatir. ia menyuruh Adrian untuk menggendong Claire hingga sampai rumah.“tolong kamu bawa isterimu hingga sampai rumah !” ucapnya khawatir. Adrian tanpa membantah lalu mengerjakan apa yang di perintahkan oleh ayahnya. saat ini mereka terlihat seperti sepasang kekasih yang saling mencintai. sebuah pemandangan yang sangat membahagiakan jika melihat keduanya seperti itu hingga akhir.