
Setelah dari rumah sakit, Claire pun segera beristirahat. ia masih tak bisa melupakan apa yang dikatakan Adrian sewaktu tadi. “bagaimana ia bisa mengatakan hal itu di depanku?” ucapnya. Claire pun tak ingin larut dalam fikirannya. ia sangat lelah karena jarang istirahat.
Adrian tampak tak perduli dengan Claire yang sedang sakit. ia merasa senang jika melihat gadis itu menderita. Adrian merasa setiap masalah yang muncul dalam hidupnya dikarenakan adanya gadis itu. “dasar wanita pembawa masalah ! dengan kondisinya sekarang, ia fikir akan merubah semua perlakuanku.” ungkap Adrian.
Keesokan harinya.
Adrian tampak tak pergi ke kantor. ia hanya melakukan aktifitas pagi seperti biasanya. Pagi ini pria tampan itu pergi lari pagi.
sementara Claire sudah bangun sedari subuh. ia mengerjakan tugasnya seperti biasa. Claire khawatir jika Adrian akan marah bila melihat rumah berantakan dan kotor. Claire kemudian menyiapkan sarapan pagi untuk Adrian.
Setelah lari pagi, Adrian segera mandi dan mulai sarapan pagi. ia melihat pekerjaan rumah telah di selesaikan dengan cepat. walaupun begitu, Adrian tetap saja mencari kesalahan dari Claire.
“Aku tak menyuruhmu membuat nasi goreng ! aku maunya roti yang pakai selai nenas.” ucapnya dengan nada tinggi.
Tanpa membantah, Claire segera mengambilkan roti dan selai seperti permintaan suaminya. ia tak ingin berdebat hanya karena hal sepele.
Saat ini Adrian merasa aneh dengan tingkah Claire yang tak pernah membantahnya. gadis itu tetap saja mengikuti perintah darinya.
Setelah mengambilkan roti, ia segera meninggalkan Adrian dan pergi mandi. namun saat itu Adrian menyuruh agar tetap berada di hadapannya.
“Apa kamu tak melihatku sedang makan? benar-benar sangat tak sopan.” bentak Adrian.
Ia pun segera duduk di hadapan Adrian tanpa mengeluarkan sepatah kata. kemudian ia memakan roti itu. lalu tiba-tiba memuntahkan makanan yang sedang berada dalam mulutnya. Adrian melempar roti itu ke wajah Claire. Sungguh perlakuan Adrian sangat berlebihan pada gadis itu. ia tak pernah menghargai pengorbanan dari Claire. Adrian merasa bahwa pernikahan itu hanya ia yang terbebani tanpa memikirkan perasaan Claire. Adrian tak tahu, jika Claire sangat membenci pernikahan ini. namun Claire masih sanggup untuk menjalaninya. seketika itu Claire sudah tak tahan lagi dengan perlakuan Adrian. ia mengambil roti itu dan melemparkan balik ke hadapan Adrian. kali ini Claire benar-benar telah habis kesabaran. ia tak sanggup lagi jika diperlakukan demikian oleh Adrian.
“Jangan pernah menyuruhku seperti pembantumu ! aku sudah cukup sabar menghadapi tingkahmu yang kurangajar itu !aku bisa membayar seribu pembantu untuk melakukan pekerjaan ini ! apa kamu fikir aku menyukai pernikahan ini? jadi bersikaplah dewasa. bukan hanya dirimu yang dirugikan.” ucap Claire lantang. setelah mengucapkan kata-kata itu, perasaan Claire terasa sangat lega. ia pergi meninggalkan Adrian dan pergi keluar rumah mencari udara segar untuk mencairkan suasana hatinya.
Adrian tak menyangka jika Claire sangat menakutkan kalau lagi marah. “Ia seperti seekor harimau betina. sangat menakutkan !” ucap Adrian. ia melihat Claire keluar rumah membawa mobil.
“Wanita gil itu mau pergi kemana?”ucapnya dalam hati.
Claire seakan merasa bebas untuk sementara karena terhindar dari Adrian. ia menikmati udara segar dan melupakan segala masalah yang menimpa hidupnya. “dasar pria gila !beraninya melemparkan roti itu ke wajahku.” ucapnya.
Ia kemudian pergi ke pantai untuk menenangkan fikirannya.
Setelah sampai di pantai, Claire berteriak sekerasnya. “dasar pria gilaaaaaaaaaaaa ! aku bersumpah tidak akan menyukaimu seumur hidupku !” teriaknya.
Tiba-tiba ada seorang pria yang berdiri disampingnya. Claire tak sadar jika ada orang yang melihatnya berteriak keras seperti itu. Perasaan Claire kini kembali lega karena telah melampiaskan amarahnya. setelah itu ia menoleh dan sangat terkejut. Claire melihat ada seorang pria yang lagi berdiri disampingnya sedari tadi. pria itu adalah marcel. tak disangka ia bisa bertemu dengan sahabat Adrian disitu. “Kamu?” tanya Claire heran. “iya, aku Marcel sahabat Adrian. bukannya kamu pembantu Adrian?”tanya balik Marcel. Claire mencoba tersenyum dan menenangkan fikirannya. rasanya Claire ingin memaki Adrian yang tak mengakuinya sebagai isteri. namun Claire mencoba mengikuti kebohongan yang diciptakan Adrian. “ iya benar, aku pembantu baru Adrian.” jawab Claire.
Marcel hampir tak percaya jika Adrian memiliki pembantu secantik Claire.“ aku hampir saja tak percaya jika Adrian memiliki pembantu secantik anda.” ungkap Marcel.
“Namaku Claire.” jawabnya singkat.
Mereka pun saling berjabat tangan satu sama lain. Marcel mengajak Claire untuk menikmati suasana pantai bersamanya hingga sore hari. Claire tampak bahagia dan melupakan masalahnya sejenak. ia tak ingin mengingat Marcel dalam keadaan bahagia seperti ini.
Tak terasa waktu sudah sore hari. Claire pamit pulang pada Marcel. “ aku pulang duluan ya.” ucap Claire. “baiklah, kamu hati-hati di jalan.” jawab Marcel.
Claire tersenyum karena merasa bahagia hari ini. ia bisa melupakan semua masalahnya bersama Adrian. tampaknya Marcel pun demikian.
Claire pun segera pulang ke rumah. sampai di rumah ia mendapati Adrian yang sedang duduk di sofa dengan tatapan kesal. “kamu kemana saja seharian?” tanya Adrian.
“cari udara segar.” jawab Claire singkat.
Melihat tingkah Claire yang sangat cuek, itu membuat seorang Adrian murka. ia mengambil gelas yang ada di meja dan sengaja menjatuhkannya di lantai. Adrian melampiaskan amarahnya yang sedari tadi ia pendam. Claire tampak cuek dan tak menghiraukan pria gila itu.
“Dasar pria gila ! melakukan apa saja semaunya.” ucapnya dalam hati.
Adrian merasa tertantang dengan sikap Claire yang sangat acuh terhadapnya.
“Kamu itu isteriku ! jangan pernah keluar dari rumah ini tanpa seizinku !” bentak Adrian.
Mendengar hal itu membuat Claire ingin tertawa. “apa aku terlihat seperti seorang isteri bagimu? aku disini tak pernah ingin menjadi seorang isteri yang layaknya seperti seorang pembantu.” jawab Claire tegas.
Mereka sepertinya sedang terlarut dalam amarah satu sama lain. tiba-tiba suara bel rumah berbunyi. mereka seketika menghentikan pertengkaran itu. Claire dan Adrian berlari membuka pintu. alangkah terkejutnya, orang yang datang itu adalah ayah Adrian. Claire dan Adrian pun menyapa dengan ramah dan mencoba bersikap baik satu sama lain. Adrian terlihat sangat manis pada Claire di depan ayahnya. ia tak sekalipun membiarkan Claire duduk berjauhan dengannya.
Melihat keadaan mereka, tentu membuat orang tua Adrian bahagia.“ayah sangat senang melihat kalian seperti ini.” ucap ayahnya.
Adrian dan Claire tersenyum paksa mendengar pujian dari orang tua itu.
Claire yang tampak kesal, ia berusaha menyembunyikan amarahnya agar tak terlihat oleh mertuanya.
“Dasar penjilat ! bisanya bertingkah manis di deon ayah. memang pria yang sangat aneh dan mengerikan !” batinnya merintih.
“Malam ini ayah akan tidur disini.” ucapnya.
Claire dan Adrian pun bingung harus berbuat apa. mereka selama ini tidur terpisah. ayah Adrian ingin bermalam disitu. tak mungkin Adrian menyuruh Claire tidur di luar. akhirnya karena menutupi kebohongan ini, Adrian dan Claire terpaksa tidur bersama.