
Setelah kejadian itu, Cleo sama sekali tak tahu jika orang yang hampir saja menabraknya adalah direltur utama dari perusahaan tempatnya bekerja. pagi itu Adrian masuk kantor seperti biasa. tapi kali ini berbeda, ia menyuruh seluruh karyawan bagian departemen untuk berkumpul. Adrian ingin mengecek secara langsung kinerja mereka. seperti biasa, Adrian terlihat sangat tampan dengan penampilannya. ia sangat dikagumi oleh para karyawan. selain tampan, Adrian juga terlihat sangat berkarisma dan tegas. tak sedikit para wanita yang sangat mengagumi sosok Adrian. mereka seakan bermimpi untuk menikahi direktur muda dan tampan itu. pemeriksaan secara langsung akan segera di mulai. para karyawan telah bersiap-siap mendapat teguran atau bahkan pujian dari direktur utama ini. pemeriksaan mulai berjalan, semua karyawan wanita berdandan agar terlihat cantik di mata direktur mereka. Cleo adalah pegawai baru. ia memang sudah mengagumi sosok Adrian pada saat pertemuan pertama mereka. tibalah saatnya pemeriksaan di bagian departemen keuangan. Adrian sengaja mengejutkan Cleo. pria ini tak ingin di ketahui identitasnya oleh pegawai baru ini. Cleo seperti rekan kerja lainnya, mereka segera menyambut Adrian. semua karyawan terdiam karena takut akan membuat kesalahan yang membuat direktur mereka marah. Cleo tampak tak sadar tak terlalu menatap dengan jelas wajah Adrian. ketika Adrian sampai di dekatnya, ia menatap Cleo yang wajahnya masih menunduk. Adrian sengaja berbicara keras agar semua orang mengangkat wajahnya. alangkah terkejutnya Cleo ! ia melihat sosok yang sedang berdiri di hadapan mereka adalah direktur tampan yang hampir menabrak dirinya kemarin. “ Ya tuhan, apa aku sedang bermimpi ?” ungkapnya terkejut. ia meyakinkan dirinya bahwa ini adalah benar-benar nyata. ia seolah tak melepaskan pandangannya terhadap direktur tampan itu. “mengapa ia sangat tampan tuhan ! aku benar-benar tak percaya bisa bertemu dengannya di tempat ini !” berbicara dalam hati. Adrian dengan wajah datarnya ia segera memeriksa hasil kinerja para karyawan bagian departemen keuangan. dan saat ini pria tampan itu sangat membuat Cleo deg-degan. ia tak menyangka kemarin bisa semobil dengan seorang direktur utama perusahaan terbesar. “betapa bodohnya aku ! mengapa aku tak bersikap ramah padanya kemarin? jika aku tahu dia seorang direktur maka tak mungkin aku lancang menerima tawarannya untuk mengantarku ke kantor.” Cleo menyalahkan dirinya.
Saat ini Cleo benar-benar takut akan di pecat dari kantornya . ia takut direktur itu akan marah padanya. wajah Cleo terlihat merah karena menahan malu pada direktur tampan itu. “Ya tuhan, tolong aku ! mengapa aku terlihat sangat gugup disaat seperti ini ?” ungkapnya dalam hati.
Rupanya kecemasan Cleo terlihat dari wajahnya. ia tak sadar jika Adrian sedari tadi menatapnya dari jauh yang salah tingkah. Adrian kemudian menghampiri Cleo dengan wajah datarnya. “mengapa anda terlihat cemas nona?”tanya Adrian. Cleo menjawab dengan perasaan gugup. “ maaf tuan, aku tak mengapa.” jawabnya singkat. Cleo berusaha menyembunyikan wajahnya agar Adrian tak mengenalinya. namun itu terlihat sia-sia. Adrian adalah seorang pria yang cerdas dan tidak mudah melupakan wajah orang lain. apalagi ia sudah pernah bertemu. “ aku sepertinya mengenalmu?” ucapnya.
“Ia tuan, aku adalah orang yang hampir tuan tabrak kemarin.” jawabnya gugup. semua karyawan hanya mendengar percakapan antara mereka berdua. tak disangka Cleo yang karyawan baru sudah di ajak berbicara oleh direktur mereka yang terkenal dengan sikapnya yang dingin dan angkuh. “ mengapa tuan Adrian kelihatan akrab dengan pegawai baru itu ? ” ucap salah satu karyawan. mereka tak berani menanyakan langsung pada Adrian. sementara Cleo masih tampak dalam kebingungan antara percaya dan tidak percaya. namun itu adalah kenyataanya. disitu awal mula Cleo jatuh hati pada sang direktur. Cleo belum mengetahui jika Adrian telah memiliki seorang isteri. setelah kurang-lebih satu jam, akhirnya pemeriksaan selesai. tak ada sesuatu yang membuat Adrian kesal. mereka pun pergi meninggalkan ruangan dan pergi ke bagian departemen yang lain. Cleo yang masih tak percaya jika Adrian adalah seorang direktur. “aku tak menyangka jika pria tampan itu adalah seorang direktur.” ucapnya lagi. ia menanyakan pada salah satu karyawan disitu untuk meyakinkan kembali dirinya. “ apa benar tuan Adrian adalah direktur utama perusahaan ini ?” tanya Cleo. “ia benar, tuan Adrian adalah direktur utama. dia adalah direktur tampan yang terkenal sangat dingin dan sombong. meskipun begitu, banyak wanita yang ingin berada di sampingnya.” jawab salah satu karyawan.
Mendengar pernyataan itu membuat Cleo sangat yakin jika ini bukanlah sebuah mimpi. Adrian benar-benar seorang direktur utama.
Pada saat pulang kantor, Cleo mencari keberadaan Adrian secara diam-diam. kali ini ia berusaha merebut perhatian seorang Adrian. memang jika dilihat, Cleo adalah gadis yang sangat cantik dan menarik jika di pandang. ia tak sama dengan Claire, jika berdandan biasa saja dan terlihat kampungan. Cleo berjalan seolah-olah tak melihat Adrian. kali ini mereka berdua bertabrakan ketika memasuki lift. Cleo pura-pura tak menatap wajah Adrian agar tak mudah di curigai jika ia mengikuti direktur tampan itu. “ apakah anda baik-baik saja nona? tanya Adrian. “aku baik-baik saja tuan.”jawabnya singkat. “aku minta maaf sudah menabrakmu yang kedua kalinya.” sambung Adrian lagi. Cleo tersenyum dan merasa senang Adrian mengenalnya. “iya tuan, itu tak masalah buatku. mungkin itu adalah sebuah kecelakaan yang tak disengaja.” jawab Cleo.
Mereka berdua akhirnya berjalan bersama-sama menuju parkiran. Cleo saat itu tak membawa mobil. ia sepertinya keluar dan menjaga taxi untuk kembali ke rumah. tiba-tiba Adrian menghampiri Cleo dan menawarkan tumpangan gratis. “ aku akan mengantarmu pulang.” ucapnya dengan nada datar. “ terima kasih tuan. tuan tak perlu mengantarku. aku tak ingin merepotkan anda untuk yang kedua kalinya.” jawabnya tersenyum. dalam hati Cleo sangat bahagia karena di tawari tumpangan dari direktur tampan. tapi ia tak ingin terlihat senang di depan Adrian. “ cepatlah naik ! hari ini aku sedang baik hati mau mengantarmu.” berbicara lagi.
Akhirnya Cleo mau menerima tawaran Adrian. mereka pun semobil berdua. Cleo terlihat sangat senang bisa berada di dekat pria tampan idaman para wanita. “ aku tak menyangka bisa di antar pulang oleh direktur ini.” ucapnya dalam hati. keadaan di mobil sangatlah hening. mereka tak terlibat percakapan apapun. Cleo yang saat ini gugup, ia tak tahu harus bertingkah seperti apa di depan bosnya. ia takut memulai percakapan terlebih dahulu. sedangkan kabar yang di dengarnya di kantor bahwa direkturnya ini adalah seorang pria yang angkuh dan sombong. Cleo takut pertanyaanya akan menyinggung tuan Adrian. ia lebih memilih untuk diam sepanjang perjalanan.