
Setelah di maafkan oleh Claire, Adrian pun merasa suasana kembali seperti semula.
Ia sangat senang karena Claire tak lagi membencinya.
Karena perkelahian itu, Ia merasa bersyukur bisa dekat lagi dengan Claire.
Ia ingin berterima kasih pada Marcel atas kejadian itu.
Pada saat di kampus,tiba-tiba Adrian menghampiri Marcel dan mengucapkan terima kasih atas perkelahian yang terjadi kemarin.
Terima kasih banyak sudah mau bertarung denganku.!
Gara-gara kejadian itu, aku bisa kembali dekat dengan Claire. "Ucap Adrian tersenyum."
Setelah itu,Ia pergi meninggalkan Marcel yang.masih dalam keadaan bingung saat itu.!
Apa yang terjadi dengannya ?
Mengapa Ia terlihat bahagia ?
"Fikir Marcel."
Kebetulan hari ini Adrian dan Claire seruangan, pada saat di dalam ruangan tiba-tiba Jeni datang menghampiri Claire.!
Pagi Claire ? " Ucap Jeni."
"Pagi juga ? " Jawab Claire."
Kelihatannya, ada sesuatu yang ingun Jeni katakan mengenai Adrian.!
Kenapa kamu meninggalkan Adrian kemarin ?
Aku benar-benar pusing di buatnya.!
Ia berteriak terus meminta bantuanku.!
"Ucap Claire kesal pada Jeni."
Jeni pun tertawa mendengar ucapan sahabatnya itu. "
Mengapa tertawa Jeni ?
" Tanya Claire."
Tidak apa-apa Tuan Putri, aku hanya membayangkan wajahmu yang polos itu ketika di perintah oleh Adrian si Pangeran Sombong itu.! " Jawab Jeni."
Jeni tertawa dan menambah kekesalan Claire.!
Aku mau cerita sama kamu tentang satu rahasia.!
Tapi janji jangan bilang sama Adrian yah.!
Kalau kamu membuka rahasia ini, mungkin dia akan marah dan mengutukku.!
Aku kan tak mau berurusan dengannya.!
"Pinta Jeni."
Claire pun semakin penasaran dan tidak sabar untuk mendengarkan cerita Jeni.
Ayo dong Jeni, cepat bilang yang sebenarnya.!
Aku penasaran.!
Sebenarnya apa yang kalian sembunyikan?
"Tanya Claire memaksa."
Akhirnya Jeni menjelaskan kejadian yang sebenarnya terjadi dan sampai kenapa Ia tak muncul lagi di ruangan perawatan itu?
Apa benar yang kamu katakan itu?
"Ucap Claire menahan tawanya."
Iya Claire, aku tak mungkin mengarang cerita ini tanpa ada bukti.
Tapi dia mengancamku untuk tak memberi tahumu.!
Dan aku takut jangan sampai ini terbongkar.!
Aku tak sanggup melihatnya marah padaku.!
"Ungkap Jeni memohon."
Aku tidak akan memberi tahunya, tak mungkin aku akan membiarkan sahabat baikku di marahi oleh Pria sombong itu.
"Jawab Claire meyakinkan Jeni."
Jeni pun tersenyum dan merasa aman dengan rahasia itu sekarang.
Memang Adrian selalu seperti itu, kebiasaanya mengancam orang jika tak patuh dengannya.!
" Batin Claire berkata."
Tapi saat ini, Claire tersenyum mendengar kebenaran dari Jeni.
Ia tak menyangka Adrian akan sampai melakukan itu untuk mendapat maaf dsri Claire.
Dasar Pria aneh dan membuat orang bingung dengan sikapnya yang terkadang baik,tapi bisa berubah sepenuhnya dalam hitungan detik.!
Claire pun ingin tertawa ketika mengingat Adrian yang bersikap konyol itu.
Tiba-tiba Adrian datang dan menghampiri Claire yang sedari tadi senyum-senyum sendiri. Ia tak sadar jika sekarang orang yang duduk di sampingnya adalah Adrian bukan Jeni.
Adrian telah menyuruh Jeni untuk pindah dari situ sedari tadi.!
Kenapa senyum sendirian ?
Apa ada sesuatu yang membuatmu bahagia ?
Jika kamu senyum seperti itu, maka semua Pria akan terus memandangmu Tuan putri.!
Claire kemudian tersadar dari lamunannya, Ia mendengar orang yang berbicara bukanlah suara Jeni melainkan Suara seorang Pria yang tak lain adalah Adrian.
Karena Adrian sudah duduk di sampingnya sedari tadi.
Ia baru saja memikirkan Adrian, namun seketika orang yang Ia fikirkan sudah berada di sampingnya saat ini.!
Hei,kenapa tiba-tiba kesini ?
"Tanya Claire."
Aku kan memang seruangan denganmu hari ini.! "Jawab Adrian tersenyum."
Aku sekarang duduk disini, dan Jeni lebih memilih duduk disana. " Tambah Adrian."
Claire pun menatap Jeni seakan memberi isyarat untuk pindah lagi di sampingnya.
Ia hanya takut jika nanti Adrian akan bertindak semaunya terhadapnya.
Adrian pun melihat tingkah Claire yang menatap Jeni, Ia langsung menatap kembali Jeni dengan raut wajah ancaman.!
Akhirnya, Jeni pun takut dan tidak berani kembali lagi di tempat duduknya.
Ia takut nanti Adrian akan melakukan sesuatu yang membuatnya dalam masalah.
Terpaksa Claire hanya pasrah dan membiarkan Adrian berada di dekatnya sampai mata kuliah berakhir.
Claire tak ingin lagi berdebat dengan Adrian, Ia lelah harus terus-terusan bertengkar.
Jam kuliah pun berakhir, Claire pun segera keluar dari ruangan.
Rupanya Adrian tahu, kalau Marcel akan menjemput Claire dan pulang bersama-sama.
Tiba-tiba Adrian terjatuh dan kepalanya terasa pusing. melihat kejadian itu tentu membuat Claire sangat panik dengan kondisi Adrian.!
Apa kamu baik-baik saja ?
"Tanya Claire."
Sepertinya, kondisiku sekarang terasa sangat buruk.! "Jawab Adrian."
Aku akan membantumu menelfon pacarmu agar segera kesini dan mengantarmu ke rumah sakit. !
"Ucap Claire panik."
Orang-orang dalam ruangan itu telah pulang semua, sementara Marcel belum muncul juga.
Tak perlu menelfon pacarku.!
Dia lagi ada pemotretan di Paris, "Ucap Adrian."
Aku tak ingin ke rumah sakit, tolong antar aku pulang ke Apartemenku.
Aku sekarang tak bisa menyetir mobil sendiri dan kepalaku terasa sangat pusing.! "Pinta Adrian."
Claire pun semakin panik dengan kondisi Adrian, Ia tak lagi berfikiran panjang dan langsung menolong Adrian membawa masuk ke dalam mobilnya.
Ia pun tak sadar langsung menyetir mobil mewah milik Adrian,dan ini membuat Adrian curiga dan bertanya-tanya?
Kenapa Ia bisa menyetir mobilku?
Padahal mobil ini hanya biasa di gunakan oleh orang-orang kaya saja, bagaimana Ia belajar menyetir mobil mewah seperti ini?
"Batin Adrian curiga."
Ia tak tahu, jika Claire bisa menyetir mobil mewah apa saja.
Karena Claire punya beberapa koleksi mobil mewah di rumahnya yang jarang Ia gunakan.
Tentu masalah menyetir adalah hal mudah baginya.
Setelah sampai Apartemen, Ia membantu Adrian masuk ke dalam.!
Adrian pun mulai menatap Claire yang kelihatan panik, Ia tak tahu harus melakukan apa pada Adrian.!
Ia membawa Adrian di kamarnya dan menutupnya dengan selimut.
Adrian menahan tawanya sedari tadi karena melihat Claire sangat panik terhadapnya.
Ia pun masih melangsungkan Aktingnya untuk mencari perhatian Claire.
Claire...Claire....kamu memang sangat polos.!
"Ucap Adrian tersenyum."
Claire pun pergi ke dapur, Ia segera membuatkan Adrian bubur agar bisa meminum obat.
Setelah selesai memasak, Ia kembali ke kamar Adrian untuk menyuruhnya makan.!
Ayo bangun.!
Aku sekarang membuatkanmu bubur, ayo segera makan dan minum obatmu.!
"Ucap Claire."
Adrian pun bangun dan hanya menatap Claire.!
Ia tak juga makan sehingga membuat Claire kebingungan.!
Ayo di makan buburnya.!
"Ucap Claire memaksa."
Aku mau makan tapi sekarang lagi sakit, jadi tolong suapi aku yah.!
"Jawab Adrian dengan wajah memohon."
Claire pun tersenyum dan mengambil makanan itu, lalu meyuapi Adrian.
Adrian sangat bahagia di suapi oleh gadis ini.
Ia merasa ada kehangatan dalam dirinya jika Claire berada di dekatnya.
Tunggu kelanjutannya yah,,,,,,๐๐๐