
Adrian memilih untuk menunggu Claire dan kedua orang tersebut di dalam mobil.
Sudah hampir satu jam lebih tetapi mereka belum muncul juga.
Sesuatu yang paling tidak di sukai oleh Pria Tampan ini adalah menunggu.
Waktunya telah tersita selama satu jam lebih,tentu Ia merasa sangat kesal dengan hal semacam itu.
Tapi di karenakan ada sesuatu hal yang membuat Ia sangat penasaran pada Claire adalah keberadaan kedua orang tersebut yang sangat misterius menurut Adrian.
Jadi untuk menjawab semua rasa penasarannya ,Ia harus mengorbankan waktunya demi hal yang membuatnya penasaran.
Lanjut cerita.....
Walaupun Ia sudah bosan dan lelah menunggu,tapi Ia tetap saja meneruskan Pengintaiannya terhadap Claire.
Ia sangat curiga dengan sikap Claire yang aneh akhir-akhir ini,Ia selalu saja menghindari nya ketika bertemu.
Terlebih lagi dengan Kehadiran dua orang tersebut,semakin menambah tingkat kecurigaanya.
Apa yang Ia lakukan bersama kedua orang itu di dalam mall ?
"Ucap Adrian."
Harus berapa lama lagi aku menunggunya?
Ya Tuhan,ini benar-benar sangat menyebalkan buatku.
"Tambah Adrian kesal."
Apa aku harus mengikutinya di dalam atau aku harus berdiam diri di dalam mobil seperti orang yang kehilangan akal?
"Adrian bertanya pada dirinya sendiri."
Jangan Adrian,kamu harus sedikit lebih sabar dalam mengatasi masalah ini.
Jika kamu masuk ke dalam sekarang,maka semuanya akan sia-sia.
Kamu tidak akan mendapatkan jawaban dari rasa penasaranmu akhir-akhir ini Adrian.
"Adrian bicara untuk menenangkan fikiran."
Setelah menunggu cukup lama,akhirnya Claire dan orang tuanya pun muncul.
Mereka berjalan menuju ke arah mobil dengan raut wajah bahagia.
Rupanya mereka saling bercanda satu sama lain,sehingga menambah kehangatan jika orang lain yang memandangnya.
Akhirnya Mereka muncul juga,aku hampir saja putus asa dan segera pergi.
"Ucap Adrian."
Mereka pun masuk kedalam mobil untuk melanjutkan Perjalanan.
Adrian pun mengikuti mobil mereka,Ia tidak mau ketinggalan dengan jejak Claire dan kedua orang misterius itu.
Apa kamu senang,sayang?
"Tanya Cindy pada Putrinya."
Ia ma,Claire bahagia karena hari ini bisa di temani mama sama papa ke mall.
"Jawab Claire."
Apa kamu suka baju yang mama belikan?
"Tambah Cindy."
Ya iyalah ma,Claire sangat menyukai semua pilihan mama,apalagi masalah Penampilan dan fashion,Pokoknya mama juaranya deh.!
"Jawab Claire."
Claire saat ini sedang memuji ibunya,Ia Percaya dengan semua yang di pilihkan oleh ibunya,pasti tidak akan mengecewakan.
Sepertinya,anak Mama sudah pandai memuji Ibunya,"Ucap Cindy."
Ya benar,Papa juga setuju sama mama.
"Tambah Harvey."
Papa sama Mama sepertinya kompak,Claire kan cuma ingin mengatakan kebenaran tentang mama.!
Kalau Mama tak sehebat itu,berarti sangat mustahil bagi Mama buat Mendirikan Perusahaan di bidang fashion.!
Ia kan pa?
Mendengar Pertanyaan Putrinya,membuat Haevey tersenyum.
"Ia menjawab."
Ya benar sayang,Mama kamu Wanita yang Pintar dan juga hebat.
Jadi sudah sepantasnya jika Ia yang memilih pasti bagus dan sesuai.
"Harvey Memuji Istrinya."
Papa jangan terlalu berlebihan,kasihan anak kita, nanti Ia akan sangat bekerja keras untuk menjadi seperti mama.
Mama kan tidak setuju,kalau anak mama satu-satunya harus ikut menderita dan terlalu capek.
"Jawab Cindy."
Mama mau,anak mama hanya menikmati hasil kerja keras mama.!
Memang sudah kewajiban kita sebagai orang tua untuk menyenangkan Putri kita pa.!
Mendengar jawaban dari ibunya,Claire merasa terharu dan termotivasi untuk melakukan sesuatu yang bisa membuat orang tuanya bangga.
Mama sama Papa tak perlu khawatir tentang Claire,apa pun itu Claire akan berusaha sebisa mungkin untuk mencapainya.
Mama juga tak perlu takut dengan kondisi Claire nantinya,sekarang Claire sangat bangga memiliki Mama dan Papa.
Bukan karena Harta atau pun Kedudukan Mama sama Papa,tapi Claire bangga karena memiliki orang tua yang baik hati seperti Mama dan juga Papa.
Claire bangga bisa terlahir dari rahim seorang Ibu yang baik hati dan tangguh.
Apa pun itu,Claire sangat beruntung memiliki kalian.
Claire ingin menjadi seorang wanita seperti Mama,sudah Baik hati,Cantik,Cerdas,Pintar,Tangguh dalam segala persoalan,dan Mama tidak pernah Sombong.
Itu yang paling Claire suka tentang Mama.
Jadi sekarang,Idola Claire yaitu Mama.
Mata Cindy berkaca-kaca ketika mendengar apa yang Putrinya utarakan tentang dirinya.
Ia sangat bersyukur,telah berhasil Mendidik Claire dengan baik selama ini.
Walaupun Ia seorang Pengusaha,yang waktunya tersita banyak untuk Pekerjaan,tapi Ia bersyukur Claire bisa menerapkan setiap Nasehat dan Pelajaran yang Ia berikan.
Akhirnya,Mereka pun saling berpelukan satu sama lain.
Harvey yang menyaksikan Istri dan Putrinya pun Ia ikut terharu.!
Terima kasih banyak sayang,kamu sudah menjadi anak yang Patuh pada orang tua dan sangat menyayangi kami.
Mama mendoakanmu untuk kesuksesan dalm mencapai karirmu serta selalu dalam lindungan Tuhan.!
Claire pun tersenyum mendengar ucapan ibunya.
Bagaimana kalau kita ke pantai sebentar?
"Ajak Cindy pada Suami dan anaknya."
Ya,Claire juga setuju sama Mama.!
Bagaimana dengan Papa?
"Tanya Cindy."
Papa akan selalu mengikuti dan menjaga dimana pun kalian pergi.
Papa siap antar dan jadi supir kalian.
"Jawab Harvey."
Ia memang seorang Ayah sekaligus Suami yang baik,Ia akan melakukan apa pun untuk membuat keluarganya bahagia.
Setelah berbincang cukup lama,akhirnya Mereka memutuskan untuk ke pantai.
Adrian yang masih mengikuti mobil yang di tumpangi Claire,Ia pun masih sangat Penasaran dengan Claire.!
Apa lagi mobil itu sekarang arahnya bukan menuju jalan pulang,melainkan mengarah ke pantai.
Apa yang mereka lakukan di pantai yah?
"Ucap Adrian dengan rasa penasaran."
Setelah cukup lama di jalan,akhirnya mereka pun sampai di pantai.
Akhirnya kita sampai juga di tempat yang indah ini.
"Ungkap Cindy."
Mama bisa merasakan udara segar lagi.
Ayo Claire kita ambil gambar disini.!
"Ajak Cindy."
Kelihatannya Pemandangan disini sangat bagus buat tempat foto yah?
"Ucap Cindy."
Ya benar ma,Claire sangat setuju sama mama. "Jawab Claire."
Ayo,Papa juga ikut kita foto.!
"Ajak Claire pada Ayahnya."
Adrian mengikuti dan mengintai keluarga itu dari jarak jauh,Ia sama sekali belum mengerti dan menemukan jawaban tentang kedua orang itu.
Ia pun lelah dan tenggorokannya seakan terasa kering karena sedari tadi belum ada sesuatu yang Ia minum.
Akhirnya ,Ia memutuskan untuk membeli air kelapa muda di dekat pantai itu untuk melepaskan dahaganya.
Ia berjalan ke arah penjual kelapa,ketika Ia baru sampai di tempat itu,ternyata Claire muncul tiba-tiba.
Adrian pun tak sadar,begitu pun Claire dan wajah mereka belum juga bertatapan.
Setelah ingin membayar ,dan disitulah mereka langsung bertatapan dan merasa kaget satu sama lain.!
Kamu..?
Kenapa bisa kesini?
Apa kamu mau mengikutiku lagi?
Apa kamu tak memiliki pekerjaan lain untuk di kerjakan selain mengikutiku?
"Bentak Claire pada Adrian."
"Hei nona."
Siapa anda?
Aku sama sekali tidak mengenalmu?
Apa kamu mengenalku?
Memangnya ini tempat keluargamu?
Apa aku tak bisa berada disini?
Ingat baik-baik yah.!
Jaga ucapanmu itu dan jangan menatapku seperti seseorang yang saling kenal.!!
Kamu mencaciku seenaknya,memangnya dirimu itu siapa?
Apa kamu punya hak untuk mengaturku nona?
Jadi jangan membentak dan berteriak di depanku.!!!
Apa kamu paham?
Adrian pun pergi meninggalkan gadis itu dengan wajah yang penuh amarah.
Sebenarnya ,tujuannya adalah mengikuti dan mengintai Claire.
karena Ia sudah kedapatan terpaksa Ia harus berbohong dan menutupi kesalahannya.
Claire pun hanya terdiam dan tidak berkata sedikit pun ketika Adrian membentaknya.!
Ia hanya kaget dengan kemarahan Adrian itu.!!!
Adrian memang Pria yang sangat Sombong dan sampai kapan pun Ia akan sulit berubah.
Padahal,Ia mengenalku tapi Ia mengingkarinya.
Claire pun pergi meninggalkan tempat itu dengan wajah yang sangat sedih.!
"Batin Claire merintih."
Tunggu kelanjutannya yah..๐๐๐