Mr. Arrogant And Mrs.Simple

Mr. Arrogant And Mrs.Simple
Bagian 31 Perjodohan 3



Setelah lama berfikir di dalam mobil, akhirnya Adrian pun sampai di rumahnya.


Ia terlihat sangat pusing memikirkan hal itu, namun Adrian mencoba dewasa dalam menyikapi keputusan orang tuanya.


Ia turun dari mobil dan berjalan menuju halaman rumahnya yang Ia sangat rindukan.


Sudah sangat lama Ia tak melihat pemandangan yang begitu indah di dekat rumahnya.


Ia menyuruh pengawalnya untuk mengambil barang-barangnya dan membawanya masuk ke dalam rumah.!


Pak, tolong antarkan barang-barang ini ke dalam.!


"Ucap Adrian."


Pengawal yang tampaknya tidak banyak bicara itu, Ia segera melaksanakan perintah Adrian.


Setelah melihat pemandangan di sekeliling rumahnya, Adrian pun masuk dan segera beristirahat.


Kebetulan hari ini orang tuanya sedang tak berada di rumah.


Ia merasa seperti kesunyian, karena di rumah yang begitu megah tapi tanpa seorang pun berada di dalamnya.


Mama dan Papa selalu saja sibuk, Mereka tak dirumah ketika aku datang, ini sungguh sangat membosankan berada di rumah sendirian hanya di kelilingi oleh pengawal.


"Batin Adrian merintih."


Ia pun segera istirahat untuk menghilangkan capeknya.


Claire yang sedari tadi berada di jalan, akhirnya Ia pun sampai di rumah yang sangat Ia rindukan.


Ia juga sangat merindukan beberapa sahabatnya yang ada di Jakarta.


Ibu dan Ayahnya sangat bahagia karena melihat Putrinya sangat senang kala tiba di rumah.


Ayo kita masuk sayang.!


"Ajak ibunya."


Claire pun tersenyum, dan masih ingin melihat pemandangan di sekitar rumahnya.


Ia pun sangat merindukan tempatnya itu.


Claire berkeliling di halaman rumahnya sekitar 30 menit, sementara Ayah dan ibunya sudah masuk duluan dalam rumah.


Mereka sangat mengerti kalau Putrinya masih ingin berkeliling di halaman rumah.


Tiba-tiba, Claire pun masuk dan segera mengatur barang-barangnya yang Ia bawa daru Amerika.


Memang Claire adalah anak yang tidak suka terlalu membebani orang lain, Ia akan melakukannya sendiri selagi Ia bisa.


Ia mempunyai banyak pembantu di rumah serta pengawal, tapi Claire tak pernah seenaknya menyuruh atau memerintah mereka.


Semua karyawan yang bekerja pada orang tuanya sangat menyukai sikap dari Claire yang baik hati itu.


Ia pun segera masuk dan mengatur barang-barangnya.


Cindy melihat Putrinya yang kelelahan,Ia lalu menyuruh Bi ina untuk membantunya.


Tolong bibi bantu Claire mengatur barang-barangnya yah.!


"Ucap Cindy."


Bi ina pun naik ke atas dan segera membantu Claire mengatur semua barangnya.


Ia mengetuk pintu kamar Claire.!


Tok..tok...tok...!


Claire kemudian berteriak dari dalam dan menyuruh masuk.!


Masuk saja, pintunya tak di kunci.!


"Teriak Claire."


Bi ina pun segera masuk, Ia sangat senang akhirnya bisa melihat Claire lagi.


Claire pun tersenyum kala melihat jika orang yang datang itu adalah bi ina.


Claire adalah sosok anak yang penyayang, termasuk pada pembantunya.


Ia dulu sangat dekat dengan bi ina, sebelum akhirnya memutuskan untuk sekolah di luar negeri.


Non istirahat saja, nanti bibi akan mengatur semuanya.!


"Ucap bi ina sambil tersenyum."


Tak apa bi, Claire bisa mengerjakan ini semua.!


"Jawab Claire membalas senyuman bi ina."


Bibi itu sudah terlalu capek mengurus semua yang ada dalam rumah ini, jadi bibi istirahat saja, nanti Claire yang akan mengaturnya.!


Bi ina sangat bahagia memiliki majikan yang sebaik non Claire. "Ucap bi ina."


Ya sudah, bibi tinggal dulu yah non.!


Bi ina pun segera pergi meninggalkan Claire dan melanjutkan pekerjaanya di dapur.


Selesai membereskan barang-barangnya, Claire pun segera mandi dan ingin istirahat, karena Ia sudah sangat lelah.


Akhirnya Claire pun tertidur di ranjangnya, Ia benar-benar kelelahan karena menempuh perjalanan yang cukup jauh.


Ia tak bisa tidur dengan benar selama berada dalam pesawat.


Ibunya naik ke atas untuk melihat keadaan Putrinya itu, namun Ia mendapati Claire lagi tertidur pulas.


Cindy sengaja tak ingin membangunkan Putrinya. Ia tahu kalau Putrinya itu sangat kelelahan selama di perjalanan.


Tak terasa sudah pukul 19.00 malam, Claire pun terbangun dari tidurnya.


Ia tak menyangka kalau sekarang ini sudah malam.


Claire segera turun ke bawah dan menemui orang tuanya.


Ia melihat Ayah dan Ibunya sedang berada di ruang tamu yang tampak sedang asyik mengobrol.


Cindy pun sadar dan melihat jika Putrinya telah bangun.


Sayang, kamu sudah bangun ?


"Tanya Ibunya."


Claire pun hanya tersenyum dan tak menjawab pertanyaan Ibunya,Ia hanya duduk dan memeluk ibunya saat itu.


Ayahnya kemudian memulai percakapan pada Putrinya.


Oh iya sayang, ada yang Papa dan Mama mau mengatakan sesuatu padamu ?


"Ucap Ayahnya."


Claire pun mengangguk pada Ayahnya sebagai tanda persetujuan jika Ia sudah siap mendengar semuanya.


Mama dan Papa sepakat untuk mengenalkanmu pada salah satu anak sahabat baik kami waktu masih kuliah dulu.


Mereka adalah orang yang paling berjasa dalam hubungan Mama dan Papa.


Jadi, kami menginginkan kamu untuk berkenalan dengan anak mereka.


Papa dan Mama akan tenang jika kamu mau di jodohkan dengan anak teman kami.


Mereka adalah keluarga baik-baik, dan Papa sama Mama sangat mengenal sifat mereka.


Papa pastikan, kamu akan bahagia jika bersama dengan keluarga itu.


Ayah Claire berbicara dengan penuh harapan jika Putrinya akan mau di jodohkan dengan anak sahabatnya.


Perasaan Claire pun saat itu bercampur aduk, Ia tak tahu harus mengatakan apa pada orang tuanya ?


Apalagi sekarang, Ia telah memiliki seorang kekasih yang Tampan dan baik seperti Marcel. Claire tak ingin Pria yang sangat baik itu terluka karenanya.


Saat ini Claire pun tak mengerti Perasaanya terhadap Marcel.


Marcel memang seorang laki-laki yang menjadi idaman para gadis, namun Claire tak pernah merasakan getaran cinta ketika Ia berdekatan dengan Marcel.


Ia tampaknya biasa saja pada saat Marcel di sampingnya, Ia memang merasa nyaman saat bersama Marcel dan seperti terlindungi jika bersama Pria itu.


Namun getaran hati dan Perasaanya tak seperti kala bersama Adrian.


Claire akan merasa gugup jika bersama Adrian, jantungnya seakan berdetak lebih cepat dari biasanya.


Raut wajahnya akan tampak berubah merah merona dan salah tingkah pada Adrian.


Ia tak pernah sekali pun memikirkan Marcel sampai Ia merasa malu pada dirinya.


Tapi pada Adrian, Ia banyak mengalami hal yang demikian.


Claire pun tak mengerti tentang perasaanya seperti apa pada Marcel dan Adrian.!


Claire masih dalam kebingungan saat ini, terlebih lagi Ia akan di jodohkan orang tuanya.


Bagaimana Ia akan menghadapi situasi ini ?


Apa Ia harus menolak Pria yang tak di kenalnya itu, atau harus menerima permintaan orang tuanya ?


Di samping itu, Claire tak ingin membuat orang tuanya kecewa terhadapnya.


Apalagi Ayah dan ibunya sangat menyayangi Claire.


Sungguh saat ini,membuat Claire merasa bingung dan tak tahu harus bertindak bagaimana?


Menerima atau menolak..!!!


Tunggu kelanjutannya yah.๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜