
Bagaikan disambar petir hati gadis itu. Ia tak menyangka nasibnya akan menjadi seperti ini. Ayahnya yang menyayanginya kini harus bersikap tegas dan memaksanya untuk menikah.
“Ya tuhan ! mengapa nasibku seperti ini? apa salahku sehingga terjebak dalam perjodohan ini ?” ucapnya mengeluh.
Ia kemudian melangkah masuk ke kamarnya. saat ini Claire, dalam keadaan sedih. Dia tak ingin menikahi pria yang sombong seperti itu.
“Apakah takdirku harus seperti ini ?aku tak inginn menikahi pria itu !”kata hati Claire yang seakan menolak perjodohan.
Matanya berkaca-kaca karena tak ingin menikahi pria itu. Ia benar-benar seperti kehilangan akal agar terhindar dari perjodohan itu. Tapi ini semua adalah kehendak dari ayahnya. Claire tak bisa membantah ataupun menolaknya. Gadis ini hanya bisa menuruti kemauan dari ayahnya dan tak ingin ayahanda sedih hanya karena sebuah kata penolakan dari mulutnya.
Ayahnya sangat mengerti keadaan putrinya yang tak ingin dijodohkan. Tapi ini dia lakukan untuk kebaikan sang putri. agar kelak ayahnya merasa tenang karena telah ada orang yang akan bertanggung jawab atas putrinya itu.
Ia mencoba meyakinkan putrinya agar tak berlarut-larut dalam kesedihan.
“Kamu harus bersikap dewasa dalam menerima perjodohan ini. Ayah sangat mengerti jika kamu sangat sedih dengan keputusan yang ayah buat. Mungkin hari ini kamu akan membenci ayah. Tapi ayah yakin suatu saat kamu akan mengerti dengan semua keputusan ini.” Ucapnya sambil tersenyum.
Melihat senyum bahagia dari ayahnya, membangkitkan jiwa Claire untuk lebih ikhlas menerima semua kenyataan ini. Ia merasa bahagia jika melihat ayahnya tersenyum seperti itu sepanjang hari.
“Mungkin aku harus lebih sabar dan ikhlas untuk menerima semua ini. Jika pernikahanku ini adalah kebahagiaan ayah, maka aku akan melakukannya. Walaupun tanpa dasar cinta.” Ucapnya sambil menghapus air mata.
Claire seakan terhibur ketika melihat senyuman dari bibir ayahnya. Seketika itu, sang ayah menyuruhnya pergi ke salon untuk merubah penampilannya. Karena malam ini ia akan menyuruh Claire untuk bertemu dengan pria yang akan di jodohkan dengannya.
“Pergilah ke salon ! rubahlah semua penampilanmu itu ! Ayah tak ingin pria itu menolak karena melihat penampilanmu yang seperti ini.” Ucap ayahnya.
Mendengar ucapan ayahnya, membuat Claire semakin kesal pada pria itu, dan ingin melampiaskan amarahnya.
“Memangnya dia itu seorang pangeran !sehingga ayahku sendiri harus menyuruhku ke salon untuk merubah penampilanku.” Ucapnya sambil mengernyitkan bibirnya.
Kemudian ayahnya kembali lagi dan memberitahu pada Claire agar segera ke salon karena malam ini ia harus bertemu dengan pria itu.
“Pergilah secepatnya ! jangan membuang waktu dan mengeluh sepanjang hari. lihatlah dirimu itu ! tak akan ada pria yang ingin bersamamu jika penampilanmu seperti itu. Malam ini kamu harus pergi bersama ayah untuk bertemu dengan anak dari teman ayah.” berbicara lagi.
“Tapi aku nyaman dengan penampilanku seperti ini. Aku tak ingin merubah hanya karena ingin bertemu seseorang yang sama sekali tak kukenal. Aku harap ayah bisa mengerti.” jawab Claire.
Ayahnya kemudian menatap wajah Claire dengan sangat tajam. Ia sengaja menunjukkan wajah seperti itu agar Claire paham bahwa ini adalah sebuah perintah yang harus dilakukan.
Melihat tatapan wajah ayahnya yang seperti itu, membuat Claire tak lagi melanjutkan permohonannya. Gadis ini terpaksa harus mengikuti permintaan dari ayahnya.
“Baiklah ayah. Aku akan ke salon sekarang.” Ucap Claire.
“Baguslah kalau begitu. Tapi ayah akan menyuruh pengawal untuk mengantarmu kesana.” Jawab ayahnya seakan tak percaya Claire.
Mendengar ucapan ayahnya, Claire tertunduk lesuh. Ia merasa terkekang dengan tindakan ayahnya yang sangat berlebihan itu.
“Aku akan pergi sendiri. Tak perlu ayah mengirim pengawal untuk menjagaku.” jawab Claire datar.
“Jangan membantah ! ikuti saja perintah ayah !”ucap ayahnya memaksa.
Kemudian ia menyuruh pengawal untuk mengantar Claire ke salon.
“Tolong bapak antarkan putri saya ke salon ! jaga dan awasi dia ! jangan sampai ia melakukan hal yang tak ingin aku dengar.” Perintah ayahnya.
“Baik tuan. Saya akan menjaga dan mengawasi putri anda dengan baik.” jawab pengawal.
Claire pun pergi ke salon di antar oleh pengawal atas perintah ayahnya. Ia seakan ingin lari dari pengawasan pria yang bertubuh besar ini. Gadis ini meminta agar pengawal tak mengikutinya ke salon.
“Bapak tak perlu mengantarku. Aku bisa pergi sendiri ke salon. Claire tak merasa nyaman bila ada yang mengikuti kegiatan Claire.” pinta Claire.
“Maaf nona ! saya hanya menjalankan perintah dari tuan untuk menjaga dan mengawasi nona.” Jawab pengawal singkat.
Sepertinya permintaan Claire tak di hiraukan oleh pengawal itu. Ia hanya melaksanakan perintah dari ayahnya Claire.
Setelah satu jam perjalanan, akhirnya mereka sampai di salon. Claire turun dari mobil dengan wajah kesal. Ia tak bisa melakukan sesuatu, karena pengawal itu terus berada di sisinya.
“Silahkan nona masuk ke dalam ! aku akan menjaga nona disini.” Ucap pengawal.
Claire pun masuk ke dalam dan menyuruh karyawan salon mengubah tampilannya.
“Tolong rubahlah tampilanku agar terlihat lebih baik !” ucap Claire. Kemudian karyawan salon mulai bekerja dan melakukan apa yang di perintahkan oleh Claire.
Kurang lebih tiga jam, akhirnya selesai juga. Kini tampilan Claire terlihat lebih modis. karyawan salon merasa takjub dengan perubahan Claire yang sangat jauh berbeda dari sebelumnya.
“Anda terlihat cantik nona.” puji salah satu karyawan.
Pengawal yang tak banyak bicara pun sangat mengagumi perubahan dari anak majikannya itu. Ia pun ikut memuji tampilan baru Claire.
“Anda sangat cantik dengan tampilan baru nona.” Kata pengawal jujur.
Akhirnya mereka pun pulang ke rumah. Selama di perjalanan, Claire menatap wajahnya di kaca. Ia bukannya senang tapi malah kesal dengan tampilan barunya.
“Ji**ka tampilanku seperti ini, pasti pria angkuh itu tak akan menolak berjodoh denganku.” batin Claire merintih.
Saat ini Claire merasa seperti sengaja membawa masuk dirinya sendiri ke dalam kandang harimau. Claire berfikir sejenak, untuk mencari cara agar terhindar dari perjodohan ini.
Setelah beberapa saat berfikir, rupanya ia menemukan cara agar pria sombong itu menolak untuk menikahinya.
“S**epertinya aku harus berpura-pura menjadi wanita yang sangat rakus jika bertemu dengannya. dengan begitu pria itu akan merasa jijik dan menolak di jodohkan denganku.” Ucapnya dalam hati.
Rasanya Claire telah menemukan cara untuk terbebas dari perjodohan itu. Gadis ini sangat senang jika pria itu menolaknya. Claire tersenyum sendiri karena menahan tawanya yang sedari tadi di pendamnya.
“Pengawal itu seakan merasa aneh dan curiga dengan tingkah Claire. Ia merasa ada yang direncanakan oleh gadis itu. Namun pengawal juga tak tahu apa arti dari raut wajah yang di tunjukkan Claire.
Setelah cukup lama dalam perjalanan, akhirnya mereka pun sampai di rumah. Claire yang tampak bahagia . Ia langsung menunjukkan tampilan baru pada ayahnya.
“Apa ayah suka dengan tampilan baruku?” tanya Claire.
Ayahnya tersenyum dan memuji dengan perubahan anak gadisnya itu.
“Kamu terlihat sangat cantik ! pasti pria itu akan mengatakan hal yang sama seperti ayah.” Ucapnya memuji.
“Cepatlah bersiap ! jam tujuh malam ayah akan membawamu untuk bertemu pria itu. agar kalian saling bisa mengenal satu sama lain.”Tambah ayahnya.
Claire pun dengan semangatnya menuruti permintaan ayahnya. Ia sepertinya bertingkah biasa agar ayahnya tak curiga dengan rencananya itu. Claire pun segera mengganti bajunya dan mulai berdandan. setelah selesai berdandan, ia kemudian turun ke bawah menemui ayahnya yang sedari tadi telah menunggunya.
“Putri ayah memang terlihat sangat cantik !ayo kita pergi sekarang !” ajak ayahnya.
Claire dan ayahnya pun pergi ke salah satu restoran mewah. Selama di perjalanan, ayahnya memberitahu agar tak bertingkah aneh di hadapan pria itu.
“Jangan bertingkah aneh dan membuat pria itu menolakmu.”Ucap ayahnya tegas.
Claire pun hanya tersenyum mendengar peringatan dari ayahnya. Ia merasa gugup dengan pertemuan ini. Sekujur tubuhnya menjadi dingin, seakan ia belum siap untuk melangsungkan perjodohan ini.
Akhirnya mereka sampai di restoran mewah tempat janji temu antara ayah Claire dan sahabatnya. Mereka pun masuk ke dalam restoran. Rupanya ada pria tampan bersama seorang laki-laki paruh baya sedang menunggu kedatangan mereka. Pria itu terlihat sangat dingin, tatapanya tajam dan menakutkan. Claire seakan merasa takut melihat tatapan tajam pria tampan itu.
Kedua orang tua mereka saling menyapa satu sama lain. Mereka saling melepas rindu karena sudah sangat lama tak pernah saling bertemu. Karena adanya kesibukan masing-masing.
“Apa kabar harvey?” tanya albert.
“Aku sangat baik kawan.”Jawab harvey.
“ Sudah sangat lama kita tak pernah bertemu.”Tambah harvey.
mereka pun saling berpelukan karena saling melepas rindu sesama sahabat. Tampaknya mereka sedang berbincang-bincang mengenai perjodohan kedua anak mereka.
Claire dan Adrian masih tak ingin menyapa satu sama lain. Mereka hanya terdiam dan duduk berhadapan tapi tak saling menatap. Rupanya kedua anak muda itu sedang memikirkan cara agar terhindar dari perjodohan itu. melihat pemandangan yang seperti itu, membuat kedua orang tua mereka harus campur tangan dalam masalah ini.
“Lihatlah mereka harvey ! selama kita disini, aku tak pernah melihat kedua anak muda itu saling menyapa.” Ucap albert.
Harvey pun membenarkan ucapan sahabatnya itu. Kemudian mereka pergi keluar dan sengaja meninggalkan Claire dan Adrian agar mereka mempunyai waktu untuk saling mengenal satu sama lain.
Claire yang melihat ayahnya pergi, ia hampir saja ingin menangis karena ditinggalkan berdua bersama pria sombong yang sangat menakutkan itu.
“Mengapa ayahku sangat kejam? ia meninggalkanku sendirian bersama harimau berdarah dingin ini.” Ungkapnya dalam hati.
Adrian seakan ingin tertawa karena melihat gadis yang ada di hadapannya dengan mata berkaca-kaca. Ia tak menyangka jika gadis yang di jodohkan dengannya terlihat sangat menggemaskan. Adrian rupanya menikmati pemandangan yang sangat lucu itu.
“Anda tak perlu menangis nona.” Ucap Adrian. ia tertawa lebar melihat ekspresi gadis itu.
Claire pun merasa sangat kesal dengan pria itu. Ia tertawa seperti orang gila.
“Apa dia sedang menertawakanku ? mengapa ia masih terlihat bahagia disaat keadaan seperti ini ? sungguh tak bisa dipercaya !”ucapnya dalam hati.
Claire pun dengan kesalnya, ia mengambil makanan yang ada di depannya dan menghabiskan semua makanan itu. Claire makan tak memakai sendok dan garpu. Gadis ini sengaja membuat pria itu jijik melihatnya yang rakus karena menghabiskan semua makanan tanpa ada yang tersisa.
“Apa anda benar-benar seorang wanita? makanlah dengan benar ! lihatlah orang di sekeliling telah memperhatikan kita ! aku sangat jijik bila terus bersama denganmu.” Ucap Adrian yang tampak kesal.
Tampaknya Adrian sangat kesal dengan tingkah Claire. Ia merasa malu dengan orang-orang yang ada di sekitarnya.
“Akhirnya usahaku tak sia-sia. Rupanya pria itu sangat jijik dengan tingkahku. aku yakin !setelah ini dia akan menolak di jodohkan denganku.” Batinnya berkata dengan sangat percaya diri.
Claire pun tersenyum karena merasa telah bebas dari pria sombong itu. Ia tampak menikmati ketika melihat wajah tampan Adrian yang terlihat sangat kesal.