Mr. Arrogant And Mrs.Simple

Mr. Arrogant And Mrs.Simple
Malam pertama



Setelah melewati proses yang cukup panjang, kini Adrian dan Claire telah sah sebagai pasangan suami isteri. Claire kini harus mengikuti Adrian di rumahnya yang baru. ia sungguh merasa canggung dengan keadaan ini. dia tak tahu harus berbuat apa dengan statusnya yang baru. Adrian pun terlihat demikian, ia merasa sangat kesal dengan statusnya yang baru. keduanya tak saling menyapa satu sama lain. mereka hanya terdiam dengan keadaan ini.


“Ya tuhan tolong aku ! selamatkan hidupku daru pria ini !” batin Claire merintih.


Rumah baru mereka sudah disiapkan dari jauh hari sebelum pernikahan. kini mereka harus hidup bersama dalam satu atap. Claire harus melaksanakan tugas barunya sebagai seorang isteri. begitupun Adrian harus menjaga dan melindungi Claire.


Claire berharap agar tak terjadi apa-apa dengannya nanti. ia takut pria sombong yang sekarang menjadi suaminya ini melakukan hal yang tak di inginkan. melihat tatapan Claire membuat Adrian sangat mengerti jika isterinya ini sangat gugup dengan keadaan sekarang. ia sengaja menambah ke khawatiran Claire. “ kamu tahu sekarang apa kewajibanmu?” ucap Adrian.


Claire merasa sangat takut dengan tatapan Adrian yang penuh arti itu.


“Apa? kewajiban katanya ! apa aku harus melakukannya sekarang? ia memang pria yang tak berperasaan. apa ia tahu jika aku tak menginginkan pernikahan ini?” ungkapnya dalam hati.


Claire pun teringat dengan ciuman waktu di pesta pernikahannya. Adrian sangat semangat menciumnya.


“Dasar pria mesum ! beraninya ia menciumku di deoan umum.” batinnya kesal dengan kejadian itu.


Ia tak sadar jika Adrian menatap tingkahnya sedari tadi. Claire mengusap bibirnya karena mengingat ciuman Adrian yang sangat bergairah itu. melihat hal itu membuat Adrian sangat geram. ia langsung membentak gadis itu dan melampiaskan amarahnya. “ hei nona, jangan fikir aku menyukaimu ! tadi aku hanya melakukan apa yang seharusnya dilakukan.” bentak Adrian.


Claire pun tertunduk dan rasanya ingin menangis. tiba-tiba saja ia mengingat sosok ayahnya yang tak pernah membentaknya seperti ini. rupanya Adrian belum selesai melampiaskan amarahnya pada gadis itu. “Aku yakin kamu dan ayahmu memaksa pada ayahku untuk menikahimu ! jangan pernah berharap akan kelayakanmu sebagai isteriku ! aku tak pernah mencintaimu apalagi bermimpi tuk menikahimu.” ucap Adrian penuh amarah.


Tiba-tiba perkataan Adrian memancing amarah gadis itu. “ hei tuan sombong ! aku tak pernah berharap untuk menikahimu. aku juga tak mengerti mengapa bisa berjodoh dengan pria angkuh sepertimu. yang jelas ini adalah sebuah kutukan bagiku !” jawab Claire lantang.


Mereka berdua saling melampiaskan amarah satu sama lain. Adrian tak menyangka jika isrerinya berani mengatakan hal semacam itu. Adrian sangat geram dengan ucapan Claire. “ jika tak menyukaiku, mengapa kamu harus menerima perjodohan ini?” ucap Adrian kesal.


“Aku menerimanya karena terpaksa.” jawab Claire singkat.


Adrian pun keluar dan pergi ke kamar mandi untuk membasuh matanya dengan air.


Claire hanya duduk terdiam di ranjang. ia masih terlihat gugup. tak dipungkiri jika gadis ini merasa bersalah dan ingin minta maaf pada Adrian. setelah dari kamar mandi, Adrian langsung ke kamar dan mengambil baju tidurnya. wajahnya masih terlihat kesal. Claire mengurungkan niatnya untuk meminta maaf pada Adrian.


Adrian masih tampak sangat kesal. ia meminta Claire agar jangan mendekatinya dan berharap lebih sebagai isterinya. “ jangan pernah menyentuhku dan berharap lebih dariku ! aku muak melihat wajahmu !” bentak Adrian.


Ia pun pergi ke kamar lain untuk tidur.


Mendengar hal itu, membuat Claire sangat gembira. ia bisa melakukan apa saja di kamar tanpa seorang Adrian.“ memang keputusan yang bijaksana. rasanya ia sangat mengerti jika aku tak ingin tidur dengannya.” ucap Claire bahagia.


Adrian yang tampak masih kesal di kamarnya. ia memikirkan mengapa ada wanita yang bisa menolaknya seperti itu. apalagi wanita itu terlihat biasa saja di matanya. Adrian merasa sangat terhina dengan tingkah Claire barusan. “bagaimana mungkin ada wanita sejelek itu mau menolakku? aku tak pernah gagal mendapatkan apa yang kuinginkan. semua wanita bermimpi untuk memilikiku. tapi mengapa isteriku sendiri malah sebaliknya?” batin Adrian geram. ia kemudian mengambil selimut dan tidur.


Claire di kamarnya masih menikmati kebebasan dari cengkraman Adrian. ia merasa tak perlu khawatir tentang pria itu. apalagi mereka tidur secara terpisah.


“Ya tuhan, terima kasih telah menolong wanita yang lemah ini !” ucap Claire.


Ia melompat-lompat di kamar karena sangat gembira. ia tak mengetahui jika Adrian memiliki CCTV di kamar itu. Adrian yang berada di kamarnya mulai merasa haus. ia pergi ke dapur untuk minum. tiba-tiba Adrian melihat CCTV jika Claire sedang melompat-lompat gembira di kamarnya.“rupanya ia sangat bahagia tak seranjang denganku.” ucap Adrian. melihat pemandangan seperti itu membuat Adrian tambah kesal. ia tak menyangka gadis itu bisa sangat gembira bila tak bersama dengannya. “ aku tak percaya, bagaimana ia bisa sebahagia itu? ia sepertinya mau menantangku ! ” ucap Adrian geram.


Ia kemudian pergi ke kamar Claire. perasaanya sangat tertekan jika melihat gadis itu bahagia. Claire yang saat itu masih menikmati kebebasannya, ia ternyata lupa mengunci pintu kamar. gadis ini tak sadar jika Adrian telah masuk dan menatapnya dengan penuh kebencian.


“Dasar wanita gila ! apa kamu senang membuatku pindah dari kamarku sendiri? jangan bermimpi memiliki kamar ini. ambil selimut dan bantalmu lalu pergi ke ruang tamu !sekarang kamu harus tidur di sofa !” bentak Adrian.


Claire pun ingin sekali membuat perhitungan dengan Adrian. tapi ia sudah sangat lelah dan ingin cepat istirahat. terpaksa ia harus menuruti perintah Adrian. ia mengambil bantal dan selimut kemudian pergi ke ruang tamu dan tidur di sofa.