Mr. Arrogant And Mrs.Simple

Mr. Arrogant And Mrs.Simple
Bagian 30 Perjodohan 2



Setelah dari Apartemen Claire, Adrian pun balik ke Apartemennya.


Ia segera mandi dan berkemas untuk pergi ke bandara.


Claire juga melakukan hal yang sama dengan Adrian. dan kali ini Claire ke bandara di antar oleh Marcel.


Claire belum memberitahu pada Marcel tentang Perjodohannya.


Ia rasanya belum siap untuk mengatakan kebenarannya dan membuat Pria yang baik hati itu terluka.


Marcel pun tak tahu jika Adrian akan balik ke Indonesia. Ia kali ini tak bisa pulang Jakarta, dikarenakan ada sesuatu hal yang harus Ia kerjakan.


Jadi Pria Tampan itu hanya akan mengantar Claire sampai bandara.


Claire dan Adrian akan berangkat pada pukul 16.00 sore. Mereke akan menaiki pesawat yang sama.


Adrian sudah tahu, jika Claire akan di antar oleh Marcel. jadi Ia sengaja duluan ke bandara agar Ia dapat menunggu Marcel dan Claire tiba.


Adrian berangkat pada pukul 13.00 siang, dan Ia sampai pada pukul 15.00 sore.


Adrian masih punya waktu satu jam untuk menunggu Claire dan Marcel.


Setelah menunggu kurang lebih 30 menit, Marcel dan Claire pun muncul di bandara.


Marcel sangat terkejut melihat Adrian juga berada di bandara.!


Kenapa kamu disini ?


"Tanya Marcel."


Wajah Marcel seketika berubah karena melihat Adrian berada juga di bandara.


Kali ini, fikiran Marcel tak tenang saat melihat Adrian.


Aku disini itu bukan urusanmu.!


"Jawab Adrian."


Kedua Pria Tampan ini saling menatap penuh Amarah satu sama lain.


Claire yang menyaksikan hal itu, Ia langsung mencari cara agar suasana kembali aman.


Ia menggenggam tangan Marcel agar tak terpancing emosi dengan Adrian.


Marcel yang mengerti hal itu, Ia langsung meredakan emosinya agar tak terpancing oleh Adrian.


Marcel melakukan itu karena Ia sangat mencintai gadis yang berada di sampingnya itu.


Sudahlah bermusuhan dan jangan bertengkar seperti anak kecil.! " Ucap Claire."


Adrian pun langsung pergi meninggalkan Mereka. dan Ia tak ingin berdebat dengan Marcel.


Apalagi posisinya sekarang, Claire menjadi pembela Marcel dan itu yang semakin membuat Adrian kesal.


Apa Adrian sengaja mengikutimu pulang ?


"Tanya Marcel."


Tidak sama sekali, Ia pulang karena ingin di jodohkan oleh orang tuanya.


"Jawab Claire."


Mendengar penjelasan itu membuat hati marcel sedikit lega. Ia akhirnya tak perlu khawatir mengenai Adrian.


Marcel sangat mempercayai Claire, Ia tak pernah sekali pun berfikiran negatif tentang kekasihnya itu. Ia sangat memberikan kepercayaan sepenuhnya pada Claire.


Marcel pun mengantar Claire hanya sampai di ruang tunggu. Ia tak bisa mengantarnya sampai ke dalam, di karenakan pesawat akan berangkat dalam waktu beberapa menit lagi.


Kamu jaga diri yah.!


Jangan lupa kabari aku jika sudah sampai.!


"Ucap Marcel."


Claire hanya tersenyum mendengar ucapan dari Marcel. sekarang ini Claire sangat sedih dan tak punya keberanian untuk mengungkapkan kebenaran pada Marcel.


Ia takut, Pria tampan itu akan kecewa dan sakit hati dengannya.


Claire pun segera masuk di dalam untuk check in tiket.


Setelah semua proses selesai, Ia masuk ke dalam pesawat dan menunggu keberangkatan yang tinggal menunggu beberapa menit lagi.


Sementara Adrian telah masuk lebih dulu, Ia terlihat masih sangat kesal dengan Marcel dan juga Claire.


Tanpa di sengaja, tempat duduk mereka saling berdekatan. Adrian pun hanya mendengarkan musik di telinganya.


Saat itu Adrian bertingkah seperti orang yang tak mengenal Claire.


Adrian hanya diam dan tidak menanyakan apa oun pada Claire.


Sikap Adrian ini membuat Claire semakin bingung.!


Ia merasa kalau Adrian sangat berbeda dari biasanya. Yang tadinya Ia banyak bicara tapi sekarang berubah seperti Es balok.


Dasar Pria aneh.!


Mengapa Ia mudah sekali berubah-ubah ?


"Batin Claire bicara."


Claire pun tak lagi menghiraukan sikap Adrian yang aneh itu. Ia hanya menutup matanya juga agar bisa istirahat sejenak.


Adrian yang saat itu terbangun, Ia menatap lama wajah gadis itu dengan segala macam pertanyaan yang mulai muncul di dalam benaknya.


Kamu wanita yang baik dan juga sangat cantik. aku ingin memilikimu seutuhnya, tapi itu tak akan mungkin.


Kamu sekarang sudah memiliki Marcel, dan aku memiliki Cleo,tentu hal ini sangat sulit bagi kita untuk bersama. apalagi orang tuaku akan menjodohkanku dengan gadis pilihan mereka ?


"Batin Adrian merintih."


Ia hanya menatap dari jarak dekat wajah hadis itu yang sedang tertidur.


Kali ini, aku benar-benar telah jatuh cinta denganmu Claire.!


Tapi aku tak bisa egois dan mementingkan perasaanku sendiri dan tanpa mengetahui perasaanmu yang sebenarnya.!


Mungkin aku sudah sangat berdosa karena menyimpan rasa ini padamu,tapi apalah dayaku dan aku hanya manusia biasa.


Adrian masih dengan hayalan dan bermacam pertanyaan yang berada dalam otaknya.


Aku harus benar-benar melupakanmu mulai dari sekarang. "Batin Adrian berkata."


Claire masih tertidur pulas dalam pesawat, Ia tak sadar jika Adrian memperhatikannya sedari tadi.


Adrian hanya tersenyum sendiri melihat wajah polos Claire. Ia sangat senang bisa melihat wajah gadis itu dengan jarak yang begitu dekat.


Ingin sekali Adrian mengungkapkan iso hatinya pada Claire, tapi itu adalah hal yang sangat mustahil.


Terlebih lagi Adrian adalah orang yang Kaya Raya, sedangkan Claire hanyalah gadis sederhana menurutnya.


tak mungkin orang tuanya akan setuju jika Ia bersama Claire.


Semua masalah ini membuat Adrian sangat bingung dan berfikiran keras untuk mencari jalan keluar.


Ia berfikir jika nanti tak akan bisa lagi menatap wajah gadis yang sangat Ia cintai itu. sungguh membuat Adrian seperti sulit bernafas.


Apalagi orang tuanya sangat keras dan akan menghalangi bagaimana pun caranya agar mereka tak bersama lagi.


Adrian yang saat ini berfikir tentang kehidupan Claire, Ia tak menyangka jika wanita itu adalah gadis Kaya Raya yang akan menjadi jodohnya nanti.


Setelah cukup lama berada di pesawat sekitar 12 jam, Adrian dan Claire pun akhirnya sampai juga di bandara Soekarno - hatta di Jakarta.


Pesawat akhirnya landing, Claire pun segera turun dan mengambil barang-barangnya.


Adrian pun begitu,rupanya Ia telah di jemput oleh pengawal keluarganya.


Begitu pun Claire yang di jemput langsung oleh Mama dan papanya.


Claire dan Adrian pun berpisah tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


Mereka sekarang menjadi seseorang yang berbeda dan terlihat sangat Asing.


Adrian dengan segala kesombongannya dan Claire dengan kesederhanaan.


Claire pun memiliki pengawal yang akan siap menjemputnya seperti Adrian. hanya karena orang tuanya lagi libur dan tak bekerja, akhirnya mereka memutuskan untuk menjemput Putrinya itu.


Sekarang Adrian telah di dalam perjalanan pulang. Ia saat ini masih terlihat bingung dan belum siap untuk di jodohkan dengan wanita pilihan mereka.


Namun Ia pun tidak mempunyai cara lain agar menghindar dari perjodohan itu.


Ia ingin membawa Cleo dan meyakinkan ibunya, tapi itu tak akan mungkin Cleo di terima sebagai calon istri Adrian.


Claire pun terlihat sama, Ia berfikir terus dari bandara menuju rumahnya yang terletak di Jakarta. Ia tak mengira akan di jodohkan secepatnya oleh orang tuanya.


Ia seakan tak tahu harus bersikap seperti apa pada Marcel nantinya.


Sungguh membuat Claire dan Adrian di lema.!


Tunggu kelanjutannya yah,,๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜