Mr. Arrogant And Mrs.Simple

Mr. Arrogant And Mrs.Simple
Bagian 18 Orang tua Claire berkunjung



setelah pulang dari restoran, Marcel pun mengantar Claire pulang.


Ia senang karena hari ini bisa melupakan semua kejadian yang pernah Ia alami bersama Adrian.


Sungguh Marcel telah membuatnya tersenyum seperti semula.


Marcel pun pamit pulang pada Claire.


"Aku pulang dulu yah."


"Ucap Marcel. "


Ia kemudian menjalankan mobilnya dan segera pulang.


Claire pun memberikan senyuman pada Marcel.


Kemudian Claire menuju ke apartemennya. baru beberapa langkah,Ia berjumpa dengan Adrian.


Namun wajah Adrian terlihat dingin dan cuek pada Claire.


Ia seakan tak mengenal Claire.


Ia segera mendahului Claire dan masuk ke dalam apartemennya,rupanya saat ini Adrian kesal dan merasa sangat cemburu pada Marcel.


Jadi Ia sengaja menjauhi Claire ,agar perasaanya akan hilang dengan perlahan.


Mungkin saat ini, Adrian telah jatuh cinta pada Claire.


Namun Ia masih bingung dan belum sepenuhnya paham dengan perasaannya sendiri.


Terlebih saat ini Ia masih menjalani hubungan dengan Cleo.


Adrian pun langsung ke kamarnya untuk istrahat.


Ia tak mau memikirkan hal-hal yang berkaitan dengan Claire, karena itu akan membuatnya sakit hati.


Claire merasa sangat aneh melihat tingkah laku Adrian yang seakan-akan menghindarinya.


"Kenapa dia seperti tak mengenalku."


"Batin Claire berucap. "


Apa yang salah dengannya.?


"Claire masih dalam keadaan bingung. "


Claire pun masuk ke-dalam Apartemen dan merebahkan tubuhnya di sofa.


Ia seakan lelah, karena habis keluar jalan-jalan.


Ia baru saja hampir menutup matanya, tiba-tiba suara telfon berdering.


Teeet..... teeeettt....!!!


Claire mengangkat telfon tanpa melihat nama pemanggil.


"Halo sayang. "


"Ucap ibunya. "


"Halo juga mama "


"Jawab Claire. "


Kamu masih sehat kan?


Mama sama papa khawatir sama kamu.!


Soalnya, kamu tidak pernah nelfon mama bulan ini.!


"Tambah ibunya, yang merasa khawatir. "


Maaf yah ma, kalau Claire sudah bikin papa dan mama khawatir.!


"Claire baik-baik saja ma. "


Jadi mama sama papa tak perlu khawatir memikirkan Claire.


"Claire bisa jaga diri mama."


"Ucap Claire dan meyakinkan ibunya. "


Bagaimana dengan kuliahmu sayang?


Apa ada masalah.?


"Tanya ibunya. "


Lancar saja ma,dan tak ada masalah,everything it's ok mom. "


"ucapan Claire setidaknya membuat ibunya lega. "


"Ada yang mama mau bilang sama kamu."


"Mama dan papa minggu ini liburan,jadi mama sekalian saja liburan di tempat kamu. "


Biar mama sama papa bisa pastikan kondisimu langsung.


"Ucap Ibunya Claire. "


Claire pun kaget.!


Ia tak menyangka kedua orang tuanya akan berkunjung ke Amerika.


Ia khawatir jangan sampai Adrian mengetahui jati dirinya.


Ia berusaha menyembunyikan dengan rapat mengenai hal itu.


Jika ibunya datang kesitu, tentu Adrian akan mengetahui siapa dirinya.


Mengapa kamu diam sayang?


"Tanya ibunya."


Seketika itu Claire tersadar dari lamunanya.


Ia, mama dan papa boleh main kesini.!


"Aku juga merindukan kalian."


Ia seakan tak mau mengecewakan orang tuanya.


"Ya sudah mama tutup telfonnya yah."


Kamu jaga diri.!


"Ungkap ibu Claire sambil mengakhiri pembicaraannya. "


Claire pun berfikir sejenak agar ketika ibunya datang nanti, Adrian dan teman-temannya tidak akan mengetahui jati dirinya.


Karena tak di pungkiri, orang tua Claire adalah Pengusaha besar di bidang fashion yang sangat terkenal.


Ia banyak melakukan relasi atau kerja sama dengan Perusahaan besar yang ada di luar negeri juga.


Jadi setiap para model yang terkenal harus melalui casting dari perusahaan milik ibu Claire.


Jadi memang orang tua Claire memang sangat berpengaruh dalam dunia fashion.


Banyak modelling di negara lain yang berharap agar fashion mereka bisa di terbitkan oleh perusahaan Cindy, tak lain adalah ibu Claire.


Setelah seminggu kemudian, akhirnya orang tua Claire datang.


Mereka sengaja membeli mobil baru untuk menghadiahkan pada anak semata wayangnya.


Ia membeli mobil mewah yang keluaran baru,Ia berharap Claire mau menerimanya dengan senang hati.


Tentunya harganya sangat mahal, kecuali orang-orang kaya yang mampu membelinya.


Claire pun tidak mengetahui jika orang tuanya akan membelikan mobil baru, mereka berharap agar Claire tak menolaknya.


Claire kemudian pergi menjemput orang tuanya di bandara.


Perjalanan dari Apartemennya ke bandara, memakan waktu dua jam untuk menaiki taxi.


Setelah dua jam berada di perjalanan, akhirnya Claire pun sampai di bandara.


Rupanya mama dan papanya telah berada di dalam mobil mewah.


Kebetulan satu minggu sebelum berangkat ,ibunya telah menyuruh salah satu sahabatnya yang ada di Amerika untuk mencari mobil yang paling mahal untuk di berikan pada putrinya yaitu Claire.


Mama dan papanya sengaja menunggu Claire datang, dan mereka berangkat sama-sama ke tempat Claire.


Aduh sayang, kenapa kamu kelihatan kurus?


"Tanya ibunya."


Ibunya kemudian memberikan pelukan hangat buat Putrinya.


Ayahnya pun melakukan hal yang sama.


Pasti kamu tidak memperhatikan pola makan kamu, apa mama dan papa harus mengirim pembantu buat mengurus semua keperluan kamu?


"Tanya ibunya."


Tak perlu repot mama, Claire baik-baik saja dan Claire tak perlu pembantu buat mengurus keperluan Claire sendiri.


"Jawab Claire. "


Aduh sayang, anak mama makin dewasa.


lalu mereka saling berpelukan satu sama lain untuk melepas rindu.


Setelah itu mereka pun pergi meninggalkan bandara.


Di dalam mobil, mereka saling bercanda satu sama lain.


Rupanya Claire dan orang tuanya memang sangat dekat dan akrab.


Walaupun kedua orang tuanya sibuk,namun mereka tak lupa menghabiskan waktu bersama ketika ada waktu luang.


Pa, habis kita antar barang-barang ini ke tempat Claire, kita langsung ke restoran yah.!


Soalnya perut mama sudah lapar.!


"ucap ibu Claire seakan memohon. "


Ia sayang kita akan kesana setelah dari tempat Claire.


"Jawab Harvey. "


Claire hanya tersenyum melihat tingkah orang tuanya yang saling menyayangi satu sama lain.


Rupanya Claire sangat bersyukur bisa mendapatkan orang tua yang sangat perhatian dan menyayanginya.


Setelah dua jam perjalanan, akhirnya mereka pun sampai di tempat tujuan.


Posisi mereka sekarang berada di area parkir.


Claire tidak mengetahui jika mobil yang ayahnya kendarai adalah miliknya.


Ia mengira itu adalah mobil milik sahabat ibunya yang Ia pinjam selama berlibur disini.


Rupanya ini pertama kali orang tuanya mengunjungi Claire selama beberapa tahun ini.


Bukan karena mereka tak mau, tapi karena itu semua adalah tuntutan pekerjaan dari perusahaan mereka yang semakin maju pesat.


jadi baru tahun ini, mereka bisa menyempatkan diri untuk mengunjungi Claire.


Itu pun hanya seminggu waktu liburan mereka.


Setelah itu,mereka akan kembali bekerja seperti biasanya.


Sayang,kamu simpan kunci mobil ini.!


Mobil ini adalah hadiah dari mama sama papa.!


Mama sama papa mohon agar kamu terima dan jangan menolak.!


"Ucap ibu Claire dengan wajah tersenyum. "


Mama dan papa akan merasa sangat sedih jika Claire menolaknya.


Mendengar ucapan tulus dari orang tuanya, membuat Claire tak tega membuat mama dan papanya sedih.


Ia seakan tak tega menerima kebaikan dari orang tuanya yang benar-benar sangat tulus ingin menghadiahkan mobil mewah itu kepadanya.


Tunggu kelanjutannya yah 😍😍