
Setelah selesai menyuapi Adrian, Claire pun menyuruhnya untuk minum obat dan segera beristirahat.
Setelah itu, Claire pamit pulang pada Adrian.!
Aku pulang dulu yah.!
Kamu istirahat dulu.!
Kalau ada apa-apa nanti kabari aku.
"Ucap Claire."
Adrian pun tersenyum pada gadis itu, Ia menahan tangan Claire dan mengucapkan terima kasih karena sudah merawatnya.
Terima kasih sudah merawatku dengan baik.!
"Ungkap Adrian."
Claire pun tersenyum mendengar Adrian yang tiba-tiba menjadi Pria yang manis terhadapnya.
Iya, kamu tak perlu ragu kalau meminta bantuanku.!
Aku akan selalu menolongmu sebagai seorang tetangga sekaligus teman.!
"Jawab Claire."
Adrian tak menyangka jika Claire adalah gadis yang sangat baik.
Ia tak pernah membenci atau dendam atas perlakuan Adrian selama ini terhadapnya.
Saat ini Claire hanya mencoba menjadi seorang teman yang baik untuk Adrian.
Ia tak ingin lagi berselisih dengan Pria itu lagi.
Claire pun segera pulang ke Apartemen, Ia kemudian mengingat Marcel yang akan menjemputnya di kampus.
Ia kemudian segera menelfon Marcel agar tak lagi pergi ke kampus, karena sekarang Ia sudah berada di Apartemennya.
Setelah menelfon, Ia pun segera ke kamarnya dan beristirahat sejenak.
Adrian kemudian bangun dari tidurnya dan tertawa sendiri seperti orang gila.!
Ia tak menyangka jika Claire akan begitu terlihat khawatir melihatnya Sakit.
Ia seakan ingin berteriak karena aktingnya pura-pura sakit berhasil.
Keesokan harinya,,,,
Mereka pun pergi ke kampus seperti biasanya, Adrian datang duluan sebelum jam kampus di mulai.
Ia terlihat lagi senyum-senyum sendiri memikirkan kejadian kemarin yang terjadi antara Ia dan Claire.
Satu minggu lagi mereka akan libur panjang selama sebulan. Ia tak sabar lagi untuk kembali ke Indonesia dan berlibur disana.
Akhir-akhir ini orang tuanya sering menelfon dan menyuruhnya agar libur nanti Ia harus balik ke Jakarta.
Karena ada sesuatu hal yang ingin orang tuanya sampaikan.
Claire tiba-tiba muncul bersama Marcel, Mereka terlihat sedang bercanda dan tersenyum satu sama lain.
Sungguh kali ini membuat Adrian kesal dan cemburu karena melihat kedekatan mereka berdua.
Adrian pun segera menghampiri Claire dan Marcel, Ia mencoba untuk tersenyum kala mengahampiri mereka.
Marcel pun tak suka jika Adrian mengganggunya dan berada di antara Ia dan Claire.
Sepertinya kamu datang mengganggu pembicaraan kami.!
"Ungkap Marcel dengan wajah sinis."
Apa aku tak boleh bergabung dengan kalian ?
"Tanya Adrian."
Pada saat bertanya, Ia palingkan wajahnya ke arah Claire dan tersenyum.
Claire mengetahui jika Adrian lagi ingi mencari pada Marcel.
Maka dari itu, Ia mengizinkan Adrian untuk bergabung dengan mereka.
Rupanya Adrian tak ingin melihat Claire dan Marcel jalan berduaan.
Ia sengaja mengganggu waktu mereka agar tak terlihat romantis.
Sungguh kali ini Adrian benar-benar sudah gila.!
Ia tak pernah sadar apa yang di lakukannya itu sangat berlebihan jika hanya sebagai seorang teman.
Marcel pun kesal dengan adanya Adrian di antara Ia dan Claire, karena setiap Ia mau bicara, Adrian selalu memotong perkataanya agar tak terlihat dekat dengan Claire.
Posisi mereka berjalan, Adrian berada di tengah dan membuat Marcel dan Claire mempunyai jarak yang di batasi olehnya.
Claire pun hanya tersenyum melihat tingkah Adrian yang ke kanakkan, Ia merasa jika Pria yang begitu Angkuh dan sombong ternyata memiliki sifat ke kanakkan seperti itu.
Mereka pun masuk ke dalam ruangan yang sama, sementara Marcel harus berpisah dengan Claire dan Adrian karena berbeda ruangan.
Adrian sangat senang krena sekarang Ia hanya berdua dengan Claire tanpa Marcel.
Seperti biasanya Ia duduk di samping Claire, karena sebelumnya Ia sudah pernah mengancam Jeni agar memberikan tempat duduknya.
Claire pun tak menghiraukan Adrian yang bertingkah seperti anak kecil.
Ia hanya bersikap dewasa dan tak ingin bertengkar dengan Adrian.
Saat Claire sedang belajar, Adrian sengaja menatap Claire dengan jarak yang cukup dekat.
Ia sengaja membuat gadis itu salah tingkah berada di dekatnya,Claire pun masih sanggup menahan kekesalannya dengan tingkah konyol Adrian itu.
Ia sengaja tak berbicara atau menegurnya, karena nanti Adrian akan bertingkah terus yang akan membuatnya kesal.
Adrian pun mencari cara agar Claire memperhatikannya,dan mau berbicara dengannya.
Liburan minggu ini kamu kemana?
"Tanya Adrian."
Claire tak menjawab sama sekali dengan pertanyaan Adrian.
Ia hanya menoleh ke arah Adrian sambil tersenyum.
Mengapa kamu menatapku seperti itu?
"Tanya Adrian lagi."
Claire pun tersenyum lagi dan menjawab Adrian.
Aku tak ingin berbicara denganmu sekarang, kamu terlihat bertingkah seperti anak kecil.
"Jawab Claire."
Adrian pun kesal dengan jawaban Claire,Ia menahan tangan Claire dan menatap wajah gadis itu.
Apa sekarang aku masih terlihat seperti anak kecil?
Sekarang coba tatap mataku.!
" Ucap Adrian."
Calire menolak untuk menatapnya, karena Ia tahu akan mudah terhipnotis jika melihat mata indah dari Adrian itu.
Aku tak ingin menatapmu.!
Ini terlihat seperti ke kanakkan.!
" Jawab Claire singkat."
Adrian pun tersenyum lebar dan mengatakan jika Claire takut jatuh cinta bila menatapnya.
Aku tahu, kamu tak bisa menatap mataku yang indah ini kan?
Mungkin ini akan membuatmu terpesona dengan ketampanan dan kharismaku.!
"Ucap Adrian dengan nada menggoda."
Claire pun kesal dengan perkataan Adrian yang berlebihan itu, Ia pun menerima tantangan untuk menatap Pria itu agar Adrian tak berfikiran yang aneh-aneh.!
Baiklah, aku akan menatapmu sekarang.!
Aku akan memastikan perasaanku biasa saja ketika menatap Pria Tampan sepertimu.!
"Ucap Claire menantang."
Adrian pun terkekeh mendengar Perkataan Claire yang menerima Tantangannya itu.
Kalau memang begitu, ayo kita buktikan.!
Apa ini cuma perasaanku atau memang perkataanku terbukti?
"Jawab Adrian kembali menantang."
Mereka akhirnya memulai tantangan untuk saling menatap satu sama lain.!
Adrian membalikkan wajah Claire untuk menatapnya sekarang.!
Jeni sahabat Claire menyaksikan hal itu tanpa mereka sadari.!
Apa yang mereka lakukan ?
"Batin Jeni penuh keheranan."
Claire pun sekarang lagi menatap Adrian, Ia tak bisa pungkiri jika mata Adrian sangat indah dan tajam bila memandangnya.!
Ia pun segera berhenti untuk menatap wajah Tampan Pria itu, karena Claire takut akan terbawa suasana.
Adrian pun segera menahan wajah gadis itu untuk terus menatapnya hingga akhir.
Adrian mengetahui jika Claire akan berbeda bila menatapnya.
Claire pun hampir tak sanggup untuk meneruskan tantangan yang di berikan oleh Adrian.
Ia menutup matanya dan tak ingin melihat wajah Pria tampan itu.
Adrian yang menyaksikan kekalahan Claire,Ia secara tak sadar langsung mencium bibir gadis itu dalam ruangan.
Jeni dan teman lainnya menyaksikan Adrian melakukan hal itu, Mereka tak menyangka jika seorang Adrian yang Tampan dan Sombong akan melakukan hal itu pada Claire yang jelas hanya seorang gadis biasa.
Mereka pun tahu standar kriteria gadis dari Adrian, jadi tak mungkin Ia akan melakukan itu pada wanita yang biasa-biasa saja.
Claire pun langsung menghindari ciuman Adrian itu, Ia kesal dengan Adrian yang melakukan hal itu di depan teman yang lain.
Kamu.!!
Claire dengan nada yang salah tingkah.!
Ia seakan ingin keluar dari ruangan itu untuk menghindari Adrian.
Lagi-lagi Adrian membuat masalah pada hidup gadis itu, dan lebih parah lagi Ia lakukan itu di kampus.
Sungguh membuat Claire sangat kesal dengan tingkah Adrian, rasanya Ia ingin menampar wajah Pria itu, tapi Ia masih sanggup menahan amarahnya.!
Semua orang yang di dalam ruangan menatap sinis ke arah Claire, terutama para gadis yang sangat berharap memiliki Adrian.
Adrian sekarang terlihat senang, karena Ia berhasil membuat Claire akan selalu memikirkannya.
Tak lama kemudian, dosen mereka datang dan menyampaikan hari libur mereka akan segera tiba pada minggu depan.
Adrian pun sangat senang dan ingin segera pulang ke Indonesia, begitu pun Claire yang tampak terlihat antusias menyambut hari libur yang tinggal menghitung hari.!
Tunggu kelanjutannya,,,,๐๐๐