
Setelah Adrian kedapatan oleh Claire,Ia akhirnya pergi ke dalam mobilnya dengan wajah yang kesal.
Ia merasa Perjuangannya untuk mencari tahu seakan sia-sia.
Jadi Ia memutuskan untuk kembali ke Apartemen.
Claire yang masih dengan rasa kesal,namun Ia mencoba menenangkan fikirannya agar tidak terlalu berfikir tentang sikap Adrian tadi.
Aku sebaiknya tidak harus memikirkan si Sombong itu lagi,kata-katanya itu memang sangat tajam dan tidak memikirkan Perasaan orang lain. " Ucap Claire."
Ia pun segera balik ke tempat Ayah dan ibunya.
Rupanya mereka telah menunggu kedatangan Claire untuk membawakan mereka minum.
Setelah sampai,Claire memberikan air kelapa itu pada orang tuanya. Ia tak sadar sedari tadi Ibunya memperhatikan wajah kesalnya.
Kenapa wajah kamu kelihatan kesal sayang?
Apa ada sesuatu yang membuatmu marah?
"Tanya Cindy pada Putrinya."
Kamu cerita sama Mama kalau memang ada masalah, siapa tahu Mama bisa bantu?
"Tambah Cindy."
Claire baik-baik saja,dan Mama tidak perlu khawatir tentang Claire.
"Jawab Putrinya."
Ok,kalau begitu kita pulang sekarang saja yah.
"Ajak Cindy pada Suami dan Putrinya."
Sepertinya Cindy mengetahui jika anaknya sekarang lagi kesal, jadi Ia sengaja mengajak Mereka pulang.
Akhirnya Mereka pun pulang ke Apartemen Claire,Sedangkan Adrian telah lebih dulu kembali ke Apartemennya.
Setelah beberapa waktu kemudian,akhirnya Mereka pun sampai di tempat tujuan.
Cindy yang mengetahui kalau Putrinya lagi Kesal,Ia pun mencoba mencari cara agar Claire bisa kembali tersenyum lagi.
Wajahmu jangan sering cemberut sayang,nanti lebih cepat tua Claire dari pada Mama. "Ucap Cindy menggoda Putrinya."
Mendengar ucapan Ibunya,Claire pun tersenyum menahan tawanya.
Cindy pun bahagia ,karena Melihat Putrinya kembali tersenyum.
Ternyata Adrian masih sangat Penasaran dengan Claire,Ia sangat Kesal karena apa yang Ia rencanakan gagal total dan belum menemukan jawaban.
Siapa sebenarnya kedua orang itu?
Apa aku harus ke Apartemenya langsung dan menanyakan?
Tapi itu tidak mungkin,karena sekarang aku sama Claire lagi bertengkar satu sama lain.
Ini semua membuatku sangat bingung, "Ucap Adrian."
Ia pun pergi ke kamar untuk merebahkan tubuhnya yang sangat kelelahan karena mengikuti Claire sedari tadi.
Waktu telah menunjukan pukul 20.00 malam,Claire dan orang tuanya tidak memiliki rencana untuk keluar. Karena Mereka pun sangat lelah dengan Perjalanan tadi.
Mereka akhirnya memilih untuk tetap berada di Apartemen untuk istirahat.
Keesokan harinya......
Adrian bangun untuk jogging seperti biasanya,hari ini Ia akan Masuk kampus siang hari.
Cindy pun seperti biasanya,Ia bangun pada jam 05.00 pagi untuk menyiapkan sarapan buat Keluarganya.
Cindy sengaja tak mau membangunkan Putrinya,Ia sengaja membiarkan Claire istrahat lebih banyak.
Ia merasa sedih bila Putrinya harus melakukan segala sesuatunya sendiri.
Ia merasa sangat berdosa sebagai seorang ibu yang tak bisa mengurus Putrinya dengan baik.
Sekarang sudah menunjukkan pukul 07.00 pagi,Claire pun segera bangun untuk mandi pagi. Cindy segera ke kamar untuk menyuruh Putrinya sarapa pagi seperti biasanya.
Sayang,Mama sama Papa menunggumu di bawah yah.!
"Seru Cindy."
Baik Ma,Claire mandi dulu nanti segera turun ke bawah yah.!
"Jawab Claire."
Setelah selesai mandi,Ia pun segera turun untuk sarapan pagi bersama orang tuanya.
Setelah selesai sarapan ,Claire dan keluarganya istrahat di ruang keluarga,sambil menonton televisi.
Mereka saling bercanda satu sama lain,Sehingga membuat suasana menjadi hangat dan penuh dengan canda tawa.
Tak terasa waktu telah menunjukan pukul 12.00 siang,Claire pun meminta izin mandi dan segera ke kampus.
Claire mandi dulu yah,karena hari ini Claire mau ke kampus. "Ucap Putrinya."
Setelah meminta izin,Claire pun segera mandi dan bersiap untuk ke kampus.
Kalau ke kampus,kamu tolong pakai baju yang mama belikan kemarin yah.!
"Seru ibunya."
Iya ma,Claire akan pakai baju itu.
Setelah 30 menit kemudian,Ia pun selesai memakai baju yang di belikan ibunya dan segera berangkat ke kampus.
Claire pergi dulu yah.!
Mama sama Papa baik-baik di rumah!
"Ucap Putrinya."
Kamu tunggu sebentar,nanti Papa kamu yang antar ke kampus yah.!
"Jawab ibunya."
Iya sayang,Papa ingin mengantarmu.!
"Tambah Ayahnya."
Rupanya,Harvey ingin mengantar Putrinya ke kampus.
Setelah itu,Mereka pun pergi ke kampus.
Claire di antar oleh Ayahnya,sedangkan Cindy memilih untuk tinggal di Apartemen
Sudah sampai Pa,Claire Pergi dulu.!
Papa hati-hati di jalan.!
"Ucap Putrinya."
Iya sayang,kamu juga hati-hati yah.!
Kalau sudah pulang,nanti tolong kabari Papa,
biar Papa jemput.!
"Jawab Harvey."
Claire pun segera masuk di dalam kampus,Ia sepertinya di lirik oleh banyak orang sedari tadi.
Mereka memperhatikan Claire di antar oleh seseorang yang cukup familiar.
Claire pun merasa aneh di perhatikan oleh teman-teman kuliahnya sedari tadi.!
Salah satu seorang temannya yang cukup akrab yaitu Jeni,Ia menghampiri Claire.!
Siang Claire?
"Ucap Jeni."
"Siang juga Jeni."
"Jawab Claire."
Siapa yang mengantarmu tadi?
"Tanya Jeni."
Sepertinya aku mengenali Pria yang mengantarmu tadi.!
"Tambah Jeni."
Claire pun merasa gugup dengan Pertanyaan Jeni itu,Ia tidak ingin di ketahui jati dirinya oleh teman kampusnya.
Ia mencoba menghindari Pertanyaan itu,dan lebih memilih diam.
Jeni pun mengatakan jika Ia sangat mengenali wajah orang tadi,sehingga Ia Penasaran dan menanyakan apa hubungan Claire dengan orang itu?
Kamu Mempunyai hubungan apa dengan orang itu?
"Tanya Jeni."
Kenapa diam saja Claire?
Aku sekarang lagi berbicara padamu.!
Tanpa mendapat jawaban dari mulut Claire,Jeni pun menjelaskan bahwa Ia sangat Mengenali Pria itu adalah Tuan harvey yang sangat terkenal itu.
Kamu di antar oleh Tuan Harvey kan?
Asal kamu tahu,dia itu adalah Pengusaha dan juga Konglomerat ternama yang sudah menjadi sejarah dalam dunia bisnis.
Ia juga merupakan,Pengusaha termuda yang sukses dalam bidang Game dan Perindustrian.
Semua orang ingin bisa menjadi sepertinya di usia yang masih terbilang muda saat itu.
"Ucap Jeni pada Claire."
Claire hanya menjelaskan,jika orang itu tadi menolongnya untuk ke kampus.
Oh iya,aku tadi cuma di tolong saja sama orang itu untuk ke kampus.
"Jawab Claire singkat."
Ia sengaja tidak menjelaskan panjang lebar,agar Jeni tidak menggali informasi lebih dalam tentang dirinya dan Ayahnya.
Ia takut, nanti Jeni akan mencurigainya seperti Adrian.
Dan Jeni pun belum mengetahui jika Claire adalah Putri dari Tuan Harvey yang sangat terkenal itu.
Claire pun langsung berlari menuju ruangannya,Ia takut akan ketinggalan mata kuliahnya.
Aku pergi dulu yah jeni.!!
"Ucap Claire."
Jeni pun merasa curiga dengan sikap Claire yang semakin aneh saja.
Claire pun tidak menyangka jika orang tuanya seterkenal itu.
Ia dengan langkah tergesa-gesa berharap agar cepat sampai di ruangannya.
Tiba-tiba tanpa Ia sadari,rupanya dia menabrak seseorang yang tak lain adalah Adrian.
Kalau jalan pakai mata.!
"Bentak Adrian."
Kamu lihat baju aku jadi kotor ,gara-gara kamu tabrak.!
Aku tidak rela jika tubuhku bersentuhan langsung denganmu.!
"Tambah Adrian kesal."
Kamu bisa bayar harga bajuku ini?
Kamu kerja seumur hidup sekali pun,kamu tidak akan sanggup membayarnya.!
"Bentak Adrian lagi."
Rupanya baju itu adalah hadiah dari Cleo pacarnya,dan itu sangat tak ternilai harganya bagi Adrian.
Claire pun hanya terdiam mendengar dan melihat Penghinaan yang di lontarkan Adrian.
Dadanya terasa sesak,Ia seakan ingin menangis mendengar kata-kata tajam dari Pria itu.
Ia memilih pergi dan tidak mengucapkan satu kata pun terhadap Adrian,matanya mulai berkaca-kaca karena mendapat penghinaan.
Namun Ia mencoba sebisa mungkin untuk menahan air matanya.
Adrian pun sama,Ia pergi meninggalkan Claire dengan wajah yang penuh Amarah.
Mulai saat itu,Mereka tidak pernah menyapa satu sama lain bila bertemu.
Seperti orang yang tak saling kenal.
Tunggu kelanjutannya yah....๐๐๐