Mr. Arrogant And Mrs.Simple

Mr. Arrogant And Mrs.Simple
Ingin pisah



Setelah acara makan malam itu, Cleo tak pernah berhenti memikirkan sang direktur. perasaanya tak tenang jika sehari tak menatap wajah direktur tampan itu.


“A**ku benar-benar telah kehilangan akal. aku sangat merindukan tuan Adrian saat ini.” ungkapnya dalam hati.


Gadis itu senyum sendirian kala mengingat sosok yang membuatnya jatuh hati. makan malam bersama direkturnya sangat meninggalkan kesan mendalam bagi Cleo.


Ia tak berhenti memikirkan kebersamaan antara dia dan sang direktur. mungkin itu adalah kenangan yang tak bisa di lupakan seumur hidupnya.


Seperti biasanya, pagi ini Cleo pergi ke kantor dengan raut wajah bahagia. gadis ini tak sabar ingin bertemu dengan direktur walaupun hanya sekedar menatap dari jarak jauh. ia berharap akan bertemu Adrian. Karena mengingat sang direktur adalah orang yang sangat susah untuk di temui. kalaupun bertemu itu adalah suatu kebetulan.


Cleo berjalan sambil menatap ke arah kiri dan kanan untuk mencari keberadaan sang direktur. tapi sampai saat ini belum ada tanda-tanda kedatangannya.


“Tuan Adrian dimana? aku belum melihatnya dari tadi.” ucapnya dalam hati.


Wajahnya tampak gelisah karena beberapa jam ini belum menemukan keberadaan direktur.


“Apa benar jika orang jatuh cinta akan mengalami hal seperti ini?” ucapnya dalam hati lagi.


Ia berulang kali menyalahkan otaknya yang tak pernah berhenti memikirkan Adrian. Masih terhanyut dalam hayalannya, tiba-tiba seorang pria tampan datang dan menghampirinya yang tak lain adalah Adrian.


“Mengapa anda terlihat bingung?” ucapnya datar.


Gadis itu kini tersadar dari lamunan dan merasa malu pada pria tampan yang berada di sampingnya sekarang.


“Maaf tuan ! ”ucapnya menahan malu. Aliran darah Cleo seakan mengalir lebih cepat.


Pandangan mata gadis itu seakan tak bisa berpaling ke arah lain.


“Perasaan apa ini Cleo? cobalah untuk tenangkan fikiranmu.”Hati kecilnya berkata.


Gadis itu hampir tak bisa mengkontrol perasaanya terhadap sang direktur.


Adrian menatap lama wajah Cleo. Ia seakan bingung dengan sikap gadis itu sekarang.


“Wajah apa yang ia tunjukkan padaku?” mencoba mengamati.


Untuk menjawab rasa penasaran, Ia langsung menepuk pundak Cleo.


“Ada apa denganmu? apa ada masalah?”Mencoba mengerti dengan keadaan gadis itu.


Tatapan Cleo