
Setelah mengetahui Claire akan di ajak keluar oleh Marcel, tiba-tiba Adrian tak memberi izin Claire untuk balik ke apartemennya.
Ia menyuruh Claire untuk menginap di tempatnya malam ini.
Tentu saja hal ini membuat Claire gugup dan merasa khawatir.!
Aku harus pulang dan tidak ingin tidur disini.!
"Jawab Claire. "
Kemudian Adrian menatap wajah Claire yang menolak untuk menginap di rumahnya.
Kamu sekarang tidak mempunyai pilihan.!
Tidur disini atau.......?
Atau apa Adrian.?
Tanya Claire yang seakan tambah gugup dengan perkataan Adrian yang terdengar seperti sebuah ancaman baginya.
Karena tak ingin berdebat, akhirnya Ia menyetujui untuk bermalam di apartemen Adrian itu.
Setelah itu, Adrian mengajak Claire untuk masuk kedalam kamarnya.!
Claire pun terkejut dan tak menyangka Adrian sekarang akan sekamar dengannya.!
Adrian langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang, sementara Claire hanya berdiri
di samping ranjang dan menatap Adrian.!
Kenapa kamu hanya berdiri disitu seperti orang yang bingung saja?
"Ucap Adrian. "
Aku harus tidur dimana?
"Tanya claire.?
Nggak mungkin kita tidur seranjang, ia kan?
"Jawab Claire. "
Apa yang tidak mungkin Claire,Adrian langsung menarik tangan gadis itu dan jatuh di atas tubuh Adrian.!
Adrian pun memeluk erat tubuh Claire .
Sekarang posisi Claire berada di atas tubuh Adrian, Ia berusaha melepaskan pelukan itu namun semakin Ia berusaha melepaskan, maka semakin erat Adrian memeluknya.
Kamu jangan coba menghindariku lagi.!
"Ucap Adrian yang merasa lucu dengan sikap Claire. "
Kamu jangan coba menyentuhku.!
"Ucap Claire. "
Namun Adrian tetap saja memeluk tubuh Claire, Ia seakan merasa hangat ketika menyentuh bagian tubuh dari gadis itu.
Semakin Claire berusaha melepaskan diri, maka semakin Adrian terpesona dan merasa bergairah dengan tingkah Claire.
Ia mengangkat tubuh Claire dan meletakkan di atas ranjang.
Claire seakan ingin lari dari itu, tapi wajah Tampan Adrian benar-benar menghipnotisnya.
Adrian pun menindih tubuh Claire, Ia seakan mengingat kejadian tadi yang belum selesai Ia lampiaskan.
Membuat hasrat Adrian untuk menggoda Claire semakin menjadi-jadi.
Ia mencium bibir dan kening Claire berulang kali.
Seakan Claire ingin menghindar namun sentuhan Adrian membuatnya terbungkam.
Adrian sengaja membuat Claire merasa gugup dan takut.
Ia melihat wajah polos claire yang mulai berkeringat dan ingin menangis.
Claire yang saat itu terbungkam, Ia tak tahu harus menghadapi Adrian.!
Ia seakan takut, karena ini adalah yang pertama baginya.!
Kamu tak perlu takut Claire.!
Aku tidak akan melakukan hal yang tidak kamu inginkan.!
"Ucap Adrian yang sedari tadi menahan tawanya. "
Aku akan melakukannya dengan perlahan.!
"Ucap Adrian yang semakin Menakut -nakuti Claire "
Apa kamu mau melakukan hal ini denganku?
"tanya adrian lagi."
Claire yang seakan menahan takutnya karena Adrian yang membuat Ia merasakan hal itu, terpaksa Ia langsung menangis dan menghindari Adrian.
Ia seakan ingin menendang Adrian agar bisa menjauh dari tubuhnya.
Kemudian Adrian berdiri dan tertawa sejadi-jadinya, karena melihat ekspresi Claire yang sangat polos itu seketika menangis dengan kencang.
Adrian tak percaya, jika Claire yang dewasa itu, kini terlihat seperti anak kecil yang lagi menangis.
Adrian pun segera mendekati Claire dan menghapus air matanya.
Ia benar-benar minta maaf pada Claire telah membuat gadis itu ketakutan setengah mati.
Ingin rasanya Ia berteriak dan memaki Adrian, namun bibirnya terbungkam karena Adrian menciumnya.
Seakan Ia merasa kesal dan tak akan memaafkan Adrian.
Claire mendorong dan menampar Adrian.!
Kamu memang benar-benar pria yang kurangajar.
"Ucap Claire dengan keras karena menahan amarahnya. "
Adrian sekalipun tak menghiraukan kata-kata Claire.
Adrian pun memeluk Claire. Ia berjanji tidak akan pernah melakukan hal itu lagi.
"Terima kasih Claire. "
Aku minta maaf sebelumnya, karena telah membuatmu merasakan ini.
Adrian melihat wajah Claire seketika pucat karena menahan kesal pada Adrian. Ia juga tak menyangka jika Claire akan bereaksi demikian.
Claire menangis dan memukul tubuh Adrian, seakan Ia melampiaskan kekesalannya pada Pria yang membuatnya menangis.
Adrian pun terlihat sangat sedih dan merasa bersalah, melihat gadis itu terus-terusan menangis.
Mungkin Ia kaget dan terkejut karena baru Adrian yang bertindak demikian padanya.
Agar suasana tak menjadi semakin panas, Adrian pun menarik tubuh Claire dan memeluknya.
Mereka pun tertidur pulas karena merasa lelah.
Ke-esokan harinya,
Adrian pun segera bangun dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Ia melihat Claire yang masih tidur pulas karena ke lelahan.
Adrian sengaja tak membangunkan gadis itu, Ia hanya menatap terus wajah gadis yang telah Ia buat menangis .
Adrian membuka jendela kamarnya, agar matahari bisa masuk ke dalam kamar.
Tak lama kemudian,Claire pun bangun dan melihat ke arah jam yang kini menunjukan pukul 07.00 pagi.
"Rupanya, aku ketiduran sampai lupa pagi. "
Seakan Claire ingin menangis tapi Ia masih sanggup menahannya.
Karena Ia teringat kembali perlakuan Adrian yang kelewatan itu.
Adrian pun sengaja mendekati Claire, Ia mengambil handuk dan menyuruh Claire untuk segera mandi.
Kamu tak perlu menangis Claire, aku sungguh minta maaf padamu.!
"Ucap Adrian sambil tersenyum. "
Ia membalutkan handuk ke tubuh Claire.
Ia seakan tak percaya telah membuat Claire takut dan menangis.
Adrian pun mengangkat Claire dan membawanya ke kamar mandi.
Claire menutup wajahnya ,Ia seakan sangat malu dengan kejadian malam itu.
Kenapa kamu menggendongku?
"Tanya Claire."
Aku mau menolongmu ke kamar mandi, pasti kamu kelelahan karena telah menangis semalaman.
"Ucap Adrian sambil tersenyum."
Ia pun mengangkat tubuh Claire menuju kamar mandi.
Sekarang kamu mandi ya Tuan Putri.!
"Ucap Adrian untuk membuat Claire tersenyum. "
Padahal Adrian telah selesai mandi, namun Ia seakan merasa bersalah pada gadis itu.
Karena dirinya, kini claire menjadi sedih karena perbuatannya.
Kamu kenapa disini?
"Tanya Claire?
Claire pun mendorong Adrian agar keluar dari kamar mandi.
Adrian pun keluar, sambil menunggu di ranjang.
Setelah selesai mandi, Claire pun masuk ke kamar untuk memakai baju.
Ia tak tahu, jika Adrian telah menuggunya di kamar.
Setelah menutup pintu kamar, Claire pun kaget.!
Ia melihat Adrian masih duduk di ranjang dan memandang Claire dengan penuh rasa bersalah.
Claire ingin berlari keluar, namun Adrian mencegahnya.
Ia menarik tubuh Claire dan akhirnya sampai di atas ranjang.
Ia bersujud di depan gadis itu dan meminta maaf agar Claire tak membencinya.
Kamu boleh pukul atau tampar aku Claire.!
Aku benar-benar menyesali perbuatanku.
Ia seakan tulus meminta maaf pada Claire.
"Aku benar-benar mengakui kesalahan dan perbuatanku yang sangat kurangajar itu.!
"Ucap Adrian lirih. "
Kamu mau kan memaafkanku Claire.!
"Ucap Adrian seakan memohon. "
Karena melihat ketulusan Adrian, akhirnya Claire pun memaafkan perbuatan Adrian itu.
Aku memaafkanmu,karena kita sama-sama manusia harus saling menghargai dan memaafkan.
Tapi mulai sekarang, kita tidak perlu bertemu satu sama lain.
"Ucap Claire sambil pergi ke kamar mandi lagi untuk memakai bajunya. "
Setelah itu, Ia pergi meninggalkan Adrian tanpa sepatah kata pun yang Ia ucapkan.
Tunggu kelanjutannya ya.... 😍😍