
Pernikahan mereka saat ini hanya berdasarkan formalitas. Sah secara hukum dan agama namun tak pernah berlaku seperti pasangan suami dan isteri selayaknya. Adrian tak pernah sekalipun menyentuh isterinya semenjak dari awal pernikahan. Ia tak memiliki rasa cinta pada Claire. Adrian menganggap pernikahan ini hanyalah sebuah pemaksaan dari orang tua mereka. Ia tak pernah sekali saja membuat isterinya bahagia. Apalagi tampilan Claire sangat kuno dan kampungan yang membuat seorang Adrian malu jika menyebut Claire sebagai isterinya. ia tak pernah sekalipun memperlakukan Claire layaknya isteri. Tak pernah bulan madu dan liburan semenjak pernikahan. Claire hanya terpaku di rumah dan tak bisa melakukan pekerjaan di luar rumah. saat ini Claire terlihat seperti pembantu di rumah suaminya sendiri. Haknya sebagai isteri tak pernah berlaku di rumah itu. Adrian sangat senang bila melihat gadis itu terluka. suatu kebahagiaan baginya bisa melukai hati gadis yang tak berdosa. Claire hampir menyerah dengan keadaan ini. Ia seakan ingin mengakhiri pernikahannya dengan Adrian. “ Sungguh hidupku sangat membosankan ! aku punya pendidikan tapi tak bisa melakukan pekerjaan di luar rumah.” Ucapnya sedih.
“Aku harus terkurung sepanjang hidupku di istana megah ini.” Sambungnya lagi.
Claire sangat membenci dengan kehidupannya sekarang yang tak bisa melakukan apa-apa.
Ia sangat tertekan dengan sikap Adrian yang tak mengizinkan ia bekerja di luar rumah. “Sungguh pria yang egois dan maunya menang sendiri.” Ungkapnya lagi. Tiba-tiba Adrian pulang. Ia melihat Claire yang sedang melamun.
“Apa yang di fikirkan olehnya?”ucapnya dalam hati.
Tak pernah sekali saja Adrian menyapa dengan lembut pada Claire. Ia hanya melakukan aktivitasnya sendiri tanpa menganggap kehadiran Claire. Jika melihat keadaan pernikahan yang seperti ini, tentu membuat semua orang sangat kasihan terhadap Claire. Kerja keras dan usahanya tak pernah dihargai oleh suaminya sendiri. Claire bertahan dengan pernikahan ini karena mengingat pesan ayahnya. Ia hanya menjalani sesuai perintah dari ayahnya. selama hidupnya, Claire tak pernah di perlakukan seperti ini.
“Sangat kejam dan tak punya perasaan !”kata hati gadis itu. Namun sejauh pernikahan mereka, Claire tak pernah sekalipun memiliki perasaan lebih terhadap Adrian. Ia hanya menganggap pria itu adalah laki-laki sombong dan dingin. Tak akan mungkin baginya untuk jatuh cinta dengan pria itu yang sekarang berstatus sebagai suaminya. Di rumah yang terlihat bak istana namun tak pernah di hiasi dengan kebahagiaan antara pasangan suami-isteri. Mereka sibuk dengan urusan masing-masing dan tak punya waktu untuk membicarakan tentang kehidupan mereka selanjutnya.
Hari ini perusahaan CNN Group merayakan keberhasilan mereka. Karena banyak para investor besar yang mau bekerja sama. Adrian selaku direktur utama sangat mengapresiasi hasil kerja keras para karyawan. Terutama bagian departemen keuangan yang banyak merekrut para investor besar. Malam ini Cleo dan rekan-rekannya mengadakan pesta minum di bar. Tak lupa mereka juga mengajak Adrian untuk merayakan keberhasilan mereka. karena semua orang mengharapkan agar sang direktur mau bergabung pada acara nanti malam. Dalam departemen itu, Cleo menjadi harapan mereka untuk membujuk tuan Adrian agar bergabung di pesta nanti malam.
“Kami mengharap kerja samamu Cleo. hidup kami bergantung padamu. Tolong ajak tuan Adrian agar mengikuti pesta nanti malam !” ucap salah satu karyawan.
Rupanya mereka sangat mengandalkan Cleo dalam hal ini. Karena sejauh ini hanya Cleo yang bisa mengajak sang direktur untuk berbicara. Mendengar permintaan dari teman kerjanya membuat Cleo sangat takut ajakannya di tolak oleh sang direktur.
“Aku sangat takut ajakanku di tolak oleh tuan Adrian !” ucapnya sambil mengernyitkan bibirnya.
“ Kami sangat yakin dengan kemampuanmu.” Jawab mereka sambil memohon. Akhirnya Cleo memenuhi permintaan mereka.
Pada saat pulang kantor, Cleo memberanikan diri untuk menyapa Adrian. “ Tuan.” Ucap Cleo dengan nada perlahan.
Kemudian langkah Adrian terhenti seketika. “Iya, ada apa?” jawabnya datar.
Cleo segera memberitahu maksud dan tujuannya pada sang direktur.
“ Bolehkah tuan menghadiri undangan kami untuk pesta malam ini ?”masih dengan nada gugup.
“ Aku akan memikirkan ajakanmu !” jawabnya singkat.
“ Ini bukan undangan pribadi, tapi divisi kami sedang merayakan keberhasilan yang di capai.” Mencoba menjelaskan.
“Baiklah, kebetulan aku tak punya acara jadi akan bergabung dengan kalian.” Jawabnya sambil meninggalkan Cleo.
Mendengar jawaban sang direktur membuat Cleo sangat senang dan tak bisa berkata apa-apa. Undangan divisi mereka di terima oleh tuan Adrian. Suatu kebanggaan bagi departemen mereka. Selama ini belum ada satu karyawan yang berhasil mengajak direktur untuk bergabung dengan mereka. Tapi kali ini Cleo berhasil memenangkan pertarungan ini. Para karyawan lain sangat cemburu dengan keahlian Cleo yang mampu membuat sang direktur luluh. Akhirnya Cleo menyampaikan berita bahagia ini pada rekan-rekan kerjanya.
“Tuan Adrian akhirnya mau menghadiri undangan kita nanti malam.” Ucap Cleo tersenyum. Para karyawan memuji Cleo dan menganggap sebagai dewi penyelamat bagi mereka.
Ini benar-benar di luar dugaan Cleo. “Aku tak menyangka direktur mau menghadiri perayaaan bagian divisi kami.” Ucapnya dalam hati.
Cleo tak sabar lagi ingin melihat wajah tampab Adrian nanti malam. Hingga waktu yang di nanti telah tiba, Cleo berdandan secantik mungkin untuk menyambut kedatangan direktur. Mereka pergi ke salah satu club malam untuk perayaan. Tampak semua orang telah berkumpul dan menunggu kedatangan direktur. Tiba-tiba seorang pria tampan muncul dengan menggunakan baju sweater lengan panjang dan celana jeans. Sungguh penampilan yang biasa saja tapi terlihat sangat tampan. Semua karyawan tak berkedip menatap Adrian yang memakai baju tak resmi tapi tetap terlihat tampan. Selama ini mereka hanya melihat tampilan Adrian menggunakan jas. Tapi kali ini Adrian benar-benar terlihat berbeda. Cleo sendiri sampai tak bisa berkata apa-apa kala melihat bosnya itu. Perasaan cinta Cleo semakin menjadi-jadi. Ia sangat jatuh hati pada sang direktur. Hingga tiba mereka merayakan dengan acara minum-minum. Semua orang disitu wajib untuk minum tanpa terkecuali. Cleo adalah gadis yang tak biasa minum alkohol, namun malam ini mengharuskan ia untuk minum bersama rekan kerjanya. Ia pun berfikir dan takut jika mabuk bisa saja membuatnya kehilangan kendali pada sang direktur.
“B**agaimana aku bisa minum alkohol ini sekarang? jika aku mabuk takutnya aku tak bisa mengontrol perasaanku pada presdir.”Ungkapnya dalam hati.
Cleo masih dengan perasaan khawatir namun ia mencoba tetap tenang dengan keadaan ini. Cleo juga tak ingin membuat rekan-rekan kerjanya kecewa. Dengan terpaksa ia harus minum alkohol itu. “Ayo dewi penyelamat habiskan minumanmu !” ucap teman-temannya.
Cleo akhirnya menghabiskan alkohol itu tanpa ada yang tersisa. Adrian mengetahui jika Cleo tak bisa minum alkohol namun ia tak mencegahnya. Tak lama kemudian wajah Cleo tampak merah. Rupanya gadis ini telah mabuk berat. Acara telah berakhir. Semua teman-temannya telah pulang dalam keadaan mabuk. Cleo masih dalam keadaan mabuk. Ia menatap wajah Adrian dan mengungkapkan isi hatinya pada sang direktur.
“Aku sangat menyukai anda pak presdir ! dari wajahmu sampai kakimu dan seluruh tubuhmu aku sangat menyukainya.” Ungkapnya sambil menatap Adrian.
Setelah mengungkapkan isi hatinya, tiba-tiba Cleo tertidur sambil memeluk Adrian. Mendengar hal itu membuat Adrian tersenyum pada gadis itu.
“Tak menyangka ia punya perasaan terhadapku.”Ucapnya dalam hati.
kemudian ia langsung mengantar Cleo pulang ke rumahnya. Gadis ini terlihat sangat mabuk tapi masih sedikit sadar.
Keesokan harinya Cleo pergi ke kantor seperti biasanya. Gadis ini tak sadar dengan apa yang di ucapkan tadi malam.
Tiba-tiba sampai kantor ia bertemu dengan Adrian tanpa merasa canggung. Adrian paham jika Cleo tak menyadari apa yang terjadi semalam.
“Mungkin ia tak menyadari kejadian semalam.wajahnya terlihat biasa seperti tak pernah terjadi apa-apa.” Ungkapnya dalam hati.
Rupanya saat ini Adrian sangat penasaran dengan Cleo. Ia mulai memperhatikan gadis cantik itu. Tiba-tiba Cleo menyapa.
“Pagi pak ?”ucapnya.
Adrian tak membalas sapaan Cleo. Ia hanya memberikan senyuman pada gadis itu dan meninggalkannya.
“Apa aku harus mengajaknya makan malam?”ungkapnya dalam hati.
Saat ini perasaan Adrian sangat penasaran pada sosok Cleo. Ia tak pernah memikirkan seseorang sebelum ini. Termasuk isterinya sendiri yaitu Claire. Untuk menjawab rasa penasarannya, Adrian mengajak Cleo untuk keluar makan malam bersamanya. Ajakan sang direktur tentu membuat Cleo sangat bahagia dan tak percaya ini akan terjadi begitu cepat.
“Apa aku sedang bermimpi?sang direktur mengajakku makan malam bersamanya.” Ungkapnya dalam hati.
Cleo pun tak sabar menanti malam. Adrian mulai bersiap-siap dan berpakaian rapi untuk bertemu Cleo. Ia tak pernah pamit pada isterinya jika keluar rumah. Claire pun tak ingin bertanya pada Adrian. Karena ia sadar jika Adrian tak menganggapnya sebagai isteri. Adrian pergi begitu saja tanpa memikirkan kehadiran Claire. Tiba-tiba mobilnya melaju dan pergi ke salah satu restoran tempat mereka janjian. Rupanya Cleo telah datang lebih dulu dari Adrian. penampilan Cleo sangat cantik malam ini. Ia membuat seorang Adrian kagum dengan kecantikan dan kecerdasannya. Adrian pun terlihat sangat tampan seperti biasanya. Keduanya terlihat sangat senang dengan acara makan malam ini. Mereka tampak seperti sepasang kekasih yang sangat romantis.