
Setelah selesai jogging,Claire pun segera pergi meninggalkan mereka berdua dan lebih memilih balik ke Apartemen.
Saat ini,Adrian dan Cleo telah tinggal bersama. Cleo sengaja pindah ke tempat Adrian,karena Ia khawatir Adrian akan berpaling darinya.
Sampai Apartemen,Claire membersihkan dirinya dan segera mandi.
Selesai mandi,Ia duduk santai seperti biasa di ruang tamu untuk beristirahat sejenak.
Tiba-tiba suara bel berbunyi.!
Ting nung....ting nung.....!
Claire berlari membuka pintu.!
Ia sangat terkejut,ternyata orang itu adalah Marcel.!
Ia terkejut,karena sebelumnya tak memiliki janji temu bersama Marcel.
Marcel dengan memakai baju warna hitam lengan panjang dan celana jeans menambah ketampanan dari seorang Marcel.
Claire sendiri tak bisa pungkiri,jika Marcel memang Pria yang tampan.
Selain tampan,Ia juga adalah Pria yang baik dan Kaya.
Namun begitu,Marcel tak pernah Sombong dan selalu bersikap baik terhadap Claire.
Sikapnya berbalik dengan Adrian,si Pria yang super Angkuh dan Sombong.
Lanjut cerita....
Claire pun segera menyuruh Marcel masuk.!
Ayo masuk.!
"Ajak Claire."
Baik Tuan Putri.
"Jawab Marcel menggoda."
Claire pun tersenyum mendengar Marcel memanggilnya Tuan Putri.
Mereka pun berbincang-bincang dan tertawa satu sama lain. jika di lihat,Marcel sangat berbeda jauh dari Adrian yang super Sombong itu.
Marcel rupanya sangat mengerti cara memperlakukan wanita dengan baik di banding Adrian.
Claire pun terlihat sangat bahagia jika bersama Marcel,dan itu membuat Marcel sangat nyaman bila di dekat gadis ini.
Kenapa tiba-tiba kesini cel?
"Tanya Claire."
Iya,aku sepertinya rindu denganmu jadi aku memutuskan kesini.
"Jawab Marcel sambil tersenyum."
Biasanya kalau kesini pasti kamu mengabariku, "Ucap Claire."
Iya maaf kalau aku mengganggu waktumu,"jawabMarcel."
Ya ampun cel,aku malah senang kalau kamu bisa mampir kesini.!
"Ungkap Claire."
Marcel pun tersenyum mendengar jawaban Claire.
Kalau tahu kamu kesini,Aku pasti masak buat kamu, jadi kita bisa makan sama-sama.
Kamu tak perlu khawatir.!
Jika tak keberatan, aku mau masak buatmu sekarang. "Ucap.Marcel."
Claire pun tak keberatan jika Marcel memasak untuknya.
Marcel mulai memandang Claire sejak saat mereka keluar makan malam.
Jantung Marcel yang biasa detakkanya kini tiba-tiba berubah menjadi cepat bila berada di samping gadis ini.
Sehingga Marcel merasa kalau Claire benar-benar telah membuatnya jatuh hati.
Marcel adalah Pria yang susah untuk di dekati,dan juga Ia adalah Pria yan tidak mudah jatuh cinta pada seorang wanita.
Tapi kali ini suatu perkara yang lain,Ia sangat bahagia jika berada di samping gadis ini.
Marcel selalu ingin dekat dengan Claire,tapi sampai saat ini Claire tak menyadarinya.
Setelah selesai memasak,mereka pun makan bersama.
Masakan kamu enak juga yah.!
"Claire memuji."
Marcel hanya tersenyum mendengar Claire memujinya.
Setelah selesai makan,Mereka pun ke ruang tamu untuk istirahat sejenak.
Claire lupa merapikan tempat belajarnya yang biasa Ia gunakan untuk menggambar desain baju yang baru,Kemudian tak di sengaja Marcel melihat gambar yang di buat oleh Claire.
Rupanya Marcel sangat memahami tentang desain,dan Ia sangat takjub dengan gambar yang di buat oleh gadis ini.
Gambar kamu bagus Claire,Kenapa kamu tidak merekomendasikan di Perusahaan Fashion tentang desainmu ini?
"Tanya Marcel."
Claire seperti salah tingkah mendengar ucapan Marcel.
Iya cel, nanti kalau ada kesempatan aku akan coba, "Jawab Claire singkat."
Claire pun segera membuka pintu,dan Ia pun sangat kaget.!
Ternyata orang itu adalah Adrian,Ia sengaja datang karena sedari tadi Adrian melihat tanpa sengaja Marcel ke tempat Claire.
Ia hanya memastikan dan mencari tahu apa yang sedang mereka lakukan.!
Setelah pintu terbuka,Marcel tanpa bicara Ia langsung masuk ke dalam Apartemen Claire.
Ia melihat seorang Pria yang sedang duduk di ruang tamu sambil menonton,Pria itu tak lain adalah Marcel.
Betapa geram Adrian melihat Marcel yang sedang duduk menonton,Ia langsung pergi menyapa Marcel dengan wajah datar.
Mengapa kamu kesini?
"Tanya Adrian."
Marcel pun hanya tersenyum dan menjawab Pertanyaan Adrian dengan santai.
"Aku sedang merindukan gadis ini jadi aku kesini."
"Jawab Marcel tersenyum."
Adrian semakin kesal mendengar jawaban dari Marcel,Ia ingin sekali memukul Pria itu,tapi itu tidak akan mungkin.
Akan kelihatan aneh jika Ia bertingkah seperti itu,Apalagi dia dan Claire tak memiliki suatu hubungan.
Claire pun menyusul Adrian dengan langkah perlahan,Ia rupanya sedang melihat Adrian dan Marcel sedang bercakap-cakap.
Ia sangat Penasaran,dan akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan kedua Pria tampan itu.
Claire Mencoba untuk tak menghiraukan Adrian,Ia hanya fokus menatap Marcel.
Adrian semakin tambah kesal melihat tingkah Claire itu,namun Marcel terlihat bahagia karena Claire sangat terlihat menggemaskan jika Ia menatap Marcel terus seperti itu.
Adrian pun mencari cara agar Claire tak terlalu lama menatap Marcel,Ia pun menyuruh Claire mengambilkan Ia minuman dingin.!
Segera ambilkan aku minuman dingin,aku sangat haus.!
"Perintah Adrian seperti biasanya."
Adrian menyuruh Claire dengan wajah yang menunjukkan kekesalan.
Claire pun menahan Amarahnya ketika Adrian menyuruh Ia dengan nada memerintah.!
Ia seperti seorang Raja,sesuka hati memerintah orang,Padahal ini kan rumahku.!
"Batin Claire merintih."
Ia pun segera mengambilkan Adrian minuman dingin.
Setelah itu,Claire memberikan minuman itu pada Adrian tapi tak berani manatapnya.
Adrian yang saat itu mengambil minuman yang di berikan Claire dengan menunjukkan wajah yang penuh amarah.
Rupanya sekarang Adrian sedang cemburu,Tapi Ia tak menyadari hal itu.
Ia dengan spontan langsung membuang beberapa lembar uang di atas meja, Ia rupanya memberikan gaji Claire yang belum sempat Ia ambil waktu itu.
Ini semua gaji kamu waktu jadi pembantuku,
mulai sekarang kamu tak usah datang lagi karena sudah ada Pacarku Cleo yang mengurus semua keperluanku.
"Ucap Adrian dengan kesal."
Marcel hanya terdiam menyaksikan tingkah Adrian itu,Rupanya Marcel sangat mengerti kondisi Adrian sekarang yang lagi cemburu pada Claire dan dirinya.
Marcel dengan spontan merangkul Claire di depan Adrian,Ia mengatakan pada Claire untuk mengambil uang itu dan menyuruh Claire berhenti menjadi Pembantu.
Sekarang kamu tak usah bekerja lagi dengannya,aku akan segera mencarikan Pekerjaan yang sesuai dengan kemampuanmu. "Ucap Marcel."
Marcel mengucapkan itu sambil menatap dengan lembut wajah cantik gadis itu.
Claire pun menatap Marcel dengan penuh tanda tanya.!
Wajah Adrian semakin memanas ketika menyaksikan Claire dan Marcel saling menatap lembut satu sama lain.
Claire dan Marcel masih terbuai dengan tatapan satu sama lain tanpa memperdulikan Adrian yang sekarang lagi di depan mereka.
Marcel pun tanpa sadar mengungkapkan isi hatinya pada Claire,Ia seakan terbawa suasana yang sekarang benar-benar terlihat dramatis. Ia mengungkapkan Perasaannya tanpa memperdulikan Adrian disitu.
Claire,aku sangat berharap kamu bisa menjadi gadisku, aku berjanji akan menjagamu setiap waktu dan akan selalu membahagiakanmu setiap hari tanpa membuatmu kecewa dan meneteskan air matamu. kamu adalah wanita yang bisa membuatku nyaman dan tenang,berada di sampingmu membuatku bahagia.
Aku mohon,jadilah pacarku.!
"Ucap Marcel sambil memegang tangan Claire."
Ia menatap Claire dengan penuh kesungguhan,Ia sangat berharap gadis itu mau menerimanya.
Claire pun masih tak tahu harus berbuat apa,Ia sepertinya kaget dengan ungkapan Marcel itu yang secara tiba-tiba dan membuatnya bingung.
Namun dengan melihat Adrian yang sekarang dengan wajah penuh amarah,Claire sengaja menerima Marcel sebagai Pacarnya di hadapan Adrian.
Ia sengaja melakukan itu karena mau membuktikan pada Adrian jika ada juga Pria tampan dan kaya yang akan mau menjadi kekasihnya,agar Adrian tak lagi merendahkan dan selalu menghinanya.
Iya cel aku mau, "Jawab Claire."
Adrian tak tahan lagi jika terus berada lama-lama disitu,akhirnya Ia pun pergi meninggalkan Claire dan Marcel dengan wajah yang penuh Amarah serta terbakar api cemburu.
Claire mempunyai alasan yang jelas untuk menerima Marcel. selain baik,Ia juga tampan dan Kaya tapi tak Sombong seperti Adrian.
Jadi Ia tak punya cukup alasan untuk menolak Marcel yang Tampan dan juga baik itu.
Mereka pun akhirnya saat itu menjadi seorang pasangan kekasih,Marcel pun sangat bahagia dan tak menyangka Claire mau menerimanya sebagai pacar.