
Pernikahan adalah salah satu impian bagi setiap orang. apalagi bisa hidup bersama dengan orang yang sangat dicintai. perjanjian perjodohan antara kedua orang tua membawa Claire dan Adrian terikat dalam satu ikatan pernikahan tanpa di dasari dengan cinta. itulah perjalanan baru yang akan menanti mereka. pernikahan yang banyak lika-likunya dari awal perjodohan sampai ke pelaminan. sampai disitu belum berakhir, ini merupakan awal dimana kisah pahit akan dimulai.
Pertunangan yang dilaksanakan minggu kemarin sangat membawa kesan buruk bagi Adrian. ia rasanya tak sanggup bila hidup berdampingan dengan wanita itu. tapi apalah daya, ia harus mengikuti perintah dari ayahnya. sebuah perjodohan tanpa di dasari dengan cinta adalah awal dimana pria ini membuat hidup Claire sangat tersiksa.
Setelah pertunangan dilaksanakan, kini tinggal menunggu hari Claire dan Adrian akan menapaki kehidupan berumah tangga. orang tua dari keduanya sangat antusias menunggu pernikahan anak mereka. keduanya ingin segera diberikan cucu oleh Adrian dan Claire.
Claire tak pernah keluar kamar, ia masih sangat sedih dengan keputusan ayahnya yang mempercepat pernikahannya dengan Adrian. ia merasa ingin berteriak untuk melampiaskan amarahnya. “ bagaimana mungkin seorang ayah dapat memaksa putrinya untuk menikahi pria yang berhati dingin seperti itu?” ucap Claire kesal. ia kemudian teringat pada almarhuma ibunya.
“Ibu ! jika engkau masih disini pasti semuanya akan baik-baik saja.” tambah Claire. ia pun menangis karena mengingat ibunya yang sudah berpulang ke pangkuan ilahi.
Tiba-tiba ayahnya datang dan mendapati putrinya yang sedang menangis. sebenarnya Harvey tak tega melakukan hal yang demikian. tapi ini dia lakukan untuk kebaikan putrinya. “ayah tahu ! kamu tak suka dengan keputusan ini. tapi ayah yakin suatu saat kamu akan mengerti dengan keputusan yang telah kami buat. ayah yakin kau akan hidup bahagia dengan keluarga itu.” ucapnya dengan wajah yang terlihat sedih.
Claire pun merasa tenang dengan ucapan ayahnya. “baik ayah, aku akan menikahi pria itu.” jawab Claire.
Mendengar ucapan putrinya membuat harvey merasa sangat tenang. akhirnya Claire bisa memahami kecemasan ayahnya itu.
Adrian masih sangat kesal dengan perjodohan itu. ia menahan amarahnya pada gadis itu. dia merasa bahwa takdirnya sangat sial bila menikahi Claire. tampaknya ia masih larut dalam amarahnya. tiba-tiba ayahnya muncul dan menyampaikan jika pernikahan mereka akan dilaksanakan secepatnya. “ayah ingin pernikahanmu harus dilaksanakan minggu depan. ayah tak ingin terlalu menunda lebih lama lagi. ayah harap kamu bisa segera memberikan ayah seorang cucu yang cantik dan tampan.” ucap ayahnya.
Mendengar hal itu, membuat Adrian sangat kaget dan tak bisa berkata apa-apa lagi. sepertinya ini adalah sebuah perintah yang harus ia laksanakan secepatnya.
“Ada apa dengan ayahku? mengapa ia mempercepat pernikahanku? ada apa dengannya? bagaimana aku bisa memberinya cucu ?sedangkan mencintai gadis itu aku tak bisa.” batin Adrian merintih.
Adrian seakan sulit bernafas karena mendengar ucapan ayahnya. sepertinya ia harus menerima takdirnya untuk berjodoh dengan wanita pembawa masalah bagi hidupnya.
Seperti biasa, Adrian pergi ke kantor. wajahnya masih terlihat sangat kesal. rupanya ia masih memendam amarahnya yang belum ia keluarkan. para karyawan menjadi sasaran dari amarahnya. ia tak bisa mengontrol emosinya yang naik turun. Adrian sengaja mencari kesalahan para karyawan agar bisa melampiaskan amarahnya. ia pun tak sadar dengan apa yang di ucapkannya. ada seorang karyawan wanita yang terlihat ketakutan karena dibentak oleh Adrian.“Apa kamu senang menikahiku? jangan harap aku akan membuat hidupmu nyaman !” ucap Adrian pada salah satu karyawan. rupanya Adrian terbawa oleh suasana tentang perjodohannya. semua orang melihat Adrian dengan penuh tanda tanya. mereka tak mengerti apa yang membuat seorang Adrian sangat kesal.
“Ada apa denganku ? mengapa aku bertindak bodoh di depan karyawan?” Adrian menyalahkan dirinya yang tak bisa menahan amarahnya. ia sadar, seharusnya kata-kata itu ia ungkapkan pada gadis pembawa masalah itu. tapi ia tak punya kesempatan untuk melakukan hal itu. jadi sasaran amarahnya dilampiaskan pada karyawan.
Harvey dan Albert sangat antusias menyambut pernikahan anak mereka yang tak akan lama lagi dilaksanakan.“ aku sangat bahagia menunggu momen sakral ini.” ucap Albert. Harvey pun membenarkan kata sahabatnya itu. “iya, aku juga berharap mereka bisa saling menjaga satu sama lain. dengan begitu aku akan senang melepas putriku.” jawab Harvey.
“Kamu tak perlu cemas pada Claire, aku yakin Adrian adalah laki-laki yang bertanggung jawab. ia akan menjaga putrimu dengan baik.” tambah Albert.
“Iya, aku juga berharap hal yang demikian. aku mempercayakan Claire sepenuhnya pada Adrian.” ungkap Harvey.
“Suatu saat mereka akan saling mencintai satu sama lain seiring berjalannya waktu.” berbicara lagi.
Akhirnya kedua orang tua itu saling berpelukan dan mendoakan kebahagiaan untuk keduanya. Harvey dan Albert telah mempersiapkan semua yang di butuhkan pada acara pernikahan anak mereka. Claire dan Adrian tinggal menunggu waktu untuk melangsungkan ikatan pernikahan. banyak tamu dan undangan yang akan hadir, terutama dari para pengusaha, pejabat, dan para karyawan kedua perusahaan tersebut.
Setelah menunggu cukup lama, akhirnya waktu pernikahan telah tiba. hari ini tepatnya hari senin, Claire dan Adrian akan melangsungkan ijab kabul. keduanya tampak gugup menunggu momen sakral ini. Claire yang nampak anggun dengan kebaya berwarna putih. Adrian pun sangat tampan dengan jasnya. kedua wajah mereka tampak berseri. Claire sebisa mungkin menutupi kesedihannya agar tak terlihat oleh orang banyak. begitupun Adrian yang tampak menahan amarahnya namun mencoba untuk tersenyum. setelah proses ijab kabul, akhirnya mereka telah resmi menjadi pasangan suami isteri yang sah. kedua orang tua mereka pun sangat lega karena menyaksikan proses ijab kabul yang sakral. mereka mendapat nasehat dari penghulu serta dari orang tua masing-masing.
“Sekarang Claire sudah menjadi isterimu. perlakukan dia sebaik mungkin. jangan sakiti dia, jagalah ia seumur hidupmu.” ucap Harvey.
Mata harvey tampak berkaca-kaca. ia sangat menyayangi putrinya itu. selama ini ia selalu hidup bersama Claire, tapi saat ini ia harus rela melepaskan Claire untuk menjalani kehidupan rumah tangganya yang baru.
Kini mereka telah sah sebagai pasangan suami isteri. namun acara akan disambung sampai malam hari nanti. mereka akan mengadakan acara resepsi pernikahan yang akan dilaksanakan di gedung mewah. resepsi ini di hadiri oleh banyak orang yang tergolong dari kalangan pejabat, pengusaha, dan para karyawan mereka. Claire yang tampak anggun menggunakan gaun berwarna putih yang dibuat oleh desainer terkenal. Adrian pun demikian, ia sangat tampan menggunakan jas berwarna hitam. sungguh pemandangan yang sangat indah jika dilihat. keduanya tampak serasi. seorang wanita cantik duduk berdampingan dengan pria yang sangat tampan bak seorang pangeran. acara pernikahan itu terlihat sangat meriah. pada saat acara inti, pembawa acara menyuruh agar mereka saling berciuman satu sama lain. Claire yang tampak gugup, ia rasanya sangat canggung melakukan hal itu di depan umum. Adrian pun tanpa berfikir panjang ia langsung mencium bibir Claire yang sekarang menjadi isterinya. seakan keduanya terlarut dalam ciuman itu.