
Definisi kyline tentang kegiatan kali ini.
Canggung.
Sungguh ia sangat canggung dengan pemuda dibelakangnya yang sedari-tadi mengikutinya tanpa mengatakan sepatah kata-pun.
Ingin rasanya Kyline memaki-maki pemuda itu yang hanya diam saja.
Tiga jam mereka berjalan dengan suasana canggung hingga akhirnya sampai didekat semak-semak berduri.
Kyline mengerutkan keningnya ketika dari arah sampingnya terdengar teriakan seorang gadis.
"Aaaaaaaaaa!! jauhkan hewan itu dari jangkauan ku jauhkannnn!!"
Kyline yang mendengar teriakan itu lantas mendatangi asal suara.
HAH?
Kyline mengerutkan keningnya. Ia bingung harus terkejut atau tertawa melihat seorang gadis sedang bergelayutan dibadan seorang pemuda yang sedang tertawa terbahak-bahak melihat sang gadis sedang menjerit.
"Luar biasa idiot." sahut suara dengan nada datar dari arah belakang Kyline.
Kyline sampai lupa ia sedang bersama seorang pemuda.
Sedangkan sang gadis masih menjerit-jerit melihat seekor kumbang sedang menari-nari didekat kakinya.
Pemuda dibelakang kyline berdecak malas mendengar teriakan gadis itu tidak henti-hentinya.
Dari jari telunjuknya pemuda itu mengeluarkan api lalu meyentil api itu kearah kumbang, seketika kumbangnya hangus menjadi debu.
Sontak gadis dan lelaki itu langsung terdiam.
mereka menoleh kearah asal api yang membakar kumbang itu.
Gadis yang sedang bergelayutan ditubuh seorang pemuda itu langsung tersadar dan meringis pelan. "Terima kasih banyak."
Kyline bingung dengan gadis itu kenapa dia tidak mengeluarkan elemen sihirnya untuk mengusir kumbang itu?
Sedangkan pemuda dibelakang Kyline memasang wajah datar lalu menarik tangan Kyline ke tempat tanaman yang tadi ingin ia ambil.
Sontak Kyline membulatkan matanya melihat tangannya ditarik dengan cepatnya.
"Hei lepaskan!" Kyline menarik tangannya yang sedari tadi ditarik-tarik.
Pemuda itu langsung menghentikan langkahnya lalu melepaskan genggamananya seraya menoleh kearah Kyline. "Siapa nama lo?"
"Tereria Kyline." Sahut Kyline dengan nada datar.
"Oke ria. Cepat ambil tanaman itu. Lo gamau kan si-gendut ngoceh-ngoceh?"
Si-gendut?
Kyline sungguh tidak terlalu mengerti bahasa yang digunakan pemuda itu. ia pernah mendengar percakapan antar manusia tapi tidak terlalu diperdalamnya gaya bahasa itu.
"Siapa kamu nyuruh-nyuruh?"
Sontak pemuda itu menaikan sebelah alisnya lantas berjalan mendekat kearah Kyline.
Sedangkan Kyline yang melihat pemuda itu mendekat hanya menatap balik iris matanya yang tidak terbaca olehnya.
Semakin dekat hingga hanya sejengkal dari wajah Kyline.
Kyline membulatkan matanya melihat pemuda itu sangat dekat dengan dirinya.
Wangi pemuda dihadapannya sangat tercium di hidungnya. wangi pemuda itu membuatnya sedikit tercengang.
Kyline pikir pemuda itu akan menantangnya untuk berduel, Sungguh tidak disangka-sangka.
"Muka lo merah." kalimat dengan nada santai itu membuat Kyline ingin menghilang saat ini juga.
BUNDAA KYLINE MALUU.
"Ckckck, baru ditatap gitu aja muka lo udah merah? gimana gue cium?" pemuda itu menggelengkan kepalanya pelan.
Kyline semakin membulatkan matanya mendengar ucapan pemuda dihadapannya.
Pemuda itu tersenyum miring dan melanjutkan langkahnya, meninggalakan Kyline dibelakang yang masih membeku.
SUDAH CUKUP!
Ntah sejak kapan Kyline selalu tidak berkutik dihadapan pemuda ini.
Dengan tangan yang mengepal hebat ia mengulurkan tangan kanannya kedepan, lalu muncul tombak es yang runcing. Digenggamnya tombak itu lantas dilemparnya ke pemuda yang ada didepannya.
Kecepatan tombak itu membuat angin ikut serta mengikutinya.
Sedangkan pemuda didepannya masih santai memetik tanaman yang dibutuhkan tanpa menoleh kebelakang.
pemuda itu membalikan tubuhnya menatap gadis yang masih diam dengan mata tertuju kearahnya dengan pandangan dingin.
"Gue gatau tujuan lo masuk academy ini untuk apa. Tapi..." tiba-tiba dengan kecepatan seperti cahaya pemuda itu sudah berada tepat dihadapan Kyline, ia memposisikan tubuhnya sejajar dengan Kyline.
"Lo cukup menarik." pemuda itu tersenyum miring menatap Kyline.
Kyline masih menatap pemuda didepannya dengan pandangan dingin. "Siapa kamu sebenarnya?"
Kyline tau tidak sembarang orang bisa menghancurkan tombak yang bahkan harus dengan mantra untuk menghancurkannnya.
Tapi pemuda didepannya bahkan tidak membalikan tubuhnya lantas tiba-tiba tombaknya hancur berkeping-keping. Kyline sebenarnya cukup terkejut cuma ia tidak menunjukannya.
"Jadi secara galangsung, lo ngajak gue kenalan ya?" Pemuda itu terkekeh pelan lalu menjauhkan wajahnya dari Kyline.
Pemuda itu menyodorkan tumbuhan yang baru dipetiknya ke arah Kyline.
Lantas Kyline mengambil tumbuhan itu lalu melototkan matanya "kau..!!"
"Aistan Lux Orfeus, catet ya di otak kecil lo ini." Pemuda itu berkata sembari menyentuh jidat Kyline dengan telunjuknya.
Lalu pemuda itu membalikan badannya dan berjalan menjauh dari Kyline.
Kyline tercengang hingga tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari bibir mungilnya.
Baru pertama kali ia menemukan pemuda seperti ini di hidupnya.
"Sepuluh menit lagi jam makan siang, kalo lo masih disitu siap-siap kena amukan si-gendut." pemuda itu masih terus berjalan tanpa menoleh kearah Kyline.
Kyline tersentak lantas melanjutkan langkahnya dengan geram.
Pemuda didepannya benar-benar membuat Kyline ingin mengubahnya menjadi tengkorak untuk dijadikan pajangan didepan pintu kastilnya.
Kyline tak akan menceritakan kejadian ini ke guardiannya, ia tidak boleh selalu tergantung kepada guardiannya.
Jika kyline terluka, guardiannya akan tau karena darah mereka sudah bercampur jadi satu.
Jadi Kyline tidak terlalu khawatir tentang keadaan kedepannya.
...****************...
"Baik anak-anak! Karena sudah mau jam makan siang, Kita akan kembali ke kelas!" Ms.Jeje menghentakan kakinya lantas portal pun terbuka.
Mereka mulai masuk satu persatu.
Ms.Jeje mengerutkan keningnya, sepertinya ada yang kurang tapi apa?
Karena umur Ms.Jeje sudah tidak muda lagi ia masih suka melupakan sesuatu.
Lantas ia mengetuk-ngetukan sepatunya ketanah mencoba mengingat apa yang ia lupa.
"Ah iya mungkin aku melupakan guardianku yang tertinggal dikamar." Ms.Jeje terkekeh pelan lantas menutup portalnya.
Sedangkan Kyline yang baru sampai dilapangan mengerutkan dahinya bingung.
Kenapa sepi sekali?
"Kita ditinggal, mereka udah balik ke kelas semua." Sahut suara dari arah belakang Kyline.
"Yang benar saja?!" Kyline mendengus kesal karena tertinggal.
Sedangkan pemuda itu hanya acuh. "lo tetep disini apa mau ikut gue?" Pemuda itu menyandarkan tubuhnya dipohon lalu bersedekap dada.
Kyline berbalik badan lalu menatap pemuda itu.
Kyline bisa saja balik langsung ke kamarnya lalu bilang ke Ms.Jeje bahwa ia tertinggal, tapi ia masih penasaran dengan pemuda dihadapannya.
Mereka bertatap-tatapan cukup lama.
"Hmm, oke." Kyline langsung mengalihkan pandangannya kesamping, memutus kontak mata dengan pemuda didepannya.
Lalu pemuda didepannya mengucapkan mantra pelan sekali, bahkan Kyline hanya bisa melihat gerakan bibirnya saja tidak mendengar suaranya.
Lantas muncul portal dihadapan pemuda itu.
"Cepet masuk sini." pemuda itu langsung masuk kedalam portal.
Kyline yang berada dibelakangnya mengerutkan keningnya bingung.
Portal ini menuju kemana?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jangan lupa tinggalkan jejak ya🤞🏻