Me And Myguardian

Me And Myguardian
Reinaldo Zachery Oliver.



Siapa dia berani menyentuhku!


Lelaki dihadapan Kyline tersenyum miring melihat tangannya dihempaskan begitu saja.


"Ouh, aku ditolak sebelum berjuang, menyedihkan sekali." ucap lelaki itu dengan nada sedramatis mungkin.


"Aku tidak ada urusan apapun dengamu!"


"Aku hanya ingin berkenalan tidak lebih. tapi, jika ingin lebih tidak masalah." lelaki itu mengedipkan sebelah matanya kearah kyline.


"Minggir!" Kyline berkata dengan nada datarnya.


"Ayolah, jarang sekali aku meminta berkenalan dengan wanita di academy ini."


"Aku tidak peduli!"


"Minggir! kalian menghalangi jalanku." Suara seseorang mengintruksi mereka semua.


Sontak lelaki yang menghalangi jalan kyline menepi secara cepat. ia sangat hafal betul suara siapa yang berbicara. ia tidak ingin berurusan dengannya.


"Maafkan hamba yang mulia, silahkan lanjutkan perjalanan anda yang tertunda." Lelaki itu membungkukan setengah tubuhnya kearah seseorang yang memandang mereka dengan datar.


"Apa kau tidak ada pekerjaan lain Arlan? Selain mengganggu murid baru?"


"Hamba hanya ingin berkenalan dengan murid baru ini." elak lelaki itu dengan menunjuk kearah Kyline yang sedari-tadi hanya diam saja.


Seketika pandangan lelaki itu beralih kearah kyline.


Dia lagi?


Memang ia akui paras wanita didepannya ini cantik bahkan sangat cantik.


Mirip sekali dengan mendiang bibinya yang telah tiada.


Cuma ia tidak ingin asal 'Menebak'.


Ia sebenarnya sudah mengutus pengawal pribadinya untuk mencari tau asal-usul wanita didepannya ini.


Cuma pengawalnya itu belum kembali sampai saat ini.


Sedangkan Kyline yang ditatap seintens itu dengan lelaki didepannya hanya mendongak.


Menantang balik lelaki dihadapannya.


Lelaki itu yang ditatap balik oleh wanita di hadapannya hanya menaikan sebelah alisnya.


Arlan dan temannya yang melihat tatapan wanita itu kearah pangeran mahkota sontak langsung mengeluarkan suara geraman.


Apa wanita itu tidak tau siapa lelaki didepannya?!


"Misi ka, kita ingin menuju aula. Sebentar lagi bel masuk berbunyi." Kyline langsung memutus kontak mata dengan lelaki didepannya.


Lelaki itu lantas minggir kesamping memberi dua wanita ini jalan.


"Terima kasih." Ucap Kyline dengan nada datarnya.


"Reinaldo Zachery Oliver."


Kyline menghentikan langkahnya mendengar lelaki itu bergumam dengan pelan disampingnya.


Ia mengepalkan tangannya erat, lantas melanjutkan langkahnya yang tertunda.


...****************...


Sunyi.


Satu kata yang menjabarkan aula ini, entah apa yang dipikirkan mereka semua hingga aula bisa sesunyi ini. ntah mereka takut? Tegang? Atau malu?


Ntahlah, Kyline pun tidak peduli dengan suasana ini. ia justru senang dengan ketenangan.


Selang sepuluh menit datang seorang pria berjubah dengan membawa tongkat ditangannya, langkahnya sangat tegas dan pasti.


"Selamat datang di feeorin academy, sekolah sihir terbesar dipulau teria. kalian yang memasuki sekolah ini saya pastikan kelak akan menjadi penyihir hebat, mungkin salah satu dari kalian akan beruntung jika terpilih menjadi bagian dari sepuluh guardions." Kata pria didepan mimbar itu dengan wibawanya.


Dahi kyline mengkerut ketika mendengarnya.


Sepuluh guardions? Mengapa aku baru mendengarnya?


Kyline menoleh kekanan-kiri melihat para murid berbisik-bisik membicarakan sepuluh guardions dengan antusias.


tiba-tiba muncul kupu-kupu berterbangan di atas kepala setiap murid, dibawah kaki kupu-kupu itu terdapat lipatan kertas kecil.


Kyline pun menggambil kertas itu dan didalamnya terdapat bacaan.


AIR.


Kyline langsung menoleh kearah Meira.


Seakan Meira megerti bahwa tuannya sedang menoleh kearahnya ia pun langsung menoleh kearah Kyline dan mengangguk singkat sebagai jawabannya.


Kyline tersenyum miring seakan-akan sedang merancang diotaknya tentang kegiatan-nya yang akan datang.


Mungkin ini akan lebih seru.


"Oke tenang semua, sebelum kalian bertanya kenapa ada nama elemen kalian dikertas itu? Perkenalkan dulu nama saya Mr.Ravindra kalian boleh memanggil saya Mr.Ravin, Lalu mengenai elemen kalian yang ada dikertas itu, sesuai ciri khas feeorin academy. bahwa, sebulan setelah kalian bergabung disini. kalian akan diadakan tes uji kekuatan sihir di aula utama, dengan cara melawan sesama murid newbie. Acara itu akan ditonton oleh seluruh penduduk academy, Tes ini sudah diadakan dengan turun temurun untuk menguji mental kalian kedepannya. Jadi saya harap kalian menunjukan yang terbaik disana. Karena, disana juga yang menentukan kalian kelak akan memasuki kelas mana. Apakah ada pertanyaan?"


Salah satu murid berambut cepak mengangkat jari telunjuknya.


"Lalu, bagaimana bagi yang baru mengerti menggunakan sihir? Apakah itu tidak terlalu cepat?"


"Pertanyaan yang bagus anak muda." Mr.Ravin tersenyum menatap pemuda itu.


"Jadi, nanti akan ada kelas khusus bagi kalian yang baru belajar sihir dan kalian juga akan mendapatkan buku panduan tentang ilmu sihir." Mr.Ravin menatap seluruh murid barunya satu-persatu.


"Lalu bagaimana jika dalam sebulan kita belum bisa mengontrol sihir kita Mr?"


"Kalian sudah tau kan konsekuensinya masuk ke academy ini untuk apa? Jadi, tidak ada kata tidak bisa selama kalian belum mencobanya!" Mr.Ravin berkata dengan nada tegasnya.


"bagi kalian yang merasa baru menggunakan sihir, kalian bisa masuk ke kelas newbie. Lalu, bagi kalian yang ingin mengetahui jenis sihir non-elemen, kalian bisa masuk ke kelas strett. Untuk satu hari kedepan kalian bebas mengelilingi academy ini. Tapi, Lusa kalian sudah akan memasuki kelas masing-masing. Cukup sekian dari saya Terima kasih. Selamat bersenang-senang!" Mr.ravin pun menghilang meninggalkan aula dengan perkataan yang mutlak.


...****************...


Aula mendadak penuh dengan murid-murid yang berbincang, tidak banyak juga yang ingin segera keluar aula.


Tiba-tiba Kyline melihat sekelebat bayangan hitam dipojok ruangan, membuat matanya terbalalak, sontak Kyline mempertajam penglihatannya.


Namun, belum sempat ia mengamati secara detail, seseorang menariknya, membuyarkan pengamatannya.


"Ayo Kyline, jangan diam saja, kau bisa berdesak-desakan nanti!" Meira langsung menggandeng tangan Kyline dengan erat, seolah-olah tidak ingin Kyline tergencet ratusan siswa disini.


Kyline yang sedang ditarik-tarik Meira langsung terpana mendengar perkataan guardiannya. "Kau bicara apa tadi? Coba ulangi? Astaga! Kau mengatakan hal yang konyol!" Seru Kyline heboh.


Menurut Kyline kata 'berdesak-desakan' adalah kalimat langka yang diucapkan dari guardiannya.


Padahal mereka bisa saja langsung teleportasi kekamarnya. tapi, ntah apa yang dipikirkan guardiannya dengan menarik tangannya terus.


Bodoh memang.


Meira yang melihat itu hanya melirik malas kearah Kyline. "aku mengatakan itu, agar kau tidak diam saja seperti patung!" Alibi Meira dengan tangan masih menggiring Kyline keluar aula.


Sebenarnya, Meira juga melihat apa yang Kyline lihat, cuma ia belum bisa memastikan apakah makhluk itu berbahaya atau tidak.


Sedangkan Kyline yang melihat guardiannya mencoba mencari alibi hanya terkekeh senang. "ahh, perhatian sekali sepupuku ini."


"Diam Kyline, atau ku buat kekacauan nanti!" ancam Meira tanpa sadar.


Kyline langsung menatap Meira dengan ekspresi aneh.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jangan lupa tinggalkan jejak ya✌🏻