
Sesampainya didepan portal itu mereka melihat banyak sekali penyihir yang sedang berlatih dengan segala jenis elemen.
tiba-tiba dari arah samping sepasang anak kembar berlarian dan menabrak Kyline.
Hening.
Si-kembar tergagap karena menabrak seorang wanita yang sangat cantik.
Kyline hanya diam dengan wajah datarnya menunggu si-kembar meminta maaf kepadanya.
"Wah, lucu sekali kucing itu Lala liat."
Kyline tercengang mendengar ucapan pertama kali gadis bernetra coklat dihadapannya setelah menabraknya.
"bolehkah aku memegangnya?"
Tanya gadis bernetra coklat dengan mata berbinar.
Lilaps yang melihat seorang gadis ingin memegangnya hanya bisa mengeluarkan suara geraman. Ia sangat tidak suka disentuh makhluk asing.
"Silahkan." Kyline melirik sekilas kearah lilaps yang tampak tidak suka dengan jawaban Kyline.
"Lily seharusnya kau minta maaf, bukan malah ingin memegang kucingnya! kau ini buat aku malu aja!" Gadis berkuncir kuda menatap kesal kearah kembarannya.
Gadis bernetra coklat— Lily yang mendengar ucapan kembarannya langsung tersadar, Ia menggaruk belakang kepalanya lalu tersenyun canggung ke arah Kyline.
"Aku tadi sedang menunduk mencari kalungku lalu tidak memperhatikan sekitar, maafkan aku." Lily membungkukan setengah tubuhnya kearah kyline.
Kyline yang mendengar itu hanya mendengus dalam hati.
"Iya, lain kali hati-hati." Kyline berkata dengan nada datarnya.
Si-kembar langsung mengangguk dan meminta maaf sekali lagi kepada Kyline.
"Apakah itu guardianmu?" Lily menunjuk kucing yang ada digendongan Kyline.
"Ini peliharaan ku dari kecil."
"Oh menggemaskan sekali kucingmu." dengan mata berbinarnya ia menunjuk-nunjuk kearah Lila.
"Terima kasih." jawab Kyline seadanya.
"Sama-sama, ngomong-ngomong dibelakangmu itu siapa? Apakah murid baru diacademy juga?" Lily memandang seseorang yang ada dibelakang kyline.
Meira yang mendengar perbincangan Kyline dengan gadis yang tidak dikenalnya hanya menyimak, tidak ingin ikut campur.
Kyline pun menoleh kearah yang ditunjuk gadis itu lalu mengangguk singkat kearah Meira.
Meira menghela napas, ia malas meladeni gadis didepannya ini, yang menurutnya hanya membuang-buang waktu.
Meira tersenyum tipis kearah dua gadis di depannya lalu ia mengulurkan tangannya kedepan. "Meira."
"aku Lala ini kembaranku Lily, salam kenal." Lala mengulurkan tangannya kearah Meira lalu menunjuk seseorang yang ada disebelahnya.
"Semoga kalian betah di academy ini!" Sambung Lily dengan senyum manisnya.
Kyline tersenyum tipis lalu bergantian berjabat tangan dengan mereka berdua. "Kyline."
"Aku dan sepupuku ingin keruangan kepala sekolah dulu, sampai jumpa lagi." Kyline tersenyum tipis menatap kembaran dihadapannya.
"oke sampai jumpa lagi Kyline dan Meira." Lala dan Lily menjawab serempak dengan senyum lebarnya.
...****************...
Disepanjang koridor menuju ruang kepala sekolah berbagai macam tatapan mereka terima.
Kyline dan Meira hanya diam saja dengan wajah datar mereka, tidak menghiraukan mereka semua.
"Hei lihat kucing yang digendong wanita itu, apakah itu guardiannya? Jika benar berarti kekuatan dia tidak ada apa-apanya dibanding kita!"
"wah bener Kei, mereka berdua itu anak baru, wajahnya doang cantik tapi kekuatannya tidak ada hahaha."
Kyline yang mendengar bisik-bisik itu hanya mendengus geli.
Ia hanya tersenyum miring tanpa perlu repot-repot menoleh kearah asal suara.
Karena tidak ingin membuat masalah yang bikin repot untuk kedepannya, ia hanya memandang lurus kedepan.
Satuuu
Duaaa
Tigaaa
"Aaaaaaaaa!!! apaa ini!!! kenapa ada kalajengking dirambutku hei!!" Orang yang tadi mejelek-jelekan Kyline sedang mengibas-ngibaskan rambutnya yang terdapat hewan menggelikan.
temannya yang melihat itu berubah panik lalu Ia memunculkan air dari telapak tangannya, lantas Ia menyiram temannya dengan elemen airnya.
"APA YANG KAU LAKUKAN?"
"A-aku reflek tadi menyiram mu dengan air aku minta maaf Kei."
Kyline dan Meira mendengus geli melihat kelakuan bodoh itu.
...****************...
Sesampainya didepan ruangan kepala sekolah, Meira menoleh kearah Kyline. "apakah lady merasakannya juga?"
Kyline mengangguk.
Ia merasakan aura keberadaan makhluk yang sulit dijabarkannya.
bisa dibilang, makhluk berbahaya.
Kyline mengetuk pintu dengan tulisan diatas. "kepala sekolah."
Kyline mengedarkan pandangannya kesegala arah, mencoba merasakan hawa yang membuatnya tidak nyaman.
Sedangkan dari dalam sudah ada sautan. "masuk."
Kyline menggelengkan kepalanya pelan lalu masuk kedalam ruangan kepala sekolah beserta Meira dengan lilaps digendongannya.
Lilaps— guardian kyline yang sedari tadi berkelana sudah kembali ke raganya. ia sudah mengetahui seluk beluk academy ini, beserta kekuatan yang ada didalamnya.
"Kyline, Meira selamat datang di feeorin academy." ucap seorang wanita tua yang sedang duduk di kursi, tepat diseberang kyline.
Kyline tebak wanita dihadapannya sudah berumur ribuan tahun.
"terima kasih mmmm..." Kyline mengerutkan keningnya memandang wanita dihadapannya.
"Oh iya sampai lupa, perkenalkan nama saya Ms.Grechia kalian bisa panggil saya Ms.Chia." sahut Ms.Chia dengan senyumannya.
"Ah iya Ms.Chia terima kasih banyak sudah menerima kami berdua di academy ini." jawab kyline dengan senyum menawannya.
Ms.Chia yang melihat senyum itu tersentak, Ia merasa dejavu.
Meira menghela napas pelan melihat tatapan wanita dihadapannya.
"Ms.Chia, perkenalkan nama saya Meira dan ini sepupu saya Kyline. sedangkan hewan yang ada dipangkuan Kyline adalah peliharaanya, apakah kita sudah boleh kekamar Ms?" Meira tersenyum tipis memandang wanita dihadapannya.
bukan tanpa sebab Meira meminta kekamar mereka dengan cepat. ia merasa sedang di awasi dari tadi.
Sedangkan Ms.Chia langsung tersadar dari lamunannya. "Ah iya silahkan, maafkan saya yang melamun ini. maklum sudah tua." Ms.Chia menampilkan raut rasa bersalahnya.
Senyumnya mirip sekali dengan queen.
Kyline yang pada dasarnya bisa membaca pikiran seseorang, hanya tersenyum pedih mendengar apa yang dipikirkan wanita dihadapannya.
"kalo gitu kita pamit undur diri dulu Ms, Semoga hari anda menyenangkan." jawab Meira dengan senyum tipisnya.
Disepanjang perjalanan hanya hening menerpa mereka.
karena mereka tau, bahkan tembok pun bisa mendengar perbincangan mereka.
Brukkk
"Aduhh!"
"Hei! lihat-lihat dong kalo jalan!" Kyline berkata dengan nada jengkelnya.
Ohgod
Ia terjatuh dengan pantat duluan menyentuh lantai.
Sedangkan seseorang didepannya hanya bergeming menatap lurus kearah mata Kyline.
Bola mata pria itu sehitam malam, pandangannya setajam elang. wajahnya yang sangat rupawan dan tampak bersinar menggambarkan betapa terpandangnya pria itu.
Meira yang melihat tatapan pria itu sontak menaikan sebelah alisnya.
Meira menatap cukup lama pria didepannya, Ia mencoba mencari sesuatu.
Lantas Meira tersentak, Ia merutuki kebodohannya yang lupa.
"Kyline kau tidak apa?" Tanya Meira sekaligus membantu Kyline untuk berdiri.
Kyline yang melihat tatapan Meira kearahnya yang tidak biasa membuatnya mengerutkan dahi.
Lalu, tatapannya beralih kearah seseorang yang menabraknya.
Seketika tubuh Kyline menjadi kaku.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jangan lupa tinggalkan jejak ya✌🏻