Me And Myguardian

Me And Myguardian
Riveting.



Lalu burung itu berhenti tepat dihadapan Kyline seraya menunduk hormat. Kyline tersenyum simpul lalu meniup burung itu hingga lenyap tak tersisa.


Mungkin bagi mereka yang melihat wujud phoenix hanya mengira itu jenis sihir langka dengan menggunakan jenis elemen api. Tapi kenyataannya, tidak akan ada penyihir yang bisa mengeluarkan rupa seperti phoenix dengan segala jenis elemen. hanya pemilik sesungguhnya yang bisa melakukan itu.


Tapi nyatanya mereka semua masih pemula, bahkan Ms.Jeje pun hanya menganggap itu pertunjukan menarik.


Tapi tidak dengan lelaki yang bersandar dipohon. Ntah apa yang lelaki itu pikirkan sungguh sangat tidak terbaca.


"MENAKJUBKAN GADIS CANTIK!"


Ms.Jeje bertepuk tangan dengan senyum lebarnya.


Kyline tersenyum tipis mendengar pujian dari gurunya.


"Ternyata murid baru academy tidak bisa dianggap remeh! Aku tersanjung melihat setengah kehebatan kalian! Aku tidak sabar melihat pertunjukan yang lain! Aku akan tunjuk kalian semua satu persatu persiapkan diri kalian!" Ms.Jeje berseru lantang dengan semangatnya yang menggelora.


...****************...


Kyline masih menekuk wajahnya sesampainya dikamar.


ia sungguh sangat kesal mengingat betapa sialnya ia dari kemarin.


"Kau cepat sekali kelasnya? Kau tidak membolos kan?" Kyline menyipitkan matanya menatap Meira yang sedang bersantai dengan membaca buku.


"Wajahmu kenapa seperti itu? Kau digoda lagi oleh pria kemarin?" Meira menutup bukunya lalu memandang Kyline.


"Apakah aku pernah buat masalah di masa lalu meira?" Tanya Kyline dengan nada memelas.


Meira yang melihat tuannya tidak beres langsung berdiri dari kursinya lalu menatap manik violet dihadapannya.


Kyline yang melihat meira sedang menatapnya hanya memutar bola mata malas. ia pun langsung menjatuhkan dirinya keatas kasur empuknya.


Meira terkekeh pelan setelah tau apa yang membuat tuannya tampak kesal.


"Sungguh, andai Hamera ada disitu. Mungkin dia akan memuji keberanian wanita itu atau lebih bagusnya lagi dia akan memberikan wanita itu penghargaan." Meira terkekeh melihat wajah tuannya yang murung.


"Ular nya saja segan melihatku dia justru terang-terangan didepan semua murid membentakku! Lalu, ujung-ujungnya memujiku?! benar-benar mengesankan."  Kyline berkata dengan nada jengkelnya.


"Aku sempat melihat ular itu ingin berbicara kepadaku melalui tatapannya, tapi aku tidak nangkap maksud desisannya. Mungkin kau akan mengerti jika disana meira." ucap Kyline lagi seraya mengingat kejadian tadi.


Kyline ingat betul tadi ketika Karin sedang sibuk membuat angin topan lalu murid-murid sedang takjub melihatnya tak terkecuali Ms.Jeje.


Kyline mengalihkan pandangannya kearah ular yang ada dileher Ms.Jeje ia merasa ular itu sedang memperhatikannya. Tapi, yang ia tangkap dari cara berbicara ular itu hanya sebuah desisan. karena, suara angin topan cukup mengganggu pendengarannya.


Meira yang mendengar perkataan Kyline hanya mengerutkan dahi.


Meira memejamkan matanya erat lalu membaca mantra dengan pelan.


Tiba-tiba muncul salah satu peliharaan Meira, ular cobra.


Ular itu menunduk kearah Meira dengan hormat. tidak lama mereka berdua bertatap-tatapan seperti berbicara lewat batin.


Lalu ular itu mengangguk dan pergi meninggalkan kamar Kyline.


"Ularku akan mencari tau maksud yang kau bicarakan tadi."


Kata Meira dengan nada tenang.


"Apakah tidak terlalu beresiko?" Mata Kyline tidak beralih dari gerak-gerik Meira.


"Jika ketauan dia bisa langsung menghilangkan dirinya, dia hanya ku tugaskan mencari ular yang kau bicarakan tadi lalu bawa kesini." ujar Meira santai.


Cupp


Kyline terkejut bukan main saat melihat lelaki tampan datang dari arah samping kirinya lalu mengecup pipinya.


Sungguh tidak henti-hentinya guardian yang satu ini membuat Kyline terkejut.


"Tumben kau mengubah wujudmu menjadi manusia." Meira menaikan sebelah alisnya menatap lelaki tampan dihadapannya.


"Dan kau sangat berhasil tuan muda." sahut Kyline dengan nada jengkel.


Griffin yang melihat Kyline kesal hanya terkekeh senang. Menurutnya wajah putih itu sangat lucu saat memerah. ingin sekali ia mencubit pipinya itu.


Mungkin lain kali.


Griffin memang tampan bahkan sangat tampan diwujud manusianya ditambah sifatnya yang yang selalu membuat Kyline merasa sangat diinginkan.


Jika Kyline tidak ingat itu guardiannya mungkin ia sudah jatuh cinta.


Tiba-tiba muncul dua ular cobra dari arah pintu kamar Kyline.


Akhirnya hewan yang mereka tunggu datang juga.


"Hormat hamba, yang mulia." seru sang cobra dengan kepala ditundukan kebawah.


Kyline tersenyum simpul lalu mengangguk.


"Apa ada suatu hal penting? Yang membuat anda dan kelima guardian anda disini?" Cobra itu mendekat kearah Kyline.


Kyline tidak terkejut mendengar ular didepanya menanyakan hal demikian.


Menurut sejenis guardian yang sudah hidup ribuan tahun lamanya seperti ular didepannya ini, melihat sesosok penyihir dengan kelima guardiannya ditempat seperti ini merupakan hal yang tidak biasa.


Apalagi academy sihir yang membuat mereka pertama kali memunculkan dirinya.


"Apa yang coba ingin kau sampaikan kepadaku tadi?"


"Ah iya, hamba hanya ingin menyambut anda. mungkin cara seperti itu salah. Akan hamba ulangi, Selamat datang di Feeorin Academy tuan putri Teressia Kyline Oliver."


"Jangan.sebut.nama.itu!" Geram Kyline.


"Ah maafkan hamba jika itu mengganggu anda. Anda sudah terlalu lama meratapi masa-lalu. Banyak yang sudah berubah di dunia immortal, Yang mulia." Sahut ular itu dengan nada setenang mungkin.


Griffin dan Meira yang melihat itu hanya terdiam. Mungkin dengan cara seperti ini tuannya bisa membuka mata tentang dunia luar, benar yang dikatakan ular itu.


Semuanya telah berubah.


Kyline tertegun.


Memang benar yang diucapkan ular itu. Selama seratus tahun terakhir ia berdiam diri dikastil. ia mencoba menutup mata tentang dunia luar yang menurutnya sangat merepotkan.


"Yang mulia, anda harus coba menerima semuanya, masa depan anda menanti didepan mata. Anda tidak boleh jadi pengecut."


"Aku ingin sendiri." Kyline memejamkan matanya erat.


"Yang mulia, bukan mak-"


"Aku.bilang.ingin.sendiri, Apa kalian tuli?"


Griffin dan Meira menghela napas pelan melihat Kyline seperti ini, mereka berdua pun menghilang untuk memberi waktu Kyline merenung.


"Hamba pamit undur diri, Yang Mulia." ular itu pun membungkuk hormat lalu menghilang dibalik pintu.


Sebenarnya ini waktu yang ditunggu-tunggu ular itu, sudah ratusan tahun ia menunggu tuan putrinya tanpa kepastian.


Tuan putrinya sudah dewasa, sudah kewajibannya untuk menjalankan tugas, beban yang dipinggul juga berat. ia tidak menyesal mengatakan itu ke tuan putrinya karena itu tugasnya.


Kyline tersenyum kecut.


"Ibunda Kyline harus apa?"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jangan lupa tinggalkan jejak ya!