
Aistan memang suka berjalan-jalan didunia manusia untuk menghibur diri sendiri jika sedang bosan, jadi ia sedikit tau dimana tempat-tempat yang menyenangkan, tapi ia tidak bisa selalu berada didunia manusia.
Banyak tugas yang harus ia kerjakan didunia immortal, tapi ia yakin tangan kanannya sanggup melakukan tugas itu.
Aistan langsung menarik tangan Kyline dengan lembut untuk berjalan menuju karnaval yang biasanya selalu ada dimalam hari.
Tidak dipungkiri pesona mereka berdua menjadi pusat perhatian pengunjung.
lelaki nya sangat tampan dengan badan kekarnya dan wajah yang sangat rupawan, sang wanita sangat cantik dengan kulit seputih salju. seolah tuhan memang menciptakan mereka berdua untuk bersama, sangat sempurna tanpa cela.
Kyline tidak memperdulikan sekitarnya, ia sudah biasa menjadi pusat perhatian. Lalu pandangannya teralih ketika melihat makanan berwarna merah seperti kapas.
Aistan yang melihat tatapan Kyline hanya tersenyum geli. Lalu ia menarik tangan Kyline menuju pedagang itu.
"Tunggu sini." Aistan menduduki kyline dibangku dekat dengan pedagang permen kapas.
Kyline menurut saja menunggu aistan yang sedang membeli makanan yang menurut Kyline berbentuk aneh.
Tidak lama aistan sudah kembali dengan permen kapas digenggamannya. "Nih." Aistan menyerahkan makanan itu ke arah kyline.
Kyline mengerutkan dahinya bingung menerima makanan itu, lalu pandangannya beralih ke pedagang makanan aneh itu.
Kyline mengedikan bahunya, mencoba tidak menghiraukan bentuk makanan yang ada digenggamannya.
Kyline membuka mulutnya lalu memasukan makanan itu ke dalam mulutnya, Makanan itu langsung mengkerut di lidah Kyline menghasilkan rasa yang amat manis bagi Kyline.
Aistan yang melihat binar dimata kyline hanya tersenyum geli. Dimata Aistan, Kyline tidak seperti wanita-wanita yang ia temui didunia manusia maupun didunia Immortal.
Menurut ia Kyline tipe wanita sederhana yang hanya dikasih hal sepele seperti yang terjadi hari ini sudah tampak senang, tipe wanita yang tidak haus akan kemewahan, dikasih permen kapas saja sudah berbinar seperti anak kecil.
Bahagia sederhana bukan?
Aistan jadi teringat sebuah kata-kata bijak yang ia lihat di internet, Aistan itu sebenarnya tidak ketinggalan jaman bahkan ia mempunyai hp dan laptop.
"Apa nama makanan ini?"
Aistan langsung tersadar dari lamunannya ketika mendengar suara Kyline.
"Permen kapas. gue belom pernah nyobain,kata adik gue rasanya manis banget gue gasuka."
mendengar kata tidak suka lantas membuat Kyline mengambil permen kapas itu lalu menyodorkannya ke arah Aistan.
"Ini enak tau, cobain dulu."
Aistan menaikan sebelah alisnya melihat Kyline menyodorkan permen kapas kemulutnya. ia sebenarnya tidak suka dipaksa tapi karena Kyline yang menawarinya Aistan lenyapkan dulu kata 'tidak suka dipaksa' untuk sementara.
Aistan memajukan wajahnya kearah tangan Kyline lalu memakan permen itu, ia mengerutkan alisnya setelah mencecap makanan itu, sangat manis. apalagi melihat senyum berbinar Kyline membuat rasa manisnya bertambah dua kali lipat.
Mungkin bagi orang-orang yang melihat mereka berdua terlihat seperti pasangan romantis apalagi setelah Kyline menyodorkan Aistan dengan permen kapas, tampak seperti pasangan muda dari kalangan atas. Tapi bagi mereka berdua saat ini mereka hanyalah dua makhluk yang baru saling kenal.
Aistan tidak begitu suka dengan rasa yang terlalu manis. tapi karena melihat binar mata kyline dan senyum menawannya, ia menghilangkan dulu kata 'tidak suka terlalu manis' untuk sementara.
Setelah melihat makanan Kyline tersisa sedikit aistan berdiri lagi. "Ayo kita ketempat lain."
Aistan menggandeng tangan kiri Kyline yang tidak memegang apapun, takut Kyline tersesat jika tidak digandeng.
Pandangan Aistan terhenti didepan kedai minuman seperti bubble.
Lalu mereka berhenti didepan kedai itu, Aistan terlihat sedang berbicara dengan pemilik kedai itu. Kyline tidak mengerti ucapan mereka, kosa katanya yang digunakan berbeda.
Kyline mengedarkan pandangannya, sambil menunggu sesuatu yang dibeli Aistan selesai dibuat.
Kyline tersentak ketika Aistan membersihkan sisa permen kapas didekat bibirnya. "makan kek anak kecil belepotan."
Aistan terkekeh melihat wajah Kyline yang berubah kaku.
Aistan mengalihkan pandangannya ketika melihat pedagang itu sudah selesai membuat minumannya. "Thank You."
Aistan menempelkan minuman dingin yang baru dibelinya ke pipi kiri Kyline. "hobi banget ya ngelamun heran."
Kyline tersentak dari lamunannya. ntah apa yang ia pikirkan Aistan pun tidak tau.
Aistan menyodorkan minuman itu ke arah Kyline, lantas Kyline mengambilnya.
Mata Kyline berbinar setelah menyicipi minuman yang diberikan aistan.
Rasanya perpaduan manis dan asam tapi ada seperti agar dan bulat-bulat yang Kyline tidak tau itu apa, tapi terasa pas dimulutnya.
Minuman apa ini? Aku tidak pernah merasakannya didunia immortal enak sekali.
Aistan hanya geleng-geleng kepala melihat binar dimata Kyline yang sangat mudah ditebak jika sedang bahagia.
Aistan menarik tangan Kyline lagi untuk lanjut berjalan menjelajahi karnaval ini.
Lalu mereka berhenti ketika melihat sedang ada pertunjukan tarian yang beraneka ragam.
Mereka menonton dipaling depan. Kyline memperhatikan anak-anak kecil yang lucu sedang menari-nari, matanya tidak lepas dari pertunjukan itu sembari menyedot minuman yang diberikan Aistan.
Kyline tidak sadar aistan memperhatikannya sedari tadi, fokus Aistan bukan pada pertunjukan didepan mereka.
Aistan sadar kedepannya mereka tidak sesederhana ini lagi, ketika pertama kali bertemu Kyline ia sangat tidak tertarik dengan wanita itu ketika di academy, apalagi melihat wajah Kyline yang menurut Aistan sangat naif karena berusaha menutupi kelemahannya tapi tampak terlihat jelas bagi Aistan.
Sebenarnya Aistan punya tujuan tersendiri kenapa ia harus turun tangan untuk tinggal di academy.
Aistan tau Kyline mempunyai guardian yang cukup merepotkan. Aistan akui kekuatan mereka memang sangat mengerikan. Tapi ia tau guardian Kyline bisa melihat kemana seharusnya mereka berpihak, jadi ia tidak terlalu memikirkannya.
"Bahkan untuk bertemu pun akan sulit." Batin Aistan.
Banyak yang harus ia urus untuk kedepannya. Aistan sebenarnya tidak peduli dengan kerajaan-kerajaan sampah itu yang haus akan kekuasaan.
Tapi setelah bertemu Kyline, ia akan mengubah sedikit jadwalnya untuk menganalisis apa yang terjadi dikerajaan-kerajaan itu.
Aistan tidak tinggal dipulau Teria, jika kalian menebak ia bagian dari pulau itu, kalian salah besar.
Aistan tidak berasal dari situ. Bahkan ia bisa menghancurkan kerajaan-kerajaan itu dalam hitungan menit...Jika ia mau.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jangan lupa tinggalkan jejak ya🤞🏻