Me And Myguardian

Me And Myguardian
Fight Kyline.



Kyline tersenyum tipis ketika melihat Meira berjalan meninggalkan lapangan tanpa sepatah katapun.


Meira tidak menghiraukan pembawa acara yang sedang memuji-muji dirinya.


Kyline sangat paham watak Meira. 'tidak ingin repot untuk hal yang tidak penting'.


Pasti Meira menggunakan salah satu sihir andalannya untuk membuat lawannya pingsan seperti itu.


"OKE MARI KITA LANJUTKAN PERTANDINGAN BERIKUTNYA! PERSIAPKAN DIRI KALIAN!!"


Kyline hanya acuh mendengar pembawa acara berbicara seperti itu.


"Putri, kami perwakilan kaum fairy mengucapkan selamat datang kembali setelah sekian lama anda menghilang. Kaum kami sangat menanti-nanti kembalinya anda."


Kyline tersentak ketika melihat makhluk-makhluk kecil sedang terbang tepat didepan wajahnya sembari menunduk hormat.


"Terima kasih Santa, ak-"


"OH RUPANYA KELAS I-E YANG AKAN MENJADI LAWAN DARI KELAS I-B! OH INI AKAN SANGAT MENARIK!"


Bola mata Kyline membulat ketika baru sadar bahwa kaum fairy yang akan menunjuk siswanya untuk kelapangan.


SIAL! padahal kaum ini hanya sedang menyambutku! Bukan niat menunjuk aku!


Ingin rasanya Kyline membuat pembawa acara itu jatuh dari pegasusnya. Yang dengan lancangnya menunjuk ia untuk bertanding.


Kyline menarik napas dalam-dalam ketika sudah sampai dipinggir lapangan.


Oke tenang Kyline ini akan mudah.


Kyline berjalan ketengah lapangan dengan wajah angkuhnya, pandangannya sangat dingin. Wajahnya yang sangat cantik membuat penonton berdecak kagum. Seolah-olah ada cahaya yang melingkupinya, Auranya sungguh berbeda.


Dikursi penonton seseorang yang sedang duduk disinggasananya mengerutkan keningnya. ia seperti mengenali wanita yang sedang berjalan ditengah lapangan.


Dia masih hidup?


Pria itu tersenyum miring. Seolah-olah sedang menyusun rencana untuk kedepannya.


Pria yang berdiri dihadapan Kyline tersenyum tipis.


Ia sangat memuja paras wanita dihadapannya. Setelah ini ia akan mendekati lawannya ini.


Sedangkan Kyline hanya menatap pria dihadapannya dengan datar. ia tersenyum miring mendengar apa yang pria itu pikirkan.


DUARR!!


Tandanya pertandingan dimulai.


"Loavos." tidak berselang berapa detik setelah pria dihadapan Kyline menyebut nama itu muncul asap hitan disebelahnya, lalu muncul seekor macan tutul yang mengeluarkan suara geramannya kearah Kyline.


Mengeluarkan guardian heh?


Kyline tersenyum mengejek kearah pria dihadapannya. ia tau yang pria itu pikirkan adalah Kyline masih murid newbie tidak mungkin sudah memiliki guardian.


Sebenarnya Kyline juga malas mengotori tangannya untuk makhluk rendahan dihadapannya.


Bahkan kekuatan pria dihadapannya belum mencapai setengah kekuatan yang ia miliki.


Mungkin Kyline perlu memperingati pria yang sedang duduk disinggasananya karena dia sedari tadi memandangnya remeh.


"Hamera." Tidak berselang lima detik Kyline memanggil nama itu. Muncul sesosok burung agung dari atas langit dengan angkuhnya. Mata elangnya menatap seluruh penghuni academy dengan tatapan tajamnya. Cahaya api kebiruan yang menyelimutinya membuat para penghuni academy membelalakan matanya.


Hewan legendary yang sangat susah ditemui dan memiliki kekuatan mengerikan, sedang terbang kearah Kyline lalu menunduk hormat.


Sedangkan lawan Kyline sudah membulatkan matanya terkejut.


"Ph-phoenix, bagaimana bisa?" Bahkan hanya melihat wujudnya saja penghuni academy sudah gemetar.


"Apakah pesonaku sungguh sangat memikat lady? Padahal aku sedang berwujud burung bukan manusia." Hamera terkekeh pelan ketika melihat penghuni academy sedang mengaga takjub.


kyline memutar bola matanya mendengar ucapan Hamera yang sedang bertengger dipundaknya.


ia geleng-geleng kepala melihat Hamera sedang mengeluarkan aura yang yang mematikan sedari tadi.


Membuat macan tutul dihadapannya menciut takut.


"Cepat selesaikan ini Hamera, aku benci menjadi pusat perhatian." Kyline berkata dengan suara pelannya.


Setelah mengatakan itu Hamera terbang mendekat kearah pria dan macan tutul dihadapannya.


Tiba-tiba muncul cahaya yang sangat menyilaukan dari tubuh Hamera, membuat seluruh penghuni academy menutup matanya.


Setelah kurang lebih satu menit cahaya itu redup, tiba-tiba macan tutul itu sudah menghilang menyisakan lelaki yang menjadi lawan Kyline sudah terkapar tidak berdaya.


Hanya Kyline, Meira dan Hamera yang tau apa yang barusan terjadi.


"AKU SAMPAI TIDAK BISA BERKOMENTAR APA-APA MELIHAT YANG BARUSAN TERJADI! SUNGGUH MURID NEWBIE YANG SEDARI TADI BERTANDING TIDAK BISA DIANGGAP REMEH!!"


Kyline tidak menghiraukan ucapan pembawa acara tersebut, ia sudah meninggalkan lapangan dengan wajah datarnya. Hamerapun sudah menghilang setelah mengeluarkan cahaya itu.


Kyline sadar kedepannya ia akan banyak mendapatkan serangan dari mereka.


Yang Kyline lihat mereka sudah tau bahwa anak dari Ratu Lavender masih hidup.


...****************...


Setelah Kyline bertarung tadi, ia langsung teleportasi ke kamarnya, tidak peduli lagi dengan yang terjadi selanjutnya di Elago.


Kyline termenung, memikirkan yang akan terjadi kedepannya.


"Maaf Kyline, tadi di Elago sebisa mungkin aku menghindarkan pertarungan sesuai perintahmu, tapi sepertinya itu akan sulit." Meira juga memutuskan untuk teleportasi ke kamarnya, karena tidak ada alasan lagi untuk ia tetap berada disana.


Kyline mengangguk setuju, walaupun mereka sudah menipiskan aura agar tidak terlihat mencolok. tapi apa daya, pesona mereka berdua memang sudah melekat.


"Kau benar Meira, aku pun sebisa mungkin tidak menjadi pusat perhatian, padahal tadi kaum fairy hanya berniat menyambutku kembali, tapi pembawa acara itu salah mengartikan." kyline mendengus kesal jika mengingat hal tadi.


Meira terkekeh pelan. "Aku juga Kyline, fairy itu padahal cuma berniat menyapaku."


"Kedepannya aku ijinkan kau untuk menggunakan setengah kekuatan saja. Ingat hanya setengah tidak lebih dari itu."


Meira tersenyum miring mendengar perkataan Kyline. "Lady yakin?"


Kyline mengangguk. "ku yakin ketika kau menghadapi murid master seperti sepupuku tidak cukup hanya secuil kekuatan saja. Sekilas aku melihat aura berbahayanya, mungkin kekuatannya setara dengan temanku Lisius dan itu cukup merepotkan."


"Aku paham kekuatan Lisius penguasa hutan dyrand, tapi jika kau menyamai kekuatan mereka berdua mungkin Lisius akan meledakan gunung yang ada dikerajaan Napela."


Kyline tertawa mendengarnya. "Ah kau benar Meira, pria itu sangat sensitif jika diremehkan."


"Tadi aku sudah memberi tahu ular itu Kyline, nanti malam dia akan kesini menemuimu." Meira berkata sembari melepas jubah yang melekat ditubuhnya.


Kyline mengangguk. "Aku ingin tau apa saja yang sudah terjadi dikerajaan itu."


...****************...


                               


Seorang pria sedang berjalan dengan langkah tegasnya menuju kekediamannya, Istana Napela.


"Xentar, bunuh bocah kecil itu yang berada di feoorin academy." pria itu berkata dengan suara tegasnya sembari duduk disinggasananya.


"Pastikan dia mati seperti ibunya dahulu, dia hanya benalu yang menyusahkan! tapi kau harus hati-hati dia memiliki guardian yang sedikit berbahaya." pria itu tersenyum miring.


"Hamba mengerti, yang mulia." Tangan kanan Raja itu mengangguk lalu menghilang.


"Kau memikirkan tikus kecil itu sayangku?" Seorang wanita berkata sembari duduk dipangkuan suaminya.


Pria itu terkekeh ketika melihat istrinya yang sedang menggodanya. "Aku hanya ingin memusnahkan anak yang tidak kita inginkan dari wanita itu sayang." pria itu mengelus pipi istrinya dengan sayang.


"Tidak perlu menyuruh tangan kananmu sayang, suruh saja aldo untuk memusnahkannya." wanita itu bersandar di dada bidang suaminya dengan manja.


"Aku tidak sudi menyuruh putra kita untuk menyentuh anak sialan itu." pria itu memeluk erat istrinya.


Mereka tidak sadar ada seorang pria yang sedang bersandar dijendela, sedari tadi ia mamasang ekspresi bosan.


Selalu saja makhluk hina seperti mereka bergerak tanpa melihat siapa lawannya.


Pria itu lalu menghilang dalam satu kedipan mata.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ayo kawan yang budiman Jangan lupa tinggalkan jejak yaaa!