Me And Myguardian

Me And Myguardian
Elpis.



Kyline sudah menguap bosan sedari tadi, karena menunggu ular itu tidak kunjung datang.


"Meira kenapa dia belum datang juga?"


Meira melirik sekilas kearah Kyline yang tampak tidak ada kerjaan lalu mengambil cahaya lampu dan dipindahkan ke genggamannya.


"Kyline kembalikan cahaya itu, aku sedang membaca." Meira merasa jengkel sendiri, melihat kamar menjadi gelap ulah Kyline.


Sedangkan Kyline hanya melempar-lempar cahaya itu seperti sedang memainkan bola.


Meira menghela napas kesal ketika Kyline memasukan cahaya itu kedalam mulutnya seperti sedang mengemut permen.


"Apakah disini sedang mati lampu?" Tiba-tiba pintu terbuka, memperlihatkan sesosok pria yang sudah berumur didalam kamar Kyline.


Pria itu mengerutkan keningnya.


Apakah dunia Immortal juga bisa mati lampu?


Sedangkan Kyline langsung tersedak setelah mendengar suara seorang pria. Lalu ia mengambil kembali cahaya yang ada dimulutnya lantas dilemparnya kembali kearah lampu.


"Kau lama sekali, aku hampir mati kebosanan menunggumu." Kyline langsung duduk bersila diatas kasurnya.


Pria itu tersenyum canggung lalu berlutut didepan Kyline. "Hormat hamba, Tuan putri."


"Iya berdiri, tidak usah terlalu formal kepadaku." Kyline tersenyum tipis menatap pria tua didepannya.


Sedangkan Meira sudah membaca bukunya kembali, tidak menghiraukan percakapan antara Kyline dengan pria itu.


"Perkenalkan nama saya Elpis yang menyamar menjadi guardian di academy ini tuan putri, saya pelayan setia permaisuri lavender sejak dia masih remaja." pria itu berkata dengan nada sendunya.


Kyline mengerutkan keningnya. "Aku tidak pernah melihatmu paman, sejak aku masih kecil."


"Dahulu saya memang sempat disandra oleh Raja Helios, tapi ratu menyelamatkan saya." Elpis menunduk ketika mengingat kejadian dua ratus tahun lalu.


"Bisa kau jelaskan lebih rinci kejadian yang belum aku ketahui paman?" Suara Kyline berubah dingin jika sudah menyangkut ibundanya.


"Dahulu saat anda masih berumur satu tahun, saya tidak sengaja melihat Raja Helios sedang berciuman dengan Ratu Tayara."


Tangan Kyline mengepal hebat ketika mendengar nama kakak dari Ibundanya sedang berciuman dengan Ayahnya.


"Lalu karena penciuman Raja sangat tajam dia melihat saya, Alhasil saya diseret kepenjara karena melihat kejadian itu. Permaisuri Lavender bertanya-tanya ke semua orang kemana perginya saya, tapi semua orang bungkam."


Tangan Kyline terkepal erat, sangat erat sampai urat tangannya menonjol.


Elpis menoleh kearah Meira karena melihat tuan putrinya sudah mengeluarkan asap dari tubuhnya, itu tandanya dia sangat marah.


Meira mengangguk singkat agar Elpis melanjutkan ceritanya.


Elpis menghela napas. "Setelah kurang lebih anda berusia empat tahun, Ratu Lavender samar-samar berhasil mencium aroma saya, lalu Ratu Lavender berhasil menemukan saya dipenjara. Alhasil saya dibawa ke academy ini lalu dititipkan ke nona Grechia. Saat itu saya hampir tewas karena tidak dikasih asupan ntah sudah berapa tahun. Butuh bertahun-tahun hingga saya pulih kembali. Ketika sudah lumayan pulih saya berniat kembali ke Ratu Lavender. Tapi, kabar memilukan sampai ketelinga saya, bahwa Ratu Lavender meninggal dan anaknya menghilang."


BLARRR!!


Semua kaca jendela kamar Kyline pecah. Elpis membulatkan matanya terkejut mendengar suara yang sangat memekakan telinga.


"LELAKI SIALAN! BIADAB! ********! AKAN KU BALAS KAU DUA KALI LIPAT DARI INI!" Kyline murka, bahkan sangat murka. Sumpah serapah ia keluarkan untuk memaki-maki lelaki itu.


Petir menggelegar diluar academy. Angin berhembus sangat cepat seolah-olah ikut murka dengan apa yang Kyline rasakan.


Kabut hitam menyelimuti tubuh Kyline, Tanda pemiliknya sedang marah besar.


Meira hanya diam saja, karena dipojok ruangan sedari tadi ada Aistan yang juga sudah mendengarkan.


Aistan menghela napas melihat Kyline sebentar lagi bisa saja menghancurkan academy ini.


Aistan menampakan wujudnya lantas berjalan mendekat kearah Kyline lalu dipeluknya erat tubuh rapuh itu kedekapannya. "Sstt, Tenang."


Aistan mengelurkan cahaya hijau dari tangannya, lantas diusapnya ke kepala Kyline agar petir dan angin diluar sana berhenti.


Sedangkan Kyline yang sedari tadi menangis histeris, Lantas balas memeluk erat pria dihadapannya. Tidak peduli dia siapa, karena yang ia perlukan hanya sebuah pelukan. Wanginya yang sangat memabukan membuat ia lebih tenang.


"Lelaki sialan itu membunuh bundaku, lelaki sialan itu menduakan bundaku, lantas dia masih bisa tersenyum bahagia! Sungguh sangat tidak adil hidup ini!" Kyline menangis lebih histeris ketika mengingat kejadian mayat bundanya yang sangat tragis.


Satu fakta lagi yang mengejutkan ia hari ini, membuat luka baru dihati Kyline.


Aistan berkedip sekali lantas kaca-kaca kamar Kyline sudah kembali seperti semula.


Aistan menghela napas melihat Kyline seperti ini.


Aistan bersumpah akan meratakan kerajaan itu jika mereka berani membuat Kyline menangis seperti ini lagi.


Aistan mengeluarkan cahaya berwarna kuning dari tangannya, lalu diusapkan dengan lembut kearah kepala Kyline, lantas perlahan-lahan tubuh Kyline melemas lalu matanya terpejam.


Sedangkan Elpis yang melihat seseorang sedang memeluk tuan putrinya membuat dirinya terkejut. apalagi melihat siapa yang sedang memeluknya.


Elpis membulatkan matanya, lantas ia berlutut dengan tubuh gemetar "H-hormat hamba, your majesty."


Hanya orang tertentu yang mengenali siapa Aistan sebenarnya. Aistan hanya ingin ditemui jika dia memang mau bertemu dengan orang itu.


Elpis sangat ingat kata-kata Raja kaum mermaid ketika ia ingin berkelana menyebrangi pulau Teria.


'Kau tidak bisa menemukannya, jika dia tidak ingin ditemukan. Jangan pernah memaksa menemukannya atau kamu akan menyesal.'


Dahulu kala ia sangat penasaran ada apa diseberang pulau Teria. Sudah beribu-ribu makhluk dan penyihir mencoba menghilangkan kabut penghalang itu tapi tak kunjung bisa.


Ada sihir yang sangat kuat menghalanginya. Kabut itu berada ditengah-tengah laut lepas yang tidak tau dimana ujungnya, Sudah banyak yang mencoba ke seberang sana tapi tak kunjung kembali.


Elpis yang kala itu sedang memancing dilaut terkejut ketika muncul ombak besar menghantam dirinya, Elpis terombang-ambing kesana sini. mulutnya bahkan susah untuk merapalkan mantra.


tiba-tiba ia terbangun di tempat yang asing. karena sangat penasaran, ia lantas membuka jendela kamarnya, seketika Elpis menganga takjub melihat berbagai makhluk sedang melakukan kegiatan yang ntah apa, ia tidak tau.


Lalu ia dihadapkan dengan penguasa tempat itu. Elpis ingat auranya sangat menyeramkan.


Saat berhadapan langsung dengan penguasa itu ntah kenapa tiba-tiba ia langsung berlutut dihadapannya, seolah-olah ada magnet yang memang mengharuskannya melakukan itu.


Penguasa itu hanya melihat Elpis sekilas. lalu mengangguk kearah seseorang yang berdiri disampingnya.


setelah itu dia menghilang.


Elpis kala itu ternyata diijinkan untuk tetap tinggal ditempat itu. Sungguh makhluk-makhluk yang ia pikir sudah 'punah' ternyata tinggal ditempat itu.


Elpis belajar banyak ditempat itu. satu kata yang mencerminkan tempat itu 'mengagumkan.'


Lalu ia sempat bertanya kepada makhluk yang tinggal disitu. Makhluk itu bisa melihat apakah seseorang yang dia cari masih hidup atau belum, ternyata makhluk itu mengatakan tuan putrinya masih hidup.


Ketika tau tuan putrinya masih hidup kala itu, ia meminta izin kepada penguasa tempat itu untuk kembali, tidak disangka-sangka ia diijinkan. Tapi dengan satu syarat, ia tidak bisa kembali lagi ketempat itu.


Aistan mengangguk singkat, ia ingat lelaki dihadapannya.


Makhluk yang diselamatkan oleh Carlo ketika diambang kematian.


Aistan masih memeluk Kyline erat Seolah enggan untuk melepasnya.


Sedangkan Meira yang melihat itu hanya menunduk hormat lalu menghilang, ia akan memberi Aistan dan Kyline privasi sendiri.


"Hamba pamit undur diri." Elpis yang sadar diri langsung menunduk hormat lalu menghilang dibalik pintu.


Aistan menidurkan Kyline dikasurnya. Untuk kesekian kalinya ia menghela napas melihat wajah Kyline yang sembab akibat banyak menangis.


                             


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ayo kawan yang budiman Jangan lupa tinggalkan jejak yaaa!