Me And Myguardian

Me And Myguardian
Intruder.



Sebenarnya Aistan sudah memasang semacam sihir kedap suara untuk menyelimuti mobilnya agar Kyline tidak curi dengar.


Karena, Aistan belum ingin mengeluarkan auranya yang seperti ini didepan Kyline.


Belum saatnya.


Kawanan serigala itu semakin menggeram ketika lelaki dihadapannya meremehkan mereka.


tiba-tiba ada satu serigala yang meloncat ingin menerkam Aistan karena geram melihat wajah angkuhnya. Tapi, ketika serigala itu ingin mencakar tubuh aistan, sekitar jarak tiga meter dari aistan dengan tiba-tiba serigala itu terbanting ketanah.


"Kalian tidak pantas menatapku seperti itu kaum rendahan!" Aistan berbicara dengan nada pelan tapi sarat akan peringatan.


Aistan paling tidak bisa memaafkan siapapun yang menatapnya terang-terangan. seolah derajat mereka berada diatasnya.


Sebenarnya kawanan serigala itu sedikit gemetar melihat aura yang dikeluarkan aistan.


Sangat hitam pekat seolah tidak ada cahaya didalam nya.


Tapi, mereka sudah terlanjur emosi mendengar suara ejekannya.


"Dolos." Aistan berkata dengan suara rendahnya.


Tidak berselang tiga detik aistan menyebut nama itu, muncul sesosok lelaki dihadapannya dengan berlutut.


"Hamba menghadap, Mylord."


Aistan mengangguk singkat lantas matanya beralih kearah kawanan serigala yang melototkan matanya ketika melihat siapa gerangan yang sedang berlutut dibawah kaki pria dihadapan mereka.


"Urus kaum sampah ini yang menghalangi jalanku." Aistan tersenyum miring lalu membalikan badannya kearah mobil.


ia sudah meninggalkan Kyline sekitar sepuluh menit. ia tau Kyline tipe wanita yang sangat penasaran terhadap suatu hal. bisa saja dia nekat keluar mobil lalu mendatanginya.


Belum saatnya makhluk immortal mengetahui jati diri Kyline.


Kyline belum boleh ikut campur urusan politik kerajaan-kerajaan sampah itu, pikir Aistan.


Aistan berjalan dengan santai menuju mobilnya lalu ia masuk ke dalam mobil.


Aistan menaikan sebelah alisnya melihat Kyline sedang memejamkan matanya dan menempelkan kepalanya dijendela mobil.


Apakah dia takut dengan ancamanku?


Aistan terkekeh pelan, padahal tadi ia hanya asal bicara tidak benar-benar serius dengan ucapannya. tapi Kyline menuruti perintahnya.


Benar-benar wanita yang sulit ditebak.


Aistan tidak tega melihat Kyline tidur seperti itu. lantas ia menekan suatu tombol disamping bangku Kyline lalu secara otomatis senderan bangku kyline sudah membentuk seperti kasur.


Lalu aistan membaringkan Kyline kebelakang agar tidak senderan lagi dijendela mobil.


Apakah wanita ini hobi tidur dimanapun?


Aistan hanya geleng-geleng kepala melihat kyline sudah tertidur lagi dengan nyenyaknya.


Sedangkan kawanan serigala itu yang melihat seseorang dihadapan mereka lantas berubah menjadi kaku.


Lalu muncul seseorang dari balik pohon, seekor serigala yang baru mengubah wujudnya menjadi manusia.


Dia berjalan mendekat kearah lelaki itu. "Suatu kehormatan, bisa bertemu dengan kaum katsaba yang sangat tersohor."


Makhluk Immortal mana yang tidak mengenal kaum katsaba. Kaum yang derajatnya paling tinggi dipulau Teria. Kekuatan mereka tidak main-main hebatnya. keberadaan mereka sangat sulit ditemukan. mereka sudah hampir punah sejak perang ratusan tahun lalu. Bahkan kaumnya bisa dihitung dengan jari yang sekarang masih hidup.


Melihat satu dihadapan kawanan itu ada kesan tersendiri dibenak mereka. Dengan melihat auranya saja mereka gemetar hebat. kaum katsaba dikenal dengan rambut peraknya yang terlihat bercahaya.


"Kalian sudah bertemu tuanku, kalian semua pantas mati." Dolos berkata dengan suara pelan nya.


Dolos tidak berniat berbincang dengan kaum dihadapannya.


Lantas tiba-tiba ditangan Dolos muncul sebuah pedang dengan ukiran naga yang memanjang dipedang itu.


"Sudah cukup lama aku tidak melihat pertunjukan seekor serigala, apa kalian bisa menunjukan pertunjukan yang menarik?" Tanya Dolos dengan senyum jenakanya.


Karena hanya jalanan itu yang bisa menurunkan mereka dari bukit. Tapi ketika ia melewati tempat itu, tempatnya sudah tidak ada siapapun. seolah tidak ada kejadian apapun sebelumnya. Tempatnya sangat bersih tanpa jejak sedikitpun.


Aistan tersenyum miring melewati jalan itu. Tidak butuh waktu lebih dari lima menit untuk dolos menghabisi mereka semua.


                              


...****************...


Aistan akan mengajak Kyline menuju area tempat beraneka ragam jajanan yang menggiurkan.


Tidak berselang lama mereka sampai ketempat itu.


Aistan menoleh kesamping, ia tersenyum melihat Kyline sedang tidur dengan wajah damainya yang sangat tenang. tidak ada wajah dingin yang selalu dia tunjukan dihadapan semua orang.


Aistan tau wajah dinginnya yang selalu dia tunjukan untuk menutupi kelemahannya, Aistan sudah melihat sedikit kenangan masa lalu Kyline.


Aistan yang mengetahui identitas Kyline hanya tersenyum miring seolah dewi fortuna selalu berpihak kepadanya.


Aistan sebenarnya senang melihat wajah damai Kyline yang sedang tertidur, ingin rasanya aistan melihat wajah damai itu seharian.


ia mendesah pelan karena sedang berdebat dengan pikirannya. ia sudah janji untuk mengajak Kyline jalan-jalan. Pantang bagi Aistan tidak menepati janjinya.


Sekitar sepuluh detik Aistan berpikir, Akhirnya ia tau cara paling ampuh membangunkan Kyline. Aistan terkekeh membayangkan gimana nanti wajah Kyline.


Aistan mulai mendekatkan wajahnya ke Kyline lantas ia meniup pelan wajah damai Kyline.


Gotcha!


Kyline mulai mengerutkan alisnya. Aistan semakin jail lantas ia lebih mendekat lagi kewajah Kyline.


Cupp


Aistan mengecup pelan hidung Kyline yang mancung. Lantas Kyline mulai membuka matanya. Hal pertama yang kyline lihat adalah wajah tampan aistan yang sedang tersenyum miring.


Demi apapun mereka sangat dekat.


Kyline melebarkan matanya melihat aistan didepan wajahnya. Maju satu centi-meter aja mereka sudah berciuman.


YATUHAN! APA YANG LELAKI INI LAKUKAN?


Kyline diam kaku dengan wajah yang sulit dijelaskan.


"Apa yang kau lakukan didepan wajahku seperti ini?" Kyline bertanya dengan nada sepelan mungkin lalu ia menoleh kesamping kanannya mencoba menghindarkan tatapan aistan, Alhasil.


Cupp


Pipi kirinya tercium oleh Aistan.


Puas dengan rona merah diwajah Kyline. lantas aistan menjauhkan wajahnya lalu duduk tegap dibalik kursi kemudinya.


Sedangkan Kyline masih diam membeku. Demi apapun bahkan tadi kyline tidak bernapas saat wajahnya sangat dekat dengan Aistan.


"Ayo turun kita udah sampe, mau sampe kapan lo tidur terus? Mungkin gue akan cari panggilan baru buat lo karena hobi tidur dimanapun." Aistan berkata dengan nada yang sangat santai seolah hal barusan yang ia lakukan bukan apa-apa.


Kyline langsung tersadar dari lamunannya.


Jika bukan didunia manusia sudah ku ubah mulut lancangnya menjadi seperti bebek.


Kyline langsung duduk tegak dengan wajah yang sangat jengkel. ia mengusap-ngusap pipi kirinya seolah-olah baru saja terkena kotoran.


Lalu Kyline keluar mobil, hal pertama yang ia lihat adalah pasar yang memanjang dihadapannya, beraneka ragam makanan tersaji dengan rapi disudut kiri-kanan nya.


"Ck, Ayo!" Aistan gemas sendiri melihat kyline melongo seperti orang idiot yang tidak pernah melihat dunia luar.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jangan lupa tunggalkan jejak ya🤞🏻