Me And Myguardian

Me And Myguardian
Cousin.



"Hei! lihat-lihat dong kalo jalan!" Kyline berkata dengan nada jengkelnya.


Ohgod


Ia terjatuh dengan pantat duluan menyentuh lantai.


Sedangkan seseorang didepannya hanya bergeming menatap lurus kearah mata Kyline.


Bola mata pria itu sehitam malam, pandangannya setajam elang. wajahnya yang sangat rupawan dan tampak bersinar menggambarkan betapa terpandangnya pria itu.


Meira yang melihat tatapan pria itu sontak menaikan sebelah alisnya.


Meira menatap cukup lama pria didepannya, Ia mencoba mencari sesuatu.


Lantas Meira tersentak, Ia merutuki kebodohannya yang lupa.


"Kyline kau tidak apa?" Tanya Meira sekaligus membantu Kyline untuk berdiri.


Kyline yang melihat tatapan Meira kearahnya yang tidak biasa membuatnya mengerutkan dahi.


Lalu, tatapannya beralih kearah seseorang yang menabraknya.


Seketika tubuh Kyline menjadi kaku.


Aku belum siap bertemu dengan lelaki ini!


Sial!


"Ayo, Meira kita pergi." Kyline langsung menarik tangan Meira dengan cepat.


Pria yang ditabrak Kyline masih bergeming ditempatnya.


Ia menoleh kebelakang, tempat gadis itu menghilang setelah menaiki tangga.


Mungkinkah?


...****************...


"Aku tidak menyangka belum genap satu hari disini sudah bertemu lelaki itu." Kyline langsung tiduran dikasur empuknya dan menutupi wajahnya dengan bantal.


Dikamar Kyline dan Meira terdapat dua kasur empuk yang sejajar dan satu kamar mandi.


lalu diluar terdapat ruang tamu dan dapur.


Meira duduk dengan tenang seraya membuka buku yang dikasih dari academy.


"Lady, tidak lama lagi kita juga akan bertemu dengan mereka, jadi siapkan dirimu baik-baik."


Kyline hanya merenung. Menyimpan luka dihatinya yang sampai kapan pun tidak pernah bisa diobati.


Bunda, apakah Kyline sudah siap?


Ia tersenyum pahit memandang langit-langit kamar.


Bukannya ia tidak bisa menyusup ke istana itu, Tapi ia belum siap untuk melihat itu semua.


Kenyataan yang sebenarnya.


ia bisa saja menyuruh salah satu guardiannya untuk menggali informasi yang ada selama ini, tentang ibundanya.


Tapi, itu membuat hatinya pedih.


Katakanlah ia pengecut, tapi memang itu faktanya.


"aku akan coba menerima semuanya." Kyline memejamkan matanya erat lalu menghela napas.


ia sudah bertekat ketika memasuki gerbang academy ini. Perjalanannya masih panjang. Pilihannya kali ini hanya ada dua.


Menyerah atau lanjut.


Didalam kamus Kyline tidak ada kata menyerah. ia mengepalkan tangannya erat.


Jangan menyerah.


tiba-tiba muncul sesosok burung yang mirip dengan elang. Pandangannya sangat tajam. Aura yang dipancarkannya membuat beberapa kaum merinding dibuatnya. Sesosok ini begitu di cari-cari oleh makhluk immortal.


Griffin.


"Hormat hamba, Mylady." ucap Griffin dengan nada tegas lantas menunduk dihadapan Kyline.


"Bangun Griffin." Kyline tersenyum lebar menatap sesosok dihadapannya.


Suasana hati Kyline pun berubah drastis setelah melihat salah satu guardian tersayangnya yang sudah lama menghilang.


Griffin merubah wujudnya menjadi seekor serigala, lantas ia naik keatas pangkuan Kyline.


ia mengendus-ngendus aroma Kyline yang sangat wangi.


Memang Griffin hewan yang manja, ia juga yang posesif terhadap Kyline.


Tapi itu tidak masalah bagi Kyline, ia justru senang.


Griffin lebih senang menyendiri, ia memiliki wilayah kekuasaanya sendiri.


Griffin lebih sering muncul ketika keadaan darurat, Ia tidak suka keramaian. Ia juga akan muncul jika Kyline membutuhkannya.


"Ifin, darimana saja kau baru muncul?" Tanya Kyline seraya mengelus bulu-bulu lembut Griffin.


Griffin pun tidak keberatan dengan panggilan tuannya itu, menurut ia justru itu panggilan istimewa yang diberikan Kyline kepadanya.


"Hamba mengintai dari jauh lady."


"kau menghilang cukup lama, kau tidak sedang memburu manusia-manusia dihutan untuk dijadikan mangsamu lagi kan?" Tanya Lila seraya naik keatas kasur disamping Kyline.


"Kau fikir aku serendah itu?" Griffin memandang Lilaps dengan sinis.


"Hei, kemarin aku mencium aromamu dihutan dyrand." sahut lilaps tidak kalah sinisnya.


Mereka ini memang makhluk legenda. Tapi kelakuan mereka didepan tuan-nya sama sekali tidak kaku.


Kyline pun mengaggap mereka berlima seperti sahabatnya.


Tapi beda cerita jika didepan orang lain.


"Sudahla tidak usah dibahas, ifin bagaimana keadaan kastil aman-aman ajakan?" Tanya kyline seraya tiduran diatas bulu griffin yang lembut.


"Yes, Mylady. selama ada anak buahku disana, tidak akan ada yang berani memasuki wilayah kita." Griffin pun semakin merapatkan tubuhnya kearah Kyline untuk memberikan kenyamanan.


"Lila bagaimana tadi pengintaian mu di academy ini?" Kyline mengalihkan pandangannya kearah lilaps.


"Hmm menurutku, kekuatan mereka biasa saja. Cuma, sepupumu itu masih sulit diprediksi. Aku belum melihat dia mengeluarkan sihirnya."


"Hmm, aku juga masih samar mencium aromanya. Wajar saja dia keturunan penyihir katsaba sama sepertiku."


"Lady, besok kita akan dikumpulkan di aula untuk mendengarkan pidato wakil kepala sekolah."


Meira menutup buku yang sedari tadi ia baca lalu memandang kyline.


"Oke, kita akan mencari pusaka itu seminggu setelah kita disini!"


"Bukankah itu terlalu cepat lady? Kita bisa bersenang-senang sedikit disini." sahut Meira dengan senyum miringnya.


Sontak Kyline langsung menoleh kearah Meira.


mereka tatap-tatapan cukup lama, seperti sedang berbicara lewat tatapan.


kyline mengangguk singkat lalu terkekeh pelan. "Hmm terserah kau saja."


penduduk academy tidak akan tau ada hewan legendary didalam kamar kyline.


Karena, mereka semua sudah menyamarkan aura mereka.


Mereka juga sudah menambahkan pelindung tak kasat mata dikamar Kyline.


Orang-orang diluar sana tidak akan bisa curi dengar dari luar kamar Kyline.


bahkan, mereka butuh beribu-ribu  penyihir untuk menghancurkan pelindung itu.


...****************...


"Meira, bagaimana penampilanku?" Kyline mengerutkan keningnya setelah melihat seragam yang yang melekat ditubuhnya.


Ia belum terbiasa dengan pakaian academy. dengan menggunakan rok pendek diatas paha belum lagi bajunya yang menurut Kyline aneh. Jangan lupakan sepatunya yang menurut ia merepotkan karena tinggi.


"Cantik seperti biasanya, Mylady." Meira tersenyum tipis memandang Kyline.


Lalu mereka berdua keluar kamar dan berjalan beriringan kearah aula.


Di Feeorin academy kelas dibagikan menjadi:



Newbie : kelas pemula bagi yang baru pertama kali menggunakan sihir.


amateur : kelas yang bisa mengendalikan elemennya.


street: kelas yang sudah bisa menguasai sihir penting tanpa elemen. contohnya : membaca pikiran orang,teleportasi,memindahkan barang,mengubah jenis benda. ( sihir ini tidak semuanya bisa menggunakan hanya orang tertentu yang bisa. pengecualian kyline"


gold : kelas yang sudah bisa memanggil guardiannya.


master : sudah bisa menjalankan segala jenis missi penting dan sudah bisa menggunakan segala jenis senjata tajam contohnya: pedang



Kyline menghentikan langkahnya ketika melihat seseorang menghadang jalannya.


"Hei, nama ku Arlando. Siapa namamu cantik?" Arlan mengedipkan sebelah matanya lalu tangannya ter-ulur ingin menyentuh dagu kyline.


Kyline yang melihat itu sontak menghempaskan tangan lelaki dihadapannya dengan cepat.


Lancang!


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jangan lupa tinggalkan jejak ya🤞🏻




Next?