
Kyline sangat merindukan pelukan ibundanya yang bisa membuatnya tenang dalam sekejap.
Kyline memejamkan matanya erat lalu tersenyum sendu mengingat kejadian dua ratus tahun lalu.
"Ibunda, kelak aku akan menjadi ratu yang hebat seperti bunda." Gadis kecil itu tersenyum dengan lebarnya.
"Tentu sayang, kamu adalah putri terhebat bunda. Kelak kamu akan menjadi penguasa yang hebat." Wanita cantik itu tersenyum lebar menatap gadis kecilnya.
"Tentu saja aku tidak akan mengecewakan bunda! Kyline sayang bunda!" gadis itu merentangkan kedua tangannya lalu memeluk wanita cantik itu dengan sayang.
"Janji sama bunda! kamu akan menjadi wanita mandiri lalu menjalankan kehidupan dengan lelaki impianmu." Kyline tidak memperhatikan nada suara wanita itu yang terdengar getir.
"Tentu saja bunda! Bunda akan menjadi orang pertama yang akan Kyline kenalkan dengan lelaki itu!" Kyline tersenyum lebar memamerkan giginya.
"Bunda pegang janjimu sayang." wanita cantik itu terkekeh pelan lalu mengacak-acak rambut Kyline dipelukannya.
Janji tinggal lah janji.
seminggu setelah itu Kyline ingin mengajak ibundanya bermain ditaman.
ia membuka pintu kamar ibundanya lalu berteriak. "Bundaa, Kyline sudah bisa menguasai sihir baru!"
Kyline celingak-celingkuk mencari ibundanya.
DEG
ia membeku ditempat melihat kearah karpet disamping kasur ibundanya.
Darah berceceran dimana-mana.
Kyline yang kala itu masih berumur empat tahun berbeda dengan anak seumurannya. ia sudah sangat pintar dalam mengambil sikap.
Dengan tubuh yang gemetar hebat ia berjalan kearah ibundanya. Lalu, memegang pisau yang menusuk Perut ibundanya dan memejamkan mata erat.
tidak disangka-sangka sihir yang baru dipelajarinya yang ingin ia banggakan ke ibundanya justru ia praktekan kejasad ibundanya.
Tidak lama tangisan memilukan terdengar.
KENAPA TEGA AYAHANDANYA MEMBUNUH IBUNDANYA?*
KENAPA?
KENAPA HARUS AYAHANYA YANG SANGAT DIA BANGGA-BANGGAKAN?
Gadis itu menangis dengan keras melihat jasad ibundanya yang seperti itu.
KENAPA TIDAK ADA DAYANG-DAYANG YANG MENJAGA IBUNDANYA?
Kyline sudah curiga sejak awal, kenapa tidak ada pengawal didekat kediaman ibundanya. Tapi ia menepis semua pikiran negatifnya.
Sungguh pemandangan yang sangat meninggalkan trauma untuk gadis berumur empat tahun. Ntah apa yang dilakukan anak berumur empat tahun jika itu bukan dirinya melihat kejadian ini.
Kyline sudah melihat semuanya.
Melihat kelakuan busuk penguasa kerajaan napela.
"Ibunda aku janji akan membalas semua ini." Dengan tangis yang semakin deras ia mencium kening ibundanya dengan sayang.
Lalu pergi meninggalkan istana tanpa sepatah katapun. Sungguh biadab semua penghuni istana ini.
Tess
Akhirnya satu air mata menetes dari matanya. Ntah sudah berapa lama ia tidak mengeluarkan air mata.
"Janji tetaplah janji, mungkin ini saatnya." Kyline tersenyum dingin menatap langit-langit kamarnya.
"neopouštěj."
Tidak lama setelah itu muncul kelima guardiannya dengan menunduk hormat kearah kyline.
"Mungkin ini saatnya." Pandangan Kyline menatap lurus kearah kelima guardiannya.
"Sudah siap melaksanakan tugasmu Kyline?" Tanya Leon seraya berjalan kearah Kyline lalu tiduran dipangkuannya.
Kyline terkekeh melihat kelakuan Leon yang tidak ada takut-takutnya dengan wajah dinginnya.
"Sudah seharusnya aku melupakan masa-lalu, bukan begitu ifin?" Kyline menoleh kearah Griffin yang sedang memejamkan matanya erat dikasur sebelahnya.
Griffin yang merasa namanya dipanggil langsung menoleh kearah Kyline lalu tersenyum lembut. "Kita akan selalu ada untukmu lady, Selalu."
Kyline terkekeh senang melihat guardiannya yang sangat sayang kepadanya. "Mungkin mulai sekarang aku akan jarang memanggil kalian, Meira saja cukup."
Mereka berlima tidak keberatan dengan keputusan Kyline, Karena sudah waktunya tuan mereka menentukan takdirnya.
...****************...
Kyline pun membatin dengan setiap kata yang akan selalu diingatnya.
Jangan teledor.
Jangan buat kekacauan.
Jangan menarik perhatian orang lain.
Cukup hari pertama kesialannya. tidak ada yang kedua.
"Meira! Aku kekelas duluan yaa! Selamat belajar sepupuku." teriak Kyline dari arah ruang tamu.
Meira yang mendengar teriakan itu hanya mendengus.
Sesampainya dikelas ia duduk dengan tenang tanpa memperdulikan sekitarnya.
Persetan dengan tubuh gemuk didepannya ini, ia akan tetap tenang.
Tidak lama muncul Ms.Jeje dengan ular yang mengikutinya dibelakang.
"Selamat pagi anak-anak! Senang melihat kalian semua masih sehat."
Kyline hanya mendengus dalam hati mendengarnya.
Lagi-lagi dia menyumpahkan kita semua cepat mati.
"Baik anak-anak dengarkan saya! Pihak sekolah sudah sepakat bahwa besok akan diadakan pertandingan antar kel-"
BRAKK!
muncul sesosok pemuda yang sangat tampan dengan rambut acak-acakan memakai jubah hitam menjutai lantai. wajahnya membawa kesan angkuh yang sangat ketara.
"Dimana sopan-santun mu?!" Geram Ms.Jeje.
"Ouh maaf, My Teacher." suara pemuda itu terkesan mengejek bukan menampilkan raut rasa bersalah.
"kau terlalu lama hidup didunia manusia! kelakuanmu jadi seperti ini! Jaga sikapmu!"
Geram Ms.Jeje dengan nada kesal.
Sedangkan pemuda itu hanya tersenyum miring mendengar perkataan gurunya lalu mengacuhkannya dan berjalan kearah bangku paling belakang.
Ms.Jeje yang melihat itu hanya menghela napas lelah.
Pemuda itu tidak memperdulikan tatapan-tatapan bertanya dari para murid. Siapa gerangan pemuda yang dengan beraninya mencemoh gurunya.
"Kita lanjutkan! pihak sekolah sudah sepakat bahwa besok akan diadakan pertandingan antar kelas, besok pagi akan diacak daftar kelasnya. Sedangkan hari ini kita akan kehutan yang kemarin kita datangi lalu mencari tanaman untuk dijadikan ramuan penyembuh. Kelompok akan dibagikan sesuai tempat duduknya masing-masing." Ms.Jeje menatap satu persatu muridnya yang kelihatanya ingin protes tetapi semuanya terdiam.
Apaa?!
Sungguh kesialan Kyline tidak ada henti-hentinya dari kemarin.
Kyline melirik dari ekor matanya ke arah bangku di sebelahnya. ia mendapatkan teman sekelompok seorang pemuda, lebih baik ia sendiri seperti kemarin saat sebelahnya kosong tidak ada siapapun.
Kyline menghela napas pasrah.
"Kalian tahu bukan harus mencari tanaman seperti apa untuk dijadikan obat-obatan? Tanaman deoline. biasanya terdapat di antara semak-semak berduri."
jelas Ms.Jeje seraya memandangi siswanya yang ingin bertanya.
"Membosankan."
Kyline menoleh kesamping lalu mengerutkan dahinya.
Lalu untuk apa dia berada disini?
"Gue terpaksa sekolah ditempat ini."
Seakan pemuda itu mengetahui apa yang Kyline pikiran ia menjawabnya tanpa menoleh kesamping.
Kyline yang mendengar pemuda itu mengetahui isi kepalanya langsung menghadap kedepan lagi.
Apakah dia bisa membaca pikiranku?
"Gue gabisa baca pikiran lo, tapi wajah konyol lo itu yang menjawab."
Lagi-lagi pemuda itu tau apa yang dia pikirkan.
Baru kali ini Kyline bisa lepas kendali tentang mimik wajahnya.
Okee, tenang Kyline.
"Baik anak-anak saya tunggu dilapangan tempat kemarin sampe jam makan siang!" Ms.Jeje pun menghentakan kakinya ketanah lalu menghilang seperti biasa.
BLAMM!!
Muncul portal didepan kelas. Tidak lama mereka pun masuk satu persatu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jangan lupa tinggalkan jejak ya!