
🌸GUARDIAN KYLINE🌸
LILAPS.
anjing ajaib yang ditakdirkan untuk tak pernah gagal menangkap buruannya. ia bisa berubah menjadi hewan apa saja sesuai keinginan majikannya ia termasuk hewan penurut dan mampu membuat mangsanya merasa ingin memeliharanya.
LEON.
Singa besar yang tinggal di daerah Nemea, Argolis. Kulitnya sangat kuat dan tidak dapat ditembus oleh senjata apapun. ia dikenal sebagai Raja Hutan.
GRIFFIN.
'Raja hewan buas dan penguasa udara'. Griffin merupakan makhluk magis, dengan setengah singa dan setengah elang. ia amat populer, karena banyak memiliki sifat baik dan rupanya tidak memiliki sifat buruk. Sifat baiknya antara lain kewaspadaan, keberanian, dan kekuatan.
MEIRA.
monster wanita naga yang mengerikan. Dari kepala sampai ke pinggang tubuhnya adalah perempuan, sementara dari pinggang ke bawah dia berwujud naga dengan ribuan ular berbisa di kakinya. Tidak hanya itu, Meira juga memiliki berbagai kepala hewan buas yang menempel di pinggangnya, sedangkan ekor Meira adalah ekor kalajengking yang beracun. Selain itu, Meira juga bersayap.
PHOENIX.
burung berbulu merah-emas yang memancarkan cahaya terang seperti sinar matahari. Air matanya bisa menyembuhkan segala jenis penyakit. ia merupakan hewan paling setia, ia juga merupakan phoenix betina dan diberi nama oleh kyline dengan sebutan— HAMERA.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
HAPPY READING🌸
"LEON KEMBALIKAN BUKU DAN JUBAHKU SEKARANG JUGA!" Kyline melototkan kedua matanya melihat buku mantranya yang rusak karena taring guardiannya.
"Sudahla Leon kembalikan saja! Telingaku mau pecah mendengar teriakannya." Sahut gadis cantik yang sedang memainkan peliharaanya—Meira.
Pandangan Kyline beralih kearah Meira, Ia melototkan kedua matanya karena mendengar ucapan guardiannya.
Kyline berdecak kesal lalu berjalan cepat ke arah Leon yang telah merusak benda-benda keperluannya.
Leon menghentikan langkahnya ketika melihat seseorang tepat dihadapannya.
Leon meringis pelan melihat tatapan Kyline. "Sudah ku kembalikan ke kamarmu."
Kyline menunjuk salah satu pohon dikediamannya. "Ambil semua buah yang ada diatas pohon itu sampai tidak tersisa! jika sudah selesai, baru ku bolehkan masuk ke dalam kastil!"
Kedua bola mata Leon membesar, Ia membuka mulutnya ingin protes. "Ta-"
"Tidak ada tapi-tapian!" Kyline melototkan kedua matanya memandang leon.
Memang kediaman Kyline sangat luas, seperti sebuah kastil kuno yang sudah tidak layak pakai. Belum lagi tanaman merambat yang menghiasi pagar kastil, menambah kesan mistis bagi yang melihatnya.
Siapa sangka, Didalamnya menyimpan banyak misteri.
"Sudah di siapkan semua keperluannya Meira? Kita akan berangkat ke academy besok pagi." Kyline menoleh kearah Meira, lalu mengalihkan pandangannya lagi kearah jendela kastilnya.
"Tidak usah terlalu buru-buru menemukan pusaka itu kyline, kau bisa menikmati masa gadismu disana. jika perlu, carilah kekasih agar kau tidak kesepian." Meira menoleh sekilas kearah kyline.
Lilaps mengangangguk-anggukan kepalanya. "Benar yang diucapkan Meira, kau tidak usah terlalu buru-buru. Carilah sesuatu disana yang membuatmu terhibur."
Kyline hanya melirik malas kearah mereka berdua, Seolah-olah berkata.
Apa itu adalah hal yang penting?
"Kau sudah siap bertemu sepupumu kyline?" tanya seorang gadis dengan mata elangnya yang sedari tadi ikut mendengarkan—Hamera.
Kyline mengalihkan pandanganya kearah hamera lalu mengedikan bahunya. "Ntahlah."
"Tidurlah lady, kita akan berangkat ke academy besok pagi sesuai...perintahmu." Meira berdiri dari kursinya.
"kalian pergilah, Meira tetap disini temani aku." Kyline pun menjentikan jarinya, seketika lampu kamarnya padam semua.
"Dengan senang hati." Meira tersenyum tipis memandang kyline.
...****************...
Kyline sudah mengubah wujudnya menjadi gadis yang sangat cantik diusianya yang menginjak enam belas tahun.
Sebenarnya Ia bukan mengubah wujudnya, lebih tepatnya lagi memundurkan umurnya. Karena saat ini adalah wujud Ia ketika berumur enam belas tahun.
Warna kulitnya yang seputih salju dan rambutnya yang berwarna coklat keemaaan memberi kesan wanita ini sangat terawat. Netra berwarna violet gadis ini sangat mirip dengan seseorang yang melahirkannya. pahatan wajahnya yang sangat menawan dan terkesan angkuh menunjukan betapa misteriusnya gadis ini.
Kyline berdiri dihadapan seluruh guardiannya. "Meira kau akan temani aku disana sebagai sepupuku dan kau Lila ubah dirimu menjadi kucing, supaya tidak merepotkan ketika diacademy."
Meira mengangguk mengerti sedangkan Lilaps hanya mendengus tidak suka.
"kenapa harus kucing? astaga! masa aku harus meow meow untuk meminta makan, sangat menakjubkan!" Lilaps menghentakan kakinya kesal.
Lilaps membenci kucing, wujud itu yang sangat Ia hindarkan.
"Yes, Mylady." Sahut Lilaps dengan nada lemas.
Dengan ogah-ogahan Lilaps mengubah wujudnya menjadi seekor kucing persia dengan bulu lebat berwarna coklat keemasan seperti warna rambut Kyline.
"Ayo meira, kita akan naik mobil untuk sampai kesana."
Kyline langsung masuk kedalam mobil disusul oleh meira dan pengawalnya yang menyetir.
...****************...
Academy yang akan kyline tempati terletak di perbatasan kerajaan napela dan kartasa.
ketika sudah sampai didepan gerbang, Kyline turun dengan anggunnya beserta kucing digendongannya.
dibelakangnya Meira tidak kalah cantik dengan Kyline.
tapi, Meira sama sekali tidak tertarik dengan dunia di depannya ini.
karena, tugas Ia hanya melindungi tuannya dan mencari pusaka yang hilang.
"selamat datang di feeorin academy sekolah sihir terbesar dipulau teria, bisa tunjukan tanda pengenalnya?" Tanya penjaga pintu masuk academy yang kebetulan senior di academy itu.
Meira menyerahkan tanda pengenal mereka ke penjaga.
Tanda pengenal yang sudah Ia rancang se-demikian rupa.
"Terreria Kyline dan Meira. sebentar... kenapa tidak ada marga kalian disini?" Tanya penjaga itu dengan pandangan lurus menatap mereka berdua.
Dengan tenang Meira menjawab. "kami dibesarkan oleh nenek-nenek tua yang menemukan kami sewaktu bayi."
Penjaga itu mengangguk-anggukan kepalanya. "Kalian bisa menemui kepala sekolah diruangannya. apa itu peliharaanmu?" Tunjuk penjaga itu kearah Lilaps yang sedang tidur nyenyak digendongan kyline.
Kyline melirik sekilas kearah Lilaps, lalu tersenyum tipis.
sebenarnya dia tidak benar-benar tidur, jiwanya berkelana keliling academy.
"iya, ini peliharaan saya." ucap Kyline dengan nada datar.
"oke, kalian silahkan masuk."
tiba-tiba gerbang terbuka dengan sendirinya, tidak menunggu lama mereka pun masuk.
Penjaga academy itu menatap kepergian mereka dengan kerutan dikeningnya yng sangat jelas.
Aneh sekali, aku tidak bisa membaca pikiran mereka berdua.
...****************...
"Hmm, sudah kuduga tempat ini belum masuk kedalam academy." Kyline tersenyum miring. Ia berbicara seolah-olah ini bukanlah hal yang penting.
sedangkan Meira dibelakangnya hanya memandang lurus jauh kedepan.
"Lady, dipintu masuk academy akan ada murid tingkat master yang menyium aroma sihir kita." Meira tersenyum tipis menatap sang murid itu berada.
Kyline hanya mengangguk singkat.
Sekitar sepuluh meter dari Kyline, berdiri lelaki tampan dan disampingnya hinggap seekor burung elang yang akan membantu tuannya mencium aroma murid-murid baru academy.
"Dia kartus, elang yang dulu diselamatkan griffin saat terluka parah." ucap Meira dengan nada datar.
sedangkan Kartus yang mencium aroma tidak asing, menoleh secara cepat ke asal aroma itu.
Seketika bulu-bulunya meremang.
sedangkan tuannya—Orion hanya menoleh tidak mengerti ke arah guardiannya yang mendadak jadi kaku.
Lalu, pandangannya beralih kearah dua gadis yang sedang berjalan kearahnya saat ini.
Orion merasa aneh karena menyium aroma samar yang membuat bulunya bergidik ngeri.
tapi, yang Ia cium hanya aroma elemen biasa dari mereka berdua.
"oh, betapa beruntungnya aku hari ini menemui dua murid baru yang amat cantik." puji Orion dengan senyum lebarnya.
Kyline dan Meira terseyum tipis memandang lelaki dihadapannya.
"kalian berdua berasal dari mana?" Tanya Orion seraya meneliti keduanya.
Meira menjawab dengan senyum tipisnya. "Desa savana."
Orion melirik sekilas kearah guardiannya lalu mengerutkan keningnya. "Kartus, kenapa kau diam saja?"
Biasanya kartus akan bertanya untuk menjebak murid baru, tapi kali ini dia hanya diam saja.
Kartus tersentak lalu menundukan kepalanya. "Ah tidak apa-apa."
"Apakah kita sudah boleh masuk kak?"
Meira menoleh sekilas kearah elang itu lalu tersenyum miring.
"ah iya, ini kunci kamar kalian. Karena kalian datang berdua kalian boleh sekamar."
"Terima kasih." Meira tersenyum tipis kearah lelaki didepannya.
Lalu muncul sebuah portal didepan mereka, tidak menunggu lama mereka berdua pun masuk kedalam portal itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jangan lupa tinggalkan jejak ya^