Magic Shine/Origin

Magic Shine/Origin
Chapter 42: Evakuasi



Di tempat yang berbeda, ketika Arthur dan Allen sedang bertarung.


Beliana dan Selvia dengan berlari menjauh, sembari membawa Gen dan Lunaris menjauh dari area pertarungan.


Selvia dapat dengan mudah menggendong Gen yang notabene nya adalah seorang "Pria" dengan mudah, sementara Beliana sangat kesulitan untuk membopong Lunaris, yang menyebabkan perjalanan mereka harus terhenti setelah beberapa meter.


"Beliana, apa kau tidak apa-apa?" Tanya Selvia yang langsung menghentikan langkahnya ketika Beliana tersungkur.


"Haah, aku lelah!" Keluh Beliana.


Tidak jauh didepan mereka, terlihat banyak orang berkumpul di sana. Selvia meminta Beliana untuk bertahan sedikit lagi, untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi di depan.


Mau tidak mau, Ia menyetujui permintaan Selvia, dan kembali membopong Lunaris yang masih tak sadarkan diri.


Sesampainya di tempat ramai, mereka dikejutkan dengan banyaknya warga sipil yang terluka. Disana juga terdapat beberapa ksatria, dan Sang Raja yang nampaknya tidak dapat kembali. Semua itu dikarenakan jalan utama di depan Akademi sekarang telah menjadi Medan pertarungan.


"Astaga!" Beliana terkejut dengan pemandangan di hadapannya.


Hampir seluruh korban mengalami luka bakar, dengan tingkat yang berbeda-beda. Ada yang mengalami luka ringan, namun tak sedikit yang mengalami luka berat. Ditambah para Ksatria disana bukanlah pasukan medis, jadi mereka hanya melakukan semampunya saja.


Terlihat raut wajah Sang Raja Hermes juga bingung, karena memanggil bantuan pun hanya akan menambah korban, jadi ia memilih untuk bersembunyi di tempat yang dikelilingi oleh banyak rumah.


Melihat para warga yang terluka hanya diberikan pertolongan seadanya, membuat hatinya tergugah. Ia menurunkan Lunaris, kemudian berjalan perlahan kearah korban yang paling dekat dengannya.


Ia mendekat ke seorang Ibu yang sedang berpelukan dengan anaknya, yang sama sama mengalami luka.


"Tenanglah nak, kita pasti akan selamat, Sang Raja bersama kita saat ini, jangan khawatir!" Ucap sang ibu, untuk menenangkan anaknya yang menangis menahan rasa sakit di tubuhnya.


Beliana mengulurkan tangannya kearah mereka berdua, kemudian lingkaran sihir kecil muncul dari telapak tangan Beliana.


"Sang cahaya, tolong berikan keselamatan dan angkatlah rasa sakit dari tubuh dan jiwa mereka. Sihir Cahaya: Penyembuhan!"


Setelah Beliana selesai membaca mantra, debu-debu sihir menyembur dari lingkaran sihir di tangannya, dan langsung menutupi luka yang ada di tubuh ibu dan anak itu.


Awalnya mereka merasakan sakit ketika cahaya sihir itu menyentuh luka mereka. Lama-kelamaan, cahaya itu justru memberikan perasaan tenang pada mereka, dan luka mereka pun sembuh dengan sangat cepat.


Semua orang disana pun langsung terkejut, setelah melihat apa yang baru saja terjadi di hadapan mereka.


"Mustahil! Yang barusan adalah sihir tingkat tinggi, Elemen Cahaya? bagaimana itu terjadi?" Sang Ksatria yang terkejut benar-benar terkejut, sampai ia sendiri pun bingung mau mengatakan apa.


"Elemen Cahaya, sudah lama aku tidak melihat seseorang yang memiliki Elemen langka itu. Gadis itu Istimewa, bagaimana aku bisa tidak mengetahui kehadirannya!" Gumam Raja Hermes.


Semua orang disana yang tadinya kehilangan harapan, kini melihat secercah harapan terang di hadapan mereka. Beliana merasa senang, ia pun berdiri dan hendak menggunakan sihir yang lebih besar.


Ia menggenggam kedua tangannya sendiri, lalu sebuah lingkaran sihir berukuran sedang muncul di belakangnya. Semua orang melihatnya bersinar, bagaikan seorang Dewi yang datang untuk menyelamatkan hidup mereka.


Ia pun kembali membaca mantra, untuk menyembuhkan semua orang yang ada di sana, "Sihir Cahaya: Penyembuhan!"


Ribuan Debu-debu sihir menyembur keluar dari lingkaran Sihir yang dibuat oleh Beliana, dan langsung menyebar untuk menyembuhkan luka dari setiap orang yang ada disana.


Setelah semua orang mendapatkan penyembuhan mereka, Lingkaran sihir di belakang Beliana menghilang, dan Beliana langsung mengalami batuk-batuk.


Selvia menyadari bahwa itu adalah efek samping dari penggunaan sihir penyembuhan secara berlebihan, yang merusak tubuh Beliana secara perlahan. Setelah batuk nya berhenti, ia melihat darah di telapak tangannya, akan tetapi ia langsung menyembunyikannya dari orang lain.


"Nona, apakah anda baik-baik saja?" Tanya Raja Hermes, yang mewakili pertanyaan seluruh orang yang ada disana.


"Tidak apa pak, hmm maksudku Yang Mulia! Hamba hanya sedikit kelelahan," Ujar Beliana beralibi.


"Ah iya, maafkan aku. Sihir tadi hanya efektif untuk luka luar saja. Jika ada yang memiliki luka dalam, maka kalian harus tetap dirawat. Maafkan aku," Ucap Beliana, dengan perasaan bersalah.


"Tidak apa, setidaknya apa yang telah kau perbuat, dapat meloloskan kami dari kematian," Ujar salah seorang yang memiliki Luka dalam.


Semua orang disana memberikan terima kasih kepada Beliana, karena telah menyelamatkan nyawa mereka. Keadaan berangsur-angsur mulai membaik, sampai tiba-tiba suara dentuman terdengar keras dari arah pertempuran.


"Mustahil, aku tidak menyangka bahwa pertarungan mereka akan sedahsyat itu!" Celetuk Selvia.


"Apakah Arthur akan baik-baik saja!" Gumam Beliana, yang nampaknya khawatir dengan Arthur.


"Tunggu, apa kau mengenal anakku? Arthur Pendragon X?" Tanya Raja Hermes, yang tidak sengaja mendengar ucapan Beliana.


"Eee, iya kami berteman, kurasa," Jawab Beliana dengan canggung.


"Begitu rupanya. Lalu, apa yang ia lakukan sekarang?" Tanya Raja Hermes.


"Dia sedang bertarung untuk menahan musuh, supaya kami dapat melarikan diri," Ujar Beliana, dengan ekspresi menyesal.


"Jadi begitu, nampaknya ia sudah tumbuh. Baiklah, ini adalah kesempatan kita untuk mengevakuasi para penduduk yang masih selamat ini. Disini ada 3 Kereta kuda, masukan orang-orang yang memiliki Luka dalam, dan bawa mereka ke rumah sakit! Sisanya, ikut melarikan diri melalui jalan memutar menuju Pos keselamatan terdekat, para Ksatria akan mengawal kalian! Tanpa basa-basi, segera lakukan!" Seru sang Raja, dengan kharisma pemimpin yang terlihat jelas.


Semua orang langsung bergerak sesuai arahan Raja, cepat namun tetap teratur. Selvia dan Beliana memasukan Gen dan Lunaris salah satu kereta kuda. Setelah semuanya siap, mereka pun langsung bergegas pergi dari tempat itu, dan mengambil rute yang berbeda.


"Ayo kita harus segera pergi, Beliana!" Seru Selvia kepada Beliana.


Namun ia terus saja melihat kebelakang, seperti seseorang yang sedang mencemaskan sesuatu.


"Eeeee, Tidak. Aku akan menyusul Arthur, tidak akan ada yang menolongnya jika semua orang disini pergi!" Bantah Beliana.


"Apa yang kau katakan? Itu terlalu beresiko, kau sempat melihat kekuatan mereka kan, sedikit peluang untuk menang!" Sekali lagi, Selvia membujuk Beliana untuk ikut pergi.


"Maaf, tolong untuk kali ini, giliran mu untuk menjaga Kak Gen." Beliana langsung berlari kearah Akademi penyihir, untuk menyusul Arthur.


Selvia hanya dapat mengembuskan nafas panjang, saat melihat sikap Beliana yang seperti itu.


"Yaah mau bagaimana lagi, dasar remaja! Kuharap kalian berdua baik-baik saja, kalian harus menyusul kami!" Gumam Selvia, kemudian ia pun berlari dibelakang para Warga sipil untuk membantuk menjaga mereka.


Bersambung