Magic Shine/Origin

Magic Shine/Origin
Chapter 38: Reuni



"Gerudi Angin!"


Ketika Gen sedang berada di udara untuk menghantamkan serangan angin kepadanya, Ignite mengangkat tubuh Alaster yang ada di sampingnya, kemudian menggunakan tubuhnya sebagai perisai hidup.


Gerudi angin milik Gen tentu saja mampu menembus tubuh Alaster yang rapuh, sehingga membuat Alaster kehilangan nyawa hanya dengan sekejap mata.


Kejadian barusan tentu saja membuat Gen terkejut, sekaligus membuat moralnya terombang-ambing.


"Nah sekarang, apa itu pahlawan hah? Hei Gen si pahlawan!" Ujar Ignite, untuk menjatuhkan Gen.


Air matanya kini tak terbendung, Gen berubah ke bentuk dasarnya, lalu menjatuhkan dirinya ke posisi duduk. Ia meringkuk, layaknya orang yang kehilangan harapan untuk hidup.


Hal ini dimanfaatkan oleh Ignite untuk menyerangnya, akan tetapi Lunaris menggunakan Sihir airnya untuk menangkis serangan Api dari Ignite.


"Jauhi dia!" Bentak Lunaris, sembari menodongkan tongkat sihirnya.


"Heh, kau membunuh semua Phantom? mengerikan. Ngomong-ngomong, ada seseorang yang ingin bertemu denganmu," Ujar Ignite.


Lunaris bingung, tapi ia sama sekali tidak menggubrisnya. Ia pun langsung menyerang Ignite menggunakan Gelombang Air.


Saat air itu hendak mengenai Ignite, tiba-tiba kejadian aneh pun terjadi. Air itu membeku secara tiba-tiba, padahal Lunaris tidak menggunakan sihir pembeku.


Ignite pun menggeser posisinya berdiri, dan terlihat dari jauh seseorang sedang berjalan. Mata Lunaris langsung terbelalak, seperti sedang melihat hantu.


Seorang Remaja berambut putih, dan memakai pakaian warna biru itu berjalan mendekati Lunaris dengan tatapan yang dingin.


"Ti..tidak mungkin! Anda, Pangeran Allen?" Ucap Lunaris dengan terbata-bata.


Pria yang bernama Allen itu menatap Lunaris, dengan tatapan sedingin Es, bahkan udara disekitar mereka juga menurun secara drastis.


Tiba-tiba, Allen bergerak cepat dan langsung mencekik Leher Lunaris, kemudian mengangkatnya keatas. Lunaris belum sempat melawan, dikarenakan serangan dadakan dari Allen.


"Kau sudah cukup lama berlari kan? Kini saatnya, kau membayar pelarian mu itu, pengecut!" Ujar Allen.


Perlahan-lahan, tubuh Lunaris mulai ditutupi oleh Es, dimulai dari bagian leher kebawah.


"Bola Api Peledak!"


Muncul sebuah bola api didepan mereka berdua, kemudian bola api itu pun meledak dan menyebabkan Lunaris dan Allen terhempas ke arah yang berlawanan.


Allen langsung mencari darimana asal serangan tersebut, lalu ia melihat Gen yang telah memasuki Bentuk Elemen Api.


"Jangan ikut campur. Ini bukan urusanmu, rakyat jelata!" Bentak Allen.


Gen tidak menggubris perkataan Allen, kemudian Ia pun mengalirkan Api di kepalan tangan kanan nya.


"Tinju Api!" Gen menyebutkan nama jurusnya, namun nada suaranya sekarang lebih rendah dari yang biasanya.


Ia menghentakkan kakinya, kemudian mengarahkan tinjunya ke wajah Allen. Dengan cekatan, Allen memunculkan balik Es dari tanah, untuk memblokir serangan Gen.


Tinju api Gen beradu dengan balok Es milik Allen, alhasil, tidak terjadi dampak yang terlalu signifikan dari serangan Gen. Allen menggunakan kemampuan es nya untuk membekukan tangan Gen, yang tengah berada di balok es, kemudian memukul perut Gen.


Gen terhempas akibat Pukulan dari Allen, dan ia pun langsung kehilangan kesadaran setelah itu. Lunaris mencoba untuk menghampiri Gen, namun Allen menghadangnya Dan langsung menendang wajah Lunaris.


"Arghh" Lunaris mengerang kesakitan.


Hidungnya mengeluarkan darah, akibat tendangan Allen. Mana nya juga telah terkuras cukup banyak akibat pertarungan awal, ditambah kekuatan nya sangat tidak menguntungkan jika melawan pengguna Es. Keadaan saat ini tidak berpihak kepada Lunaris.


Saat ia hendak meraih Lunaris, tiba-tiba sebuah anak panah menancap di pundaknya. Ekspresi Allen sempat memperlihatkan kesakitan, namun langsung berubah kembali hanya dalam beberapa saat.


Ia berbalik, untuk melihat siapa yang telah menyerangnya. Dan ia pun melihat 3 orang, yang tidak lain adalah Selvia, Beliana, dan Arthur.


"Lama tidak bertemu, Pendragon!" Ujar Allen sambil mencabut anak panah dari pundaknya.


Arthur sempat kebingungan, namun ia seperti familiar dengan dengan suara tersebut.


"Apakah kau, Allen Viscot?" Tanya Arthur.


"Heh, sudah lama sekali ya? semenjak kalian datang untuk memeras kami!" Ujar Allen.


Selvia langsung menoleh kearah Arthur, seolah ia mengerti apa yang dikatakan oleh Allen. Arthur terdiam beberapa saat, sebelum akhirnya ia kembali berbicara.


"Beliana, kau selamatkan Gadis berambut cokelat itu! Selvia, bawa si Dongker yang tengah tergeletak itu!" Seru Arthur.


Beliana langsung mendekati Lunaris, dan ia pun langsung memberikan sihir penyembuhan dikarenakan sihir es yang masuk kedalam tubuhnya.


Selvia sempat berfikir sejenak, sampai akhirnya ia paham bahwa si Dongker itu adalah Gen. Ia pun langsung menghampiri Gen yang sedang tak sadarkan diri.


Saat sedang membawa Gen, ia tak sengaja melihat Ignite yang sedang duduk sembari memperhatikan Allen. Selvia menggeram, tetapi ia berusaha untuk tidak terjadi pertarungan dengan Iblis itu.


"Beliana, kita bawa mereka ke tempat yang aman!" Seru Selvia.


"Baiklah, kita juga harus menyembuhkan orang orang yang sedang terluka disekitar sini!' Ujar Beliana sembari membopong Lunaris.


Setelah mereka berempat pergi, kini tinggal Allen dan Arthur sendirian di depan gedung Sekolah Sihir, bersama Ignite dan mayat-mayat disekitar mereka.


"Apa kau pikir dengan mengubah warna rambutmu menjadi putih, kau akan bisa mengalahkan ku?" Gertak Arthur.


Tanpa basa-basi, sebuah jarum Es muncul disamping tubuh Allen, kemudian ia langsung melemparkannya kearah Arthur. Arthur yang terkejut pun langsung mengambil Excalibur nya, dan langsung menebas jarum Es tersebut.


"Bagaimana dia bisa?"


"Apa kau terkejut, dengan kekuatan baruku? Majulah dan gunakan kekuatan Kucing kecilmu itu!" Ejek Allen.


Arthur terkekeh mendengar ucapan Allen. Ia langsung menancapkan pedangnya di tanah, kemudian reaksi aneh pun terjadi. Sebuah cahaya berwarna kuning keemasan muncul dari pedang Excalibur, dan langsung mengalirkan cahaya itu ke tubuh Arthur.


Cahaya itu membentuk sebuah garis diseluruh tubuh Arthur, kemudian menyatu dengan tubuh Arthur sehingga menghasilkan bentuk seperti Tato Garis di seluruh tubuhnya.


"Aku juga telah melatih Kekuatan baru! Inilah dia, Bentuk Excalibur milik ku!" Seru Arthur seraya mencabut Pedangnya dari tanah.


Allen merasakan kekuatan Arthur yang meningkat pesat. Tanpa basa-basi, Allen langsung memunculkan pedang yang terbuat dari Es melalui tangannya, dan mereka berdua pun saling mengacungkan pedangnya satu sama lain, sebagai tanda untuk berduel.


"Hahahaha, sekarang hibur lah aku, dengan pertunjukan kalian!" Gumam Ignite.


^^^**Bersambung^^^


Visual: Allen & Arthur Excalibur Form**