Magic Shine/Origin

Magic Shine/Origin
Chapter 39: Arthur Vs Allen



"Traang!"


Suara pedang beradu, yang menandakan bahwa pertarungan antara mereka berdua telah dimulai. Setelah dentuman pertama, mereka berdua mundur untuk mengambil ancang-ancang.


Setelah siap, mereka berdua pun bergerak secepat yang mereka bisa. Allen hendak menusuk Arthur menggunakan pedang es nya. Namun, Arthur bergerak lebih cepat sehingga serangan Allen meleset, dan Arthur pun langsung menusuk bagian perut Allen.


Arthur mencabut pedangnya, lalu hujan darah pun bercucuran. Akan tetapi, Allen masih dapat berdiri tegak. Bahkan yang lebih mengejutkan, luka di tubuh Allen dapat sembuh dan menutup secara sempurna.


"Kau!" Arthur terkejut ketika melihat kejadian tersebut.


"Kau lihat kan? ini adalah kekuatan ku! Tidak ada yang dapat mengalahkan ku sekarang, Pendragon!" Allen memukulkan tangannya ke tanah.


Kemudian paku es bermunculan, kemudian bergerak dengan cepat ke arah Arthur. Dengan cekatan, Arthur melompat untuk menghindari serangan dari Allen.


Akan tetapi, Paku es milik Allen memanjang dan langsung mengenai tubuh Arthur. Untungnya, Arthur masih dapat bermanuver di udara, sehingga serangan barusan tidak mengenai bagian vitalnya.


Walaupun dengan tubuh yang terluka, Arthur masih sanggup untuk melepaskan diri, dengan cara memutarkan tubuhnya.


"Hah, gerakan itu? harusnya manusia biasa langsung tewas ketika melakukan nya!" Gumam Allen.


"Apa aku terlihat seperti manusia bagimu!" Balas Arthur.


Pertarungan pun berlanjut. Arthur bergerak dengan kecepatan tinggi, sehingga Allen sendiri sulit untuk mengimbangi nya. Arthur dapat menyerang dari samping, atas, belakang dan membuat Allen kewalahan, sehingga ia hanya melakukan gerakan bertahan.


Meskipun terkena serangan Arthur berkali-kali, sekaligus terluka berkali-kali, Luka Allen dapat langsung sembuh dengan sekejap mata. Berbeda dengan Arthur, ia harus menahan rasa sakit akibat luka dari pertempuran.


Setelah beberapa kali serangan, Akhirnya serangan Arthur terhenti. Hal ini membuat Allen was was, karena ia tidak dapat melihat Arthur dimana pun. Tiba-tiba,


"Excalibur Slash!" Sebuah tebasan jarak jauh ditebas kan oleh Arthur dari bagian belakang tubuh Allen.


Allen yang menyadarinya pun langsung membuat pelindung, "Dinding Es!"


Tebasan Arthur berhasil meninggalkan sebuah goresan di dinding Es milik Allen, namun tidak sampai menggoresnya. Arthur menarik nafas sedalam mungkin, supaya stamina nya pulih kembali.


"Apa kau siap? Untuk ronde selanjutnya!" Ujar Allen, sembari membuat sebuah Kampak Es besar di tangannya.


"Heh, majulah!"


Allen mengayunkan Kampak besarnya kearah Arthur, namun Arthur dapat melompat melewati serangan horizontal dari Allen. Tentu saja hal ini membuat Allen bingung, karena ini sudah melewati batas kemampuan manusia.


Kemudian Arthur pun menendang kepala Allen, seraya bermanuver di udara. Ketika Allen sedang tersungkur, Arthur pun memanfaatkan kesempatan ini untuk kembali menyerangnya.


"Ini berakhir!" Arthur telah mengunci jantung Allen.


Saat hendak menusuk Allen, tiba-tiba sebuah paku Es muncul dari tanah dan mengarah tepat ke jantung Arthur. Arthur yang menyadarinya segera mengelak dari paku es tersebut, namun paku tersebut malah mengenai bahu nya.


"Arghhh!" Arthur mengerang kesakitan.


Bahaya belum berakhir, Allen mengeluarkan banyak Paku Es disekitar tubuhnya. Untunglah Arthur dapat menyadarinya duluan, sehingga ia berhasil melompat kebelakang untuk menghindari serangan tersebut.


"(Sial, bagaimana dia melakukan semua itu? Garis emas disekitar tubuhnya itu, apakah itu berarti sesuatu? aku harus menemukan kekuatan apa yang ia gunakan, sekaligus menemukan kelemahannya!)" Gumam Allen dalam hati.


Allen kembali berdiri, dan ia pun langsung mengayunkan Kampak es nya kearah Arthur. Arthur pun menahannya dengan Excalibur miliknya, kemudian mereka pun saling beradu kekuatan.


Alhasil, senjata mereka berdua sedikit terpental. Allen yang menyadari sesuatu kemudian mencoba menyerangnya lagi dengan Ayunan Kampak yang sama. Dan lagi-lagi, reflek cepat Arthur menyelamatkannya. mereka kembali beradu senjata.


"Kecepatan mu berkurang, Pendragon! apakah ini batasannya?" Ejek Allen, dengan perasaan bangga.


"Apa kau yakin soal itu!" Balas Arthur.


Setelah itu, Arthur bergerak dengan cepat dan langsung meninju Allen tepat di wajahnya, sehingga membuat Allen tersungkur dengan hidung yang mengeluarkan darah.


"Hahaha, bagaimana!" Ucap Arthur menyerukan kemenangan sementaranya itu.


Allen merasa sangat kesal. Pasalnya, ia sama sekali tidak mengerti tentang kekuatan baru Arthur itu. Ia pun mencoba berdiri, dan kembali menghadapi Arthur untuk memahami kekuatannya serta bagaimana cara ia bertarung hingga dapat mempercundangi nya.


Kali ini Allen membekukan kedua tangannya, kemudian ia pun menciptakan dua bilah belati Es yang tersambung langsung dengan tangannya, dan menyerang Arthur.


Gerakan Allen meningkat pesat, dan ini cukup membuat Arthur kesulitan karena harus menahan setiap serangan yang dilancarkan Oleh Allen, secara membabi buta.


Saat mencoba mengimbangi kecepatan Allen, entah mengapa Pedang Arthur berulang kali terhempas oleh serangan Allen. Ignite yang sedari tadi menyaksikan pertarungan mereka mulai menyadari sesuatu.


Ia juga sadar bahwa disana sudah tidak ada siapapun, semenjak Arthur bertarung dengan Allen, yang artinya ia tahu bahwa Arthur memang sengaja mengulur waktu supaya Selvia dan Beliana dapat mengevakuasi orang-orang.


Sekaligus membuka fakta bahwa Ignite juga sengaja membiarkan rencana Arthur berjalan mulus, entah apa tujuannya.


Arthur yang mulai kewalahan kemudian melompat mundur untuk menyelamatkan diri, sekaligus mengambil nafas.


"Huff huff, Sial!"


Ignite pun mulai berdiri, dan mendekati mereka berdua.


"Oy Allen, Kekuatannya itu, adalah menambahkan kecepatan atau kekuatan ke sesuatu yang ia inginkan," Ujar Ignite.


Allen pun tertarik mendengarkan Ignite, sehingga ia melelehkan senjatanya sendiri dan berbalik kearah Ignite.


"Apa maksudmu?" Tanya Allen yang nampaknya kebingungan.


"Garis emas di tubuhnya itu, merupakan indikasi bahwa ia sedang menggunakan bentuk penambah kekuatan. Dengan bentuk itu, ia dapat menambah kekuatan fisik, menambah ketajaman dan kekuatan Pedangnya, serta mempercepat gerakannya," Jelas Ignite.


"Heh, dia mengetahui nya. Bagaimana sekarang, Arthur?" Tanya Chimera, namun tidak mendapat jawaban.


"Bukankah jika begitu, ia tidak memiliki kelemahan selain stamina? Itu artinya aku hanya harus terus menyerangnya hingga ia kelelahan dan mati kan!" Sambung Allen.


"Itu mungkin akan berhasil, jika kau adalah orang yang bodoh!" Bentak Ignite.


"Apa maksudmu?"


"Apa kau tidak menyadarinya ketika menyerangnya? Kekuatan dari bentuk itu, tidak dapat digunakan secara bersamaan! Dengan kata lain, ia tidak dapat menebas secara kuat sembari bergerak cepat, atau menggunakan kekuatan fisik dengan keahlian berpedang secara bersamaan. Sudah kuberi petunjuk, sekarang kalahkan dia!" Seru Ignite.


Allen berseringai, kini ia tahu cara menghadapi kekuatan membingungkan dari Arthur. Respon yang diberikan Arthur cukup mengejutkan, karena ia hanya berdiri sembari tersenyum tipis.


"Wah, nampaknya ketahuan ya. Tapi, pasti kau belum mengetahui tentang ini kan?" Arthur kembali menancapkan Excalibur nya di tanah.


Tak lama kemudian, Es es bekas pertarungan Allen menghilang dan berubah menjadi aura yang diserap oleh Excalibur. Dan Excalibur mengalirkan aura itu ke tubuh Arthur, sehingga membuatnya Aura dan sinar di tubuhnya semakin berkilau.


"Inilah kekuatan dari Excalibur, kau tidak akan dapat mengalahkannya!" Ucap Arthur dengan penuh kebanggaan sembari mencabut Excalibur nya.


Allen juga menciptakan pedang Es, dan mengambil kuda-kuds untuk Bertarung. Mereka berdua berteriak untuk membakar semangat, dan saling berlari kearah masing-masing.


"Arthur Pendragon!"


"Allen Viscot!"


Bersambung