Magic Shine/Origin

Magic Shine/Origin
Chapter 34: Kejutan



Setelah Semua orang memasuki Auditorium, dan pembawa acara pun langsung membuka acara perpisahan itu, setelah semua orang duduk ditempatnya masing-masing.


"Selamat pagi, wahai hadirin sekalian yang telah menyempatkan waktunya untuk hadir. Izinkan saya memperkenalkan diri, nama saya adalah Mike Garrison, salah seorang pengajar di Akademi ini. Tanpa berlama-lama lagi, mari kita buka acara nya dengan sepatah dua patah kata yang akan diucapkan oleh raja kita, ia adalah Yang Mulia Raja Hermes Pendragon! silahkan untuk memberikan sambutan," Ujar Mike, sebagai pembukaan.


Semua orang yang ada disana pun memberi tepuk tangan meriah, lalu Sang Raja pun mengambil pengeras suara yang dipegang oleh Mike, lalu berdiri diatas panggung untuk memberikan sambutan kepada seluruh hadirin.


"Baiklah, terima kasih kepada semuanya yang telah mengundang saya pada kesempatan kali. Saya tidak akan lama, saya hanya ingin memberikan sedikit pujian kepada para Penyihir yang telah berhasil lulus dari Akademi ini. Kalian merupakan salah satu pondasi penting bagi kerajaan, yang dimana kalian akan mengambil peran aktif kepada Kerajaan nantinya. Entah sebagai peneliti, ataupun sebagai Prajurit,"


Gen menghela nafas panjang. Ia memalingkan pandangan nya, seolah tidak ingin mendengar pidato Raja Hermes lebih jauh lagi. Ia tahu bahwa inti dari acara ini hanyalah penghargaan, dan berbagai pujian omong kosong yang ditujukan untuk membakar semangat para calon penyihir yang telah berhasil lulus.


Gen merasa malas, namun ia menghargai Lunaris. Ia melihat bagaimana antuisme para Orang tua yang melihat anaknya berhasil, mungkin itulah yang ingin dirasakan Lunaris. Yaitu memiliki seseorang yang akan membanggakannya atas keberhasilannya.


Pidato Raja Hermes pun selesai, kemudian acara pun dilanjut oleh acara hiburan berupa pertunjukan sihir. Gen semakin malas dengan acara membosankan ini, tanpa sadar, ia pun memejamkan matanya dan tertidur diantara para penonton yang sedang menyaksikan acara tersebut.


*


*


*


"Hei bangun! aku yakin kau tidak ingin ketinggalan acara ini," Tegur seseorang dari samping.


Gen pun terkejut, ketika mengetahui ada seseorang yang membangunkannya.


"Huh, jam berapa sekarang?" Tanya Gen secara frontal.


"Jam 10," Jawab Paman yang membangunkan Gen tadi.


Acara dimulai pukul 8, dengan kata lain, Gen telah tertidur selama 2 jam selama acara berlangsung. Ia telah melewatkan banyak hal, namun perasaan nya mengatakan bahwa ia belum ketinggalan klimaks nya.


"Baiklah, kita telah sampai di Puncak acara. Sekarang adalah, pemberian penghargaan Kelulusan bagi para murid, dan juga, Penobatan Murid terbaik Tahun ini yang sekaligus akan diberi gelar berupa Ksatria Sihir!" Ucap Mike.


Semua orang disana pun terkejut, termasuk Gen. Ia mulai tertarik dengan acara kali ini, pasalnya, Ksatria Sihir merupakan salah satu gelar paling bergengsi, dan bagi mereka yang dapat meraihnya, hidup mereka akan dijamin oleh Kerajaan, dan secara tidak langsung, gelar itu hampir setara dengan gelar Pahlawan.


Semua orang yang disana berdebar, Gen melihat Lunaris yang berada di tempat para Penyihir pun kelihatannya sangat berharap. Gen juga ikut berharap, supaya Lunaris mendapatkan gelar yang ia inginkan.


"Baiklah, inilah nama Ksatria Sihir di tahun ke 321 adalah..."


Semua orang berdebar mendengar keputusannya, kemudian Mike pun langsung menyebutkan namanya secara lantang.


"Alaster Melvin!" Semua orang pun bersorak senang ketika nama itu disebut.


"Sudah kuduga dia akan menang. Yaah jika dipikir-pikir, memang dialah yang cocok untuk ini," Ujar Paman yang duduk disebelah Gen.


Gen merasa bingung, karena semua orang disana seolah mengabaikan perasaan anak mereka, dan bersorak untuk seseorang yang dianggap sebagai yang terhebat.


"Selamat atas pencapaian mu, Alaster!" Puji Mike, kemudian ia mengarahkan Alaster kearah Raja Hermes untuk dinobatkan.


Alaster pun tunduk kepada Sang Raja, kemudian sang Raja pun memberikan Almamater Istimewa untuk dikenakan oleh Alaster, beserta banyak penghargaan lain yang ada di meja sebelahnya.


Almamater itu memiliki ukuran panjang layaknya Jubah, dan memiliki 2 warna yaitu Merah dan Emas, dimana yang memiliki Almamater dengan garis warna emas adalah tanda bahwa orang itu memiliki jabatan. Contohnya Arthur, yang memiliki Almamater berwarna hitam dengan garis emas.


Alaster pun melepas jubahnya, kemudian memakai Jubah Almamater yang bertulisan "Magic Knight" di punggungnya, lengkap dengan Logo kerajaan yaitu Pedang dan Perisai yang bersatu.


"Berdirilah wahai Ksatria Sihir yang baru, dengan ini, kau telah sah menjadi pelindung Kerajaan diumurmu yang tergolong muda ini. Kuharap, kau juga melakukan kewajibanmu dengan baik sebagai pelindung Kerajaan kedepannya,"


"Saya siap mengorbankan Jiwa dan Raga saya untuk melindungi Negeri ini, apapun yang terjadi! Saya berterimakasih sebesar-besarnya atas penghargaan ini, Yang Mulia!" Alaster pun berdiri, kemudian berbalik kearah penonton untuk memperlihatkan dirinya yang telah dinobatkan sekarang.


Semua orang bertepuk tangan, bahkan terlihat keluarga Melvin yang sedang duduk berkelompok pun menangis, ketika melihat anggota keluarga nya telah diangkat menjadi Ksatria sihir.


"Baiklah, sekarang, Para Lulusan Akademi silahkan naik ke panggung untuk menerima penghargaan Kelulusan!"


Semua lulusan Akademi yang berjumlah sekitar 40 orang pun berbaris, dan menunggu gilirannya untuk diberikan penghargaan oleh Sang Raja.


Beberapa menit berlalu, dan semua Lulusan Akademi pun berjajar dipanggung untuk diambil Fotonya, sebagai kenang-kenangan atas keberhasilan mereka. Gen memperhatikan wajah Lunaris, dan ia melihat ada sedikit kekecewaan diwajahnya, namun ia mampu menutupinya dengan membalutnya menggunakan senyum bahagia diwajahnya.


Semua orang pun bertepuk tangan, namun Gen merasakan ada sesuatu yang aneh. Saat semuanya telah berhenti, ada seseorang yang masih bertepuk tangan. Sumber suara nya dari arah pintu, sontak semua orang pun langsung menoleh kearah pintu masuk Auditorium.


"Wah wah, selamat atas kelulusan kalian ya!" Ujar seseorang yang sedang besandar di pintu.


Semua orang yang ada disana pun terkejut, sekaligus bergidik ketika melihat sosok yang ada di depan pintu. Tubuhnya berwarna dominan hitam, dengan disertai retakan merah yang bentuknya mirip seperti lahar.


Jika diperhatikan, kulitnya pun lebih nampak seperti batu, dan makhluk itu lebih mirip Gunung berapi namun dalam bentuk makhluk hidup yang struktur tubuhnya mirip manusia, namun itu bukan Manusia.


"Iblis!" Ujar Raja Hermes.


"Hahahaha, Kejutan!" Iblis itu pun berpindah dari pintu masuk, lalu memperlihatkan bagian luar.


Semua orang yang ada disana pun dibuat ngeri, karena mereka melihat banyak mayat yang tergeletak diluar Auditorium, bahkan banyak yang muntah setelah melihat pemandangan mengerikan tersebut.


Ini adalah kali pertama warga Pendragon Hall melihat langsung sosok Ras penghancur yang selama ini dibicarakan, dan mereka pun tidak dapat berkata-kata lagi, karena ketakutan mulai menguasai mereka.


"Sialan, Iblis brengsek!" Gen langsung berlari kearah Iblis itu tanpa persiapan sedikit pun.


"Saatnya pertunjukan!"


Bersambung