Magic Shine/Origin

Magic Shine/Origin
Chapter 35: Tragedi



Gen berlari menerjang kearah Iblis itu, sembari mengarahkan tinjunya. Saat ia menghantamkan tinjunya kearah Iblis itu, dia baru ingat bahwa ia belum menggunakan kekuatan Elemental nya.


Alhasil, Iblis itu dapat dengan mudah menangkap pukulan Gen, lalu membantingnya kelantai, kemudian menginjak tubuhnya supaya ia tidak dapat bergerak.


"Astaga, apa-apaan ini! Kenapa malah anak kecil ini yang berani menghadapi ku, mana Penyihir atau Ksatria Sihir yang daritadi kalian sebutkan itu?" Tanya Iblis itu, dengan nada merendahkan.


Para penyihir lain pun terpancing emosi, terutama Alaster. Ia langsung mengerahkan tongkat sihirnya kearah Iblis itu, kemudian membacakan mantra.


"Fireball!" Alaster menembakan bola api melalui tongkatnya.


Iblis itu pun langsung terkena hantaman bola api itu, dan kemudian terpental menjauh. Gen yang tadinya terinjak pun kini terbebas, kemudian Alaster datang untuk membantunya.


"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Alaster, sembari mengulurkan tangannya.


Namun saat Gen menyambut tangannya, lalu ia melihat rupanya, hal yang mengejutkan pun terjadi.


"Tidak mungkin! Kau, Ren? Genius Ren kan?" Tanya Alaster, dengan wajah yang terkejut.


Gen pun menjadi bingung. Pasalnya, Alaster melihat Gen dengan tatapan, seolah ia sedang bertemu orang yang telah lama tidak bertemu.


"Siapa?" Tanya Gen, dengan wajah kebingungan.


Alaster merasa aneh, karena melihat Gen seakan tidak mengenalnya. Namun ancaman belum pergi, alhasil, Alaster pun membuang rasa penasaran nya, lalu pergi untuk menghadapi Iblis itu.


Gen pun hendak ikut bertempur, ia melepas jas dan kemejanya, sehingga ia hanya memakai Kaus. Hal ini ia lakukan, supaya dapat leluasa bergerak, kemudian ia pun langsung bergegas menyusul Alaster.


"Hei, kenapa kau memakai baju sampai tiga lapis?" Tanya Kirin, melalui batin Gen.


"Apa itu masalah untukmu?"


Pertarungan pun dimulai, Alaster mengarahkan tongkatnya, kemudian ia melafalkan mantra secara cepat, dan menembakan bola api melalui tongkatnya.


"Firelball!"


Bola api yang ia ciptakan kali ini jauh lebih besar daripada yang petama kali, dan bola api itu pun mengarah langsung kearah Iblis itu. Namun, kejadian tak terduga pun terjadi.


"Booommm!"


Semua orang termasuk Gen langsung menunduk, supaya tidak terkena dampak ledakan yang baru saja terjadi.


"Hahaha, ternyata nama 'Ignite' ini memang merepresentasikan kekuatanku ya," Ujar Iblis itu, seakan memperkenalkan dirinya secara tidak langsung.


Kemudian, ia pun menjentikkan jarinya. Dan kejadian tak terduga pun kembali terjadi, muncul beberapa lubang hitam berukuran sedang disekitar area pertarungan.


Dari setiap lubang hitam yang berbentuk seperti portal itu, muncul makhluk aneh yang berbentuk sepeti monster yang memiliki proposal layaknya humanoid.


Monster Monster itu bergerak secara abnormal, mereka seperti makhluk yang tidak memiliki akal pikiran.


"Pasukan Phantom ku, serang para makhluk fana itu, dan jadikan mereka keluarga kalian!" Ujar Ignite, memerintah para makhluk yang disebut Phantom itu.


Benar saja, pasukan Phantom itu langsung menyerbu para lulusan penyihir, serta orang-orang yang ada disana.


Gen tidak tinggal diam, ia menggunakan konsep yang sama, seperti saat dia menggunakan Bentuk Elemen Api Fase 3, namun kali ini menggunakan Elemen yang berbeda.


Gen berubah ke Bentuk Elemen Angin, kemudian mengumpulkan udara yang ada disekitarnya. Setelah mengumpulkan energi itu sampai batas yang dapat ditampung tubuhnya, Gen meledakan Aura angin yang cukup besar, dan ia pun berhasil memasuki Fase 3 dari Elemen angin.



Tubuhnya diselimuti Aura angin yang cukup tenang. Gen langsung menggunakan Fase ini, karena di fase inilah kekuatan Gen dapat keluar secara maksimal, tanpa harus boros energi.


Gen bersama dengan Penyihir lain bertarung di garis belakang, untuk menghadapi para Phantom yang hendak menyerang para wali dari murid akademi, sekaligus melindungi Raja.


Sementara Alaster tampak tak Acuh dengan pertarungan dibelakangnya, dan ia hanya fokus menghadapi Iblis api bernama Ignite yang sedang berdiri di hadapannya.


Alaster melompat, lalu menendang Ignite menggunakan tendangan samping, setelah itu, ia pun langsung menggunakan sihir bola api, begitu Ignite terpukul mundur akibat tendangannya.


Bola api itu meledak, setelah mengenai Ignite. Namun, sesuatu yang tak terduga lagi-lagi muncul.


"Apa!" Mata Alaster terbelalak, ketika melihat api sihir yang baru saja mengenai Ignite ternyata diserap oleh Iblis itu.


"Hahahaa. Apa kau lupa, bahwa aku adalah Iblis tipe api? Sekarang, nikmatilah detik-detik terakhirmu, Ksatria Sihir!"


Bersambung