
Gilbert mulai menceritakan tentang Ciel, bersamaan dengan sejarah kelam desa Minos yang selama ini tidak Gen ketahui.
"Anak yang kau selamatkan itu, adalah anak yang aku rawat selama ini. Orang tuanya terlibat perkelahian, dan berujung pada perceraian. Sampai pada akhirnya, orang tuanya saling membunuh, tepat di hadapan matanya sendiri. Dia ketakutan, dan mengalami Trauma berat." Ujar Gilbert.
"Lalu, memangnya aku peduli dengan hal seperti itu?" Ketus Gen.
"KURANG AJAR, KAU MEMANG MANUSIA EGOIS YANG TIDAK MEMILIKI PERASAAN!" Bentak Gilbert, sebelum akhirnya ia melempar Gen.
Gen terpelanting ke tanah dengan sangat keras, namun ia masih kuat untuk berdiri. Gilbert menatap Gen dengan tatapan kebencian, seolah Gen adalah seonggok sampah yang harus dimusnahkan.
"Argh, aku tidak peduli dengan masa lalunya! Yang terpenting adalah, bagaimana ia menjalani hidup kedepannya. Maka dari itulah, aku akan melindungi hidupnya, dan menjauhkan nya dari orang tidak bertanggung jawab seperti dirimu!" Balas Gen.
Gilbert tersentak akan perkataan Gen. Kemudian, Gen memanfaatkan momentum itu untuk melancarkan serangan. Alhasil, Gilbert yang terkena pukulan Gen langsung terhempas cukup jauh.
"Wah, ternyata kekuatan Fase 3 ini sungguh luar biasa!" Gumam Gen.
Gilbert bangkit kembali. Kedua rekan nya sempat mengkhawatirkannya dan menawarkan bantuan untuknya, namun Gilbert menolak mentah-mentah bantuan dari mereka. Ia mengatakan bahwa ini adalah pertarungan pribadinya dengan Gen.
Samar-samar, Gen mendengar suara tangisan. Suara tersebut terdengar dari bangunan yang letaknya di belakang tempat Gen berdiri, dan Gen tahu persis bahwa itu adalah suara Ciel.
"Aku mengerti sekarang, alasan mengapa kau tidak percaya lagi kepada orang lain. Aku tidak akan memaksamu untuk percaya padaku. Lakukan saja sesuka mu, tapi, aku juga akan melakukannya sesukaku!" Ujar Gen kepada Ciel.
Tak lama kemudian, Gilbert kembali muncul di hadapan Gen. Kali ini, ia terbawa amarah, jadi serangan yang ia lancarkan kepada Gen tidak seefektif sebelumnya. Alhasil, Gen dapat membaca serangan Gilbert, dan berhasil membalikan keadaan. Gen menghindari pukulan Gilbert, lalu membalasnya menggunakan pukulan tepat di dada Gilbert.
Gilbert memuntahkan darah, akibat dampak dari serangan Gen. Gilbert terpelanting ke tanah. Saat Gen hendak mengakhirinya menggunakan bola api, tiba-tiba Gilbert terkekeh.
"Hahhaahhahahahhahahahahhahahaha!!!!!!"
Gen mematikan Bola api di tangannya, karena ia merasa ada yang tidak beres dengan Gilbert.
"Apa yang lucu?" Tanya Gen.
Tak lama kemudian, Gilbert kembali bangkit. Karena posisinya tidak terlalu jauh dari tempat Gen, jadi ia masih dapat melihat sosok Gilbert yang babak belur akibat pertarungan mereka berdua.
"Kau tahu mengapa desa ini dipenuhi oleh tindak kriminalitas?" Tanya Gilbert kepada Gen.
"Tidak peduli!" Saat Gen mengatakan hal tersebut, Gilbert langsung menghantam wajahnya.
Gen terkena serangan mentah yang dilancarkan oleh Gilbert, karena ia sedang dalam posisi yang tidak siap.
"Apa kau tahu, kebusukan Ksatria di Negeri ini?" Tanya Gilbert.
Gen mencoba bangkit, namun Gilbert menginjak tubuh Gen, seolah mencegahnya untuk melawan.
"Arghh!" Pekik Gen.
"Dengarkan aku, bocah! jika kau sepintar namamu, mengapa kau tidak memikirkan ulang tentang penyerangan ini?"
"Apa maksudmu?"
"Ini adalah Sihir untuk mencegah orang lain untuk masuk kemari sekaligus menghapus kejanggalan di desa ini menggunakan sihir tingkat tinggi." Jelas Gilbert.
"Jangan berputar-putar sialan! Cepat selesaikan apa yang ingin kau beritahu kepadaku!" Bentak Gen.
Gilbert tertawa, ketika melihat Gen marah seperti itu. Kemudian, Ia kembali menginjak tubuh Gen dengan keras dan menendang kepala Gen.
"Ini adalah Ilmu sihir bodoh, kau pikir berapa banyak Penyihir di Kerajaan, hah! Mereka harusnya dapat merasakan keanehan ini, tapi kenapa mereka tidak datang? Karena mereka tidak mau kehilangan nyawa mereka, hahahaha!" Ujar Gilbert.
Gen tersentak, setelah mendengar pernyataan Gilbert. Ia tidak berfikir sejauh itu, karena ia tidak terlalu mempelajari sihir sebelumnya.
"Untuk masuk kesini, bukankah harus membuat Aura ku dengan aura orang yang ada disini beresonasi, kan?"
"Kau yang tidak dapat menggunakan Sihir saja dapat melakukan nya, apa kau pikir mereka tidak bisa? Jangan bercanda!" Gilbert kembali menendang kepala Gen.
Entah mengapa, Gen merasa tidak dapat melawan Gilbert lagi. Pandangannya kini telah dirusak oleh salah seorang penjahat, dan secara tidak langsung Kekaguman Gen terhadap Ksatria kini mulai memudar.
"Tutup Mulutmu!" Bentak Gen, lalu ia melayangkan sebuah Pukulan yang langsung mengenai wajah Gilbert.
"Apa Tujuanmu bertarung? Genius!" Gilbert membalas pukulan Gen.
Mereka saling membaku hantam, dan saling menyakiti satu sama lain. Gen tidak dapat berfikir jernih, karena mental nya tertekan setelah mengetahui kenyataan pahit itu.
"Kau tidak mempunyai tujuan kan? Kau bertarung hanya untuk membenarkan takdirmu, padahal kau sama sekali tidak mengetahui alasan dibalik itu semua. Iya kan?" Gertak Gilbert.
"Berisik!" Gen mengalirkan energi api di tangannya, lalu memukulkannya kearah Gilbert.
Saat pukulan Gen mengenai Gilbert, langsung terjadi ledakan kecil dari pukulan itu. Nampaknya, Gen menggunakan Konsep Fireball Dynamite untuk pukulan yang baru saja ia hempaskan.
"Cih, dia kuat. Kalian berdua, cepat serang ia melalui titik buta nya!" Seru Gilbert kepada kedua rekan Orc yang lain.
Gen mendengar suara langkah kaki disekitarnya, saat ada salah satu Orc yang menyerangnya dari samping, Gen berhasil menahan serangan dadakan itu. Naasnya, Orc yang lain muncul dari belakang, lalu memukul Gen menggunakan tongkat yang panjang.
Belum sampai disana, Gilbert tiba-tiba muncul di hadapan Gen yang mencoba mempertahankan keseimbangannya, lalu Gilbert pun menghantamkan pukulannya tepat di wajah Gen.
Ketiga Orc itu terus menyerang Gen secara bertubi-tubi, sementara Iblis dibalik tudung hitam itu hanya melihat mereka sembari terkekeh. Mereka sengaja tidak menggunakan senjata tajam, untuk membuat Gen tersiksa.
Karena kondisi yang gelap, Gen jadi tidak dapat melihat arah datangnya serangan. Bisa saja ia menggunakan Auranya untuk menghempaskan mereka bertiga, namun itu beresiko mengenai Ciel, alhasil Gen harus menerima dirinya dihajar habis-habisan seperti itu.
Sementara Ciel yang sedang bersembunyi, hanya dapat menangis ketika mendengar suara jeritan Gen yang kesakitan. Suara itu bagaikan sebuah Silet di telinga Ciel.
"Kenapa ia melakukannya sampai sejauh itu? Bukankah tidak ada orang yang benar-benar tulus untuk menolong orang lain? Mereka semua melakukan itu hanya untuk dianggap baik, tapi jika keadaannya merugikan, maka orang itu tidak akan mau ikut campur. Seperti itukan, tapi, kenapa orang bodoh itu?" Gumam Ciel dalam hatinya.
Ciel bangkit dari tempatnya bersembunyi, kemudian berjalan perlahan mendekati medan pertempuran.
Tak lama kemudian, ia tiba disana. Karena tongkat sihirnya yang bersinar, alhasil keberadaannya pun diketahui oleh semua orang yang ada disana.
"Ciel, apa yang kau lakukan!" Bentak Gen.
Ciel mengangkat tongkat sihirnya, kemudian ia merafalkan sebuah mantra sihir.
"Wahai sang pelita kehidupan, tolong berikan secercah cahaya untuk kami, dan tunjukanlah kebenaran melalui cahaya tersebut. Bersinarlah: Flashlight!" Sesuai Ciel menyelesaikan mantra nya, tongkatnya mengeluarkan sebuah kristal putih.
Kristal putih itu terbang ke angkasa, lalu bersinar layaknya sebuah lampu. Dengan sihir itu, dapat terlihat dengan jelas bagaimana kondisi desa Minos yang telah hancur ini. Terlihat orang-orang yang masih hidup menutup mulut mereka, agar tidak ketahuan oleh musuh.
Ada pula mayat yang berserakan di setiap sudut desa, cahaya yang dibuat oleh Ciel seakan menunjukan kebenaran akan kejadian yang memilukan itu.
"Kurang ajar!" Orc yang menahan tubuh Gen kini melepas Gen, kemudian berlari ke arah Ciel.
Gen yang menyadari hal itu pun langsung bangkit dari posisi tidurnya, dan langsung menggunakan Jurus andalannya.
"Fireball Dynamite!" Kali ini, Gen dapat menggunakan jurus itu hanya dengan satu tangan.
Bola api itu langsung mengenai Orc yang mencoba menyerang Ciel, dan Gen juga meminimalisir dampak ledakan supaya Ciel tidak terkena dampaknya.
Orc itu langsung hancur, setelah terkena serangan Gen. Tentu saja hal itu membuat Gilbert dan salah satu Rekannya menjadi terkejut, setelah melihat kekuatan Gen ketika ia tidak menahan diri.
"Apa kau menyadari sesuatu?" Tanya Kirin.
"Apa?"
"Anak itu, yang aku tahu bahwa Sihir itu akan padam jika ia menurunkan tongkatnya. Normalnya, saat ia tahu dirinya dalam bahaya, ia akan langsung berlari. Tapi ia tidak, dia percaya bahwa kau akan menyelamatkannya. Maka dari itu, kau tidak boleh menghancurkan kepercayaannya lagi, dan kau harus menang!" Ujar Kirin.
Gen tersenyum puas. Lalu ia bergerak dengan cepat, untuk berdiri di dekat Ciel, lalu berbalik arah membelakangi Ciel, untuk memberi Ciel kesan bahwa ia akan aman jika di belakang Gen.
"Baiklah, Pertarungan yang sesungguhnya, baru saja dimulai!"
Bersambung