Magic Shine/Origin

Magic Shine/Origin
Chapter 21: Terlambat!



Gen mendekatkan Telinganya kearah pria tersebut, dan Pria itu pun membisikan sesuatu kepada Gen.


"Saat ini, desa [Minos] telah diserang oleh sekumpulan Orc yang ganas. Desa itu telah porak-poranda, dan sepertinya, penyerangan bahkan masih berlanjut hingga saat ini." Bisik Pria tersebut.


Mata Gen langsung terbelalak, ketika mendengar Pesan dari pria itu. Sekarang ia mengetahui, bahwa Luka yang didapatkan oleh Pria itu pasti karena dia mencoba berlari keluar desa, dan mempertaruhkan seluruh hidupnya hanya untuk meminta bantuan kepada orang lain.


"Aku akan segera membawamu ke rumah sakit, setelah itu aku akan meminta bantuan kepada Prajurit kerajaan. Karena itu, kumohon bertahanlah!"


"Tidak ada waktu lagi. Semakin kau mengulur waktu, maka semakin sedikit pula orang yang dapat kau selamatkan." Ujar Pria tersebut.


Gen merasa tidak tega, ketika ia harus meninggalkan pria ini. Ia dihadapkan oleh 2 pilihan yang sangat sulit, jika dapat memilih, Gen sangat ingin menyelamatkan keduanya. Baik Desa [Minos] maupun pria paruh baya yang kini sedang dalam keadaan sekarat di hadapannya.


"Aku tahu bahwa kau anak yang sangat kuat, aku bisa tahu itu, ketika aku melihat Punggung telapak tanganmu. Maka dari itu, aku mohon padamu, tolong selamatkan Desa [Minos] aku mohon...." Lirih Pria itu, sebelum akhirnya ia menutup mata, dan nyawa nya kini telah terlepas dari jasadnya.


Gen menunduk sejenak, untuk memberi Pria itu penghormatan terakhir. Sebenarnya, Gen tidak yakin jika ia dapat melakukan apa yang dipesankan oleh Pria itu sendirian, namun ia tidak punya waktu untuk kembali.


Dengan modal nekat, Ia pun memilih untuk pergi ke Desa [Minos], sendirian. Jantung nya berdegup tak karuan, dikarenakan Adrenalin Gen kini mulai memuncak. Bahkan, mata Gen kini kembali berubah menjadi warna Hijau, dikarenakan Rasa Pedulinya yang sudah mencapai taraf tertentu, dan itu memicu kekuatan nya untuk bangkit.


"Jika aku menggunakan Elemen Angin, apakah aku akan tiba dengan cepat?" Gumam Gen.


"Jika kau memilih untuk terbang, maka kau tidak akan menyadari keanehan yang sedang terjadi. Teruslah berlari, dan jangan gunakan Kekuatanmu sebelum kau bertemu dengan musuh!" Seru Kirin.


Mau tidak mau, Gen harus mengikuti instruksi Kirin, walaupun itu sama saja seperti membuang energi Gen hanya untuk berlari.


***


Matahari sudah mulai terbenam, namun Gen masih tetap berlari secepat yang ia bisa, supaya dapat tiba di desa [Minos].


Karena sudah berlari cukup lama, ia memutuskan untuk berhenti sejenak, sembari menstabilkan nafas nya yang mulai tersenggal.


"Haahh, haah, Sial! Padahal aku yakin sekali, bahwa Desa [Minos] terletak disekitar sini. Tapi, kenapa aku hanya melihat hutan?" Gerutu Gen.


"Apa kau yakin, bahwa ini adalah letak desa itu berada?" Tanya Kirin.


"Ya, aku sudah beberapa kali kesini, tidak mungkin aku salah," Jawab Gen.


"Kalau begitu, kau pasti menyadari bahwa ada sesuatu yang aneh disini!" Ujar Kirin.


Gen tersentak, ketika ia mendengar perkataan gurunya. Ia mulai memutar otaknya, dan dia pun menyadari, bahwa desa [Minos] benar-benar sudah tidak ada disini.


"Apakah ini artinya, desa [Minos] telah hancur, sampai tidak menyisakan apapun?" Tanya Gen, dengan raut wajah yang gelisah.


"Bukan itu, bodoh! Ini adalah sihir ilusi, tidak, ini bahkan tergolong kedalam sihir dimensi. Ada seseorang yang menggunakan sihir ini, dan menyembunyikan keberadaan Desa Sinos," Jelas Kirin.


"Jadi, ini semua adalah Ilusi, karena aku tidak dapat melihat Desa itu?"


"Tidak, yang kau lihat itu nyata. Sihir Ilusi hanya berlaku bagi mereka yang tidak mengetahui apa-apa, jadi bagi mereka, desa [Minos] saat ini masih ada di pandangan mereka. Sementara untukmu yang sudah mengetahui nya, kau tidak dapat melihat Desa [Minos] karena memang desa itu sudah berada di dimensi yang berbeda,"


"Astaga, Sihir macam apa itu?!"


"Itu bukanlah Sihir yang dapat dilakukan oleh Mortal biasa. Dengan kata lain, terdapat campur tangan Iblis didalam nya." Ucap Kirin.


Gen semakin merasa tidak tenang, setelah mengetahui tentang semua itu. Jika mereka semua berada di dimensi yang berbeda, maka tidak ada celah bagi Gen untuk menyelamatkan Desa tersebut, kecuali ia memiliki cara untuk masuk ke Dimensi buatan Iblis yang Kirin maksud.


"Kalau begitu, bagaimana caranya aku dapat pergi ke dimensi itu?" Tanya Gen, yang kini telah membulatkan tekadnya.


"Eh, merasakan bagaimana maksudnya?"


"Kau hanya perlu merasakan Aura salah satu orang yang tinggal di desa itu, setelah itu, Resonasi pun akan terjadi, dan Boom! Kau akan tiba di Desa itu hanya dalam sekejap,"


"Aku sama sekali tidak mengerti mekanisme Sihir. Tapi, Indra keenam ku masih belum cukup kuat untuk merasakan Aura orang lain," Lirih Gen.


"Aku akan membantumu, melalui kontak batin. Maka dari itu, persiapkan dirimu, karena kau pasti akan langsung bertarung dan pulang dalam keadaan babak belur, lagi. Itupun jika kau menang."


"Baiklah, apapun resikonya, aku siap!" Ujar Gen, memantapkan Niatnya.


Setelah itu, Gen menutup matanya dan merilekskan tubuhnya sesuai arahan dari Kirin. Ketika Gen menutup matanya, ia merasakan seuatu yang berbeda dari tubuhnya.


Saat ini, Gen merasa sangat tenang. Ia bahkan dapat merasakan aliran Mana yang ada di tubuhnya, sepertinya, yang Kirin lakukan adalah meningkatkan Indra Keenam milik Gen. Disaat yang sama, Gen merasa bahwa dirinya saat ini sedang berada di ruang hampa.


Ia tidak dapat mendengar suara-suara khas malam hari, atau bahkan merasakan Udara yang ada disekitarnya. Saat ini, Gen sedang dalam Fokus yang tinggi, untuk dapat merasakan seseorang yang tinggal di Desa [Minos] Supaya Resonasinya berhasil, dan ia dapat segera menyelamatkan mereka.


"(Seseorang, tolonglah! Tolong tunjukan keberadaan kalian, supaya aku dapat segera menyelamatkan kalian!)" Batin Gen.


Sudah beberapa menit ia berdiri tanpa melakukan apapun, namun ia sama sekali tidak dapat merasakan Aura kehidupan siapapun.


Terlintas pikiran negatif di benak Gen, yang mengatakan bahwa semua orang di desa itu mungkin telah mati. Namun ia mencoba untuk tetap berfikir positif, dan meyakinkan dirinya bahwa pasti ada seseorang yang masih selamat.


Gen terus memaksakan dirinya, untuk masuk ke alam bawah sadarnya lebih jauh, agar mendapatkan fokus yang lebih tinggi. Harapan Gen hampir pupus, namun harapan itu kini kembali muncul ketika Gen dapat melihat kobaran Aura melalui pandangan bawah sadarnya.


"Buka matamu sekarang!"


Setelah mendengar suara itu, Gen langsung membuka matanya dengan segera. Mata Gen terbelalak, ketika melihat suasana disekitarnya.


Saat ini, Gen sedang berdiri di diantara bangunan-bangunan yang sedang dilahap Si Jago Merah. Mayat-mayat berserakan, dan tanah yang sedang ia injak saat ini telah dilumuri cairan berwarna merah, berbau amis.


Tidak salah lagi, ini adalah Desa [Minos]! Tubuh Gen kini mulai lemas, dikarenakan rasa syok dan rasa bersalah yang ia rasakan.


"Andai saja aku datang lebih cepat, aku pasti, aku pasti!" Gerutu Gen.


"TOLONGG AKU, SIAPAPUN!" Jerit seorang Gadis.


Saat Gen mendengar suara itu, tubuhnya kini kembali bergerak, dan ia pun segera bergegas menuju sumber suara tersebut.


"(Masih ada orang, ya, masih ada yang hidup!)" Batin Gen, untuk menyemangati dirinya.


Gen berlari sekuat tenaga, sampai akhirnya ia dapat melihat 2 sosok yang berada di depan nya. Gen melihat ada seorang Gadis kecil yang sedang menunduk ketakutan, dan di depan nya adalah Makhluk mengerikan yang disebut sebagai Ras "Orc" yang sedang mengangkat tinggi-tinggi Kampak yang sedang ia genggam.


Dengan cekatan, Gen langsung berubah ke Bentuk Elemen Angin, lalu menghentakan salah satu kakinya, sehingga ia mendapatkan dorongan supaya ia cepat sampai di tempat tujuan.


"HENTIKAN!!!!"


**Bersambung.


Kamus Magic Shine


Ras Orc**: Orc, adalah makhluk buas dengan postur tubuh menyerupai manusia, namun dengan Postur yang lebih besar. Kulitnya biasanya berwarna hijau, wajahnya mirip ****, kera atau monster dengan taring panjang, sifatnya garang dan buas.