Magic Shine/Origin

Magic Shine/Origin
Chapter 37: Kesalahan



Suara jeritan dan rintihan terdengar, di seluruh penjuru kota. Hari yang harusnya dipenuhi dengan tangis haru dari pada orang tua yang bangga dengan anaknya, kini telah berubah menjadi tangisan memilukan.


Semua orang yang ada di sana berusaha melarikan diri dari ketakutan mereka, kematian. Jiwa beberapa orang diambil kemudian diubah menjadi boneka hidup, yang secara ironis dibuat untuk menghabisi nyawa orang yang dulu mereka sayangi.


Sekarang semuanya bergantung kepada seorang anak, untuk menyelesaikan semua masalah. Anak berumur 15 tahun, yang secara sembrono mengambil tanggung jawab besar tanpa memikirkan kemampuannya sendiri.


'Pahlawan' Anak itu bahkan tidak mengetahui arti dari kata tersebut, Ia yang seenaknya menyatakan diri dengan nama itu kini terjebak dalam kesombongan itu.


"Gen, sadarlah!" Suara seorang wanita memanggil namanya.


Anak itu terpanggil dari lamunannya, kemudian ia menatap kearah orang yang barusan memanggil namanya. Wanita itu, berusaha mati-matian untuk menahan kerumunan Phantom agar tidak menyerang nya.


Ia mengalihkan pandangannya ke arah Ksatria sihir yang baru saja dilantik, yang sekarang sedang melawan dalang dari semua ini. Entah demi kemanusiaan, atau demi harga diri semata.


Gen menarik nafas dalam-dalam, ia telah menemukan apa yang harus ia lakukan. Dengan jantung yang berdegup kencang, ia menerjang kearah Iblis api itu, dan membantu sang Ksatria Sihir.


"Gerudi Angin!" Jurus yang mengumpulkan pusaran angin di tangan pengguna, kemudian menghantamkannya kearah Target.


Sang Iblis yang tengah fokus melawan Alaster, Sang Ksatria Sihir tiba-tiba dikejutkan dengan serangan mendadak dari Gen. Dengan refleks yang cepat, Iblis itu mampu menggerakkan tangannya untuk digunakan sebagai pelindung.


Akan tetapi, dampak serangan Gen ternyata jauh dari perkiraan. Pusaran angin itu mampu untuk memutar tangan Sang Iblis, dan menghancurkannya dengan sekejap.


Gen melompat mundur untuk mengembalikan konsentrasinya, sekaligus mempersiapkan diri untuk serangan berikutnya. Namun karena lawannya adalah Iblis, tangan yang hancur bukanlah masalah besar, karena ia dapat menumbuhkan nya kembali.


"Mengesankan!" Ujar sang Iblis.


"Pergilah dari sini, dasar Iblis Brengsek!" Bentak Gen.


"Iblis Brengsek? Hei, siapa yang suka dipanggil dengan sebutan seperti itu. Bukankah sudah kubilang, namaku adalah Ignite!"


"Perduli setan!"


Gen menggunakan Gerudi angin di kedua tangannya, kemudian maju untuk menghadapi Ignite. Gen menggerakkan serangannya, layaknya seorang petinju.


Serangan Gen memang cepat, namun Ignite nampaknya masih dapat menghindarinya dengan mudah. Ketika salah satu tinjunya hendak mengenai Ignite, Iblis itu membakar Auranya dan menyebabkan Gerudi angin milik Gen menjadi bias, dan kemudian terbakar.


"Serangan yang bagus. Tapi, apakah kau lupa bahwa Elemen angin lemah terhadap api?" Ejek Ignite.


Kemudian Ignite membakar area sekitar Gen, sehingga membuat Gen terjebak. Ignite tertawa, karena mengetahui bahwa Gen tidak akan keluar dari sana tanpa luka.


"Sialan!" Teriakan Gen terdengar kencang.


Kemudian, hempasan angin muncul secara mendadak, dan secara tidak langsung mampu untuk meniup api yang diciptakan oleh Ignite.


Rupanya, itu adalah luapan energi dari Gen. Begitu keluar dari sana, Gen langsung melancarkan tendangan kearah Ignite. Saat kaki Gen mengenainya, ia menambahkan kekuatan angin, sehingga dampak serangannya mampu membuat Ignite terpental.


"Ren, darimana kau mendapatkan kekuatan itu?" Tanya Alaster, yang nampaknya tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


"Bagaimana kau bisa tahu namaku?" Tanya Gen, dengan ekspresi kebingungan.


"Jangan bercanda! Kau menghilang selama ini, dan kini kau berbicara seolah kau melupakannya?" Bentak Alaster, sembari berjalan kearah Gen.


Respon Gen masih bingung, namun ia langsung berfikir bahwa mungkin Alaster merupakan salah satu kepingan ingatannya yang hilang.


"Setelah ini, aku ingin berbicara denganmu!" Ujar Gen.


Ditengah percakapan itu, tiba-tiba sebuah bola api melesat dengan pantasnya. Dengan refleks yang cepat, Alaster langsung menciptakan pelindung api.


"Kau berani mengabaikan ku, hanya karena berhasil meniup api kecil itu dengan elemen berlawanan? Naif! Pertarungan sebenarnya baru saja dimulai,"


Ignite menyalakan api pada kedua lengannya, kemudian ia berlari menerjang kearah mereka berdua.


"Menghindar!" Seru Alaster, yang langsung melompat kesamping.


Tapi tidak dengan Gen. Ia menggunakan Jurus yang sama lagi, tapi kali ini, ia sengaja lakukan untuk membandingkan kekuatannya dan kekuatan Iblis itu.


"Gerudi Angin!"


Ignite dan Gen saling beradu pukulan satu sama lain. Percikan api dan angin bercampur menjadi satu, pemandangan yang menakjubkan sekaligus mengerikan. Namun hukum alam sama sekali tidak bisa dilawan, kekuatan Angin Gen pun menjadi bias, dan Gen pun langsung terdampak pukulan Ignite tak lama setelahnya.


Ia terpelanting, dengan bagian tangannya yang mengalami luka bakar. Ini sangat merugikan untuknya, karena tangan merupakan bagian tubuh utama yang digunakannya untuk bertarung.


"Sial! Jika berganti ke Bentuk Elemen Api, maka energi ku tidak akan cukup," Batin Gen.


Meskipun telah menggunakan Fase 3 yang hemat mana, namun stamina Gen juga ikut terkuras selama pertarungan. Ditambah berubah ke bentuk lain jauh lebih boros, daripada bertahan di satu bentuk yang sama.


"Nyawamu berakhir disini!" Ignite ingin menghabisi Gen, dengan cengkeraman Api miliknya.


"Sihir Elemen Api: Semburan api!" Serangan yang memunculkan semburan api dari tongkat sihir, setelah sang pengguna selesai membaca mantra.


Ignite pun langsung menghindari serangan mendadak yang dilancarkan oleh Alaster. Kini giliran Alaster yang akan menghadapi Iblis Api itu, seraya Gen memulihkan kembali tubuhnya.


"Aku sudah bosan denganmu, kini aku akan serius untuk menghabisi mu!" Seru Ignite.


Ignite melemparkan Bola api kearah Alaster. Namun serangan seperti itu sangat mudah untuk ditahan, menggunakan pelindung sihir. Akan tetapi, bukan bagian itu yang sebenarnya diincar oleh Ignite.


Ignite menghantamkan tangannya ke tanah, kemudian aliran api mengalir dari tanah dan menjalar kearah Alaster. Saat tepat dibawah kaki Alaster, Api itu meluap keatas layaknya kompor yang dinyalakan.


"Arghh!!!" Alaster yang terkena serangan itu pun segera menjauh dari sana, seraya memadamkan api yang menempel di tubuhnya.


Kesempatan ini dimanfaatkan oleh Ignite. Ia mendekati Alaster, kemudian menghujamkan wajahnya dengan pukulannya. Tidak sampai disitu, ia terus menghajar Alaster habis-habisan. Naasnya, ia sengaja tidak menggunakan Api, supaya Alaster tidak langsung tewas.


Gen yang merasa kesal pun seketika langsung melupakan rasa sakitnya, kemudian ia bangkit kemudian melompat keudara, sesaat setelah Alaster terjatuh ke tanah karena sudah tidak kuat.


Gen sengaja melompat ke udara supaya mendapatkan momentum serangan, sekaligus mengumpulkan lebih banyak Angin untuk serangan ini.


"Rasakan ini, Bajingan! Gerudi Angin!" Gen mengumpulkan lebih banyak udara ketika ia melayang, sehingga bentuk Gerudi yang dihasilkan pun jauh lebih besar. Pusaran angin yang biasanya hanya menutupi bagian punggung tangan, kini menutupi sampai ke bagian siku.


Gen menghujamkan serangan itu dari udara, dengan resiko yang besar karena ia telah menghabiskan seluruh stamina nya untuk serangan ini.


Begitu sampai mengenai target, darah segar memercik ke segala arah. Dan Gerudi Gen seakan menjadi blender, yang terus memutar buah untuk dijadikan jus.


"Nyaris, Untung aku masih punya bocah ini," Ujar Iblis itu, sembari mengangkat tubuh seorang Ksatria sihir.


Gen terkejut bukan main, ketika melihat Alaster dijadikan tameng hidup untuk menahan serangannya. Begitu Gen menghentikan jurusnya, Ignite melempar tubuh Alaster sekaligus dirinya sehingga membuat mereka berdua terlempar.


Sesaat setelah mendarat, Gen langsung menghampiri tubuh Alaster dengan bagian tengah tubuhnya kini telah berlubang.


"Ren, kenapa?" Ucap Alaster, sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.


Tubuh Gen gemetar bukan main. Bahkan ia tidak dapat mempertahankan Bentuk Elemen Angin. Tanpa sadar, sebuah cairan bening meluncur turun dari kelopak matanya.


"Hahahaha! Bukan aku yang membunuhnya ya, itu ulahmu bukan, Genius Ren Arion?" Ejek Ignite.


Gen memengangi kepalanya, kemudian ia pun berteriak layaknya orang depresi.


"Tangan ini tak lagi bersih."


^^^^^^Bersambung^^^^^^


Catatan Author:


Maaf saya tidak Update selama 2 Bulan, karena saya punya kesibukan di dunia nyata :( Yaah, saya masih pelajar~


Jadi mohon dimaklumi ya, Insyaallah saat ini sedang senggang. Semoga Mood tidak turun, dan dapat dengan rutin untuk update cerita ini.


Mohon maaf sebesar-besarnya, semoga masih tetap betah untuk mengikuti perjalanan Gen :)