
Keesokan harinya
Gen terbangun dari tidurnya, lalu berjalan kearah meja makan untuk mengumpulkan nyawa. Ia terlibat pertengkaran dengan Kirin melalui mimpinya, itu semua karena Gen tidak terima dibohongi oleh Kirin.
Tak lama kemudian, datanglah Beliana yang memberikan Gen roti goreng di piringnya.
"Sana mandi dulu, sebelum sarapan!" Seru Beliana, yang sengaja menggunakan roti bakar itu sebagai pancingan.
"Iya nanti," Gen tidak tergoda sama sekali, dan malah meletakan kepalanya di meja makan.
Tentu saja Beliana kesal dengan sikap Gen, ia pun hendak memukulkan sendok yang sedang ia pegang kearah kepala Gen. Namun niatnya terhenti, karena ada seseorang yang masuk.
"Aku pulang," Ucap Selvia, dengan nada yang nesu.
Tubuhnya terlihat lelah, dan juga penuh dengan tanah. Matanya juga tidak terbuka dengan sempurna, dapat dipastikan bahwa ia tidak tidur semalaman.
"Selvia, kau bekerja lembur lagi di Guild?"
"Shut!" Selvia menyuruh Beliana diam, supaya Gen tidak terbangun.
Namun sepertinya sia-sia, karena Gen masih setengah tersadar.
"Guild apa? Hei telinga runcing, apa yang kau lakukan sekarang?" Tanya Gen, dengan nada desakan.
Mau tidak mau, dia pun menjelaskan pekerjaan barunya kepada Gen. Karena selama ini Gen terus berlatih, jadi ia tidak memiliki banyak waktu dirumah. Hal itu dimanfaatkan Selvia untuk pergi ke Guild.
Catatan: Guild adalah Organisasi yang berisi oleh orang-orang yang mengabdikan hidupnya untuk menjadi petualang. Organisasi ini tidak terikat dengan pemerintah, dan biasanya para anggota Guild dapat memilih misi untuk mereka laksanakan. Saat misinya selesai, maka mereka akan mendapatkan imbalan sesuai tingkatan misi.
"Aku melakukan ini, untuk menjaga kebutuhan hidup kita. Kita tidak punya penghasilan, maka dari itu aku mengambil misi di Guild untuk mendapatkan ini," Jelasnya, sembari menunjukan kantung uang yang ia pegang.
Perasaan Gen yang tadinya kesal, kini mulai luluh. Selama tinggal disini, Selvia lah yang selalu mencari uang untuk Gen, dan sekarang hal itu membuat Gen merasa tidak enak.
"Kenapa kau tidak mengajakku?" Tanya Gen.
Pertanyaan Gen tentu saja membuat Selvia dan Beliana menjadi kebingungan. Pasalnya, mereka mengira bahwa Gen akan marah dan melarang Selvia untuk melakukan itu.
"Apa kau yakin? tugas di Guild itu cukup merepotkan tahu," Sanggah Selvia.
"Hmm, akan kupikirkan terlebih dahulu. Dan untukmu, jangan mengambil tugas yang terlalu berat!" Seru Gen.
Selvia tersenyum, kemudian mengangguk. Keadaan ini membuat Selvia bernostalgia, dan ditengah nostalgia nya itu, ia mengingat apa yang dikatakan oleh Paman Jack saat bertemu dengannya.
Karena penasaran apakah Paman Jack itu berbohong atau tidak, Selvia pun menanyakan hal yang mengganjal itu pada Gen.
"Hei Gen, apa benar kau kehilangan ingatan?" Tanya Selvia secara frontal.
Sontak hal itu membuat Beliana terkejut, namun tidak dengan Gen. Ia malah memikirkan apa yang dikatakan Selvia.
"Hmm, sepertinya begitu. Soalnya ingatan kehidupan ku seakan dimulai ketika aku dirawat oleh Paman Jack, aku saja tidak akan tahu nama ku atau nama keluarga ku jika tidak ada Kau dan Paman," Jawab Gen.
Selvia tersentak, pantas saja selama ini Gen seakan tidak perduli dengan statusnya sebagai anak yatim piatu.
"Kak Gen, apa kau mengingat setidaknya sedikit ingatanmu itu?" Tanya Beliana, yang sepertinya terbawa suasana.
Gen mencubit dagunya, yang menandakan bahwa ia sedang berfikir.
"Hmm, aku ingat bahwa aku tidak bisa sihir, lalu aku pernah sekolah dasar tapi aku lupa dimana, dan nama panggilanku adalah Ren," Jelas Gen.
Selvia dan Beliana semakin bingung dengan situasi ini. 5 Tahun Selvia tinggal bersama Gen, namun ia belum mengenal Gen sama sekali.
Disaat semuanya sedang bingung, tiba-tiba Gen teringat akan sesuatu yang telah mengganjal sejak lama.
"Bel, bagaimana kau tahu bahwa Raja Heiser waktu itu telah menjadi Iblis?" Tanya Gen.
"Emm, aku menggunakan Resonasi. Itu semacam kemampuan untuk menyatukan perasaanku dan objek menjadi satu Frekwensi, dengan begitu aku dapat melihat peristiwa yang terjadi kepada objek di masa lalu. Walaupun waktu itu aku tidak bersentuhan dengan raja, tapi karena hawa kebenciannya sangat besar, jadi aku dapat merasakannya dan membuat diriku menjadi satu Frekwensi dengannya," Jelas Beliana.
"Itu dia!" Selvia langsung memukul meja, dan membuat semua orang yang ada disana menjadi terkejut.
"Astaga! ada apa sih?" Tanya Gen, yang kesal karena dikejutkan.
"Beliana, apa kau bisa menggunakan Resonasimu itu kepada Gen?" Tanya Selvia, dengan begitu bersemangat.
Beliana harus mempersiapkannya, karena Resonasi ini akan berbeda dengan di Heiser. Waktu itu, Beliana tidak sengaja melakukannya, sedangkan sekarang ia sengaja, jadi ia butuh sedikit persiapan.
"Baiklah, Kak Gen, pegang tanganku!" Seru Beliana.
"Eh, apa-apaan ini?" Gen merasa gugup, karena ia termasuk orang yang jarang bersentuhan dengan wanita.
"Sudahlah, ayo lakukan!" Desak Selvia, yang sepertinya tidak sabar untuk mengetahui kebenaran.
Mau tidak mau, Gen pun menuruti keinginan kedua gadis itu. Ia menggenggam tangan Beliana, dan Beliana pun mengaktifkan kemampuan Resonasinya.
Arwah mereka seakan terlepas dari jasadnya, lalu dibawa masuk kesebuah ruang yang hampa, sebelum akhirnya menemukan cahaya. Mereka berdua pun masuk kedalam cahaya tersebut.
...****************...
Roh Beliana kini telah tiba di ingatan Gen. Saat ia hendak berjalan mengelilingi ingatan itu, tiba-tiba ia mendengar suara seseorang dibelakangnya.
"Tempat apa ini?"
Beliana berbalik, dan ia terkejut ketika melihat Gen yang ternyata ikut bersamanya. Hal ini merupakan hal yang aneh bagi Beliana, karena selama ia melakukan Resonasi, si Objek tidak pernah sekalipun muncul bersamanya.
"Bagaimana kau bisa kemari?" Tanya Beliana.
"Mana ku tahu, ini kan kemampuanmu," Balas Gen, yang ternyata juga tidak mengetahui mengapa hal ini bisa terjadi.
Beliana pun menyuruh Gen untuk diam, dan fokus untuk melihat ingatannya saja. Mereka berdua pun berjalan menyusuri desa. Rumah-rumah di desa itu tidak seperti rumah di Pendragon Hall, dan lebih mirip seperti rumah suatu Suku.
Beliana menyimpulkan bahwa dulunya, Gen adalah keturunan suatu suku. Saat mereka melihat orang-orang yang ada disana, semuanya memiliki rambut dan mata berwarna hitam. Itu sama sekali tidak mirip dengan ciri-ciri Gen.
Tiba-tiba hari di desa itu berubah menjadi malam, lalu mereka melihat para anggota suku sedang mengarak seorang bayi, dengan membawa Obor.
Raut wajah kemarahan terlihat dari wajah mereka, dan yang paling memilukan adalah, teriakan para anggota suku yang sedang mengarak bayi itu.
"Singkirkan anak terkutuk ini!"
Tanpa sadar, air mata Beliana mengalir tanpa alasan. Ia sendiri tidak mengerti mengapa ia menangis.
"Ayo kita lihat anak itu," Ajak Gen, sembari menarik tangan Beliana.
Saat sedang menjelajah ingatan, mereka berdua tidak akan dapat terlihat oleh orang lain, jadi mereka dapat pergi kemanapun tanpa khawatir.
Gen dan Beliana melihat sang bayi, dan mereka pun melihat bahwa ciri fisik sang bayi sangat berbeda dari anggota suku yang lain. Dan saat sang bayi membuka matanya, terlihat jelas bahwa bayi itu memiliki mata berwarna merah muda.
Kepala suku mengambil bayi itu dari tudungnya, lalu mengangkatnya untuk memperlihatkannya kepada seluruh penghuni desa itu.
"Lihatlah betapa menjijikkannya bayi ini!"
Dia mengangkat bayi itu, sehingga Gen dan Beliana dapat melihat apa yang aneh darinya. Ternyata bayi itu memiliki rambut yang berbeda dari yang lain, yaitu berwarna biru muda.
Mata merah muda dan rambut biru muda, tubuh Gen seketika gemetar, dan ia dengan perlahan menoleh kesamping.
...****************...
Beliana langsung melepas Resonasinya, dan tubuh mereka langsung dipenuhi oleh keringat dingin setelah melihat ingatan itu.
"Bagaimana, apa yang terjadi?" Tanya Selvia, yang sepertinya penasaran.
Namun mereka tidak menggubrisnya, dan hanya fokus untuk menenangkan diri mereka.
"Beliana, aku tidak mengerti, tapi aku yakin bahwa itu bukanlah ingatanku," Jelas Gen.
Tanpa diberi tahu olehnya, Beliana juga mengerti bahwa itu pasti bukan ingatan Gen. Bayi berambut biru muda, ciri fisiknya sangat mirip dengan Beliana.
Jika itu adalah ingatan Beliana, maka Resonasi yang tadi dilakukan olehnya justru berbalik kepada dirinya sendiri. Namun yang ganjil adalah, bagaimana seorang bayi dapat memiliki ingatan sedetail itu, itulah yang membuat Beliana bingung dengan semua ini.
"Sebenarnya, bagaimana hal ini bisa terjadi? Dan juga, siapa aku ini sebenarnya?" Pertanyaan yang tadinya ditujukan untuk Gen, kini berbalik menyerang dirinya sendiri.
Apa yang sebenarnya disembunyikan oleh waktu?
Bersambung.