Magic Shine/Origin

Magic Shine/Origin
Chapter 41: Gencatan senjata



Warning: Chapter ini mengandung banyak unsur kekerasan dan pertumpahan Darah. Harap bijaksana dalam membaca, Terima kasih.


...****************...


Sekali lagi, pertarungan antara Arthur dan Allen kembali berlanjut. Namun kali ini, tensi pertarungan telah berubah menjadi lebih tinggi.


Itu dapat terlihat dari Ekskresi kedua petarung, yang mulai serius. Arthur menebas dengan kecepatan tinggi, sehingga membuat Tangan Allen yang menahan serangannya beberapa kali putus.


Akan tetapi, karena kemampuan regenerasi nya, serangan Arthur bukanlah masalah besar baginya. Meskipun begitu, Arthur terus menyerangnya secara terus menerus tanpa ampun, yang membuat Allen lama-lama menjadi kesal.


Alhasil, ia pun menciptakan pisau Es di kakinya, lalu menggunakan tendangan kearah wajah Arthur. Arthur yang menyadari itu pun langsung menghentikan serangan, dan langsung melompat kebelakang.


Akan tetapi, pipinya sempat tergores serangan Allen, dan menciptakan luka gores di wajahnya.


"Sial! Dia bahkan belum menggunakan seluruh kekuatannya!" Gumam Arthur, sembari menghapus luka di wajahnya.


"Kemampuanmu boleh Juga, Pendragon. Akan tetapi, kau sendiri dapat melihatnya kan, perbedaan kekuatan kita?" Ujar Allen, untuk mematahkan semangat lawannya.


"Kau saja sudah mengabaikan tugasmu, hanya untuk melawanku. Apa itu yang kau sebut kemenangan?" Balas Arthur.


Kata-kata Arthur barusan membuat Allen tersadar, dan justru ialah yang Terprovokasi oleh Arthur. Ia pun memunculkan paku es berukuran kecil disekitar tubuhnya, kemudian melemparkannya kearah Arthur.


Paku-paku itu melayang di udara, dan bergerak cepat kearah Arthur. Arthur terkejut, akan tetapi ia berhasil menebas beberapa paku untuk tidak mengenai dirinya. Sementara beberapa lainnya langsung tertancap di tubuh Arthur, untungnya bukan bagian vital.


"Kau terlalu Sombong, Pendragon! Sama seperti ayahmu, kalian hanyalah manusia yang dibutakan oleh kekuasaan!" Bentak Allen.


"Jangan samakan aku dengan dia!" Balas Arthur dengan teriakan yang sama.


"Jangan samakan Aku dengan sampah itu! Akan ku buktikan padamu, bahwa aku adalah orang yang berbeda. Dan tidak akan ku biarkan, kau mengusik kedamaian para penduduk!" Lanjut Arthur.


Aura di tubuhnya bersinar lebih cerah, dan Arthur pun mengambil kuda-kuda untuk menyerang. Allen pun bersiap untuk mengantisipasi serangan Arthur.


"Cross X Calibur Slash!" Arthur menebaskan pedang nya kearah silang sehingga membentuk huruf X.


Kemudian, Tebasan itu pun bergerak menghampiri Allen. Ia terkejut, akan tetapi Allen masih mempunyai cara untuk mengahalau serangan tersebut.


"Dinding Es!" Allen menciptakan sebuah Dinding Es yang besar di depan nya.


Serangan Arthur barusan berhasil menebas Dinding Es Allen menjadi bentuk X, akan tetapi tidak sampai mengenai Allen. Allen hendak bernafas lega, namun ia dikejutkan oleh kemunculan Arthur dari samping.


Tanpa basa-basi, Arthur langsung menghunuskan pedangnya ke tubuh Allen, kemudian menariknya dengan kasar. Serangan Arthur mengenai dada bagian atas Allen, dan menariknya dengan kasar menyebabkan tubuh Allen mengeluarkan banyak darah.


"Arghh!" Allen berteriak kesakitan, setelah terkena serangan Arthur barusan.


Tidak sampai disitu, Arthur kembali mengambil kuda-kuda untuk menyerang. Kali ini, pedang miliknya bersinar terang dan Arthur pun bersiap untuk mengeluarkan jurus andalannya.


"Excalibur Slash!"


Arthur menebaskan pedangnya secara horizontal, kearah Allen yang masih kesakitan. Allen yang melihat itu pun langsung memunculkan pedang di pergelangan tangannya untuk menghalau serangan Arthur.


Pedang Arthur menebas tangan Allen yang sudah dilapisi Es dengan sangat mudah, dan tebasan nya mengarah langsung ke Kepala Allen, karena ia memang berniat memenggal Allen ditempat.


Allen memundurkan kepalanya, sehingga Tebasan Arthur hanya menyayat Lehernya. Meskipun begitu, luka yang dialami oleh Allen tidaklah main-main. Darah mengalir deras dari leher Allen, dan menyebabkan Ia tersungkur.


Allen menyembuhkan luka nya dengan sekejap mata, dan ia kembali bangkit untuk menghadapi Arthur.


"Berani nya kau!" Seru Allen.


Arthur tidak menghiraukan ucapan Allen, dan ia pun kembali menggunakan Excalibur Slash, untuk sekali lagi mencoba membunuh Allen.


Arthur beranjak dari tempat ia pertama berdiri, dan langsung mengarahkan pedangnya.


"Rasakan ini!"


Arthur menebaskan pedangnya secara horizontal. Akan tetapi, pemandangan tidak mengenakan pun muncul. Telapak tangan Allen berubah menjadi hitam dan keras, layaknya tangan Iblis.


Dan hanya dengan sentuhan dari telapak tangannya, serangan milik Arthur pun langsung lenyap begitu saja. Lalu, ia menggunakan tangan yang lainnya untuk meninju perut Arthur.


Pukulan itu sangat kuat, sehingga mampu untuk membuat Arthur terpental. Karena posisinya terhempas cukup jauh dari Excalibur, bentuk Excalibur miliknya pun perlahan-lahan menjadi pudar, dan mengembalikan ke bentuk dasar.


Arthur memuntahkan darah dari mulutnya, yang menandakan bahwa inilah batasannya. Allen mengembalikan tangannya ke bentuk manusia kembali, kemudian berjalan perlahan kearah Arthur.


Ia telah mengira bahwa Arthur telah kalah, sebelum pemandangan yang mengejutkan kembali terlihat. Arthur bangkit kembali, walaupun ia terlihat seperti orang mabuk yang terhuyung-huyung hendak terjatuh kembali.


Allen terkejut melihat pemandangan itu, lalu ia pun memunculkan pedang es untuk bersiap bertarung.


"Equip, Lion Armor!" Seru Arthur, sembari memutar gelang Chimera.


Seekor singa emas muncul dari Lingkaran Sihir, dan langsung terpakai sebagai Armor di tubuh dan lengan Arthur.


Allen bersiap untuk menyerang nya lagi, akan tetapi ia langsung dihentikan oleh Ignite.


"Cukup! Ia hanya menggertak!" Ujar Ignite.


"Heh, kau menyadari nya ya? Padahal aku sudah siap tahu, sialan!" Gumam Arthur.


"Menyedihkan," Gumam Allen.


"Ayo kembali. Kita sudah kehilangan target, menunggu lebih lama disini pun sia-sia, kita hanya akan menjadi bulan-bulanan para petarung disini. Ayo, Allen!" Seru Ignite.


Allen pun menurut, kemudian menghilangkan Es nya. Ignite langsung menyentuh tubuh Allen, kemudian menciptakan kobaran api di sekitarnya. Dan mereka pun langsung menghilang dengan sekejap, bersamaan dengan padamnya api yang diciptakan oleh Ignite.


Arthur berusaha mengendalikan nafasnya, untuk meredam rasa sakit yang ada di tubuhnya. Zirah Chimera pun menghilang, karena tubuh Arthur tidak mampu untuk menahannya lebih lama lagi.


"Sial! Kukira aku akan menang," Arthur yang tidak kuat lagi akhirnya tumbang.


Ia kehilangan kesadaran, dan langsung jatuh ke tanah.Tubuh nya terus mengeluarkan darah, akibat banyaknya bagian tubuh yang terluka.


Pertarungan pun berakhir dengan kemenangan Allen. Meskipun begitu, Allen gagal mendapatkan apa yang ia inginkan. Dengan kalahnya Arthur, Gen dan Lunaris, ini menandakan bahwa ancaman yang mereka hadapi sekarang bukan main-main.


"Ini baru permulaan!"


Bersambung