Magic Shine/Origin

Magic Shine/Origin
Chapter 33: Perpisahan Akademi Penyihir



Tak terasa, seminggu berlalu semenjak Beliana menggunakan Resonasinya kepada Gen. Ia terus membaca bukunya, guna menemukan apa yang sebenarnya terjadi ketika ia menggunakan Resonasinya kepada Gen.


"Tidak ada, Haah, aku lelah!" Gerutunya, karena ia tidak dapat menemukan apa-apa.


Beliana pun langsung melempar bukunya, lalu merebahkan tubuhnya di sofa. Ia tak habis pikir, bagaimana bisa ada orang yang mampu membalikan Resonasinya.


"Waktu itu, ingatan siapa ya?" Berliana merasa bingung, karena yang ia tahu, Bayi sama sekali tidak memiliki ingatan sedetail itu.


Tapi yang tervisual adalah dirinya waktu masih bayi, dan ia harus menghadapi kenyataan pahit bahwa ia dibuang oleh penduduk desa nya.


"Sebenarnya, aku ini siapa?" Pertanyaan yang telah terpendam sekian lama, akhirnya ia ungkapkan kembali.


Saat sedang merenung, tiba-tiba ia melihat Gen yang keluar dari kamarnya. Penampilan Gen tidak seperti biasanya, karena saat ini, ia sedang mengenakan sebuah setelan Jas hitam di tubuhnya.


"Eh, tumben sekali berpakaian sepeti itu, kau mau kemana?"


"Ke Acara perpisahan Akademi penyihir," Jawab Gen, sembari merapihkan rambut jabrik nya itu.


"Kenapa kau bisa setenang itu, padahal harusnya kau memikirkan masa lalu mu sendiri," Ujar Berliana, dengan wajah yang muram.


Gen berhenti menyihir rambutnya, kemudian mengatakan sesuatu kepada Beliana


"Untuk apa, nanti juga aku tahu. Untuk sekarang, aku hanya perlu melangkah maju kedepan!" Ujar Gen.


Beliana memahami dengan seksama pernyataan Gen, namun tentu saja tindakan Gen tentu kurang tepat. Namun Ia cukup kagum dengan Gen, karena dia merupakan orang yang Optimis.


Saat mereka sedang berbincang-bincang, tiba-tiba Selvia datang, dan langsung membuka pintu.


"Aku pulang!" Lirih Selvia, dengan tubuh yang terhuyung-huyung.


"Astaga Selvia!" Berliana yang menyadari bahwa Selvia tengah kelelahan pun langsung membantunya untuk berjalan.


Gen menggelengkan kepalanya, ketika melihat kondisi Selvia yang penuh luka, dan juga wajahnya yang sayu.


"Selvia!" Beliana pun langsung bergegas menangkap Selvia, ketika tubuhnya mulai kehilangan keseimbangan.


"Kenapa kau selalu melakukan tugas ini di malam hari, bukankah itu terlalu berbahaya, dan juga melelahkan?" Tanya Gen, ia merasa kasihan dengan Selvia yang terus kelelahan seperti itu.


"Karena bayaran di malam hari lebih tinggi dibanding siang hari, dan juga monster yang harus dihadapi juga memiliki harga yang lumayan tinggi. Aku akan bekerja semaksimal mungkin, untuk memenuhi kebutuhan kita bertiga," Jelas Selvia.


Setelah ia mengatakan itu kepada Gen, Beliana pun langsung membopongnya untuk beristirahat di kamar.


Gen terdiam sejenak, ia memikirkan setiap tindakan yang telah dilakukan oleh Selvia untuknya. Gen merasa memiliki seorang Kakak yang selalu merawatnya, ia yakin jika tidak ada Selvia, maka ia akan terlarut sedih ketika Paman Jack pergi.


"Selvia, terima kasih karena telah bekerja keras." Gumam Gen, kemudian ia pun keluar dari rumahnya, dan langsung berangkat ke pusat kota.


...****************...


Di Akademi Penyihir.


Akademi penyihir Pendragon Hall, merupakan salah satu pusat pendidikan terbesar yang ada di Kerajaan. Murid dari Akademi ini tidak hanya anak-anak dari penduduk lokal, melainkan juga dari Kerajaan lain.


Akademi ini terbukti mampu menghasilkan Penyihir yang berbakat, jadi banyak orang yang ingin masuk ke Akademi itu. Bahkan untuk perpisahannya saja, diadakan sebuah mini frestival untuk memberikan penghargaan bagi murid yang berhasil lulus.


Gen akhirnya sampai di depan Akademi itu, dan disana, ia langsung diperlihatkan pemandangan ramai dari para pengunjung.


Meskipun ramai pengunjung, tapi yang diizinkan masuk hanyalah para tamu undangan yang diundang langsung oleh Murid Akademi.


"Selamat Pagi Tuan, bisa sebutkan nama anda?" Tanya seorang penjaga, yang langsung menanyakan nama Gen begitu ia mendekat.


"Genius Ren Arion," Jawab Gen dengan singkat.


Si penjaga itu pun langsung mencari namanya di buku daftar pengunjung, dan ketika ia menemukannya, ia pun langsung mengizinkan Gen untuk masuk.


"Terima kasih,"


Ia pun masuk kedalam gerbang, dan langsung diperlihatkan bagaimana Besarnya Akademi Ksatria ini.


Ukurannya halamannya lebih besar dibandingkan Istana, karena disana sudah terdapat Asrama, Ruang Kelas, dan juga lapangan latihan serta fasilitas lain, seperti Lab penyihir dan lain-lain.


"Rupanya seperti ini Akademinya, kurasa dulu aku ingin masuk kesini, haha sayang saja aku tidak bisa menggunakan Sihir," Gen bergumam kepada dirinya sendiri.


Di tengah keramaian itu, ia melihat seorang Penyihir wanita memakai Jubah biru sedang melambai kearahnya. Ia langsung tahu bahwa itu Lunaris, meskipun ia tidak terlalu mengenalinya, karena mereka semua memakai Jubah besar yang mirip.


"Kau datang, terima kasih ya," Ucap Lunaris.


"Sama-sama. Oh iya, kenapa kau mengajakku, bukankah lebih baik mengajak Keluarga atau Teman mu?" Tanya Gen, tanpa berbasa-basi.


Wajah Lunaris yang tadinya riang, kini berganti menjadi senyum tipis. Tidak ada rasa bersalah sama sekali dari Gen, ia malah menunggu jawaban dari Lunaris.


"Ya, aku tidak punya teman di luar Akademi, dan keluargaku tinggal jauh dari sini," Jelasnya.


Mendengar ucapan Lunaris, Gen jadi semakin penasaran dengan dirinya. Pasalnya, mengajak orang baru ke acara penting adalah sebuah hal yang tabu, hal itulah yang membuat Gen penasaran, mengapa Lunaris berani melakukannya.


"Memangnya kau berasal darimana?" Tanya Gen, lagi.


Sesaat setelah Gen melontarkan pertanyaan itu, tiba-tiba pandangan semua orang langsung beralih ke pintu Gerbang.


"Wahai Hadirin sekalian! Sambutlah, Raja kalian yang agung, Raja Hermes beserta keluarganya!" Ujar seseorang, dari atas.


Suara itu berasal dari seorang Penyihir pria, yang sedang melayang diudara. Nampaknya, ia menggunakan sihir Air untuk membuat kaca tembus pandang sebagai pijakan, dan itu membuat nya seakan terbang, padahal ia menginjak kaca tak terlihat yang ia buat melayang.


Para hadirin pun langsung menunduk memberi hormat, kecuali Gen. Ia kesal karena pertanyaannya kepada Lunaris diinterupsi, ditambah lagi ia sangat benci dengan keluarga kerajaan, padahal ia sendiri tidak tahu alasannya.


Karpet merah digelar, dan tiga orang turun dari Kereta kuda kerajaan, kemudian mereka berjalan diatas karpet merah itu. Tiga orang itu tidak lain adalah Raja, Ratu, dan seorang remaja Wanita, yang nampaknya adalah Putri mereka.


Sang Raja dan Ratu sibuk melambaikan tangan, sehingga tidak memperhatikan bahwa ada seseorang yang tidak hormat, tapi Sang Putri memperhatikannya.


Ia menatap Gen, seakan menyuruhnya untuk tunduk. Namun Gen hanya membalasnya dengan tatapan kosong, dan tidak menuruti perintah Sang Putri.


Saat sudah dekat dengan posisi Gen, Sang putri pun langsung mengalihkan pandangannya, supaya tidak menyebabkan gosip 'Seorang Putri memandangi seorang Pria, di perpisahan Akademi'


"Hmm, Arthur tidak ikut bersama mereka, dan wanita itu sepertinya adiknya ya?" Gumam Gen.


Keluarga kerajaan pun masuk duluan kedalam Auditorium, lalu Sang penyihir pun memberikan pengumuman, berupa apa saja yang harus dilakukan oleh semua orang yang telah hadir.


"Para hadirin sekalian! Terima kasih telah menyempatkan diri untuk datang ke Acara ini, tapi mohon bersabar, karena acara ini sama sekali belum dimulai. Untuk para lulusan Akademi, dimohon untuk memisahkan diri, dan untuk para pengunjung, silahkan masuk dan duduk di dalam Auditorium yang terletak di belakang saya!" Jelas si Penyihir moderator.


Semua orang pun menurutinya, dan para pengunjung pun berjalan secara beraturan menuju ke Auditorium, sementara para Calon penyihir memisahkan diri, dan membentuk sebuah barisan di tempat lain.


"Baiklah, sampai jumpa. Jangan sampai tersesat ya, hihi," Ejek Lunaris, kemudian ia pun meninggalkan Gen.


Gen hanya mengangguk, kemudian ia memasukkan tangannya ke kantong celananya, lalu berjalan perlahan kearah Auditorium.


"Hmm, kenapa perasaanku menjadi gelisah ya?" Batin Gen. Ia seperti merasakan sesuatu yang tidak beres disini.


Semua orang masuk, dan acara perpisahan pun dimulai.


Bersambung


Visual Lunaris & Gen