Love In November

Love In November
Melamar Nayla



Wira membawa Nayla ke sebuah taman yang begitu indah dan terkenal di Kota Tokyo, Jepang. Taman itu bernama Shinjuku Gyoen. Di sana terdapat bunga-bunga sakura dan juga ada danau yang indah.


Hari ini lumayan banyak pengunjung yang berwisata di sana. Nayla turun dari mobil, ia berjalan bergandengan tangan pada Wira.


"Mas ini indah sekali" Nayla merasa dirinya sedang berada di negeri dongeng. Pemandangan yang ia lihat di sana sangat menyegarkan mata dan pikirannya.


"Aku sudah lama ingin ke sini setiap kali ke jepang. Tapi aku berjanji pada diriku sendiri. Mungkin suatu saat nanti aku akan datang kesini bersama orang yang ku cintai"


"Benarkah Mas, itu sangat luar biasa. Dan kamu sekarang membawaku kesini"


"Hm ya, karena aku mencintaimu" Ucap Wira di depan danau yang indah.


Mata Nayla memandang sorot mata Wira yang benar-benar tulus. "Terima kasih Mas. Aku juga mencintaimu" Jawab Nayla dengan lembut.


"Sungguh?" Wira terharu, dan Nayla pun mengangguk.


Pria itu langsung menggendong tubuh Nayla dan berputar di pinggir danau. "Aaa Mas.." Gadis itu merasa terbang dan berputar. Hatinya amat merasakan bahagia.


Suatu kecupan mendarat di kening Nayla. "Nayla, menikahlah denganku" Ucap Wira dengan kening yang menempel dengan dahi Nayla. Dan tangan yang menggenggam Nayla. Sudah kesekian kalinya dia mengajak Nayla untuk menikah. Dan sudah kesekian kalinya Wira menurunkan gengsi nya.


"Aku mau Mas" Jawab Nayla tidak ragu lagi.


Wira tersenyum bahagia, dia memeluk Nayla dengan erat. "Terima kasih Nay, kamu sudah mau menerima cintaku" Nayla membalas pelukan Wira.


"Iya Mas, dan aku juga tidak menyangka. Bertemu denganmu dan menjadi pasanganmu. Ini benar-benar sesuatu yang tidak di sangka-sangka. Aku bahagia Mas" Kenyataannya Nayla memang bahagia bersama Wira.


Wira mengeluarkan sesuatu dari kantung jas hitamnya. Sebuah kotak kristal berada di genggaman tangannya. Di bukanya kotak bening itu. Tampil sebuah cincin diamond yang sangat cantik.


"For you Nay, will you marry me?" Nayla mengangguk, dia mengatupkan satu tangannya di bibir. Benar-benar hal yang sangat indah sore itu di Jepang.


"Yes, i will"


Wira memasangkan cincin diamond itu ke jari manis lentik Nayla. Ternyata ada beberapa orang yang menyaksikan lamaran mereka.


Beberapa orang di sana bertepuk tangan begitu cincin terpasang di jemari Nayla.


"Mas..." Nayla malu menutup setengah wajahnya dengan satu tangannya.


"Aku mau kita menikah sepulang dari sini"


"Ya Mas, aku akan membicarakannya pada keluargaku." Nayla akan mencoba bilang pada Luna dan Frans. "Biar aku yang bicara pada mereka saja Nay." Wira tidak ingin menunggu lama lagi.


"Baiklah Mas, aku akan membawa Mas bertemu mereka."


"Ya sayang"


Di sebuah tempat lain, Malika terlihat bosan jalan bersama Lukas. Pria itu membawanya ke sebuah restoran ramen terbaik di Kota Jepang. Letaknya dekat dengan Tokyo Skytree.


"Ayo di makan dong Malika. Kamu dari siang tadi belum makan loh" Tukas pria tampan bernama Lukas yang duduk di hadapan Malika.


"Iya iya"


"Habis ini temani aku ke club ya"


"Nggak lah, gue langsung ke hotel aja" Malika tidak mau berlama-lama dengan Lukas. "Oh ayolah, mumpung kita di sini. Aku tahu club terbaik di sini. Kamu pasti bakalan suka."


"Ya ya terserah lo aja deh" Malika mulai menyuap ramen ke dalam mulutnya. Hati Lukas merasakan kemenangan.


Malika juga memilik wajah yang cantik dan tubuh yang ideal. Dadanya yang berisi juga lehernya yang jenjang. Membuat setiap pria ingin menempel padanya.


Bagi seorang Lukas yang merupakan Casanova. Tentu dia tidak tahan, tapi tenang lah. Lukas bukan pria casanova yang kasar dan pemaksa. Dia akan membuat lawan mainnya terbuai akan rayuan nya.


Setelah menyantap ramen di sore hari. Lukas benar-benar membawa Malika ke sebuah club yang sangat besar. Pria itu duduk di sebuah ruang VVIP dengan Malika.


Wanita itu cukup merasa nyaman dengan tempatnya. "Cukup bagus, aku suka." Ucap Malika membuat Lukas tersenyum lagi.


"Aku yakin kamu akan suka. Dan tidak akan kecewa dengan pilihanku" Lukas menjentikkan jari memanggil pelayan bar.


Seorang wanita memakai pakaian seksi menghampiri Lukas. Pria itu berbahasa Jepang untuk memesan dua minuman mahal beralkohol.


Setelah mencatat minuman yang Lukas pergi wanita yang menjadi pelayan itu pergi. Tidak lama membawa sebuah botol dan dua gelas di nampan nya.


"Ya, thanks" Malika menerima nya dan tanpa canggung dia meminumnya di samping Lukas.


"Malika kamu sangat cantik" Puji Lukas melihat kecantikan wajah Malika dari samping. "Ya aku tahu"


"Malam ini mau bersamaku?" Bisik Lukas pada telinga Malika. Entah malam itu sebuah keberuntungan bagi Lukas atau memang Malika yang sudah menjadi kebiasaan nya. Wanita itu setuju begitu saja.


"Baiklah, aku akan menginap di kamarmu malam ini"


Cup..


Sebuah ciuman mendarat di bibir Malika. Lukas mencumbunya dengan begitu rakus dan tanpa permisi. Malika membalas ciuman Lukas, dalam hati pria itu tersenyum menang. Sepertinya Malika sudah mahir.


Tangan Lukas sudah mulai meraba dada besar milik Malika. Dia melepaskan tautan nya dan berbisik di telinga Malika. "Aku suka milikmu, kamu begitu menggoda Malika" Lukas langsung mencium bagian leher Lukas.


Pria tampan seperti Lukas, siapa yang berani menolak nya. Setiap wanita bahkan rela antri untuk bisa tidur dengannya. Tapi Lukas memiliki selera yang tinggi. Dia tidak suka bermain dengan wanita sembarangan.


Biasanya dia akan tidur dan membayar wanita yang masih polos dan lugu pada Madam yang bekerja sama dengannya.


"Aaahh..." Malika melenguh ketika tangan Lukas meremas dadanya dengan penuh nafsu.


Entah angin apa yang membuat Malika juga menginginkan Lukas malam ini. "Hentikan, aku tidak mau melakukannya di sini" Ucap Malika menjauhi tangan Lukas yang masih meremas dadanya.


"Baiklah, kamu mau aku pesan kamar di hotel dekat sini atau kita kembali ke hotel yang kita tempati?"


"Kita kembali saja ke hotel."


"Okay, ayo kita pulang baby" Lukas merangkul tubuh Malika dan membayar bil nya di kasir.


Mereka berdua pulang dengan kecepatan mobil yang cukup tinggi. Belum ada satu jam di club, tapi keduanya sudah memilih untuk pulang dan melanjutkan kegiatannya.


Tiba di lobi Hotel, Wira yang baru juga pulang bersama Nayla. Melihat Malika di rangkul oleh Lukas, wira menarik sudut bibirnya. "Lukas memang casanova sejati" Cibir Wira melihat temannya berhasil menggoda Malika.


Tentunya di pikiran Wira sudah menilai bahwa Malika adalah wanita murahan.


"Ada apa Mas?" Nayla yang tidak melihat Lukas tentu merasa keheranan. "Tidak apa sayang. Ayo kita ke kamar"


"Iya Mas."


Malika mengajak Lukas untuk melakukannya di kamarnya saja. Pria itu langsung membuai mesra tubuh Malika.


Dia melakukan sentuhan-sentuhan lembut padanya agar Malika nyaman dan menyukainya.


Di ciumnya kembali bibir Malika dan terus menurun ke bawah. Lukas membuka dress yang di kenakan Malika. Begitu mudah melucuti pakaian wanita itu.


Mata Lukas menatap kagum pada keindahan tubuh Malika yang molek. "Kau sangat indah Malika" Puji Lukas lalu kembali menyerang Malika.


Dia menindih tubuh Malika, Lukas selalu mendominasi. Dia tidak suka wanita yang lebih mendominasi. Dirinya terus mencium tubuh Malika yang putih dan mulus itu.


Lukas menghisap kedua gundukan besar milik Malika. Wanita itu melenguh dan mengerang. "Aahhh...."


"Nghhh...."


Seperti tidak ada jeda untuk Malika. Lukas terus mengerjai tubuh Malika. Tubuh wanita itu bahkan sudah polos. Lukas segera melepas juga pakaiannya.


Malika melihat tongkat sakti milik Lukas begitu panjang dan besar. "Pakai pengaman, aku tidak ingin celaka" Ucap Malika sebelum Lukas menindih.


"Tenanglah, aku akan mengeluarkannya di luar." Jawab Lukas menghiraukan Malika. "Aku tidak mau"


"Khusus untukmu aku tidak ingin memakai pengaman. Aku ingin merasakan langsung milikmu Baby.." Malika kembali terbuai ketika Lukas mencium lehernya dengan buas. "Aaahh..."


Tangan Lukas mengarahkan miliknya pada lubang kenikmatan milik Malika. "Ngghh..." Lukas berhasil menggagahi Malika dengan satu kali hentakan.


"Kau sudah basah baby" Bisik Lukas lalu memaju mundurkan miliknya.


"Ahh,,,, sshhhh... Ya, terus jangan berhenti" Racau Malika merasa terbang ke atas awan.


Lukas membuat Malika melenguh di bawah tubuhnya. Pria itu benar-benar pandai membuat Malika puas. Mereka bahkan melakukannya sebanyak tiga kali hingga Lukas tidur di kamar Malika.