
saat aku membuka mata, aku melihat cahaya yang sangat terang, aku pikir aku sudah mati, ternyata lagi-lagi aku bangun di rumah sakit. jika aku terbangun di rumah sakit, apa itu berarti kami selamat?, "dimana Freya sekarang... apa dia baik-baik saja?" itulah yang ada dalam pikiran ku saat terbangun. beberapa saat setelah aku sadar, Agam masuk ke ruangan ku untuk mengecek keadaan.
"apa kau baik-baik saja?" tanyanya.
"dimana Freya?" ucapku. "apa dia baik-baik saja?"
"hah... harusnya kau menjawab 'aku baik' atau 'tidak', bukan malah menanyakan keadaan orang lain" ucap Agam. "tenang saja... aku sudah mengantar dia kerumahnya, polisi juga sudah menjaga rumahnya"
ternyata sesaat setelah aku pingsan, Fiona pergi menghubungi polisi dan mencari Agam, setelah itu Agam langsung datang untuk melawan Cakra, tapi Cakra lebih memilih kabur bersama Eiji.
"kau hebat nak... kau mengalahkan salah satu eksekutif dark tree mafia, dan bahkan memojokkan yang satunya" ucap Agam sambil mengelus kepala ku.
"terima kasih" ucapku sambil sedikit tersenyum. "oh iya... bagaimana dengan Diana dan Rei?"
"tenang saja.. serangan lemah seperti itu tidak akan membuat Rivaldi bersaudara mati" ucap Rei sambil membuka pintu ruangan ku.
"syukurlah Rei, maaf karna tidak bisa terlalu membantu" ucapku sambil meneteskan sedikit air mata.
"apa maksudmu?, justru aku dan adikku masih hidup karna dirimu, kau bahkan berhasil menyelamatkan Freya dan Fiona kesayangan ku, kau adalah mvp di pertarungan itu" ucap Rei sambil tersenyum.
"TERIMAKASIH!" ucapku.
(scene berpindah ke markas dark tree mafia)
bos dark tree mafia bernama Aziel Baron, dia adalah pria berusia 34 tahun yang sangat menyukai kucing, padahal dari penampilannya dia terlihat seperti orang yang sangat baik, tapi siapa sangka setiap hari dia mengotori tangannya dengan cara membunuh.
"maafkan aku bos, aku terlalu lemah hingga bisa dikalahkan oleh bocah seperti dia" ucap Eiji.
"tidak apa-apa, lagipula bukankah bagus jika ada orang yang sepadan denganmu, bahkan bisa mengalahkan mu. tapi aku mohon, lain kali jangan sampai kalah lagi" ucap Aziel.
"baik!!, terimakasih bos!" ucap Eiji.
"tolong panggilkan Cakra kemari, ada yang ingin aku bicarakan dengannya" ucap Aziel.
"baik!!" ucap Eiji sambil pergi dari ruangan Aziel.
"bos memanggilmu Cakra" ucap Eiji pada Cakra.
"apa yang bos inginkan dariku?" tanya Cakra.
"entahlah, tapi melihat wajah bos... sepertinya ini sesuatu yang penting" ucap Eiji dan pergi meninggalkan Cakra.
"maaf atas kegagalan misi sebelumnya bos" ucap Cakra sambil menundukkan kepala.
"tidak apa-apa, kita masih memiliki banyak waktu sampai natal nanti" ucap Aziel. "sepertinya kali ini Agam benar-benar mendapatkan anak yang sangat menarik"
"maksudnya bocah penetral itu?" tanya Cakra.
"ya!" jawab Aziel. "sepertinya... kita harus hati-hati pada bocah itu kedepannya"
"kenapa?" tanya Cakra.
"aku melihat bocah itu akan menjadi kegelapan di tengah-tengah cahaya, bocah itu bisa membahayakan dark tree mafia dan juga evening sun sendiri" ucap Aziel. "jika sudah begitu... kita hanya bisa pasrah pada takdir saja"
(scene kembali ke ruangan Agi di rumah sakit)
"apa tujuan mereka sebenarnya?" tanyaku pada Agam. "kenapa mereka ingin menculik Freya?"
"mereka sebenarnya memiliki tujuan yang sama seperti kita" jawab Agam.
"apa maksudmu?" tanyaku.
"dark tree mafia dan evening sun. biarpun kita berbeda, tapi sebenarnya kita memiliki tujuan yang sama, walau dilakukan dengan cara yang berlawanan" ucap Agam.
"tujuan apa?" tanyaku.
"melindungi kota" jawab Agam.
Agam menjelaskan padaku bahwa tujuan evening sun dan dark tree mafia sebenarnya tidak jauh berbeda, atau bahkan bisa dibilang memiliki tujuan yang sama, yaitu melindungi kota. Agam memberitahu ku bahwa alasan dark tree mafia mau melindungi kota adalah, karna mereka tidak mau kehilangan wilayahnya, meskipun cara mereka salah, mereka juga akan melakukan segalanya demi kota ini.
Agam bilang, kemungkinan mereka menculik Freya dan Fiona adalah untuk mengambil ability nya, aku kaget saat tahu bahwa ternyata Freya juga punya special ability. menurut Agam... special ability Freya kemungkinan adalah "Goddess of war who brings good luck", mungkin kekuatan itulah yang mereka inginkan. tapi tujuannya masih samar, entah untuk mengalahkan iblis, atau untuk kepentingan mereka.
Agam juga memberitahu ku, bahwa evening sun juga pernah bekerja sama saat melawan iblis yang muncul di pantai Ancol, 2 tahun lalu. iblis tingkat 3 yang muncul secara tiba-tiba dan menciptakan lautan api di Ancol, mustahil iblis itu bisa dikalahkan, jika waktu itu mereka tidak bekerja sama.
saat Agam sedang memberitahu ku semua hal penting itu... tiba-tiba ada yang membuka pintu ruangan ku, ternyata orang itu adalah Freya. aku tersenyum saat melihat keadaannya yang baik-baik saja, dia bisa sampai di rumah sakit ini, pasti karna kabur dari manager dan bodyguard nya, itu menandakan bahwa dia tidak apa-apa, mungkin yang terluka adalah hati nya saat melihat ku. melihatku terbaring di kasur rumah sakit, dengan tubuh yang dipenuhi dengan perban, dia terlihat sedih dan seperti sedang menahan air mata nya agar tidak jatuh.
"kenapa kamu rela melakukan semua itu?, kenapa kamu sebodoh itu?, kenapa kamu mati-matian melindungi ku?, kenapa kamu lebih mengkhawatirkan diriku di banding dirimu sendiri?" ucapnya sambil menahan nangis.
"aku tidak tahu..." ucapku sambil tersenyum tipis. "aku hanya berpikir, 'pasti akan banyak orang yang sedih jika kamu terluka' begitulah pikirku"
meski sudah beberapa kali kami bertemu, aku belum pernah bercerita tentang latar belakang atau bahkan masa laluku pada Freya, aku masih ragu untuk bercerita padanya, padahal aku sangat ingin berterimakasih pada Freya, karna dia adalah matahari yang menyinari setiap jalan penuh kegelapan yang aku lewati. ternyata Freya tidak datang sendirian, beberapa menit setelah Freya datang, tiba-tiba ada seseorang wanita berusia 40-an masuk ke ruangan ku.
"jadi kamu yang bernama Agi" ucap wanita itu sambil tersenyum padaku. "terimakasih karna sudah menyelamatkan putri saya"
wanita yang kira-kira berumur 40 tahun itu ternyata adalah ibunda Freya, entah mengapa saat dia masuk ke ruangan ku, rasanya seperti ada aura yang sangat mengintimidasi datang, dan membuat kepalaku sakit. bahkan Agam dan Rei juga langsung terlihat siaga, mereka berdua sampai sedikit melakukan ancang-ancang untuk bertarung, rasanya ibunda Freya datang seperti membawa ribuan pasukan untuk berperang, padahal ia datang sendiri.
"silahkan saja nyonya" ucap Agam.
Agam langsung mengajak Rei untuk keluar dari ruangan ku, tapi... mata Agam seakan menyuruhku untuk berhati-hati.
"saya amirah Soraya, ibunda Freya Fortuna" ucapnya sambil mengulurkan tangan padaku.
"saya Agi, panggil saja seperti itu" ucapku sambil bersalaman dengannya.
"sekali lagi... saya berterima kasih karna kamu sudah menyelamatkan anak saya. saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan untuk berterima kasih, rasanya jasamu ini tidak bisa saya balas sampai kapanpun" ucapnya.
"tidak apa-apa bibi, lagi pula sebagai teman sudah sewajibnya aku menolong nya saat sedang dalam masalah" ucapku.
"tapi yang kamu lakukan sangat berbahaya, bahkan melihat kamu masih hidup dengan luka yang banyak seperti itu bagai sebuah keajaiban" ucapnya sambil mengelus kepalaku.
aku pikir dia adalah wanita yang galak, melihat wajahnya yang sinis, ternyata dia lebih baik dari itu, dia sangat sopan dan terlihat sangat penyayang, aku merasakan kehangatan saat ngobrol dengannya, aku merasa nyaman. tidak heran jika Freya juga seperti ini, ternyata semua itu turunan dari ibundanya.
"Freya... boleh bunda bicara berdua dengan Agi?" tanya bibi Soraya pada Freya.
"kenapa bunda?... aku mau disini saja, aku tidak akan mengganggu kok" ucap Freya dengan wajah memelas.
"bukan begitu nak... tapi ini adalah hal yang penting" ucap bibi Soraya sambil mengelus wajah Freya.
"baiklah..." ucap Freya sambil keluar ruangan dengan wajah cemberut.
"Agi... kamu tahu kan bahwa Freya adalah seorang idol?" tanya bibi Soraya padaku.
"iya bibi" jawabku.
"kalau begitu, kamu tahu kan bahwa kalian hidup di dunia yang berbeda?" ucap bibi Soraya. "aku ingin menceritakan sesuatu padamu"
"apa itu..?" tanyaku.
"Freya... sejak kecil dia adalah gadis yang periang, dia selalu menyebar energi positif pada siapapun yang ada di sekelilingnya, dia adalah putri ku satu-satunya, dan orang yang paling aku sayangi" ucapnya.
"apa kamu tahu tentang special ability?" tanya bibi Soraya.
"aku mengetahuinya sedikit" jawabku.
"Freya memiliki itu sejak lahir, special ability yang bernama 'Goddess of war who brings good luck'. ability itu membawa kekuatan dan keberuntungan buat Freya" ucap bibi Soraya.
"saat dia masih kecil, ayahnya pergi meninggalkan kami berdua, itu membuat saya harus bekerja sekaligus merawat Freya sendirian, saat itu adalah masa-masa yang pahit, tapi setiap melihat senyuman nya... semua hal yang mengganggu dan melelahkan itu hilang, saya bahagia melihatnya tersenyum lebar setiap saat, sampai kapanpun, saya mau senyum itu tetap ada di wajahnya" ucap bibi Soraya.
"bibi benar, putri bibi adalah orang yang membuatku tetap hidup sampai saat ini" ucapku sambil tersenyum tipis. "rasanya aku juga tidak rela jika dia harus kehilangan senyumannya"
ternyata ayah Freya adalah seorang dokter, dan dia pergi meninggalkan keluarganya saat Freya masih berusia 5 tahun, sudah kuduga ternyata hidupnya tidak sebahagia yang aku lihat, tapi mungkin dia menutupi setiap kesedihan dan kelemahannya karna pekerjaan. "Goddess of war who brings good fortune" ability yang memiliki wujudnya sendiri, ability itu berwujud seorang wanita dengan zirah yang membawa pedang di tangan kanan dan tongkat berbentuk bunga mawar di tangan kirinya, di kepalanya juga terdapat mahkota yang terbuat dari mawar, begitulah yang diberitahu oleh bibi soraya. ability Freya pernah mengamuk 2 tahun lalu saat usianya masih 13 tahun, ability nya hanya akan keluar jika Freya sudah benar-benar berada di posisi hampir mati, mungkin ability nya tidak keluar kemarin karna aku berhasil melindunginya, dan membuat ability nya tidak merasakan ancaman.
"karna ayahnya... Freya jadi bahan bullying di sekolahnya, itulah penyebab bibi tidak memperbolehkan nya main dengan orang lain setelah tahu semua itu" ucap bibi Soraya.
"apa bibi boleh minta satu hal?" tanyanya.
"tentu saja!" ucapku.
"bibi mohon... lindungi Freya, bibi tahu hanya kamu yang bisa melakukannya, bibi takut orang-orang itu akan datang menculik nya lagi, jadi... bibi minta tolong padamu untuk melindungi Freya" ucap bibi Soraya.
"tenang saja bi... sejak pertama kali bertemu Freya, aku tau bahwa aku harus melindungi dirinya, bahkan jika harus mempertaruhkan nyawaku" ucapku.
"tapi ada satu hal lagi!" ucap bibi Soraya.
"apa itu?" tanyaku.
"bibi mohon padamu untuk jangan terlalu dekat dengan Freya, kau tahu kan dia seorang idol?, bibi takut jika media tau bahwa Freya dekat dengan orang seperti mu, malah akan membuat gosip besar, yang membuat Freya di hujat nantinya, lagipula agensi angels48 juga melarang membernya untuk dekat dengan lawan jenis" ucap bibi Soraya dengan tatapan sinis.
tiba-tiba saja atmosfer nya berubah, perasaanku jadi terintimidasi karna kata-katanya itu, suasananya juga jadi lebih serius dari sebelumnya.
"apa maksud bibi?" tanyaku.
"maksud bibi... kamu harus menjaga jarak mu dari Freya, apa kamu tidak lihat air matanya keluar saat melihat mu tadi?" ucap bibi Soraya. "dunia kalian berbeda, Freya adalah idol yang memiliki masa depan cerah, sedangkan kamu orang biasa yang bahkan asal-usul nya saja tidak tahu darimana"
"kenapa bibi berkata begitu" ucapku sambil merasa sedih.
"karna ini semua demi kebaikan Freya, jika kamu sayang padanya.. kamu harus menjauhinya, memangnya kamu mau jika karirnya hancur karna orang seperti mu?, tidak kan. karna itu bibi mohon sekali lagi, jangan terlalu dekat dengan Freya" ucap bibi Soraya.
"sepertinya bibi sudah terlalu lama disini" ucap bibi Soraya sambil melihat jam di tangan nya. "bibi pergi dulu, sekali lagi terima kasih karna sudah menyelamatkan putri bibi"
ucapan bibi soraya itu... entah mengapa seperti menciptakan tembok yang sangat besar di antara aku dan Freya, kenapa kami tidak boleh bersama walau hanya sekedar teman?, padahal aku mau berteman dengannya, dia orang yang memberiku arah dan tujuan hidup, kenapa bibi Soraya mengatakan hal itu? kenapa?... tapi semua itu benar, orang seperti ku bisa di kenal olehnya adalah hal yang luar biasa, sejak awal kami hidup di dunia yang berbeda, harus nya aku menyadari itu sejak awal, aku bisa saja menjadi penghambat untuk karir Freya.
beberapa saat setelah bibi Soraya pamit, Freya masuk ke ruangan ku sambil tersenyum, dia bertanya tentang apa yang aku bicarakan dengan bunda nya, aku hanya bilang bahwa bunda nya sekedar berterima kasih saja. Freya masih belum mengetahui tentang ability nya, mungkin karna setiap ability nya keluar, dia selalu tidak sadarkan diri.
aku harus jadi lebih kuat, mulai saat ini mungkin akan banyak pertarungan yang aku lewati, aku bisa mati jika masih lemah seperti sekarang.
keesokan harinya aku sudah boleh pulang, aku hanya di rawat seharian dengan luka separah itu, aku bingung kenapa luka ku cepat sekali sembuhnya, ternyata yang menyembuhkan ku adalah dokter yang memiliki ability, dan dia anggota ke 7 evening sun.
bersambung....