Loser's Dream

Loser's Dream
DIA YANG MEMILIKI SEGALANYA



(scene berpindah ke Eugene)


“apa Agi berhasil mengalahkan nya?” tanya Agam.


“tentu saja belum!” jawab Eugene tersenyum. “bahkan sejak tadi Ditya belum mengeluarkan ability nya”


“apa?, bahkan setelah semua serangan kuat yang ia keluarkan tadi, serangan yang dapat mengalahkan Dewi perang, dia belum bisa mengalahkannya?” tanya Agam kaget.


“coba kau pikir, Dewi perang itu setara dengan iblis tingkat 5, bahkan lebih kuat, meski dia lebih lemah dibanding iblis tingkat 4” jawab Eugene. “tapi Ditya mampu memaksimalkan kemampuan iblis nya, sehingga dia jadi sangat kuat walau iblis yang ia kontrak hanya tingkat 6, jika dibiarkan... mungkin iblis Ditya bisa naik tingkat menjadi tingkat 2 hanya dalam setahun”


“kalau begitu ini semakin menarik!” ucap Agam.


(scene kembali ke Agi)


aku merayakan kemenangan ku dengan berteriak, saat itu aku sudah merasa lega, karna akhirnya aku berhasil mengalahkan Ditya, sementara itu Regi, Yuda, dan Andre juga sudah tidak sadarkan diri, aku berhasil mengalahkan mereka meski dengan bantuan Freya.


saat aku membalikkan badanku dan berjalan kearah Freya, tiba-tiba Freya berteriak “awas dibelakang mu!”, aku langsung menoleh kearah belakang, seketika tangan Ditya sudah berada pas di wajahku, ia memukul ku sangat keras hingga hidung ku patah.


“hebat, kau berhasil memaksaku menggunakan ability ku” ucap Ditya tersenyum.


aku yakin, dia tiga kali lipat lebih kuat dari sebelumnya, aku dapat merasakannya lewat kecepatan dan kekuatannya, padahal tidak memakai kekuatan iblis, tapi dia sangat kuat, dia jadi seperti gabungan antara kekuatan Rey dan kecepatan Agam, sungguh mengagumkan.


“keren!, kau sepertinya jauh lebih kuat dari sebelumnya!” ucapku pada Ditya sambil tersenyum.


“kamu tidak apa-apa?” ucap Freya menghampiri ku.


“tenang saja, ini hanya luka kecil” ucapku tersenyum.


“aku akan memanggil Dewi perang lagi untuk membantu mu!” ucap Freya.


“tidak perlu!, kau sudah terlihat kelelahan, kita tidak tahu apa yang akan terjadi jika kamu memanggilnya lagi, aku takut dia hilang kendali!” ucapku. “sepertinya memanggil nya juga membutuhkan energi yang besar, kamu lebih baik cari cara untuk menghubungi Eugene atau Agam, aku bisa mengatasinya sendiri!”


“baiklah... hati-hati!” ucap Freya.


aku berjalan perlahan mendekati Ditya lagi, tubuhku terasa semakin panas, rasanya ada sesuatu di dalam diriku yang ingin meledak, tapi... perasaan itu membuatku semakin gila, aku benar-benar jadi menyukai pertarungan, saat ini muncul hasrat dalam diriku untuk menghancurkan Ditya, adrenalin ku juga semakin naik, aku benar-benar merasa semangat untuk bertarung.


“apa kita akan mulai ronde kedua?” tanyaku pada Ditya sambil tersenyum.


“kalau begitu kita tidak perlu basa-basi!” ucap Ditya tersenyum.


kami kembali melakukan adu pukul, tapi kali ini sepertinya aku yang akan kalah, kami berdua memukul sambil tertawa, seakan menikmati setiap pukulan yang mendarat di wajah.


(scene berpindah ke Eugene)


“sekarang Ditya jauh lebih kuat dibanding Agi” ucap Agam. “sebenarnya apa ability nya?”


“I am stronger than you” ucap Eugene. “ability ini membuatnya dia jadi lebih kuat dari musuh yang ia lawan”


“jadi maksudmu, jika orang yang dia lawan lebih kuat darinya, maka ability itu membuat dia jadi lebih kuat dari lawannya?” tanya Agam.


“ya!, sekuat apapun orang yang dia lawan, jika ability nya aktif, maka dia dua tingkat lebih kuat dari orang itu” ucap Eugene.


“menarik!” ucap Agam tersenyum.


(scene kembali ke Agi)


Ditya memiliki ability yang dapat membuatnya lebih kuat dari orang yang dia lawan, jika ability nya aktif, sekuat apapun musuhnya, dia akan jadi jauh lebih kuat dari orang yang dia lawan. sayangnya ability milik Ditya memiliki resiko yang besar, setiap mengaktifkan nya, tubuh Ditya dipaksa melampaui batas nya, sehingga itu membuat hancur tubuhnya sendiri, seperti yang awalnya tidak bisa menghancurkan batu, dipaksa berkembang dan akhirnya dapat menghancurkan benda apapun yang bahkan lebih kuat dari batu, karna itu... Ditya pasti koma setelah menggunakan ability nya.


saat ability nya aktif, akan muncul lingkaran sihir besar berwarna emas, lingkaran sihir itulah yang akan jadi arena pertarungan nya, saat lingkaran sihir itu muncul, tidak ada yang bisa keluar darinya, kecuali Ditya menang ataupun dikalahkan, sayangnya mengalahkan Ditya di dalam ability nya hanya sebuah omong kosong, karna dia tidak akan kalah sekuat atau sebanyak apapun musuhnya di dalam sana.


“kau jadi seperti monster, haha aku jadi semakin semangat!” ucapku tertawa.


“kau juga, padahal sudah dipukuli seperti itu, tapi masih bisa bertarung dengan ganas, kau benar-benar mengagumkan!” ucap Ditya tertawa.


“apa alasanmu sampai berusaha sekeras ini?” tanyaku pada Ditya.


“apa maksudmu?” ucap Ditya.


“aku merasa bahwa kau benar-benar tidak ingin mereka ditangkap, padahal jelas bahwa mereka melakukan bisnis ilegal, tidak... bukan hanya mereka, tapi kau juga berusaha melindungi seluruh sekolah yang ada di jakarta” ucapku. “apa alasannya?”


“kau sendiri, apa alasanmu sebegitu nya ingin menangkap kami?” tanya Ditya.


“yang kalian lakukan salah, menjual obat-obatan terlarang, merampok, membegal, membuka tempat judi, mem-bully, dan tawuran, tidak ada yg bisa dibenarkan dari perbuatan kalian, aku hanya ingin kalian bertanggung jawab dan berubah, itu saja!” jawabku.


“kau terlalu ikut campur urusan orang lain!” ucap Ditya.


“jika hal yang kalian lakukan adalah hal yang benar, aku tidak akan ikut campur, yang kalian lakukan justru merugikan orang lain, karna itu aku harus menghentikan kalian” ucapku. “sekarang... beritahu aku alasanmu!”


“sejak kecil, aku selalu merasa bosan dengan apa yang aku lakukan, hari-hari ku selalu sama setiap harinya, hingga aku SMA dan memutuskan untuk masuk Nusantara Academy, saat itu untuk pertama kalinya aku merasakan hal yang menyenangkan” ucap Ditya.


(scene flashback Ditya)


sebelum masuk ke Nusantara Academy, kesehariannya hanya sekedar belajar, orang tuanya memberinya kebebasan, tapi dia tidak tahu bagaimana cara menggunakan nya, hingga akhirnya dia berkelahi dan merasakan kegembiraan dari perkelahian. dia menghabiskan 2 bulan di sekolahnya hanya untuk bertarung, sejak awal Ditya memang memiliki basic kyoukushin karate, jadi baginya menguasai satu sekolahan hanya dalam waktu sebulan mungkin hal yang mudah.


dia bertarung melawan sekolah lain, dan menjadikan siswa-siswa di sekolah yang ia kalahkan menjadi bawahannya, saat dia sudah menguasai Jakarta selatan, dia kembali merasa bosan, hingga muncul pikiran untuk menguasai seluruh Jakarta, ditambah dengan kemunculan Regi, Andre, dan Yuda, membuat dirinya semakin tertarik untuk menguasai seluruh Jakarta.


saat pertemuan pertama mereka berempat, mereka langsung bertarung dengan ability nya, awalnya mereka tidak tahu bahwa ternyata mereka memiliki keistimewaan yang sama, pertarungan terjadi cukup lama, dan pria yang terakhir berdiri saat itu adalah Ditya.


tapi tentu saja itu belum cukup untuk membuat Andre, Regi, dan Yuda, menerima bahwa Ditya adalah penguasa jakarta, hingga akhirnya masing-masing dari mereka menganggap bahwa pertarungan itu hanya penentu peringkat mereka, dan yang terkuat tentu saja Ditya.


tak lama kemudian ada pria yang mendatangi mereka berempat, dan mengiming-imingi mereka dengan kekuatan yang besar, mereka tergoda kecuali Ditya, ternyata kekuatan besar itu didapat setelah membuat kontrak dengan iblis, dan saat itu mereka membuat kontrak dengan iblis tingkat 7. setelah membuat kontrak itu, Regi dan Yuda meminta untuk melakukan pertarungan ulang, akhirnya mereka berempat kembali bertarung, dan lagi-lagi pertarungan di menangkan oleh Ditya, padahal saat itu Regi, Yuda, dan Andre menggunakannya kekuatan iblis.


sejak awal Ditya tidak tertarik dengan kekuatan iblis, tapi... seorang pria dengan 3 tanduk dan 2 sayap yang besar mendatangi nya, pria itu membuat Ditya merasakan kekalahan yang memalukan untuk pertama kalinya. kekalahan itu membuat Ditya frustasi dan seakan kehilangan tujuan lagi dalam hidupnya, akhirnya dia memutuskan membuat kontrak dengan iblis tingkat 7, dan sampai saat ini, tujuannya adalah mencari pria itu dan mengalahkannya.


Ditya tetap menjalankan rencananya untuk menyatukan Jakarta, karna hal itu menyenangkan baginya, kemampuan mereka semua terus berkembang hingga akhirnya iblis mereka naik tingkat menjadi tingkat 6, dan alasan Ditya melindungi keempat sekolah saat ini, hanya agar permainan mereka tidak berakhir.


(scene berpindah ke Eugene)


“Agi sudah benar-benar sampai pada batas nya, mungkin dia tidak merasakannya, tapi kita bisa melihatnya dengan jelas!” ucap Agam.


“kau benar, saat ini tubuhnya sudah sangat hancur, tapi karna tubuhnya sudah tidak dapat merasakan rasa sakit, dia jadi tidak menyadari dirinya yang sudah sampai pada batasnya” ucap Eugene tersenyum.


“jadi... apa dia akan kalah?” tanya Agam.


“menurutmu siapa yang paling kuat di dunia ini?, yang bisa mengangkat mobil?, yang bisa menyelesaikan semua masalah dengan kecerdasan?, yang memiliki kekuasaan?, yang dapat mengendalikan segalanya dengan harta?, atau yang bisa menang bertarung melawan seribu orang?” tanya Eugene tersenyum.


“mungkin yang bisa mengendalikan segalanya dengan harta, di dunia yang kejam ini, harta adalah segalanya, dan segalanya adalah harta” jawab Agam.


“kau salah!, yang paling kuat, adalah mereka yang tidak memiliki apapun, tapi tetap bersyukur dan berjuang untuk menghadapi takdirnya” ucap Eugene tersenyum. “Agi yang tidak memiliki apapun sejak kecil, saat menemukan sesuatu yang berharga, dia akan melindunginya dengan sepenuh jiwanya, berbeda dengan Ditya yang memiliki segalanya sejak ia lahir”


“maksudmu sejak awal sudah terlihat jelas, bahwa pemenangnya Agi?” ucap Agam tersenyum.


“ya!, saat seseorang yang tidak memiliki harapan diberikan sebuah harapan, maka ia akan mempertaruhkan segalanya demi mewujudkan harapan nya!” ucap Eugene dengan wajah serius. “dan kau... adalah orang dengan peran penting yang memberinya harapan itu!”


“haha, kalau begitu... aku juga akan mengharapkan kemenangan atas Agi!” ucap Agam tertawa.


(scene kembali ke Agi)


“kau bertambah kuat lagi ya..” ucapku.


“senang mendengarnya!” ucapku tersenyum sambil melayangkan pukulan ke wajahnya.


pukulan ku tepat mengenai wajahnya, tiba-tiba tubuh Ditya terbakar lagi, dia kembali menjadi iblis, tapi... sebuah tanduk muncul di kepalanya, iblis nya naik tingkat menjadi tingkat 5.


“pukulan mu barusan, sangat hebat!” ucap Ditya tersenyum. “saking kuatnya pukulan mu barusan, sampai membuat iblis ku naik tingkat, kau tahu?, ini semakin menyenangkan saja!”


aku harus menyelesaikan ini secepat mungkin, semakin lama kami bertarung, Ditya akan semakin berkembang dan bertambah kuat, tapi masalah nya bagaimana caraku mengalahkannya, aku tidak akan bisa menang melawan iblis tingkat 5 sendirian.


(scene berpindah ke Eugene)


“apa iblis nya naik tingkat karna pengaruh dari ability nya sendiri?” tanya Agam.


“sepertinya begitu!” ucap Eugene. “jika tidak diselesaikan dengan cepat... Agi akan kalah!”


(scene berpindah ke Freya)


“dia kembali jadi iblis, dan sekarang dia memiliki tanduk” ucap Fikri tercengang.


“apa Agi bisa mengalahkannya?” tanya Fadil penuh keraguan.


“tentu saja!, tadi dia sudah berjanji akan menang, dia adalah orang yang selalu menepati janjinya, jadi kalian tenang saja!” ucap Freya tersenyum.


(scene kembali ke Agi)


Ditya menyerang ku dengan sangat brutal, untungnya aku bisa menangkis semua serangannya, sepertinya yang dia katakan benar, aku semakin kuat, karna jika tidak... mana mungkin aku bisa mengimbangi iblis tingkat 5, walaupun dia baru naik tingkat, iblis tingkat 5 tetaplah berbahaya dan kuat.


muncul dua buah lingkaran sihir di pergelangan tangannya, dia melakukan ancang-ancang memukul dari jarak 10 meter, dan saat dia memukul, tiba-tiba muncul cahaya ungu berbentuk kepalan tangan dari tinjunya, cahaya itu mengenai dadaku dan membuatku terpental cukup jauh, sepertinya itu ability baru dari iblis nya.


Agam pernah bilang padaku, jika membuat kontrak dengan iblis tingkat 10-6, itu hanya menambah kekuatan fisik bagi orang yang membuat kontrak, sedangkan iblis tingkat 5-1, bukan hanya kekuatan fisiknya saja yang meningkat, tapi kita akan memperoleh ability baru dari iblis yang di kontrak, selama kita memiliki kontrak dengan iblis tingkat 5-1, kita seakan memiliki dua ability.


“setelah ini berhati-hatilah, mereka sudah menandai dirimu, mungkin sebentar lagi mereka akan mengincar mu” ucap Ditya sambil melepaskan beberapa pukulan.


“kenapa kau memberitahu hal ini padaku?” ucapku sambil menghindari setiap serangannya.


“jujur saja aku tidak tertarik dengan rencana mereka, aku hanya ingin menghilangkan rasa bosan dalam diriku, dan sekarang... rasa bosan itu hilang karna dirimu!” ucap Ditya tersenyum.


“sepertinya kau tahu banyak tentang mereka, kalau begitu.. aku harus mengalahkan mu sekarang juga!” ucapku tertawa.


“lakukanlah jika kau bisa!” ucap Ditya sambil tertawa.


Aku berhasil menemukan celah dan menyentuh Ditya, hal itu membuat lingkaran sihir di tangannya menghilang, bahkan lingkaran sihir besar dari ability nya juga ikut menghilang, tapi Ditya tidak pingsan dan memberontak seakan tidak terjadi apa-apa, padahal dia bilang dia akan pingsan jika efek ability nya menghilang.


(scene berpindah ke Eugene)


“kenapa Ditya tidak pingsan?, padahal Agi berhasil menghilangkan ability nya” tanya Agam.


“kau tidak sadar ya... Ditya juga sudah melampaui batasan nya, sekarang efek samping dari ability nya mungkin sudah tidak berguna, dan dia bisa menggunakan ability nya tanpa harus memikirkan resikonya lagi” jawab Eugene tersenyum.


“bukankah itu berarti dia jadi tak terkalahkan?” tanya Agam. “dia benar-benar jadi sangat kuat, ditambah kekuatan dari iblis yang di kontrak nya, dia jadi seperti monster”


“jika kau berfikir Ditya adalah monster, mungkin kau juga belum sadar bahwa monster sebenarnya adalah Agi!” ucap Eugene tertawa. “lihatlah yang akan terjadi setelah ini!”


“jika saja Agi menyentuhnya sebelum Ditya melampaui batasan nya, apa kemungkinan Agi akan menang?” tanya Agam.


“tentu saja, sayangnya Agi malah menikmati pertarungan nya, dan lupa kalau dia memiliki kemampuan yang dapat membuatnya menang dengan mudah” jawab Eugene tersenyum.


(scene kembali ke Agi)


tubuhku yang terasa semakin panas seketika mengeluarkan asap, tiba-tiba Ditya terpental, padahal aku hanya menyentuhnya, setelah itu ada benang putih yang muncul dari telapak tanganku, benang itu terhubung dengan tangan kanan Ditya yang ku sentuh barusan. aku merasakan ada kekuatan yang mengalir dari benang itu, rasanya seperti aku sedang menyerap kekuatan Ditya, kemudian benang itu menghilang tiba-tiba, dan anehnya... muncul dua buah lingkaran sihir di pergelangan tangan ku.


“apa ini?” ucapku kaget.


“itu... bukankah ability iblis ku?!” tanya Ditya tercengang kaget.


(scene berpindah ke Eugene)


“apa dia mengambil ability milik iblis Ditya?!” tanya Agam kaget.


“ya!, tapi sepertinya dia hanya mengambil setengahnya saja, atau... dia meniru ability nya!” jawab Eugene tersenyum lebar. “kalau begitu, alasan dia tidak dapat merasakan sakit saat ini, karna kemungkinan dia mengambil atau meniru ability milik Lingga”


“meniru?, tidak mungkin!” ucap Agam seakan tidak percaya.


“dia anak yang sangat menarik!” ucap Eugene kegirangan.


(scene kembali ke Agi)


Ditya mengaktifkan ability nya lagi, lingkaran besar itu pun kembali mengelilingi kami, dia mulai menyerang ku dengan tinju jarak jauh lagi, aku berhasil menghindari semua serangannya. kemudian aku terpikir untuk melakukan hal yang sama karna lingkaran sihir itu juga ada di kedua pergelangan tanganku sekarang, ternyata aku juga bisa melakukan serangan yang sama dengannya.


“kau mencuri setengah ability dari iblis ku!” ucap Ditya.


“bagaiman kau bisa menyimpulkan bahwa aku mencuri nya?!” tanyaku.


“serangan ku jadi melemah, seakan 50% dari kekuatan ku telah dicuri” jawab Ditya.


mungkin yang dikatakan Ditya benar, karna saat benang putih itu muncul, aku merasa ada kekuatan yang masuk kedalam tubuhku, seketika aku kebingungan dengan ability ku sendiri.


“siapa kau sebenarnya?, ability itu... kenapa kau bisa memiliki ability sekuat itu?” tanya Ditya dengan wajah kaget.


“entahlah, bahkan aku sendiri tidak tahu darimana datangnya kemampuan ini” jawabku.


aku benar-benar tidak tahu darimana datangnya kemampuan mengambil ability lain ini, yang aku rasakan tadi hanyalah panas di sekujur tubuhku, yang kemudian rasa panas itu seakan berjalan ke telapak tanganku hingga tubuhku mengeluarkan asap, saat rasa panasnya sudah berkumpul di telapak tanganku, tiba-tiba energi besar keluar dan membuat Ditya terpental saat aku menyentuhnya tadi, benang putih itu keluar bersamaan dengan energi itu.


Ditya telah berubah menjadi iblis tingkat 5, itu berarti aku harus menghancurkan jantungnya atau tanduknya, dengan cepat Ditya menerjang ku dan memukul perutku, aku tidak merasakan sakit, tapi aku dapat merasakan tulang rusukku yang hancur.


aku membalasnya dan memukul tepat ke wajahnya, pukulan ku jauh lebih kuat karna ability dari iblis Ditya, sekarang tanganku diselimuti oleh energi berwarna ungu yang memiliki bentuk seperti tangan yang besar, aku seakan memakai sarung tangan.


“kau benar-benar musuh alami ku, aku tidak bisa mengalahkan mu” ucap Ditya sambil tersenyum.


Ditya semakin melemah, aku tidak membuang kesempatan dan memegang tanduknya, saat itu dia hampir terjatuh, dengkulnya yang menahan agar dia tidak jatuh.


“evening sun, dark tree mafia, Devil Hunter, kalian semua sudah terlalu ikut campur urusan Decay, setelah ini berhati-hatilah, terutama kau!” ucap Ditya padaku sambil tersenyum.


“ceritakan lebih banyak lagi padaku!” ucapku sambil memegang pundak dan tanduknya.


“kumohon... kalahkan pria itu, jadilah lebih kuat dan kalahkan dia, kau yang sekarang mungkin belum bisa, tapi aku yakin jika kau terus berlatih, kau pasti bisa mengalahkannya” ucap Ditya tersenyum padaku.


“siapa pria yang kau maksud?” tanyaku.


“dia adalah pria yang memiliki kontrak dengan iblis tingkat 3, suatu saat dia bisa jadi malapetaka, jika kau bisa mengambil ability orang lain, kumohon ambillah ability ku juga, gantikan aku untuk mengalahkan nya” jawab Ditya pasrah.


“kenapa begitu?” tanyaku.


“hidupku sudah tidak lama lagi!” ucapnya dengan senyuman yang sangat tulus.


Ditya menceritakan semua yang dia ketahui tentang Decay, termasuk rencana mereka, saat dia bercerita, aku menyadari satu hal, selama ini dia menanggung semuanya sendirian, dia mencoba melindungi dunia dari Decay. tapi sayang cara yang dia lakukan salah, sehingga aku harus menghentikan nya dan mengganti kan tugasnya, saat itu, sebelum aku mematahkan tanduknya, keluar air mata dari matanya, dia menangis seakan merasa lega karna akhirnya bisa bebas dari beban yang ia tanggung selama ini, dia... benar-benar pahlawan.


bersambung....