Loser's Dream

Loser's Dream
PERTUNJUKAN SELESAI!



Aku terjatuh dan terbaring di samping Freya, saat itu aku benar-benar sudah tidak bisa bergerak, aku menoleh kesamping lalu menatap wajah Freya, dia terlihat sangat cantik, sepertinya setelah ini aku akan pingsan dengan tenang, begitulah pikirku.


tapi saat aku mulai memejamkan mataku, tiba-tiba aku mendengar suara Eiji yang berjalan mendekati kami, aku bingung... padahal dia bilang dia tidak akan bisa bergerak setelah menggunakan 23% kekuatannya.


“Ricky kau bawa Irina, dan Dicky... kau bawa Fiona” ucap Eiji pada KY twins sambil mendekati Freya.


“apa yang kau lakukan?!, bukankah kau bilang bahwa kau sudah tidak bisa bergerak?!” tanya Rize dengan nada kesal.


“lalu... apa dengan bodohnya kalian percaya?” ucap Eiji sambil meledek.


Eiji mendekati Freya dan mencoba mengangkat nya, sepertinya mereka berencana membawa Freya, Fiona, dan Irina.


“apa kau sedang menipu kami?!” ucapku. “jangan sentuh Freya!!!”


“menipu? haha... bukankah sejak awal perjanjian kita hanya untuk mengalahkan iblis nya saja?, sejak awal kita tidak membuat kesepakatan tentang siapa yang akan membawa mereka, karna itu... biar kami yang membawa mereka” ucap Eiji sambil mengangkat Freya. “oh ya.. aku izin membawa Dewi perang juga ya!”


sejak awal Eiji tidak benar-benar menggunakan seluruh kemampuannya, dia bahkan menghemat energinya untuk hal ini, sejak awal dark tree mafia hanya memanfaatkan kami semua. bahkan Ricky dan Dicky juga berlaku demikian, sial!... harusnya sejak awal kami tidak membuat kesepakatan dengan mereka.


“sejak Fiona muncul dengan tiba-tiba kemarin, aku sadar bahwa kami tidak akan bisa mengalahkannya tanpa bantuan kalian, terlebih aku sangat butuh kemampuan mu yang menjengkelkan” ucap Eiji padaku.


“sudah kuduga kalian akan berkhianat, sejak awal mafia tidak akan mau membuat kesepakatan kecuali mereka dapat untung yang paling besar” ucap Dimas dengan wajah kesal.


“aku tidak akan membiarkan kalian membawa mangsa kami” ucap Isla sambil berdiri.


Dimas dan Isla berdiri untuk menghadang mereka, Isla langsung mengeluarkan biola nya dan menyerang dengan jurus bernama “ginga no uta”, Isla memainkan biolanya dengan pedangnya, kemudian tiga lingkaran sihir muncul dan mengeluarkan laser dari dalamnya. Ricky menggunakan barier nya untuk menahan serangan Isla, barier milik Ricky sangat kuat sehingga serangan Isla tidak dapat menembusnya.


“kau tahu?... kami berdua adalah kombinasi terbaik di dark tree mafia” ucap Dicky sambil mengambil machine gun dari dalam lingkaran sihir.


Dicky kemudian menembak Isla dan Dimas secara dengan membabi buta, Isla semua pelurunya dengan jurusnya yang bernama “a cruel angel thesis”, sedangkan Dimas berlari menerjang kearah Dicky sambil menangkis semua serangannya dengan nunchaku miliknya. tapi pada akhirnya KY twins mengalahkan Dimas dan Isla dengan mudah, Rize terlihat sangat marah, tapi dia tidak bisa bergerak sedikitpun, karna luka ditubuhnya yang sudah sangat parah.


“ISLA!!!” ucap Rize sambil teriak. “ SIALAN KAU EIJI, AKAN KU HABISI KAU!!!”


“haha, cobalah bergerak terlebih dahulu, setelah itu baru kau bisa menghabisi ku” ucap Eiji sambil meledek Rize.


“kita pergi sekarang?” tanya KY twins.


“ya!, ayo kembali!” ucap Eiji sambil membawa Freya. “dasar Cakra payah, bisa-bisanya dia dikalangan”


“berhenti!” ucapku dengan lemah sambil memegang kaki Eiji. “lepaskan Freya!...”


“hmm... lepaskan dasar bodoh!, haha” ucap Eiji sambil menendang tanganku.


aku terus berusaha untuk menghentikan Eiji walau hanya bisa menggerakkan satu lengan saja, aku terus berusaha menarik kakinya sambil berkata “kumohon lepaskan dia!” begitulah ucapku. Eiji merasa kesal padaku hingga akhirnya menginjak tangan kananku dengan kekuatan gravitasi miliknya, hal itu membuat tangan kananku hancur, kini... seluruh tubuhku sudah tidak bisa bergerak, kecuali mulut dan mataku.


aku tidak bisa menyerah, aku tidak akan membiarkan mereka membawa Freya, akhirnya aku menyeret kan tubuhku seperti seekor ulat, kemudian aku menggigit kaki Eiji dengan tenagaku yang tersisa, aku yakin bahkan gigitan ku tidak akan menyebabkan luka.


“lepaskan!” ucapku sambil menggigit Eiji dan menangis. “kumohon lepaskan dia!”


“lihatlah dirimu sekarang!, terlihat sangat putus asa, kau sudah kehilangan segalanya, bahkan kekuatan untuk berdiri!” ucap Eiji. “tapi kau masih tetap berusaha melihat gadis ini, kau benar-benar seorang pria”


Eiji kemudian membaringkan Freya kembali, dia menendang wajahku dengan sangat kencang, kemudian dia mencengkram pipiku sambil berkata;


“jika kau masih tetap sadar setelah aku memukul wajahmu seratus kali, aku akan melepaskannya” ucap Eiji sambil mencengkram pipiku.


aku hanya bisa mengangguk, kemudian Eiji mulai memukul wajahku, dia bahkan menggunakan ability nya juga, setelah pukulan kesepuluh wajahku membengkak, aku seakan tidak bisa merasakan wajahku lagi, aku menahan setiap pukulannya, aku tidak akan membiarkan Freya dibawa, tapi... saat pukulan ke 50, aku kehilangan kesadaran.


Aku membuka mataku, ternyata aku sudah berada di rumah sakit, saat itu Vanca sedang memeriksa tekanan darahku, tubuhku sudah pulih sepenuhnya, bahkan kedua tanganku yang hancur sudah kembali, punggung ku juga sudah tidak terasa sakit lagi.


“FREYA!!!” ucapku sambil teriak sesaat setelah membuka mata. “DIMANA FREYA?”


“sshtt... pelan kan suaramu, dia bisa terbangun jika kau berteriak begitu” ucap Vanca sambil menunjuk pasien disebelah ku.


ternyata pasien itu adalah Freya, betapa leganya diriku melihat dia berada disisi ku, bahkan dia terlihat baik-baik saja, dia seperti sedang tidur dengan pulas.


(1 jam yang lalu.)


“97... 98.... 99... 100, tekad mu terlalu kuat” ucap Eiji.


“apa kita akan tetap membawa Freya?” tanya Dicky.


“tidak!, kita tinggalkan dia disini” jawab Eiji.


“lalu apa yang akan kita katakan pada bos jika kita gagal membawa Freya?” tanya Ricky.


“kita berbohong saja, dan bilang bahwa dia kabur bersama Agi” ucap Eiji sambil berdiri.


“sial!, kenapa aku bisa lupa kalau bos bisa membaca pikiran, haha...” ucap Eiji sambil tertawa.


“sepertinya bos akan menghukum kita” ucap Dicky sambil berjalan dan menggendong Fiona.


“kali ini aku melepaskan mu, aku juga tidak menganggap ini sebagai kemenangan, karna selicik apapun diriku, aku tetap menginginkan kemenangan yang adil” ucap Eiji. “berlatih lah dan jadi lebih kuat, selanjutnya... aku akan membalas kekalahan ku dan menghancurkan mu”


“barusan kau bicara dengan siapa?” tanya Ricky.


“aku bicara pada diriku sendiri” ucap Eiji.


“sepertinya kau mulai sedikit gila Eiji” ucap Dicky.


“apa maksud kalian?, hahaha” ucap Eiji sambil berjalan meninggalkan kami.


sebelum pergi Eiji juga sudah menelepon rumah sakit tempat Vanca bekerja, 10 menit kemudian ambulans nya sampai dan membawa kami semua, akhirnya... Eiji pergi membawa Irina dan Fiona.


(scene kembali ke Agi.)


Freya terbangun beberapa saat setelah aku sadar, dia langsung menoleh ke arahku dan tersenyum, Freya bilang padaku bahwa dia bermimpi aneh, katanya dia melihat seorang Dewi yang membawa pedang dan tameng serta memiliki mahkota yang terbuat dari bunga di kepalanya, dia bilang bahwa Dewi itu seperti dikurung oleh iblis yang menyeramkan, sepertinya... mimpi itu terjadi saat Irina menyerap energi Freya, dan menahan Dewi perang untuk keluar lagi.


setelah bercerita tentang mimpinya, Freya menanyakan tentang semua hal yang ia lihat hari ini, aku menceritakan semuanya pada Freya, dimulai dari penjelasan mengenai ability hingga penjelasan tentang Fiona dan Irina yang berubah menjadi iblis.


terlihat kekecewaan dan kekhawatiran dari wajah Freya, sepertinya dia kecewa karna di hari terakhir tour show malah jadi berantakan, hal yang sudah ia persiapkan selama ini, harus berakhir karna sebuah bencana. Freya juga sepertinya khawatir karna Fiona menjadi iblis, terlebih sahabatnya itu sekarang di bawa oleh mafia paling kejam di negara ini, aku merasa sangat kasihan padanya.


“apa benar, Fiona tidak melakukan kontrak dengan iblis?” tanya Freya dengan wajah memelas. “dia hanya dijadikan kambing hitam oleh Irina kan?”


“tentu saja!... Fiona adalah orang yang sangat baik, aku yakin dia tidak akan melakukan hal semacam itu” ucapku sambil tersenyum dan menghibur freya.


“aku sangat ingin menyelamatkan Fiona!” ucap Freya sambil menangis. “aku takut kalau mereka mencelakai Fiona!”


aku merasa kesal pada diriku sendiri saat itu, jika saja aku tidak mempercayai Eiji begitu saja, mungkin akhirnya tidak akan begini, atau jika aku lebih kuat dan bisa bangkit lagi tadi, mungkin aku bisa menghentikan Eiji agar tidak membawa Irina dan Fiona. padahal kami membutuhkan informasi dari Irina, aku juga tidak tau apa yang akan dilakukan dark tree mafia pada mereka, ini semua salahku!, sial!.


Indira kapten dari angels48 muncul di tv dan meminta maaf atas semua yang terjadi di acara akhir tour show, dia mengatakan bahwa pertunjukan telah selesai, bukan hanya itu, sepertinya angels48 juga terancam dibubarkan karna kasus Fiona dan Irina. keberadaan iblis mulai diyakini oleh orang-orang, mulai banyak berita hoax tentang iblis sejak hari itu, banyak yang mengaku bertemu dengan iblis, tapi semua berita itu akhirnya hanya menjadi kabar angin.


bibi Soraya datang untuk menemui ku lagi, aku meminta maaf padanya karna sekali lagi aku gagal melindungi Freya, tapi bibi Soraya justru malah meminta maaf juga padaku, dia bilang itu salahnya karna tidak bisa merasakan keberadaan iblis saat itu, padahal selama ini iblis nya berada di dekatnya.


sejak kejadian itu, aku tidak pernah lagi melihat senyuman tulus dari wajah Freya, senyuman yang keluar dari wajahnya semuanya palsu, sepertinya dia masih sangat sedih karna Fiona menghilang. bahkan awalnya Freya menolak untuk makan, hingga akhirnya bibi Soraya memohon padaku untuk membujuk Freya agar mau makan kembali, sekarang dia selalu terlihat murung, dan itu membuat hatiku hancur.


“jangan pasang wajah kecewa seperti itu!” ucap Dimas sambil menghampiri ku.


“Rei?, ah tidak... melihat topi dan harmonika mu sudah jelas kau adalah Dimas” ucapku.


“hebat, kau sudah mulai bisa mengenali ku” ucap Dimas sambil menepuk pundak ku.


saat itu aku baru selesai menagih hutang, sekarang aku sudah bisa menagih hutang sendirian, aku langsung ke taman setelah selesai menagih, sejak pertempuran itu aku jadi sering ke taman dan menyesali semua hal yang aku lakukan, bahkan aku juga menyesali keberadaan ku disana.


“jangan terlalu keras pada dirimu sendiri” ucap Dimas sambil duduk di sebelahku. “kau adalah pemeran utamanya disana, kaulah orang yang mengalahkan iblis itu, jadi... harusnya kau tidak perlu merasa kecewa”


“tapi aku gagal membawa Irina dan Fiona” ucapku. “padahal selama sebulan lebih kau mengincar iblis itu, saat sudah mengalahkannya, aku malah membiarkannya direbut oleh orang lain”


“ya... kesepakatan itu bukan sepenuhnya kesalahan mu” ucap Dimas. “jika saja itu Eugene, mungkin dia tidak akan menyetujui kesepakatan nya begitu saja”


“siapa sebenarnya Eugene?, kau selalu membandingkan dirimu dengannya” tanyaku.


“jika Agam hanya satu tingkatan di atas ku, maka Eugene sepuluh tingkatan di atas ku” ucap Dimas.


“apa itu berarti dia lebih kuat dari Agam?” tanyaku.


“benar... tapi bisa juga salah, yang terkuat di evening sun tetaplah Agam” ucap Dimas. “tapi... yang paling berbahaya di kota ini adalah Eugene, tidak!, bukan hanya di kota, melainkan di negara”


“apa dia se berbahaya itu?” tanyaku.


“kau akan tahu saat melihatnya sendiri” ucap Dimas. “oh ya... Agam bilang hari ini Eugene akan berkunjung ke kantor”


“benarkah?!” ucapku.


“ya!... karna itu, ayo segera pulang” ucap Dimas.


aku dan Dimas bergegas kembali ke kantor, sesampainya di kantor aku langsung mendapat sebuah kesialan, Lingga ada di kantor evening sun, dan Davis bilang Agam yang membawanya.


“BUKAN NYA SUDAH KUBILANG, JIKA KITA BERTEMU LAGI, AKU AKAN MEMBUNUHMU!” ucap Lingga sambil melotot padaku.


bersambung....