Loser's Dream

Loser's Dream
PECUNDANG, AKU MOHON JANGAN BANGKIT!



pria berambut putih itu ternyata juga seorang eksekutif, dia adalah senior Eiji, namanya Cakra Lesmana, dan kemampuannya adalah "my room will make you weak", ternyata yang membuat kekuatan Rei melemah saat di theater adalah dia.


"kau tidak perlu mengganggu ku Cakra" ucap Rei.


"saat ini kau terlihat sangat menyedihkan, kau kalah dengan bocah lemah itu, bahkan bocah itu sudah terluka lebih dulu karna melawan Reza" ucap Cakra pada Rei.


"baiklah, setidaknya biarkan aku duel melawan bocah itu, kau urus saja dua sisanya" ucap Rei pada Cakra


"jika kau kalah, aku akan menghukum mu" ucap Cakra sambil mengayunkan samurai ke arah Diana.


"kau tau?, selama ini aku selalu membunuh lawan ku dengan mudah" ucap Eiji padaku. "tapi kau adalah orang kedua setelah bos yang bisa membuatku seperti ini, aku jadi bersemangat"


aku semakin mendesak Eiji, dan dia terlihat mulai putus asa, Eiji menyerang ku dengan jurus gravitasi nya secara beruntun, tapi aku berhasil menghindari beberapa serangannya, hingga akhirnya aku berhasil membuat nya terjatuh dan menangkap nya.


(flashback Eiji Ryunosuke)


namaku Eiji Ryunosuke, sejak kecil aku sudah berada dalam dunia yang gelap, orang tuaku adalah penipu, dan mereka dibunuh karna perbuatannya, mereka memiliki masalah dengan dark tree mafia sehingga itu membawa petaka bagi mereka. tapi... bukan dark tree mafia yang membunuh mereka, aku sendiri lah yang membunuh mereka.


meski mereka orang tuaku, aku membenci mereka, karna sejak kecil mereka selalu memukuliku dengan alasan sayang padaku, yang aku percaya di keluarga itu hanya kakak perempuan ku satu-satunya. hanya dia orang yang benar-benar tulus menyayangi ku, dia selalu melindungi ku jika ayah ingin memukulku, walau pada akhirnya dia yang di pukuli, dia sangat menyayangi ku, begitu pun sebaliknya. nama kakakku adalah Naomi Ryunosuke, dia 4 tahun lebih tua dariku, dia memiliki mata yang indah saat tersenyum, dia bagai seorang putri.


keluarga kami berasal dari Jepang, tapi karna ayah memiliki masalah dengan Yakuza, akhirnya kami melarikan diri dan kabur ke Indonesia, saat itu usiaku baru menginjak 5 tahun. saat itu... adalah awal kemunculan special ability ku, yang mengetahui nya saat itu hanya kakak, dan kakak melarang ku untuk memberi tahukan hal ini pada ayah dan ibu, bahkan kakak melarang ku untuk menggunakan kekuatan ini sembarangan.


"Eiji... jika kau sudah besar nanti, aku mohon padamu untuk menjadi orang baik, aku mohon gunakan kekuatan mu untuk melindungi keluarga dan orang-orang yang kau cintai" ucap kakak sambil tersenyum.


8 Januari 2010, kakak ku meninggal dengan mengenaskan, dia ditemukan tewas dengan banyak luka di tubuhnya, bahkan ada banyak bekas jahitan di perutnya, polisi juga bilang bahwa organ di perutnya seperti, ginjal, jantung, paru-paru dan liver nya sudah tidak ada. hari itu hatiku sangat hancur, satu-satunya orang yang dapat membuatku merasakan kasih sayang sudah tidak ada, karna kesedihan yang mendalam saat itu, aku tidak sengaja mengamuk dan menghancurkan segala yang ada disana dengan kekuatan gravitasi ku.


sejak saat itu... tatapan ku selalu kosong, bahkan saat orang tuaku menyuruhku untuk membunuh orang, aku selalu membunuh dengan tatapan hampa, hingga pada suatu hari, ayahku terlibat masalah karna menipu dark tree mafia. dia menipu dark tree mafia dan mengambil uang mereka sebesar 10 milyar, kami tidak lari saat itu, karna ayahku yakin bahwa aku dapat mengalahkan mereka, tapi untunglah semua tidak terjadi sesuai dengan keinginannya.


saat itu untuk pertama kalinya aku bertemu dengan bos, bos turun langsung untuk menghabisi orang tuaku, karna mereka membuat harga diri bos tercoreng. saat dark tree mafia menyerang rumah kami, ayah menyuruhku untuk menghabisi mereka, aku membunuh banyak member dan Ketua divisi mereka, bahkan aku juga membunuh 2 orang eksekutif, hingga akhirnya bos sendiri maju untuk melawanku.


bos menerjang setiap serangan ku, dan itu tidak membuatnya terluka, saat dia berhasil mendekati ku, dia tidak membunuh atau bahkan menyerang ku, dia malah memelukku dan berkata.


"kasihan sekali... padahal kau masih kecil, orang tuamu telah menipumu, apa kau tahu?, mereka lah yang membunuh kakakmu Naomi" ucap bos sambil memelukku.


aneh nya saat itu aku malah merasakan cinta dan kenyamanan, aku tidak merasakan bahaya darinya. bos menceritakan tentang kematian kakakku padaku, hingga akhirnya... dengan dendam yang sangat besar, aku membunuh orang tuaku.


sejak saat itu, aku masuk dark tree mafia dan bersumpah akan melayani bos untuk selamanya, aku akan melindungi nya karna aku sudah menganggapnya sebagai keluarga. hari-hari yang aku jalani saat itu ku habiskan dengan membunuh orang, setiap harinya aku selalu Melakukan tindakan kriminal, entah sampai kapan ini berakhir, tapi... aku menyukai ini.


(kembali ke pertarungan Agi vs Eiji)


aku membuat Eiji terjatuh dan langsung naik ke atas perutnya, aku mencekik lehernya dan memukuli nya berkali-kali, bahkan saat dia sudah pingsan, aku tetap memukulinya dan berharap bahwa dia akan mati.


"BERHENTI!" ucap Freya padaku. "aku mohon... jangan pukul dia lagi"


"kenapa...? dia sudah membuatmu terluka, biarkan aku membunuhnya" ucapku dengan tatapan kosong sambil terus memukuli Eiji.


"aku tidak apa-apa, aku tidak mau kau menjadi pembunuh demi diriku" ucap Freya sambil menghampiri dan menghentikan tinju ku.


"aku mohon... jangan hancurkan masa depanmu hanya karna diriku, kau bahkan membiarkan tubuhmu terluka demi bisa menyelamatkan ku, aku berterima kasih untuk itu. tapi aku mohon, jangan hancurkan dirimu lebih jauh lagi, kamu adalah teman laki-laki pertama ku, jadi... aku mau hidupmu kedepannya bahagia, terima kasih atas semua yang sudah kamu lakukan untukku, sudah cukup sampai sini saja oke, aku menyayangi mu dan tidak mau meilhatmu terluka lagi" ucap Freya dengan senyumnya yang sangat tulus.


aku berhenti memukul Eiji, saat itu tubuhku sudah mencapai batasnya, aku merasa sangat lemas sampai ingin pingsan, tapi tiba-tiba Cakra datang dan ingin menyerang Freya dengan samurai nya. aku langsung mendorong Freya dan serangan itu pun mengenai punggung ku, keluar banyak darah dari sana, mataku berkunang-kunang karna luka itu.


"hebat, kau berhasil mengalahkan eksekutif terbaik di dark tree mafia" ucap Cakra. "aku tidak menyangka kau dikalahkan oleh bocah ini Eiji"


tenyata Cakra sudah mengalahkan Rei dan Diana, aku tidak tahu mereka berdua masih hidup atau tidak, karna aku melihat luka yang sangat parah pada mereka, aku bangun dan menyuruh Freya untuk bersembunyi.


"pergi dan ajak Fiona bersembunyi, aku akan menahannya sampai kalian kabur" ucapku pada Freya.


"tidak!, aku mau kita lari bersama, kamu tidak perlu menghadapi nya" ucap Freya padaku.


"dia akan menghabisi kita semua jika tidak ada yang menahannya, tenang saja... aku pasti menang kok" ucapku sambil tersenyum pada Freya.


"baiklah!, tapi kumohon berjanjilah padaku, bahwa kau harus menang dan tetap hidup" ucap Freya.


"ya! aku janji!" ucapku. "tapi... bisakah kau menghubungi nomor ini?" ucapku sambil memberikan kartu nama Agam.


"hmmm!" ucap Freya sambil mengangguk dan lari bersama Fiona.


Cakra mengabaikan ku dan malah mengejar Freya, aku menghentikannya dengan cepat dan memastikan bahwa Freya bisa kabur.


"tidak akan kubiarkan kau menyentuhnya!" ucapku pada Cakra.


"kenapa kau melakukan ini?, kau bisa mati jika berurusan denganku" ucap Cakra.


"sayang sekali, tapi aku sudah berjanji pada seseorang untuk menang dan kembali dengan selamat" ucapku sambil menyerang Cakra.


"kau tahu?, selain membuat seseorang menjadi lemah dalam ruangan ku, aku juga dapat menciptakan ilusi di ruangan ku" ucapnya. "endless illusion!"


tiba-tiba sekeliling ku bergoyang sangat kencang setelah Cakra menyebut kata endless illusion, bahkan di hadapan ku saat ini ada 8 Cakra yang maju dan menyerang ku secara bersamaan, sepertinya aku sedang berada dalam jurus ilusi nya, apa itu berarti Cakra memiliki dua special ability?. serangannya membuat tubuhku tidak bisa bergerak, jika ini benar-benar ilusi, apa setiap darah yang keluar dari tubuhku ini nyata?, jika ini nyata, kenapa aku tidak merasakan sakit sama sekali?.


"bagaimana cara lepas dari ilusi ini?" itulah yang sedang aku pikirkan, jika aku bisa menetralkan kemampuan orang yang aku sentuh, harusnya aku bisa menghilangkan ilusi ini dengan cara menyentuh Cakra, tapi... dimana Cakra yang asli?.


aku mencoba menyerang semua Cakra yang ada disini, hingga aku akhirnya berhasil keluar dari ilusi itu, sepertinya Cakra belum mengetahui soal kemampuanku. meski berhasil keluar dari ilusi nya, tetap saja... Cakra berada jauh di atas ku.


sudah kuduga dia sangat hebat, bahkan dia langsung tahu kemampuan ku hanya dalam sekali lihat, sepertinya kemampuannya benar-benar di atas Eiji.


"jika kau bisa mengalahkan Rei dan Diana, kenapa kau tidak langsung mengalahkan kami di theater?" tanyaku.


"karna aku harus waspada pada orang itu" jawabnya.


"apa maksudnya dengan 'orang itu'?" tanyaku.


"di beritahu pun akan jadi hal yang sia-sia, karna sebentar lagi kau akan mati" ucapnya sambil mengayunkan samurai nya dan mencoba menebas kepalaku.


aku berhasil menghindari serangannya, tapi aku tidak tahu bahwa bukan itu yang dia incar. dia sengaja memojokkan ku ke tembok, dan bukan hanya itu, dia juga mengeluarkan pistol dari saku celananya.


"selamat tinggal" ucapnya.


tapi... aku juga berhasil mengantongi pistol yang ku ambil dari theater, aku lebih dulu menembak nya, entah keberuntungan apa yang sedang berpihak padaku, tapi dua kali tembakan ku berhasil mengenai kedua tangannya, padahal itu pertama kalinya aku menarik pelatuk sebuah pistol. pistol dan samurai yang ada di tangannya jatuh karna tembakan itu, kedua tangannya mengeluarkan banyak darah, wajahnya yang sebelumnya tenang kali ini terlihat sangat marah.


aku kira semuanya akan berakhir, tapi Freya malah kembali ke tempatku karna khawatir padaku. melihat hal itu, Cakra dengan cepat bergerak ke arah Freya, dan langsung menghantam nya dengan tinju, karna terluka... kecepatannya berkurang dan aku bisa mengimbangi nya.


aku sampai lebih dulu dan langsung menangkis serangannya, tapi ternyata pukulan itu terasa sangat berat, tanganku langsung patah saat menangkisnya, rasanya seperti di tabrak sebuah truk. aneh... padahal tangannya sudah terluka, tapi dia masih sekuat ini.


"Agi!!!, tanganmu!" ucap Freya.


"tidak apa-apa, lagipula kenapa kamu kembali kesini?" tanyaku.


"aku tidak bisa meninggalkan mu yang terluka" jawabnya.


"apa kamu sudah menelepon Agam?" ucapku.


"sudah!, tapi aku tidak tahu kapan dia akan datang" ucapnya.


"baiklah!, kalau begitu yang harus aku lakukan saat ini hanya mengulur waktu" ucapku sambil menarik tangan Freya dan lari.


kami berlari dan meninggalkan Rei dan Diana di lantai dua, tadi aku sudah memastikannya, mereka berdua masih hidup, jadi yang harus aku lakukan saat ini adalah membuat Cakra menjauh dari mereka, dan membawa Freya ke tempat aman sehingga aku bisa mengulur waktu sampai Agam datang. Cakra berlari mengejar ku dengan wajah sangat kesal, aku merasa bahwa semakin jauh kami berlari kecepatannya semakin meningkat, hingga akhirnya Cakra berhasil menarik tangan Freya dan membuatku terjatuh.


aku langsung refleks menendang Cakra agar dia menjauh, tapi dia malah menangkap kakiku, dia memegang pergelangan kakiku memutar nya, hingga kaki kananku patah, aku berteriak karna rasanya lumayan sakit.


"serahkan gadis itu, dengan begini aku akan melepaskan mu dan menganggap kita tidak pernah bertemu" ucapnya sambil memutar kakiku


"ti-tidak akan!, sampai kapanpun, walau harus kehilangan banyak darah, aku akan melindunginya, karna dia adalah hal yang harus aku lindungi" ucapku dengan tegas.


dia mengeluarkan sebuah pisau dan langsung menusukkan nya ke kakiku secara berulang kali, aku berteriak karna ternyata ini terasa sakit, aku tidak bisa menahannya, semakin banyak darah yang keluar dari kakiku.


"BERHENTI!, AKU MOHON BERHENTI!" ucap Freya sambil meneteskan air mata.


saat itu, untuk pertama kalinya aku melihat air mata keluar darinya, dia menangis melihat ku di siksa, hatiku hancur saat itu, "harusnya aku tidak membuatnya sedih, bahkan sampai meneteskan air mata" begitulah yang ada di pikiran ku.


"berhenti!, aku mohon... aku akan lakukan apapun asal kau berhenti menyakiti nya" ucap Freya pada Cakra.


"jangan sakiti dia lagi, kumohon..." ucap Freya sambil bersujud di kaki Cakra.


Cakra langsung memukul dadaku hingga aku terpental, tulang rusukku akhirnya patah semua, keluar banyak darah dari mulutku.


"baiklah, tapi sebelum kau ikut denganku, aku akan membuat wajahmu hancur dulu karna temanmu membuatku kesal" ucap Cakra sambil menjambak rambut Freya.


"JANGAN!!, AKAN KU HANCURKAN KAU JIKA BERANI MELUKAINYA LAGI!!" ucapku pada Cakra sambil mencoba bangkit.


"sudahlah!, jangan bangkit lagi!, kau sudah terluka sangat parah" ucap Freya dan melihat kearah ku sambil menangis.


"apa maksudmu?, luka ini belum seberapa, aku kan sudah berjanji untuk melindungi mu" jawabku sambil berjalan perlahan ke arah Cakra.


"berhenti!, kau sudah cukup melindungi ku, aku tidak mau melihat mu terluka lebih dari ini" ucapnya sambil tersenyum dan meneteskan air mata.


melihat wajahnya yang putus asa, aku langsung berlari dan memukul wajah Cakra, Freya lepas dari genggaman Cakra, dan aku langsung membawanya ke belakang tubuhku. tapi Cakra menjadi semakin marah dan menghunus kan pisaunya ke arahku, aku berhasil menghindari pisau nya, tapi aku tidak bisa menghindari tinjunya, pukulannya persis mengenai wajahku, bahkan aku sampai terjatuh lagi, tapi aku tetap bangkit dan mencoba menyerang nya, begitulah seterusnya.


dia membuatku jatuh dan aku bangkit kembali, begitu terus hingga seluruh luka di tubuhku sudah tidak terasa sakit lagi. saat mencoba untuk bangkit lagi, Freya memelukku dari belakang, dan berkata.


"sudah cukup, jangan bangkit lagi!, kau bisa mati jika mencoba melawannya lagi!" ucap Freya sambil memelukku. "aku mohon untuk terakhir kalinya... menyerah lah, aku tidak mau kau terluka lagi"


"apa maksudmu? menyerah?, apa kau tahu, seumur hidupku aku tidak.memiliki tujuan atau hal yang aku rasa pantas untuk diperjuangkan, saat ini... untuk pertama kalinya aku memiliki hal untuk ku perjuangan, jadi jangan seenaknya menyuruhku untuk menyerah" ucapku sambil tersenyum dan memegang tangan Freya yang ada di pinggang ku.


tanpa sadar Cakra sudah ada di belakang kami, dia mencoba untuk menusuk freya, aku membalikkan badan dan menangkap pisaunya, hingga pisau itu menusuk tanganku sampai tembus. setelah itu aku melepaskan pelukan freya dari pinggang ku, dan mencoba memukul wajah Cakra, tapi dia berhasil menangkap tanganku, dan menghancurkan tangan kananku yang sudah patah itu.


aku "putus asa", tapi hatiku tidak mau berhenti dan memaksa tubuhku untuk terus melawan. akhirnya Cakra.menusuk dadaku dengan pisaunya, saat itu... sebagai upaya terakhir aku langsung memeluk Cakra dengan kuat agar dia tidak bisa bergerak dan menyakiti Freya.


"maafkan aku yang terlalu lemah ini, tuhan... aku mohon untuk kali ini saja, izinkan aku melindunginya, kumohon jangan buat pelukanku ini lepas, agar dia tidak menyakiti Freya" begitulah do'a ku dalam hati saat itu.


untuk terakhir kalinya aku melihat wajah Freya Yang sudah di banjiri air mata, matanya menjadi sangat sembab karna menangis, dan sepertinya dia juga sedang menyebut namaku. sayang sekali aku tidak bisa mendengar suaranya Karna kesadaran ku mulai hilang, mataku menjadi gelap dan akhirnya... aku "mati!"


bersambung...