
“baiklah, sekarang kita harus apa?” tanyaku pada Eugene.
“entahlah, kita diam dan bersantai disini saja” ucap Eugene.
“apa maksudmu?, apa kita tidak perlu turun kebawah?” tanyaku.
“jadi aku tidak perlu bertarung dengan para bajingan itu?” tanya Lingga.
“tidak perlu, kita cukup memantau dari sini saja!” ucap Eugene sambil memakan sebuah snack.
“membosankan, padahal aku ingin menghajar mereka semua!!!” ucap Lingga jengkel.
sejak pagi kami bertiga sudah berada di atap gedung yang dekat dengan Nusantara Academy, Eugene bilang hari ini kami hanya perlu memantau saja, karna dia sudah membereskan semuanya, tinggal melihat bagaimana rencananya berjalan, masalahnya aku sama sekali tidak tahu apa rencananya.
“kemarin aku sudah mengirim seseorang untuk melaporkan pada Ditya, bahwa tiga sekolah lainnya membentuk aliansi untuk menghancurkannya” ucap Eugene.
“kapan?!, sejak semalam aku bingung, padahal kau selalu di bersama kami, tapi kau bilang sudah menyelesaikan semuanya, apa jangan-jangan kau bisa memperbanyak dirimu?” ucapku pada Eugene.
“kau pikir aku seorang ninja?” ucap Eugene sambil tersenyum. “kau tahu?, aku bisa melakukan apapun yang aku mau!”
“lalu bagaimana sebenarnya rencana mu?!!!” tanya Lingga sambil melotot.
“hei tidak perlu melotot begitu, aku jadi ketakutan” ucap Eugene meledek. “karna sifat Ditya yang suka menindas seseorang, banyak sekali yang membenci dirinya, aku memanfaatkan orang-orang itu untuk menghancurkan Nusantara Academy dari dalam”
“aku benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiran mu” ucapku sambil menghela nafas.
“para aliansi tidak akan bisa mengalahkan Nusantara Academy jika mereka bersatu, karna itu aku menciptakan konflik dari dalam, agar mereka terpecah dan kekuatannya terbagi, dengan begitu mereka semua akan saling menghancurkan dengan adil” ucap Eugene tersenyum.
(scene berpindah ke aliansi tiga sekolah)
STM Buya Hamka, SMK Pancasila, dan SMA pelita bangsa semuanya sudah berkumpul, kecuali pemimpin SMA pelita bangsa yaitu Regi.
“dimana Regi?!!!, si brengsek itu harus diajari caranya disiplin!!!” ucap Yuda emosi.
“tenang saja, jangan buang tenaga mu hanya untuk marah-marah” ucap Andre sambil tersenyum.
“maaf... tapi tadi sedikit terjadi kekacauan di jalan” ucap Regi yang baru datang sambil tersenyum.
“baiklah!, karna kita sudah berkumpul, kita lakukan seperti rencana ku kemarin!” ucap Andre.
“hei!, sejak kapan kau jadi bos nya?!” ucap Yuda dengan intonasi tinggi.
“jika kita ingin menang, kita tidak boleh menyerang Nusantara Academy sembarangan, kau tahu kan sekolah itu diisi oleh monster, meski kebanyakan dari mereka adalah anak orang kaya, mereka bisa bertarung, bahkan memiliki basic martial art, karna itu kita butuh strategi!” ucap Andre.
“kalau begitu.... ayo kita berangkat hihihi” ucap Regi sambil cekikikan.
SMA pelita bangsa akan membuat kekacauan di depan gerbang Nusantara Academy, lalu STM Buya Hamka akan membagi kelompok dan menyerang setiap siswa Nusantara Academy yang terpisah, mereka menyerang dengan cara menculik dan mengeroyok, sementara itu SMK Pancasila akan masuk kedalam Nusantara Academy secara diam-diam dan menyerang dari dalam.
(scene kembali ke Agi)
“tunggu... bukankah ini hari Minggu?, memangnya ada yang datang ke sekolah dihari Minggu?” tanyaku sedikit kesal pada Eugene.
“siswa biasa dan para guru tidak akan datang, tapi Ditya dan anak buahnya menjadikan gedung olahraga sekolah ini sebagai markas, mereka sudah biasa berkumpul disana bahkan hari minggu” ucap Eugene.
“mereka sudah datang!” ucap Lingga sambil menunjuk kebawah. “kenapa hanya ada siswa SMA pelita bangsa?”
“sepertinya mereka menggunakan rencana ku” ucap Eugene sambil tersenyum.
“apa?!, kapan kau memberi rencana pada mereka?” tanyaku kaget.
“kemarin aku menyuruh seseorang untuk menemui Andre dan memberitahu nya tentang strategi ini” ucap Eugene.
“lihat itu!, SMK Pancasila memanjat melalui tembok belakang dan menerobos gedung olahraga nya!” ucap Lingga heboh.
“dimana siswa STM Buya Hamka?” tanyaku.
“STM Buya Hamka akan menculik siswa Nusantara Academy yang menuju kesini” jawab Eugene. “mereka berpencar di sekitar sini dan akan memukuli siapapun yang memakai seragam Nusantara Academy”
“rencana yang sangat licik!” ucapku.
“sudahlah, nikmati saja pertunjukan ini hahaha” ucap Eugene tertawa.
penyerangnya dimulai, aliansi berhasil membuat Nusantara Academy kesulitan, bahkan sepertinya mereka sudah terdesak, sementara itu Eugene dengan santainya menonton sambil memakan snack, dia menikmatinya seperti sedang menonton film action.
“yang mana Yuda, Regi, dan Andre?” tanya Lingga.
“kalau kau mencari mereka, lihatlah dua orang yang sedang berlari menuju gedung olahraga itu, mereka adalah Yuda dan Andre” ucap Eugene.
(scene berpindah ke Ditya)
“Yuda dan Andre berhasil menerobos pertahanan kita!” ucap salah satu bawahan Ditya.
“mereka sudah bosan hidup rupanya” ucap Ditya sambil membuka bajunya. “biarkan mereka berdua masuk, kalian halangi yang lain saja, jangan sampa ada orang lain yang mengganggu pertarungan kami!" ucap Ditya.
kemudian para anak buah Ditya menyerang aliansi lalu membiarkan Yuda dan Andre lewat.
“dimana Regi?, apa dia ketakutan karna tidak berani melawan ku?” tanya Ditya meledek.
“aku tidak peduli dimana pecundang itu sekarang, yang pasti aku sendiri bisa mengalahkan mu!!!" ucap Yuda penuh percaya diri.
“jangan terlalu sombong, kesombongan hanya membawa kehancuran pada diri sendiri” ucap Andre.
(scene kembali ke Agi)
“yang mana Regi?” tanyaku.
“entahlah, aku juga tidak melihatnya sejak tadi” ucap Eugene.
“kau bilang mereka akan ditangkap saat tawuran nya dimulai, dimana polisi nya?, jika dibiarkan akan ada banyak siswa yang terluka!" ucapku.
“tenang saja, sebentar lagi mereka sampai” ucap Eugene sambil melihat jam dan tersenyum. “5... 4... 3... 2... 1..., SURPRISE!!!”
kemudian segerombolan polisi datang, jumlah mereka sangat banyak, mereka menangkap semua siswa yang terlibat tawuran dan tidak membiarkan satu orangpun kabur, lalu ada satu polisi yang naik ke tempat kami dan mengobrol dengan Eugene.
“terimakasih karna sudah membantu kami” ucap polisi itu sambil berjabat tangan dengan Eugene.
“haha pak komisaris, tidak perlu berterimakasih begitu, aku kan sudah biasa menangani tugas kalian” ucap Eugene sambil tersenyum jahat.
“huh, ternyata kau masih saja sombong” ucap polisi sambil tersenyum.
“jangan sungkan menghubungi ku jika kalian butuh bantuan lagi" ucap Eugene tersenyum.
“ngomong-ngomong, siapa kedua bocah itu?" tanya polisi itu sambil menunjuk aku dan Lingga.
“mereka adalah murid baru ku” ucap Eugene dengan percaya diri.
“hahaha begitu ya, hati-hatilah karna orang ini sangat licik” ucap komisaris itu padaku dan Lingga.
semuanya sudah selesai, para siswa yang terlibat dalam tawuran dan yang memiliki bisnis gelap sudah ditangkap, komisaris itu akhirnya pamit bersama para anggota kepolisian yang lain, setelah itu Eugene mengajak kami kembali ke kantor.
“apa alasanmu untuk menghentikan mereka?” tanyaku pada Eugene.
“sebentar lagi kau akan tahu, jadi tolong bersabar sedikit lagi” ucap Eugene tersenyum.
“mau kemana kau setelah ini?” tanyaku pada Lingga.
“itu bukan urusanmu!, bukankah aku sudah bilang, jangan ikut campur dengan urusanku!” ucap Lingga melotot.
Lingga pergi meninggalkan aku dan Eugene, lalu Eugene memberikanku sebuah belati dengan ukiran aneh di mata pisaunya, dia bilang aku harus membawa belati itu kemanapun aku pergi, karna aku pasti membutuhkannya, begitulah ucap Eugene.
“aku ingin tidur, kau pergi dan dampingi Lingga” ucap Eugene sambil memakan sebuah lollipop. “bocah itu tidak boleh berkeliaran sendiri, dia bisa saja berbuat onar, terlebih dia masih memiliki masalah dengan dark tree mafia, aku takut mereka masih mengincar nya”
“baiklah!” ucapku meninggalkan Eugene. “ngomong-ngomong terimakasih atas pisaunya!”
“setelah ini aku pastikan ability mu setingkat jadi lebih kuat!” ucap Eugene bicara sendiri. “hari ini aku sangat malas, sepertinya tidur seharian menyenangkan”
sementara itu aku mengikuti Lingga secara diam-diam, tapi... tidak lama kemudian aku ketahuan oleh Lingga, lalu dia memukulku dan menyuruhku untuk pulang.
“HEI SIALAN!!, BISAKAH KAU PERGI DAN TIDAK USAH PEDULIKAN AKU?!!!” ucap Lingga.
“tapi Eugene menyuruhku untuk mengawasi mu!” ucapku sedikit takut.
“KAU PIKIR AKU BAYI YANG HARUS DI AWASI?!!” ucap Lingga. “PERGI!, AKU MUAK MELIHAT WAJAHMU!”
“sebenarnya kau ini kenapa?, aku hanya ingin berteman denganmu” ucapku sambil tersenyum tipis.
“teman?!, kau lupa?... aku adalah orang yang selalu memukuli mu, aku yang selalu merampas uang mu, aku selalu menghina mu saat dikelas, bahkan aku juga penyebab kau bunuh diri waktu itu, dan sekarang kau mengajakku berteman?, orang gila macam apa yang ingin berteman dengan orang yang merundung nya!!!” ucap Lingga sambil mencengkram kerah bajuku.
“bukannya aku sudah bilang!, aku sudah memaafkan mu!” ucapku dengan tegas. “Agam pernah bilang padaku bahwa setiap manusia berhak mendapatkan kesempatan kedua dalam hidupnya, asal kau mau berubah, aku akan memberikan mu kesempatan itu!, aku tahu kau menyesali perbuatan mu dulu, itu semua terlihat jelas di matamu, karna itu... mari berubah jadi lebih baik dari hari kemarin bersama-sama, dan jadilah temanku!”
“TERSERAH KAU SAJA BRENGSEK!” ucap Lingga sambil mendorongku.
setelah kejadian itu aku selalu mengikuti Lingga, aku selalu mencari celah untuk mengobrol dengannya, meski pada akhirnya dia selalu memukulku dan pergi, tapi... aku tidak akan menyerah untuk menjadi temannya.
(scene berpindah ke Regi)
“jika saja tadi aku datang terlambat, mungkin kalian sudah di tangkap, hahaha...” ucap Regi sambil tertawa.
“bagaimana kau bisa tahu bahwa kita sedang di adu domba?” tanya Andre.
“SIAL!, SIAPA ORANG YANG BERANI MELAKUKAN SEMUA HAL INI!” ucap Yuda penuh emosi.
“sepertinya kali ini aku benar-benar dipermainkan” ucap Ditya dengan wajah kesal.
“ada seorang pria yang memberitahuku bahwa kita sedang di adu domba, sepertinya tujuannya adalah menyingkirkan kita semua dan saat itu terjadi dia akan menguasai Jakarta" ucap Regi sambil tertawa.
“siapa yang memberitahu mu hal itu?” tanya Ditya.
“entahlah... aku tidak mengenalnya, yang jelas dia pria yang berbahaya, aku langsung tahu saat berbicara dengannya, mungkin kali ini dia membantu kita, tapi bisa saja besok dia menghancurkan kita” ucap Regi sambil menjilat celurit nya.
“LALU SIAPA BAJINGAN DIBALIK SEMUA INI?!!” tanya Yuda.
“ya.. aku penasaran siapa yang berani mengadu domba kita” ucap Andre.
“tenang saja... pria itu juga memberiku foto dan bukti lainnya tentang dalang dibalik adu domba ini” ucap Regi sambil tersenyum.
“siapa?" tanya Ditya.
“ya... kapan kita akan menghabisi nya?, hahahaha” ucap Regi sambil tertawa dan memperlihatkan foto Lingga.
bersambung....