Loser's Dream

Loser's Dream
SI PECUNDANG AKAN SELALU MELINDUNGI NYA!



Eiji mulai maju menyerang Irina lagi, hebat sekali... Eiji dapat mengimbangi Irina, aku tidak mengerti kenapa kekuatannya jadi sekuat ini, padahal saat melawan Fiona tadi, dia sempat kewalahan, tapi sekarang dia dapat mengimbangi iblis tingkat 4.


“jangan memandangku seperti itu, aku jadi malu” ucap Eiji sambil tersenyum dan bertarung.


“bagaimana kau bisa jadi sekuat ini?” tanyaku.


“kau pikir hanya kau yang berlatih selama ini?” ucap Eiji sambil bertarung. “sejak kalah darimu, aku melatih ability dan tubuhku sampai melewati batas, dan saat melawan Fiona tadi... aku hanya bermain-main untuk


menghemat energi ku!”


ternyata begitu, sial... padahal setelah bertarung dengannya, aku juga sering berlatih, bahkan semua tulang di tubuhku sudah pernah patah, tapi kenapa aku tidak sekuat dia?, sepertinya kerja kerasnya lebih besar dibandingkan diriku.


“kita harus membantu nya!” ucap Rize sambil mencoba untuk bangun.


“kenapa?, sepertinya Eiji bisa mengatasinya” ucapku pasrah.


“apa maksudmu?, apa kau tidak lihat dia mulai kewalahan?” ucap Rize. “dia mulai melambat, dan sepertinya kekuatan nya juga berkurang, jika dibiarkan... dia bisa mati”


“bagaimana cara kita membantu nya?, bahkan aku sendiri tidak bisa berdiri” ucapku.


“hei!... apa yang terjadi padamu?, kenapa kau terlihat pasrah begitu?, bukankah kau akan selalu bangkit demi melindungi orang kau sayangi? sama seperti saat di kereta” ucap Rize dengan wajah kesal. “apa kau kesal karna dikalahkan dengan mudah padahal sudah berlatih?, atau kau kesal karna Eiji jadi lebih kuat darimu?, bangunlah!... kau terlihat menyedihkan sekarang!”


“tapi... aku hanya akan jadi beban saja jika bertarung lagi!” ucapku.


“kau tahu kesan ku saat pertama bertemu denganmu?, aku iri dengan kegigihan mu, kau tetap bangkit walau sudah jatuh berkali-kali, bahkan kau rela mati berulang kali waktu itu, tapi sekarang... kau kelihatan lebih lemah dari bayi” ucap Rize sambil berusaha bangkit. “bangunlah!, bukankah kau sudah janji untuk tidak membiarkan Freya terluka lagi?, saat ini Irina sudah melukainya, kau harus bangkit dan membalasnya!, karna begitulah Agi yang aku tau!”


apa yang terjadi padaku?, yang dikatakan Rize benar, sepertinya aku merasa kesal karna Eiji jadi sangat kuat, padahal selama ini aku juga bekerja keras, jika dia jadi lebih kuat dariku... itu berarti dia lebih berusaha. aku harus bangkit, Irina sudah melukai Freya, aku harus membalasnya dan menepati janjiku untuk melindungi Freya, aku tidak mau melihat dia terluka lagi, jika kami kalah... siapa yang akan melindungi Freya?, aku tidak boleh menyerah sekarang!.


“maaf karna aku sempat bimbang” ucapku sambil membantu Rize berdiri. “mari kita kalahkan iblis itu bersama!”


“sepertinya kau sudah sadar” ucap Rize. “ayo selesaikan dengan cepat!”


aku dan Rize langsung menyerang Irina secara bersamaan, Irina sempat terpental karna serangan kami berdua, tapi... sepertinya serangan kami tidak sekuat Eiji, dan itu membuat Irina sepertinya tidak merasakan apapun.


“aura merah apa yang melapisi tubuhmu?” tanyaku pada Eiji.


“ini adalah aura dari gravitasi milikku” jawab Eiji. “aku melepas 20% kekuatan ku, dan inilah yang terjadi”


“jadi saat ini kau baru melepas 20% kekuatan mu ya?” tanya Rize pada Eiji. “apa kau bisa menambah kekuatan mu lagi?”


“tentu saja!” jawab Eiji. “tapi saat ini aku tidak akan melakukan hal itu!, tubuhku masih belum cukup kuat untuk menahan kekuatanku, tubuhku akan hancur tak tersisa jika aku mengeluarkan lebih dari ini”


“jadi sekarang kau sudah mencapai batas mu ya” ucapku.


“aku masih bisa menaikkan nya hingga 23%, tapi kemungkinan setelah ini aku tidak dapat menggerakkan tubuhku selama seminggu” ucap Eiji.


“kalau begitu lakukan!, katakan padaku jika tubuhmu mulai terasa sakit, saat itu aku akan menghentikan nya dengan ability ku!” ucapku.


“huh!, dasar bocah gila, tapi... apa salahnya mencoba!” ucap Eiji sambil menerjang Irina.


aura merah di sekujur tubuh Eiji terlihat semakin kuat, bahkan batu yang ada disekitarnya melayang karna kekuatannya, sekarang Eiji sedang berusaha melampaui batasannya.


Irina mencoba untuk mendekati Freya, saat ini Freya masih pingsan, dan Dewi perang menghilang, yang bisa melindunginya hanya kami. aku mencoba mengejar Irina, padahal paru-paru ku sudah terasa sakit, tapi entah mengapa aku merasa masih sanggup untuk berlari, terlebih lagi tubuhku terasa lebih ringan berkat kekuatan gravitasi Eiji, dia memanipulasi gravitasi ku sehingga aku bisa berlari lebih cepat, aku berhasil mengejar Irina dan memukul wajahnya hingga ia terjatuh.


“tidak akan kubiarkan kau mendekat lebih dari ini!” ucapku pada Irina.


Irina bangkit dan langsung mengembalikan serangan ku, pukulannya terasa sangat berat, aku menahannya agar tidak terpental, tapi tulang rusukku patah karna itu, darah keluar dari mulutku, dia tidak berhenti dan terus menyerang ku, Irina sama sekali tidak menggunakan sihir atau ability nya saat menyerang ku, sepertinya dia sudah mengetahui tentang ability milikku.


Eiji dan Rize mencoba membantuku, tapi dengan mudah Irina membuat mereka terpental menggunakan sihirnya, setelah itu mengembalikan serangan mereka dengan ability nya, hingga akhirnya mereka berdua tak sadarkan diri.


aneh... tubuhku menolak untuk tumbang, bahkan mundur selangkah pun aku tidak bisa, aku seperti dipaksa bertahan untuk melindungi Freya dan Fiona yang ada di belakangku, padahal Irina memukuliku dengan brutal. hal ini terasa seperti dejavu, rasanya mirip seperti saat aku melindungi Freya dan Fiona dari Eiji, wajahku yang lebam, tulang rusukku yang patah, memar di kedua tanganku, dan darah yang keluar dari kepalaku, ini benar-benar persis seperti saat aku bertarung melawan Eiji.


“HEI BODOH!, KENAPA KAU TIDAK MAU MENYINGKIR!” ucap Irina dengan kesal sambil terus menyerang ku.


“tubuhku akan tetap berdiri untuk melindungi mereka, bahkan jika aku sudah mati!” ucapku sambil gemetar. “kecuali kau menghancurkan tubuhku hingga tak tersisa!”


“BAIKLAH JIKA ITU YANG KAU MAU!” ucap Irina sambil membuka sebuah lingkaran sihir.


dia mengambil sebuah palu berukuran besar dari dalam sana, palu nya 2x lebih besar dari kepalaku, sepertinya tubuhku akan langsung hancur dalam sekali hantam. Irina mula menyerang menggunakan palu nya, tanpa pikir panjang aku menangkis dengan tangan kiri ku, benar saja... tangan kiri ku langsung hancur.


sial!.. satu serangan ke kepala, aku akan langsung mati, tangan kiri ku sudah tidak bisa digerakkan, aku bahkan dapat merasakan bahwa tulangnya hancur berkeping-keping, aku tidak akan menang hanya dengan satu tangan. Irina mengangkat palu nya dan mencoba menyerang ku lagi, aku menghindar dan langsung memukul wajahnya dengan tangan kananku, dia terlihat tidak kesakitan, aku akan mati... setidaknya itu yang aku pikirkan.


saat stamina ku sudah mencapai batas dan Irina mulai menyerang lagi, bantuan akhirnya datang, dua orang pria dengan pedang, mereka adalah Isla dan Cakra. mereka berdua langsung menyerang Irina dan tidak memberikan celah sedikitpun untuk Irina menyerang balik, mereka sangat cepat, mereka juga kuat, bahkan serangan mereka dapat melukai Irina.


“terimakasih Cakra!” ucapku sambil menghampiri nya.


“sayangnya aku bukan Cakra!” ucapnya sambil tersenyum.


tak lama kemudian KY twins kembali, ternyata Cakra yang sekarang ada disini bukanlah Cakra, melainkan Dimas yang meminjam wujudnya, Eiji dan Rize bangun lalu menghampiri kami. KY twins bilang bahwa Cakra, Lucy, Davis, dan Agatha sudah dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulans, awalnya Dimas dan Isla juga ingin dibawa, tapi mereka menolak, setelah itu Dimas meminjam wujud Cakra dan bergegas kemari.


“tenagaku pulih setelah istirahat sebentar” ucap Eiji sambil menguap.


“kau benar!, sekarang aku merasa bisa mengalahkannya” ucap Rize.


“haha, apa ini?... padahal kalian berdua kalah dengan memalukan” ucapku sambil meledek Rize dan Eiji


“bukankah ini excalibur milik Lucy?” tanyaku.


“ya!, Lucy menitipkan excalibur nya untuk kau pakai, dia bilang kau bisa memaksimalkan kemampuan excalibur” ucap Dimas.


satu hal yang membuatku bingung dengan ability ku, jika ability ku dapat menghilangkan ability lain selama ku sentuh, kenapa excalibur tidak menghilang?, apa ini sama seperti saat aku menyentuh Dewi perang?. Dimas menyuruhku untuk bertarung menggunakan excalibur, pedang ini terasa lebih ringan dibandingkan 2 tahun yang lalu, padahal kali ini aku mengangkatnya hanya dengan satu tangan, mungkin karna belakangan ini aku selalu melatih otot lenganku.


aku belum pernah menggunakan pedang sungguhan, terakhir kali aku hanya asal menusukkan nya saja, meski begitu... dulu aku sering berlatih menggunakan kayu dirumah, aku meniru cara latihan menggunakan golok, dari sebuah perguruan silat yang selalu aku datangi, untuk melihat mereka latihan dulu.


“aku tidak mahir menggunakan pedang” ucapku.


“tapi kau pernah menggunakan excalibur 2 tahun yang lalu kan?, bahkan kau sampai membunuh iblis nya 2 tahun yang lalu” ucap Dimas. “lakukan saja seperti yang lakukan waktu itu!”


“kapan kita mengalahkannya jika kalian terus mengobrol?!” ucap Rize.


“Eiji!, bagaimana cara dark tree mafia mengalahkan iblis level atas?” tanya Dimas pada Eiji.


iblis dibagi menjadi 2 bagian, level atas dan level bawah, iblis tingkat 10 sampai 6 disebut level bawah karna tidak memiliki tanduk, cara mengalahkannya juga mudah, hanya perlu menghancurkan jantungnya, jantung mereka juga tidak keras seperti level atas. sedangkan iblis tingkat 5 sampai 1 disebut level tinggi, mereka memiliki tanduk, semakin banyak tanduknya berarti lebih tinggi tingkatannya, serta lebih kuat juga, ada tiga cara mengalahkan mereka, seperti yang sudah diberitahu Rize saat melawan Satya.


“kami para dark tree mafia memiliki senjata yang terbuat dari batu surga, contohnya adalah pedang Cakra yang saat ini ada padamu” ucap Eiji.


“begitu ya... jadi aku bisa memotong tanduknya” ucap Dimas. “bagaimana dengan kalian devil Hunter?”


“kami memiliki senjata yang terbuat dari batu surga juga, tapi kami lebih sering menyegelnya dibanding menghancurkan tanduknya” ucap Rize. “kekuatan ku masih belum cukup kuat untuk menyegel iblis tingkat 4, jadi sepertinya aku akan mencoba menghancurkan tanduknya juga”


“kalau begitu kita kalahkan dia dengan cara menghancurkan tanduknya!” ucap Dimas. “Agi... kau fokus menusuk jantungnya saja!”


“baik!” ucapku.


bantuan yang diperlukan sudah datang, kami semua bertarung bersama untuk mengalahkan Irina, dia menyerap dan membalikkan serangan kami berkali-kali, tapi kami tidak akan menyerah sampai mengalahkannya. terlebih aku tidak mau dia menyakiti Freya, sebanyak apapun luka yang aku terima, sesering apapun aku jatuh, aku akan bangkit dan bertarung lagi untuk melindunginya, karna itulah janjiku.


setelah serangan yang bertubi-tubi, akhirnya aku menemukan celah untuk menusuk nya, kemudian aku menusuknya dari belakang, pedangnya berhasil menembus tubuh Irina, tapi sepertinya aku meleset dan tidak mengenai jantung nya. Isla langsung mengeluarkan sebuah biola dari lingkaran sihir, dia memainkan biola dengan pedang dan menyerang dengan jurus yang bernama “Bohemian Rhapsody”, jurus itu memberi luka yang besar pada Irina sehingga dia kesultanan untuk regenerasi.


serangan ku juga membuat dia tidak dapat menggunakan ability nya, sepertinya aku bisa menyalurkan ability ku lewat benda yang ku sentuh, kekuatan ini sungguh hebat, setelah ini mungkin aku akan mempelajarinya tentang ability ini.


melihat kesempatan, semuanya berlari dan menyerang secara bersamaan, mereka menyerang dengan jurus pamungkas masing-masing. akhirnya kami berhasil menghancurkan tanduknya yang cacat, Irina semakin melemah, tapi kami belum memiliki kesempatan untuk menghancurkan satu tanduknya lagi, dia selalu memberikan perlawanan, aku juga tidak dapat mencabut pedangku, karna takut dia bergerak lebih cepat dan mengalahkan kami semua.


“LEPASKAN AKU!!!” ucap Irina sambil memberontak.


padahal tubuhnya sudah penuh luka, tapi dia masih bisa memberikan perlawanan yang kuat, kekuatan iblis memang mengerikan.


“Dimas!, aku akan mencoba menghancurkan tanduknya dengan tanganku!” ucapku pada Dimas.


“apa bisa begitu?!” ucap Dimas.


“percaya atau tidak, tapi dia menghancurkan tanduk Fiona hanya dengan tangannya” ucap Rize.


“aku akan menahannya dengan gravitasi ku!” ucap Eiji sambil berusaha menjatuhkan Irina.


aku naik ke tubuhnya, saat aku berhasil memegang tanduknya, aku mencoba menghancurkan nya, tapi tiba-tiba ada banyak lingkaran sihir berwarna hitam yang muncul di sekitarnya.


lingkaran sihir itu mengeluarkan api lalu menyerang Eiji dan yang lainnya, bahkan api itu mengenai tangan kiri ku yang hancur, hingga akhirnya tangan kiri ku benar-benar hilang karna terbakar. Irina akhirnya lepas dari gravitasi Eiji dan bisa bergerak dengan bebas lagi, dia mencengkram kedua bahuku dan langsung membanting ku, aku merasakan tulang punggung ku patah, hingga aku kesulitan untuk berdiri lagi.


Irina melepas excalibur dari tubuhnya dan membuangnya, dengan cepat dia menghampiri Freya, Irina langsung mencengkeram kedua bahu Freya lalu mulai menyerap energinya, tubuh Freya mulai mengeluarkan cahaya kembali, dia seperti ingin memanggil Dewi perang, tapi... ternyata Irina dapat menahan Dewi perang agar tidak keluar.


“SIAL!! KUMOHON HENTIKAN!” ucapku sambil meneteskan air mata.


aku benar-benar sudah tidak bisa berdiri, tapi tubuhku masih belum mau menyerah, semuanya terluka akibat serangan dari lingkaran sihir yang tiba-tiba muncul, mereka semua terlihat sudah tidak bisa bertarung lagi.


Freya terlihat sangat kesakitan saat itu, meski sedang pingsan, tapi aku yakin dia merasa sangat ketakutan. aku tetap berusaha menghampiri Irina dengan cara menyeret tubuhku sendiri menggunakan tangan kananku. melihat kondisi ku saat ini, mustahil bagiku untuk menang, tapi... aku tidak sanggup melihat Freya terluka, hingga akhirnya Rize melempar excalibur dan hampir mengenai kepalaku.


“JANGAN MENYERAH, TEPATI JANJIMU!” ucap Rize dengan wajah penuh penyesalan. “MAAF KARNA HANYA ITU YANG BISA AKU LAKUKAN, AKU TIDAK BISA MENGGERAKKAN TUBUHKU, DAN HANYA BISA MENGGERAKKAN SATU TANGAN SAJA”


“aku bisa melempar mu dengan gravitasi ku” ucap Eiji sambil menghampiri ku. “ini adalah tenaga terakhir ku, jadi ini juga kesempatan terakhir kita, jika gagal... kita semua kalah!”


“kumohon... cepat lakukan!” ucapku pada Eiji sambil meneteskan air mata.


wajah Dimas dan yang lainnya terlihat sangat putus asa, tapi mereka masih berharap bahwa serangan terakhir ini berhasil, aku mengambil excalibur, dan Eiji mulai mengangkat tubuhku dengan ability nya.


“ini adalah harapan terakhir kita, semoga berhasil!” ucap Eiji sambil melesatkan tubuhku.


aku mengangkat excalibur dan membidik kearah jantungnya, terlihat jelas jantung iblis yang sedang berdetak di punggung sebelah kirinya,itu terlihat sangat menjijikkan.


“SEBENTAR LAGI KEKUATAN KU AKAN SEMPURNA!” ucap Irina.


“haha... sayang sekali hal itu tidak akan pernah terjadi!” ucapku sambil meneteskan air mata dan sedikit tersenyum.


excalibur berhasil menembus tubuhnya, untungnya tidak menembus terlalu dalam, karna jika tidak... aku bisa mengenai Freya, akhirnya aku berhasil mengenai jantungnya, serangan terakhir kami berhasil!. aku berterima kasih pada Tuhan saat itu, air mata keluar sangat banyak dariku, tapi tetap saja... walau berhasil mengalahkan Irina, aku tetap gagal dalam melindungi Freya, aku... masih terlalu lemah!.


tubuh Irina terbakar, excalibur juga tercabut sendiri dari tubuhnya, dia kembali pada wujud manusianya, tubuhnya dipenuhi luka, tapi tidak ada bekas tusukkan excalibur di tubuhnya, akhirnya... kami menang!.


bersambung....