Loser's Dream

Loser's Dream
KEGAGALAN BUKANLAH AKHIR!



Disisi lain, Rize beserta anggota Devil Hunter masih berlari menuju rumah sakit terdekat.


“apa mereka baik-baik saja...” Agatha kelihatannya cemas.


“tenanglah!, aku sudah dua kali bertarung bersama si bodoh itu. dia sangat kuat, jadi aku yakin dia pasti menang” Rize membicarakan diriku.


“aku merasakan iblis yang mendekat dengan cepat” Isla menyela pembicaraan.


iblis bersayap dan iblis wajah kera sampai pada mereka, mereka berdua lantas menghalangi para Devil Hunter untuk lewat.


“mau kemana kalian?!!” iblis wajah kera tersenyum lebar, sambil menjulurkan lidahnya.


tidak ada satupun anggota Devil Hunter yang terlihat panik, atau bahkan ketakutan. mereka melakukan kuda-kuda, seakan siap untuk berperang, mereka semua menatap kedua iblis itu dengan penuh keberanian.


“bawa bocah ini ke belakang!” ucap Rize pada salah satu anggota Devil Hunter, dia menyerahkan Dariel untuk dibawa ke tempat aman.


“Eugene memerintahkan kita untuk lari, tapi... jika ada rintangan yang menghalangi kita untuk berlari, mau tidak mau kita harus menyingkirkannya!!!” ucap Rize dengan penuh semangat.


“YA!!!” para anggota Devil Hunter berteriak, suara mereka sangat kencang, seperti gemuruh badai, mereka dipenuhi dengan keyakinan!.


dengan listriknya, Rize langsung menyambar iblis wajah kera, sementara beberapa anggota yang lain menyusul di belakangnya. Isla mengeluarkan violin nya, Agatha juga melakukan kuda-kuda, bersama anggota Devil Hunter yang tersisa, mereka bertarung melawan iblis bersayap.


“kalian pikir kalian bisa mengalahkan kami?” iblis bersayap merendahkan mereka.


Agatha langsung menyerangnya dengan besi-besi yang diubah menjadi senjata, semua serangannya berhasil mengenai iblis itu. “kemarin kalian masih manusia biasa, jadi kemungkinan kalian menjadi iblis baru hari ini. jika sebelumnya kalian iblis tingkat 5 yang naik tingkat jadi tingkat 4, mungkin kalian akan menyusahkan kami. tapi... kalian baru membuat kontrak hari ini, meski kalian iblis tingkat 4, tapi dengan pengalaman yang kalian miliki, kalian hanya setara iblis tingkat 5!” Agatha berbicara sinis.


“aku tidak mengerti ocehan mu, tapi aku akan menghabisi kalian semua!!!” ucap iblis bersayap.


terjadi pertarungan sengit disana, banyak anggota Devil Hunter yang terluka karna pertarungan itu, tapi... semangat mereka tetap membara, hal itulah yang membuat anggota yang sudah terluka bisa bangkit kembali.


(scene kembali ke Agi)


evloth kami berdua belum sempurna. saat aku mencoba menyerang iblis lengan empat dengan evloth ku lagi, tiba-tiba saja evloth ku menghilang sesaat sebelum aku mengenai iblis itu, hal serupa juga terjadi pada Lingga.


“tingkatkan konsentrasi kalian!, untuk saat ini kalian sudah cukup bagus!” Eugene seakan sedang menikmati pertarungannya, dia kelihatan tidak terlalu kesulitan sekarang.


Lingga kembali maju sebagai tameng ku, aku mulai kembali menyalurkan evloth pada tinju ku. saat ini iblis lengan empat tidak dapat menggunakan ability nya, karna pisau ku yang masih tertancap di tubuhnya.


kami melakukan adu pukul, dua lawan satu, pertarungannya cukup sengit karna lawan yang kami hadapi dapat beregenerasi dengan cukup baik. aku harus segera mematahkan tanduknya untuk mengalahkannya, saat ini aku belum bisa menyegelnya, jadi hanya itu yang bisa aku lakukan.


saat Lingga memegangi tubuh iblis lengan empat itu dari belakang, sambil menahan keempat tangannya. tanganku yang mencoba meraih tanduknya tiba-tiba terhenti, mungkin efek karna kehilangan banyak darah, kepalaku terasa sangat pusing, keseimbangan ku hilang, aku akhirnya terjatuh.


“ada apa denganmu?!!” aku mendengar Lingga berteriak padaku.


mataku sangat buram, aku sudah tidak bisa melihat sekelilingku dengan jelas, meski aku tidak merasakan sakit, tapi yang aku rasakan saat ini benar-benar tidak nyaman.


iblis lengan empat itu membanting Lingga, dia juga berhasil mencabut belati ku. Lingga juga sudah semakin dekat dengan batasnya, dia terluka karna bantingan itu.


“kalian akan ku hancurkan!” iblis tangan empat itu mendekati kami.


rantai evloth menjerat tubuh iblis itu, menghentikannya mendekati kami, rantai itu milik Eugene.


“jika kalian kalian berani kesini, harusnya kalian paham kalau kalian tidak boleh jadi beban” ucap Eugene tersenyum.


iblis pendek menyerang Eugene dengan ability nya, dia membuat punggung Eugene robek, Eugene tidak menghindar karna harus menahan iblis lengan empat, supaya tidak mendekati kami.


Eugene menoleh kearah belakang, melihat kearah iblis pendek. “hey tunggulah sebentar, aku sedang membangkitkan semangat kedua juniorku!” Eugene mengucapkan sambil tersenyum.


aku tidak merasa menggerakkan tubuhku, tapi tiba-tiba aku dan Lingga sudah berada dibelakang iblis pendek, bahkan tanpa sadar aku sudah mengambil belati ku. dengan wajah marah, aku menusukkan belati ku, tadinya aku mengincar jantungnya, sayang aku meleset. Lingga memukul wajah iblis pendek itu saat dia menoleh.


“sial!, mereka sangat cepat!” ucap iblis tangan empat.


Iblis pendek itu memukulku, tapi aku berhasil menangkap tangannya, perasaan itu muncul kembali. hal yang sama seperti saat aku bertarung melawan Ditya muncul, benang putih keluar dari telapak tanganku, benang itu terhubung dengan tangan iblis pendek yang baru saja aku sentuh. setelah itu sebuah energi keluar lagi dari tanganku, membuat iblis pendek itu terpental.


setelah terpental sekitar sepuluh meter, benang putih itu menghilang, tapi aku merasakan banyak energi masuk kedalam diriku, sama seperti saat aku bertarung dengan Ditya.


sepertinya aku mendapatkan ability nya, karna penasaran aku mengayunkan tanganku ke arah iblis lengan empat. benar saja.... energi berwarna hitam muncul, dari ayunan tanganku, dengan cepat energi itu menebas iblis lengan empat.


aku mengayunkan tanganku, yang berhasil mengenainya hanya satu, satunya lagi berhasil dihindari dan mengenai pohon yang berada jauh di belakangnya, sepertinya aku hanya menyerap sedikit ability nya saja, karna pohon yang terkena serangan itu, tidak tumbang dan hanya ada sedikit bekas tebasan.


“kalian sudah kehilangan banyak darah, jika bertarung lebih lama lagi, kalian pasti mati” ucap Eugene berdiri di sampingku.


“lalu apa kita harus segera mengalahkan mereka?” tanyaku tersenyum.


“kalian berdua hajar mereka, selagi aku menyiapkan segelnya” ucap Eugene tersenyum.


“tanpa kau suruh, aku memang berniat menghajar mereka!!!” Lingga dengan cepat menerjang kedua iblis itu sambil tertawa.


aku mengurus iblis pendek, sementara Lingga mengurus iblis lengan empat. kami memberikan Eugene sedikit waktu untuk menyiapkan segelnya.


karna tubuh kami yang semakin lemah, kami seperti tidak sedang bertarung, lebih tepatnya aku dan Lingga dijadikan samsak oleh kedua iblis itu. rasanya menjengkelkan, karna ini mempertegas, bahwa kami berdua masih sangat lemah.


***


saat aku hampir terjatuh lagi, tiba-tiba Eugene menopang punggung ku, saat itulah dia menyuruhku duduk dan melihat, dia juga menyuruh Lingga melakukan hal yang sama sepertiku.


aku dan Lingga duduk tak berdaya bersandar pada batang pohon, melihat punggung Eugene yang lebar, saat ini dia terlihat seperti pahlawan di film superhero.


iblis lengan empat kembali menyerangnya, tapi dia menghindari semua serangan itu dengan anggun. hingga dia sampai di depan iblis pendek, dan langsung meletakan telapak tangan kanannya di dada iblis pendek itu.


“kau kalah... ” Eugene tersenyum.


keluar banyak rantai dari tubuh iblis itu, tubuhnya mulai terikat, perlahan dia kembali ke wujud manusianya, satu sudah di kalahkan!.


wajah iblis lengan empat terlihat panik, kakinya sempat mundur satu langkah, aku yakin saat ini dia sangat ketakutan. tapi... tiba-tiba saja iblis lengan empat itu tertawa, dia tertawa sangat kencang, seperti dia yang memenangkan pertarungan.


aku dan Lingga sudah tidak bisa berbuat apapun, kami hanya kebingungan melihat iblis itu tiba-tiba tertawa.


Eugene menghiraukannya dan maju untuk menyegelnya. tapi kemudian iblis bersayap muncul dihadapannya, dia datang dari langit.


“kau... mau apa?!!” iblis bersayap itu menatap wajah Eugene dari dekat.


tiba-tiba saja iblis itu memukul perut Eugene, membuatnya terpental sekitar 20 meter. aku berteriak memanggil nama Eugene, Lingga kelihatan ingin berdiri, tapi tidak bisa, dia sudah terluka sangat parah.


iblis wajah kera tiba-tiba juga datang kembali, Dariel sudah berada di punggung nya. apa itu berarti... mereka sudah mengalahkan para anggota Devil Hunter?, dilihat dari luka yang ada di tubuh iblis wajah kera dan iblis bersayap, kemungkinan mereka habis bertarung.


“sial!!!, ayo bangkit tubuhku!!!” aku menggertak gigi ku mencoba untuk berdiri.


jika para anggota Devil Hunter yang berjumlah 50 orang saja kalah, apalagi Eugene sendirian. hal ini langsung terpikirkan olehku.


“kau tidak perlu berdiri lagi!, kalian berdua cukup amati saja... bagaimana senior kalian bertarung dengan hebat!” Eugene menyombongkan dirinya sambil mencoba berdiri.


“ya... sepertinya yang dikatakan orang itu benar, kami tidak akan menang jika melawan mu saat ini” ucap iblis berwajah kera.


“bocah itu... kami titip dia dulu, tolong jaga dia sampai kami datang menjemputnya lagi!” ucap iblis bersayap pada Eugene sambil menunjuk ku.


“apa maksud kalian? aku tidak bermaksud membiarkan kalian kabur loh...” Eugene langsung menerjang ketiga iblis itu.


iblis wajah kera menepuk tangannya, kabut muncul secara tiba-tiba dari tepukan tangannya, kabut itu sangat tebal. Eugene keluar dari kabut itu dan memperhatikan sekitar, waspada karna takut iblis itu menyerang tiba-tiba. tapi... saat kabutnya hilang, ketiga iblis itu ikut menghilang, mereka meninggalkan temannya.


“Da-dariel...” aku terengah-engah mengkhawatirkan Dariel.


“kau... jangan sampai mati” suara itu terdengar olehku, sepertinya Lingga yang mengatakannya padaku. saat aku menoleh kesamping melihat kearahnya, dia sudah pingsan lebih dulu. tak lama setelah itu aku juga ikut pingsan.


***


di rumah sakit, aku membuka mataku untuk kesekian kalinya, karna pingsan setelah bertarung. sepertinya hari sudah pagi, melihat matahari yang cemerlang, rasanya sangat nyaman.


aku sedikit bingung, saat melihat tangan kananku yang belum pulih. kenapa tanganku masih buntung?, bukankah seharusnya Vanca sudah mengembalikan tanganku?. melihat Agatha yang kemudian masuk ke kamarku, aku baru ingat bahwa saat ini aku berada di Kalimantan, ya... wajar saja kalau tanganku masih buntung, karna yang mengobatinya bukan Vanca.


“kau baik-baik saja?” tubuh Agatha dipenuhi luka saat itu, jika kondisi Agatha saja sudah seperti ini, kemungkinan anggota lainnya juga mengalami hal yang serupa.


“tenang saja, aku hanya sedikit memar” ucap Agatha tersenyum.


aku mencoba untuk duduk, Agatha lantas membantu ku. “Dariel... kita gagal melindunginya ya...” ucapku memelas.


Agatha hanya tersenyum dan sedikit mengangguk.


“kau pasti lapar, tunggu sebentar, biar ku ambilkan makanan” ucap Agatha canggung.


“terima kasih” ucapku tersenyum.


setelah Agatha keluar, aku diam melihat keluar jendela, sekaligus khawatir pada Dariel. bagaimana jika mereka memaksa Dariel untuk membuat kontrak dengan iblis?, skenario terburuknya mungkin mereka akan mengambil ability Dariel. jika itu terjadi... Dariel pasti akan mati.


tiba-tiba ada yang membuka pintu kamarku, “cepat seka–” kukira Agatha yang datang, rupanya Eugene.


padahal kemarin aku lihat punggungnya terluka cukup besar, tapi saat ini dia berdiri di hadapanku, seperti tidak terjadi sesuatu.


“punggungmu baik-baik saja?” tanyaku khawatir.


“sedikit sakit, tapi aku baik-baik saja” jawab Eugene tersenyum.


Eugene mengambil sebuah kursi dan duduk di sebelahku, “kau harus hilangkan sifat sombong mu itu” tiba-tiba saja dia mengucapkan hal itu.


“apa maksudmu?” aku kebingungan.


“kemarin kau kembali, karna berpikir bisa mengalahkan mereka. meski pernah mengalahkan Irina, tapi kau tidak akan bisa mengalahkan empat iblis tingkat 4. hanya karna kau menang melawan Ditya, kau pikir bisa mengalahkan mereka, sungguh sombong sekali” ucap Eugene tersenyum datar.


“bagaimana denganmu?, kau mencoba menghadapi mereka sendirian, kau lebih sombong daripada aku” aku menjawabnya.


“kau benar, aku memang sombong. tapi... kau tidak seperti itu, kau berbeda denganku, kau rendah hati, pemaaf, dan tidak suka menyusahkan orang lain” ucap Eugene. “sifat rendah hatimu itu adalah hal paling berharga dari dirimu, jadi... kumohon hilangkan kesombongan mu”


aku hanya diam merenung.


“kemungkinan mereka akan kembali untuk membawamu” ucap Eugene.


“lalu bagaimana? mustahil aku bisa mengalahkan mereka” ucapku kecewa.


“jangan bilang mustahil kepadaku, sebelum kau mati mencobanya” Eugene kemudian tersenyum sambil menepuk bahuku. “itulah yang dikatakan oleh sang penakluk konstantinopel”


“kau adalah orang yang pantang menyerah, karna itu aku menyukaimu. kau memiliki tekad dan semangat juang yang tinggi, entah mengapa... tapi aku rasa suatu saat kau akan jadi pahlawan, aku bisa melihat hal itu dari matamu” Eugene tersenyum berusaha menghiburku.


“lalu apa? apa yang harus aku lakukan?” tanyaku.


“tentu saja berlatih!” Eugene menjawab dengan senyuman lebar. “saat ini kau masih seperti besi biasa, yang masih harus ditempa, supaya jadi sebuah pedang. bahkan setelah jadi pedang, kau juga masih harus di asah, agar menjadi tajam, dan bisa menebas segala rintangan yang menghalangi!. kau mendapatkan ability baru dari iblis pendek, sepertinya latihan mu akan lebih berat lagi, tapi kau adalah Agi, aku yakin kau bisa menghadapinya!, sesulit dan sekeras apapun latihannya”


Eugene benar, saat ini aku sama seperti besi polos, yang harus ditempa agar menjadi pedang. kenapa aku hampir menyerah lagi?, kali ini harusnya aku bersyukur, karna tidak hampir mati, biasanya aku berjuang lebih keras sampai hampir mati. sepertinya aku benar-benar mulai sombong, latihan ku juga kurang semangat sejak aku berhasil mengalahkan iblis tingkat 5 sendirian.


aku harus kembali bersemangat seperti dulu, ini hanya salah satu kegagalanku, bukannya sebelumnya aku sudah sering gagal?, kalau begitu harusnya aku sudah terbiasa. aku harus memantapkan tekad ku, demi menghadapi kegagalan-kegagalan yang akan datang padaku di masa depan, aku harus mempersiapkan diri untuk hari itu.


ini bukanlah akhir, aku sudah sering gagal. mulai detik ini dan seterusnya, aku akan berusaha semaksimal mungkin, agar tidak gagal lagi!.


bersambung....