Loser's Dream

Loser's Dream
MEREKA YANG LEMAH



Sore itu, Vincent yang baru kembali langsung mengumpulkan beberapa anggota Devil Hunter di halaman villa. aku dan anggota lain yang terluka sudah boleh pulang, tapi kami tetap harus menjalani perawatan dan istirahat di villa.


dari kamarku, aku mendengar pidato Vincent.


“semalam... kejadian tak terduga terjadi saat aku sedang pergi, burung api raksasa yang membakar pasar, serta penyerangan dari iblis. banyak dari kita yang terluka, untuk itu... sepertinya pelatihan kita tidak bisa dilanjutkan!” Vincent berbicara lewat pengeras suara. “tapi... sebelum itu, aku ingin meminta persetujuan dari kalian terlebih dahulu, apakah pelatihan ini pantas di hentikan?”


“biarkan yang luka parah pulang, tapi pelatihan tetap berjalan untuk yang terluka ringan” salah satu anggota berteriak.


“tidak!, biarkan yang tidak mau berlatih untuk pulang. dan yang ingin berlatih... mari kita berlatih bersama!” anggota lainnya juga menjawab.


banyak yang lebih setuju dengan yang kedua.


“baiklah, kalau begitu... yang terluka parah akan tetap dipulangkan, untuk yang luka ringan, kalian bebas memilih untuk tetap berlatih, atau pulang” ucap Vincent.


aku melihat dari jendela kamarku.


“yang ingin berhenti dari pelatihan, silahkan angkat tangan!” ucap Vincent tegas.


suasana malah jadi hening, tidak ada satupun anggota Devil Hunter yang mengangkat tangannya.


“jadi sudah di putuskan, semua anggota yang ada di halaman ini, akan tetap menjalani pelatihan, sementara yang terluka akan dipulangkan besok!” ucap Vincent.


tiba-tiba salah satu anggota dengan luka cukup parah datang ke tengah kerumunan, “TIDAK!, AKU MENOLAKNYA!” anggota itu menolak dengan wajah penuh semangat.


“luka dan kegagalan yang aku dapatkan ini, membuktikan bahwa diri ku masih lemah, dan belum layang untuk bertarung melawan iblis. oleh karna itu... aku masih belum boleh pulang, setidaknya sampai aku bertambah kuat walau hanya satu persen saja!” ucap anggota yang tiba-tiba datang itu.


kemudian banyak anggota yang terluka cukup parah datang ke halaman villa.


“aku juga!. alasanku masuk Devil Hunter, agar bisa melindungi orang-orang yang ku sayang dari serangan iblis, tapi... diriku yang sekarang, yang lemah ini, masih belum cukup kuat untuk melakukannya. karna itu... beri aku kesempatan untuk ikut berlatih lagi!” ucap anggota Devil Hunter dengan lengan yang di perban.


“dia benar!” Rize juga ikut turun ke halaman villa, padahal kakinya terluka parah. “lima puluh anggota Devil Hunter, dikalahkan oleh dua iblis saja. bagaimana jika sepuluh iblis yang menyerang?, kita tidak akan dapat melindungi warga, dan negara ini bisa saja hancur. sebagai Devil Hunter, luka seperti ini saja tidak sebanding, dengan luka yang akan aku terima kedepannya!” Rize benar-benar penuh semangat.


Eugene masuk ke kamarku, berdiri di sebelahku yang sedang melihat kebawah dari jendela.


“lihatlah... mereka orang-orang yang lemah, tapi mereka memiliki tekad untuk menjadi yang terkuat. mereka lebih sulit dikalahkan dibanding musuh yang kita lawan semalam” ucap Eugene tersenyum.


“HEY BAJINGAN!, KAU MAU MENYURUHKU PULANG?, PADAHAL AKU REPOT-REPOT INGIN MENGIKUTI PELATIHAN INI, AKU TIDAK AKAN PULANG, SETIDAKNYA SAMPAI AKU MENGUASAI SESUATU YANG MENJENGKELKAN BERNAMA EVLOTH!!!” Lingga tiba-tiba datang sambil berteriak marah-marah.


Eugene tiba-tiba tertawa melihat Lingga, “lihat temanmu itu!, dia datang marah-marah. tapi... tekadnya sungguh keren” dia juga memuji Lingga.


“beri kami waktu setidaknya satu Minggu, biarkan kami istirahat, setelah itu... kami akan berlatih, walau sampai mati!” ucap salah satu anggota.


“jika kalian mati... memangnya kalian tidak menyesal?” tanya Vincent lewat pengeras suara.


“TIDAK!” seluruh anggota Devil Hunter menjawab serentak.


“kalau begitu... beristirahatlah!, Minggu depan, bersiaplah berlatih sampai mati!!!” Vincent tersenyum sangat lebar.


“YA!” mereka menjawab serentak lagi.


akhirnya rencana untuk memberhentikan pelatihan dibatalkan, semua anggota langsung kembali ke kamarnya. selama satu Minggu, anggota yang mengalami luka ringan, akan membantu merawat anggota yang terluka parah, mereka semua benar-benar bertekad untuk menjadi kuat.


dilihat dari semua anggota yang terluka, yang mengalami luka paling parah adalah diriku, aku bahkan sampai kehilangan salah satu lenganku. tapi ada yang aneh, karna aku juga sembuh lebih cepat dari yang lainnya.


“bagaimana denganmu? kau juga masih ingin lanjut?” tanya Eugene tersenyum.


“tentu saja!, melihat Lingga dan yang lainnya, aku juga tidak mau kalah!” jawabku penuh semangat.


Eugene hanya tersenyum. dia keluar dari kamarku, kemudian kembali dengan membawakan makanan.


“dilihat dari luka yang kau terima, mustahil kau masih hidup” ucap Eugene sambil menyiapkan makanan. “tapi sebenarnya aku tidak terlalu terkejut, karna di pertarungan sebelumnya luka mu lebih parah dari ini”


aku hanya menyimak yang dikatakan Eugene.


“tapi... sebelumnya kau bisa selamat karna di obati oleh Vanca, jadi bagaimana kau bisa selamat kali ini? bagaimana kau bisa pulih secepat ini?, dilihat dari kondisi lukamu, harusnya kau sudah mati. jika dalam sebuah film, mungkin kau adalah karakter dengan plot armor yang sangat tebal” setelah mengatakan itu Eugene lantas tertawa.


“aku... sebenarnya juga tidak mengerti. tapi jika diingat-ingat, luka ku jadi cepat pulih setelah pertarungan melawan Satya” ucapku.


“kalau tidak salah, saat itu kau pertama kali bertemu Vanca kan?” tanya Eugene.


“ya” jawabku singkat.


“kalau begitu, kita dapat simpulkan, bahwa kemampuan regenerasi mu ini didapat dari Vanca!” ucap Eugene mengangkat telunjuknya dan tersenyum.


“bagaimana mungkin?, aku memang pernah menyentuhnya, tapi saat itu benang putih itu tidak muncul” ucapku bingung.


“ya... ini hanya prediksi ku saja” Eugene kemudian memberikan semangkuk sup padaku. “tapi jika itu benar, sebaiknya kau belajar untuk mengendalikan kemampuan itu, karna jika tidak... kau bisa membahayakan anggota evening sun. tanpa sadar kau bisa mencuri ability mereka, jika kau mengambil seluruhnya, mereka akan mati. ini juga dapat membahayakan Freya”


“kau benar...” aku kemudian menyantap sup nya.


“tapi tenang saja!, karna aku sudah berjanji akan membuatmu jadi lebih kuat, aku juga berjanji, aku pasti bisa membuatmu dapat mengendalikan ability mu dengan baik!” ucap Eugene tersenyum. “asal kau tahu, dulu Rize, Agatha, dan Isla juga tidak pandai mengendalikan ability nya, dan akulah yang mengajari mereka!”


“untuk saat ini istirahatlah yang cukup, setelah sembuh total, kita akan lanjutkan latihannya!” Eugene tersenyum kemudian meninggalkan kamarku.


aku merasa bosan di kamar, dan memutuskan untuk turun ke bawah. saat melewati kamar Eugene, aku penasaran karna pintunya terbuka, aku akhirnya memutuskan untuk mengintip ke dalam. aku kaget, tapi juga sangat senang, Dariel... dia ada di sana!.


***


aku lantas memanggil Eugene, aku ingin dia bercerita, bagaimana Dariel bisa selamat. karna seingatku, para iblis itu membawa kabur Dariel dan meninggalkan kami semua.


Eugene sedang sendirian di dapur, menikmati sepiring puding coklat. “siapa yang menyelamatkan Dariel?” aku bertanya dengan wajah gembira.


Eugene memakan puding nya sambil tersenyum, “ya... setelah kau pingsan, aku langsung merebutnya dari mereka” Eugene menjawab santai, kemudian mengambil saus stroberi untuk ditambahkan ke puding coklatnya.


“tapi bagaimana caranya?” tanyaku penasaran.


“melawan iblis tingkat 4 yang belum berpengalaman, sangat mudah bagiku, aku bisa melawan sepuluh yang seperti mereka” ucap Eugene dengan wajah sombong.


bukan hanya cerdas, Eugene juga kuat. pantas saja Dimas bilang bahwa Eugene setingkat lebih kuat di atas Agam.


“mereka pasti akan kembali lagi, sampai saat itu tiba... kau harus persiapkan dirimu” ucap Eugene tersenyum.


aku hanya mengangguk dan tersenyum. setelah itu aku pergi kembali ke kamarku, aku harus banyak istirahat , agar cepat pulih. Minggu depan... aku akan mulai berlatih kembali.


***


seminggu telah berlalu, para anggota yang terluka juga sudah membaik keadaannya, mereka sudah siap berlatih. tapi... hanya aku yang sudah sembuh total, meski kehilangan satu lengan, tapi aku benar-benar sudah pulih. padahal luka ku paling parah dibanding yang lain.


meski yang lain mulai pulih, tapi Dariel sepertinya tidak. dia tidak sadarkan diri sejak seminggu yang lalu, menurut Eugene dia seperti itu karna perubahan menjadi suzaku yang memakan banyak energi, karna itu sampai saat ini dia belum sadar.


tapi dia masih bernafas, jantungnya juga masih berdetak.


kami kembali mengawali hari dengan lari pagi, para anggota yang kaki nya masih luka, bahkan ikut lari dengan semangat. setelah itu kami kami melakukan kegiatan seperti biasanya, mandi, sarapan, pemanasan, lalu mulai latihan ability.


aku dan Lingga juga mulai latihan mengendalikan evloth kami, saat ini kami sudah bisa mengeluarkannya, tinggal melatih cara untuk mengendalikannya saja.


“setelah satu Minggu, akhirnya kita mulai berlatih lagi” ucap Eugene tersenyum. “Lingga mungkin belum pulih total, tapi dia tetap ikut berlatih, seperti janjinya seminggu yang lalu. dan Agi... bagaimana kau bisa pulih hanya dalam waktu satu Minggu?”


“entahlah, mungkin yang kau katakan benar, bisa saja tanpa sadar aku mengambil sedikit ability Vanca” aku menjawab.


“kalau begitu latihan mu akan lebih sulit dari sebelumnya, karna kau harus melatih ability mu, ability Ditya, dan ability yang kau dapatkan dari Herman (nama iblis pendek).” Eugene tersenyum. “kau juga harus melatih evloth mu. jadi... apa kalian yakin mau melanjutkan latihan ini?, kalian bisa mati loh...”


“tentu!” ucapku tegas.


“SUDAHLAH JANGAN MENGOCEH TERUS, KAPAN KITA AKAN MULAI?” Lingga mencengkeram kerah baju Eugene.


“haha kalian kelihatan semangat. kalau begitu mari kita mulai latihannya!” ucap Eugene tersenyum.


Akhirnya pelatihan yang sebenarnya dimulai!. teriakkan dari Devil Hunter yang bersemangat terdengar, suaranya menggema bagai petir.


selama satu bulan kedepan... aku akan jadi lebih kuat, sambil mempersiapkan diri dari tiga iblis yang menyerang kami, kemungkinan mereka bisa datang kapan saja.


(scene berpindah ke tiga iblis itu)


mereka kembali ke sebuah gua, didalam gua itu ada iblis yang sangat menyeramkan, iblis itu memiliki tiga tanduk, mata berwarna hitam, telinga runcing, perut yang sangat kecil, serta jari-jari yang dipenuhi cakar besar seperti harimau.


“dimana kedua bocah itu?” tanya iblis dengan tiga tanduk, suaranya sangat mengerikan.


“ma-maafkan kami... pria yang kau beritahu rupanya ada disana, dia menggagalkan rencana kami” ucap iblis lengan empat ketakutan.


“tadi kami sudah berhasil membawa suzaku, tapi pria itu berhasil merebutnya dari kami” ucap iblis bersayap.


“lalu dimana teman kalian yang satu lagi?” iblis dengan tiga tanduk kembali bertanya, kali ini dia terlihat sangat marah.


“dia tertangkap oleh pria itu” ucap iblis wajah kera.


tiba-tiba iblis dengan tiga tanduk mengangkat telapak tangannya, kemudian melakukan gerakan mendorong kearah tiga iblis itu, akhirnya ketiga iblis itu terpental.


ketiga iblis itu bersujud ketakutan, mereka memohon ampun, “tolong maafkan kami, beri kami kesempatan lagi, kami berjanji akan membawa bocah itu” ucap iblis bersayap.


“satu bulan!, kuberi kalian waktu satu bulan untuk meningkatkan kekuatan kalian, entah dari menyerap energi atau menyerap jiwa, aku tidak peduli!” ucap iblis dengan tiga tanduk.


“terima kasih... kami akan melakukan sesuai perintah mu” ucap iblis lengan empat.


“jika kalian gagal lagi... jangan salahkan aku jika kalian kehilangan nyawa” ucap iblis dengan tiga tanduk.


“baik!” ucap ketiga iblis itu serentak.


ketiga iblis itu mulai meningkatkan kekuatannya, saat mereka menyerang nanti, apakah Agi bisa mengalahkannya?.


bersambung....