Loser's Dream

Loser's Dream
APA YANG TERJADI PADA SI PERUNDUNG?



“apa yang kau lakukan disini?” ucapku ketakutan.


“APA MASALAH UNTUKKU JIKA AKU ADA DISINI?!” ucap Lingga sambil melotot padaku.


“ma...maaf” ucapku sambil menundukkan kepala.


aku yakin sudah pernah mengalahkannya, tapi kenapa sekarang aku masih merasa takut padanya?, trauma memang hal yang mengerikan. sejak aku masuk tadi, ada pria aneh yang selalu tersenyum duduk di sofa kantor kami, pria itu terus melihatku dan tersenyum sambil memakan sebuah kue, pria itu menggunakan pakaian serba coklat, dia juga memakai sebuah topi bundar aneh di kepalanya, Dimas bilang pria itu adalah Eugene.


“mulai sekarang Lingga adalah bagian dari evening sun” ucap Agam.


“apa maksudmu?!” ucapku. “kenapa kau menerima dia bergabung dengan evening sun?, dia adalah orang yang jahat”


“APA KAU TIDAK SENANG HAH?!!” ucap Lingga padaku.


“ti...tidak, aku tidak bermaksud berkata begitu” ucapku sambil menundukkan kepala lagi.


saat itu hampir semua anggota evening sun berada disana, kecuali Rei dan Ezeo, mereka berdua sedang pergi ke Sidoarjo, Agam mendapat informasi dari Eugene bahwa disana ada iblis yang sering menculik anak kecil, karna itulah Agam mengirim mereka kesana.


“Agam... apa alasanmu membawa bocah itu kemar?, dia adalah bocah yang suka merundung orang lain” tanya Davis pada Agam.


“bocah ini membuat masalah dengan dark tree mafia, dia merampas uang hasil menjual senjata dari mereka” jawab Agam. “lagipula... bocah ini memiliki special ability yang cukup menarik”


“special ability?, saat bertarung melawannya aku tidak merasa dia mengeluarkan ability, bahkan aku berhasil mengalahkannya” ucapku.


“KENAPA KAU MENGUNGKIT HAL ITU?!!, ASAL KAU TAHU, AKU SENGAJA MENGALAH WAKTU ITU!!!” ucap Lingga.


“se-sekali lagi aku minta maaf!” ucapku benar-benar ketakutan.


“ability mu dapat menghapus sementara ability dari orang yang kau sentuh, sedangkan ability miliknya selalu aktif dalam keadaan apapun, saat kau menyerang nya dengan tinju mu, otomatis ability nya menghilang sebentar karna kau menyentuhnya, karna itu kau dapat mengalahkannya” ucap Agam padaku.


“memang apa ability nya?” tanya Vanca.


tiba-tiba Agam mengambil sebuah tongkat besi dan memukul kepala Lingga berkali-kali, Agam memukul setiap bagian kepalanya, bahkan sampai membuat tingkat besinya bengkok. tidak hanya kepalanya, Agam juga memukul setiap bagian tubuh Lingga, tapi Lingga hanya diam dan tidak menunjukkan ekspresi kesakitan, dia seperti tidak merasakan apapun.


“lihat!, tubuhnya sangat keras, bahkan jika dipukul menggunakan material sekeras apapun, dia tidak akan terluka” ucap Agam.


kemudian Agam mengambil sebuah pisau dan menusuk bahu Lingga.


“SIALAN!!!, APA KAU MAU MEMBUNUH KU?!” ucap Lingga sambil teriak kesakitan.


“sayangnya ability nya lemah terhadap benda tajam, jadi dia akan tetap mati jika ditikam menggunakan pisau” ucap Agam sambil mencabut pisau dari bahu Lingga.


“ability yang sangat berguna untuk pertarungan tangan kosong, bahkan tidak menutup kemungkinan jika suatu saat dia juga akan kebal terhadap benda tajam” ucap Vanca sambil mengobati bahu Lingga.


“haha, kau selalu menemukan orang yang menarik” ucap Davis pada Agam sambil meminum sebotol wine.


“asal dia bisa merubah sikapnya, aku tidak masalah dia berada disini” ucap Lucy sambil berjalan di tangga.


“mau kemana kau?” tanya Dimas pada Lucy.


“aku mengantuk!” ucap Lucy.


akhirnya yang lain juga ikut pergi menuju kamarnya masing-masing, kecuali aku, Agam, Lingga dan Eugene.


“mulai besok kalian berdua akan ikut dengan Eugene!, kemanapun dia pergi kalian harus ada di sampingnya!, Eugene akan menjadi pengawas kalian” ucap Agam padaku dan Lingga. “dan juga kalian berdua akan berbagi kamar mulai dari sekarang, sekarang sudah tidak ada kamar kosong yang tersisa, jadi mau tidak mau kalian harus berbagi tempat tidur”


“apa?!!, aku tidak pernah sudi tidur satu kamar dengan pecundang ini!” ucap Lingga sambil menunjuk kearah ku.


“kau tidak bisa menolak, jika tidak suka kau bisa pergi dari sini, tapi harusnya kau sudah tau resiko jika meninggalkan tempat ini” ucap Agam pada Lingga. “dark tree mafia akan memburu mu dan membuat banyak lubang di tubuh mu”


Lingga hanya bisa terdiam walau wajahnya terlihat sangat kesal, aku tidak tahu apa yang terjadi padanya sampai dia harus merampok, sepertinya ada suatu hal yang terjadi pada hidupnya.


Agam pergi ke kamarnya dan meninggalkan kami bertiga, suasana menjadi canggung, sebelum pergi Agam menyuruhku untuk memberitahu aturan yang ada disini pada Lingga. aku bingung harus mulai darimana, karna sejak tadi wajah Lingga terlihat seperti harimau yang sedang menunggu mangsanya, untung saja Eugene memulai percakapan dan memecah suasana hening ini.


“halo!... aku Aidan Edward Eugene, kalian bisa memanggilku Eugene!” ucap Eugene sambil tersenyum. “aku anggota ke-9 evening sun, salam kenal!”


-Aidan Edward Eugene, usia 25 tahun, TB; 190cm, BB; 70kg. memiliki rambut berwarna hitam pekat dan berantakan, mata berwarna coklat serta kulit yang cukup putih. special ability:-


“Agam bilang ability mu dapat menetralkan ability dari orang yang kau sentuh, apa benar begitu?” tanya Eugene padaku.


“ya!, tapi aku belum terlalu mengerti tentang ability ku, karna sepertinya aku juga bisa menetralkan ability orang lain lewat benda yang aku sentuh, jadi kami tidak perlu melakukan kontak fisik” jawabku.


“begitu ya... kalau begitu sekarang kau harus merasa senang!” ucap Eugene padaku.


“kenapa?” tanyaku.


“karna aku adalah si jenius yang dapat melakukan apapun” jawab Eugene. “aku bisa membuatmu memaksimalkan ability mu!”


“haha... kalau begitu kalian berdua tidurlah, karna besok kita akan melakukan pesta besar!” ucap Eugene.


aku tidak mengerti maksud perkataan Eugene, kami bertiga naik ke lantai dua, Eugene pergi ke kamarnya yang berada di ujung ruangan, sedangkan Lingga ikut ke kamarku, karna Agam menyuruhku untuk berbagi tempat tidur dengannya. saat di kamar Lingga memukul kepalaku dan menyuruhku untuk tidur di lantai, dia tidak mau berbagi kasur denganku, anehnya aku malah mengikuti keinginannya, “aku sudah pernah mengalahkannya kan?, apa jangan-jangan itu semua hanya mimpi?” begitulah pikirku.


“kenapa kau merampok?, dan dimana keluarga mu?, kenapa kau tidak pulang ke rumah mu?” tanyaku sambil berbaring di lantai.


“diam atau ku pukul lagi kepalamu!” jawab Lingga sambil berbaring di kasur dan menghadap jendela. “itu bukan urusanmu!”


“maaf... aku hanya ingin tahu” ucapku.


setelah itu Lingga tidak menjawab lagi, sepertinya dia sudah tidur, aku dapat melihat dengan jelas dari matanya bahwa dia kesepian, bukan hanya itu... tapi aku juga melihat dendam dan kebencian di matanya, entah mengapa aku ingin membantu nya jika memang dia sedang memiliki masalah.


aku juga masih penasaran dengan Eugene, Dimas bilang dia adalah orang yang sangat berbahaya, katanya dia bisa menguasai kota ini jika dia mau. tapi dia tidak terlihat berbahaya sama sekali, bahkan saat mengobrol dengannya dia terlihat ramah, bahkan aku merasa aman sangat di dekatnya tadi, dia memiliki aura seperti dewa pelindung.


“waktunya tidur!” ucapku sambil menguap dan memejamkan mata.


keesokan harinya aku bangun sekitar pukul 5 pagi, saat itu Lingga sudah tidak ada di kamar, aku mencarinya karna khawatir dia kabur, ternyata... dia sedang berlatih sendirian di taman.


“kau sangat rajin ya” ucapku sambil mendekati Lingga.


“apa yang kau lakukan disini?!!, kau hanya mengganggu ku!!!” ucap Lingga kesal.


“maaf, aku hanya khawatir padamu” ucapku sambil tersenyum.


“kenapa kau khawatir padaku?, harusnya kau membenciku, aku selalu melakukan hal jahat padamu” ucap Lingga.


“aku sudah memaafkan mu dan melupakan itu semua” ucapku sambil tersenyum.


“bohong!, orang seperti dirimu hanya bermuka dua, aku sudah muak dengan orang-orang seperti dirimu!” ucap Lingga dengan wajah kesal dan meninggalkan ku.


Lingga kembali ke kantor dan mandi, saat itu Vanca sudah menyiapkan sarapan untuk kami semua, lalu kami semua makan bersama. setelah selesai makan, aku dan Lingga diajak ke sebuah pabrik terbengkalai oleh Eugene, disana kami bertemu dengan seorang siswa SMA, dia terlihat sudah kenal dengan Eugene, mereka seperti membicarakan sesuatu yang penting.


setelah mengobrol cukup lama, orang itu memberikan sesuatu pada Eugene, dia juga memperlihatkan sebuah video, aku masih bingung dengan apa yang kami lakukan disini sekarang.


“kalian berdua, bisa tolong bantu aku?” tanya Eugene padaku dan Lingga.


“tentu!” jawabku.


“apa yang harus kami lakukan?!!” ucap Lingga dengan wajah kesal.


“aku mau kalian masuk ke dalam pabrik itu dan membuat kekacauan!” ucap Eugene. “jika ada yang melawan maka hajar saja, dan jangan biarkan satu orangpun lari!, aku akan memberitahu kalian alasannya saat kalian sudah selesai!”


“HAHA INI SEPERTINYA MENARIK!!!” ucap Lingga dengan semangat.


kemudian aku dan Lingga masuk ke dalam pabrik terbengkalai itu, didalam sana ada banyak siswa SMA menggunakan seragam yang sama seperti orang yang bersama Eugene diluar. tanpa banyak bicara Lingga maju dengan semangat dan mengacaukan tempat itu, bahkan tanpa ragu dia memukul setiap orang yang menghampiri nya, dia terlihat seperti monster, begitu juga diriku, sejak kapan aku bisa bertarung semudah ini?, aku bisa mengalahkan mereka semua tanpa harus membuang banyak tenaga.


mungkin ini jadi alasan kenapa Ezeo dan Davis sudah tidak mau melatih ku lagi, mereka bilang aku sudah menjadi lebih kuat, aku bisa mengalahkan siapa saja sekarang.


“aku sudah mengajarimu semua teknik boxing, sekarang sudah tidak ada lagi yang bisa aku ajari padamu” ucap Davis padaku 3 hari yang lalu.


“kau belajar dengan sangat cepat, bahkan kau bisa melakukan semua teknik yang aku ajari dengan sempurna, sekarang... kau tak terkalahkan!” ucap Ezeo padaku 2 hari yang lalu.


mereka berdua bilang teknik ku sudah sempurna, aku hanya perlu mempraktekkan nya sekarang, pertarungan kali ini mungkin bisa jadi pengalaman buat ku, tapi... meski begitu ini terlalu mudah.


“si-siapa mereka berdua?!” tanya salah satu siswa.


“entahlah, tapi mereka berdua sangat kuat, kita harus lari!” jawab salah satu siswa sambil berlari.


tidak butuh waktu lama, aku dan Lingga mengalahkan semua siswa yang ada di dalam pabrik ini, dibandingkan bertarung dengan iblis, mereka semua tidak ada apa-apa nya, padahal aku yakin ada sekitar 40 orang disini.


“hebat!, kalian menyelesaikannya dengan cepat!” ucap Eugene sambil masuk ke pabrik dan memberikan tepuk tangan.


“sebenarnya kenapa kami harus mengacaukan tempat ini dan tidak membiarkan satu orangpun lari?” tanyaku pada Eugene.


“ya... anak-anak ini terlibat kasus perampokan dan pemerasan” ucap Eugene.


tidak lama kemudian polisi datang dan menangkap anak-anak itu, siswa yang mengobrol dengan Eugene tadi ternyata pelapor dari kasus ini, dan video yang diperlihatkan pada Eugene tadi adalah bukti dari perampokan mereka. jadi alasan Eugene menyuruhku dan Lingga untuk menyerang mereka, sebenarnya untuk meringkus mereka, di dalam pabrik itu ternyata ada banyak barang bukti seperti sepeda motor, uang, perhiasan, dan barang rampokan lainnya.


“apa kalian tau tentang rencana menyatukan Jakarta?” tanya Eugene.


“apa itu?” ucapku.


“baiklah, biar aku ceritakan!” ucap Eugene sambil tersenyum.


bersambung....